![[Revisi] Cinta Komedi Remaja](https://asset.asean.biz.id/-revisi--cinta-komedi-remaja.webp)
"Adi....." panggil Rachel manja
"hm?"
"udah lama nggak sih kita nggak berduaan gini?" tanya Rachel sambil bergelayut di lengan Adi
Adi yang mendengar pun menunduk melihat Rachel yang ada di lengannya, lalu ia mengusak rambut Rachel gemas
"kenapa hm? tumben manja?"
"eum...... nggak papa sih....tapi lagi pengen aja, kamu sibuk sama basket aku juga suka kecapekan sekolah" jelas Rachel sambil mengempoutkan bibirnya lucu
"oh gitu.....jadi ceritanya kangen nih? utututu~~" gemas Adi lalu memeluk Rachel
"ya udah mumpung hari ini libur, gimana kalo kita jalan-jalan? street food, pasti kamu suka" seketika Rachel pun menatap Adi dengan mata berbinar
"beneran?! jinjja?! really?!" seru Rachel
"beneran dong beb, jinjja se jinjja-jinjja nya, really~~ pokoknya nggak bohong" balas Adi dengan muka yang menggemaskan
Rachel langsung saja mencubit kedua pipi Adi karena saking gemasnya lalu menggoyangkannya ke kanan dan kiri
"uuhhh~~ gumushhhhhh deh, ya udah aku ganti baju dulu, kamu nggak ganti?"
"nggak usah udah ganteng ini, ntar kalo kegantengan aku di tangkep polisi"
"loh? kenapa? ganteng kok di tangkep polisi?" heran Rachel
"hehe ya iya dong, soalnya kalo aku terlalu ganteng aku bisa bikin anak orang pingsan kan ntar aku di kira buat kerusuhan padahal mah nggak, gantengnya aku kan original dari sananya hehe" jawab Adi cengengesan
"ish.....aku kira kenapa, ya udah tunggu aku dulu" lalu Rachel langsung berlari menaiki tangga menuju kamarnya dan berganti pakaiannya
Beberapa menit kemudian Rachel turun sudah dengan pakaian yang
i
(baju Rachel)
(baju Adi)
"udah?" tanya Adi
"udah! yok cepet! aku pengen jalan-jalan" kata Rachel dengan wajah cerianya
Adi yang melihat pun merasa gemas dan ia mencubit pipi gembul Rachel pelan yang membuat Rachel mengempoutkan bibirnya lucu.
"lucu banget sih pacar aku" gemas Adi
"ih.....jangan di cubit! sakit tau" kesal Rachel lalu mengelus pipinya
"ya udah maaf deh, makannya jangan gemes-gemes kan aku jadi pengin nyubit kamu"
"aku itu diem aja nggemesin, gimana aku bisa nggak gemesin coba? udah takdirnya aku jadi orang yang imut, lucu, gemesin" bangga Rachel
"hmm.....iya deh....pacar aku emang paling gemesin juga cantik pastinya" balas Adi sambil mencolek dagu Rachel
"oh iya mamah sama papah belum pulang?" tanya Adi
"belum, mereka belum ngabarin aku, paling nanti sore baru pulang" jawab Rachel
Buat yang ingin tahu, mamah dan papah Rachel sedang pergi menjenguk nenek Rachel. Bukan karena sakit tapi karena beliau sudah sembuh dari sakitnya, nah maka itu mereka menjenguknya.
"padahal aku pengen ikut" lirih Rachel mengempoutkan bibirnya
"/mengusak rambut Rachel/ udah.....kan ada aku, sekarang kita berangkat aja biar kamu nggak sedih lagi" kata Adi
"eum....iya deh, ya udah yuk" tersenyum sedih
"jangan sedih ya? nanti kita ketemu bunda, ok?"
"okey 😊"
Skip
Akhirnya Adi dan Rachel sudah sampai, di sini banyak sekali pedagang street food yang berada di kanan kiri jalan.
*author bayanginnya kayak di Korea gitu, kalo benerannya kayaknya di Indonesia jarang, ya bayangin aja kaya di Korea atau tempat lain yang ada street food nya, terserah mau di mana*
"kita dah sampai!" seru Adi sambil melepas sealbeat nya
"iyah" balas Rachel sedikit lesu
Adi pun menoleh karena merasa aneh dengan Rachel
"kok masih lesu?" tanya Adi
"eh?" kaget Rachel karena sedari tadi ia melamun
"tuh kan, kamu kenapa? hm? kita dah sampe loh, harusnya kamu seneng, kan kamu suka kalo aku ajak jalan apalagi makan" kata Adi lembut
"gak papa, cuma kurang enak badan aja, tapi-" terpotong
"apa?!! kok kamu nggak bilang?! kamu sakit tapi malah jalan-jalan gini, malem lagi" panik Adi lalu tangannya terulur untuk mengecek suhu badan Rachel
"apaan sih Di? aku nggak separah itu" lirih Rachel sedikit risih
"kamu nggak panas kok" heran Adi
"kamu pasti masih mikirin mamah papah yang lagi jenguk nenek ya?" lanjutnya
Rachel hanya diam dan menunduk, memang benar ia memikirkannya. Bukan karena ia di tinggal mamah dan papahnya, tapi karena ia rindu neneknya. Sudah lama ia tidak melihatnya bahkan saat beliau sedang sakit pun ia tak menjenguknya. Dan sekarang? ia juga tidak bertemu neneknya lagi, padahal ia sudah meminta untuk ikut. Tapi..... entahlah, orang tuanya terus berbelit agar tak ikut.
__ADS_1
Rachel berfikir kalau ia sudah tidak ada kegiatan yang penting lagi di sekolah. Bukan berarti sekolah itu tidak penting, jelas penting!
Hanya maksudnya, seperti ulangan, ujian, atau semacamnya yang di haruskan Rachel mengikutinya.
"udah dong...jangan di pikirin, kan masih ada aku sama yang lainnya, bunda ayah juga ada, kamu jangan sedih ya" kata Adi menghibur Rachel
"aku cuma ngerasa kalo aku sengaja nggak di bolehin ikut, padahal aku kangen banget sama nenek" jelas Rachel
"hm? mungkin itu cuma perasaan kamu aja, nggak mungkin mereka setega itu, mereka pasti tau kalo kamu kangen nenek kamu"
"trus kenapa aku nggak di bolehin ikut?! mereka selalu nyari alesan biar aku nggak ikut!!" bentak Rachel dengan matanya yang berair
Adi yang mengerti, ia tidak marah saat Rachel membentaknya. Adi tau kalau emosi Rachel sedang tidak terkontrol. Jelas saja, ia tidak di perbolehkan ikut ke rumah neneknya. Padahal ia sempat menangis agar ia ikut, tapi apalah, orang tua Rachel tetap mencari alasan agar Rachel tidak ikut. Seperti, "nanti siapa yang jaga rumah kalau kita semua pergi?" atau "kita cuma pergi 2 hari sayang, nggak lama kok, kamu juga harus sekolah" bahkan alasan yang tidak masuk akal seperti, " kalau kamu ikut, emang kamu nggak kangen Adi?" sangat tidak masuk akal. Memang ia pasti akan merindukan kekasihnya itu, tapi ia akan bertemu kemudian. Bukannya hanya pergi 2 hari? tidak lebih kan? pikir Rachel
"sstt.....jangan nangis sayang, sini sini" lalu Adi memeluk gadisnya itu sambil mengelus rambutnya
Rachel pun tidak membalas pelukannya tapi ia malah terus menangis. Rasa kesalnya kini memenuhi pikiran dan hatinya.
"sayang...denger ya, aku tau gimana perasaan kamu, kamu pasti kesel, kamu juga kangen sama nenek kamu kan? tapi kamu nggak boleh gini, jangan marah sama mamah papah, mungkin emang kamu jangan ikut dulu, kita juga harus sekolah kan? sebentar lagi juga pengambilan raport, kamu bisa ke rumah nenek waktu libur sekolah kan?" jelas Adi hati-hati
Rachel yang kesal pun kini melepas pelukan Adi dan menatap Adi
"tapi kenapa mereka nggak nunggu sampe aku libur sekolah aja?! kalo emang bener kayak gitu, pasti mamah papah bakal nunggu aku libur, nah ini nggak!! emang aku nakal?! aku manja?! sampe aku nggak boleh ikut mamah papah" marah Rachel lalu menundukkan kepalanya menangis
"maaf Chel, mungkin penjelasan aku nggak bisa bikin kamu tenang, aku juga nggak tau kenapa, jujur mamah papah nggak cerita sama aku" kata Adi sambil mengelus rambut Rachel
"tapi kamu nggak nakal kok, kamu juga nggak manja, sekarang aku nggak punya alesan lagi biar kamu nggak marah dan sedih kek gini, tapi-" Adi menangkupkan pipi Rachel agar ia menatap Adi
"denger! aku ada di sini buat kamu, apapun yang terjadi aku bakal ada di sini, jangan negatif thinking, kamu udah besar, kamu harus mikirin ini secara dewasa, lagi pula di sini masih banyak yang sayang kamu, terutama aku, bunda, ayah" jelas Adi dengan matanya yang menatap dalam Rachel
Seolah ia ingin Rachel terhipnotis dengan semua perkataannya agar ia berhenti menangis.
Dan, Rachel pun akhirnya berhenti menangis walau air matanya masih berbekas di pipinya. Tapi semburat marah di matanya kini sudah tergantikan dengan mata sendu dan indah pastinya.
Sejenak Rachel mencoba memikirkannya dan mencoba mengontrol emosinya. Adi benar, aku tidak sendiri di sini, begitu pikir Rachel.
Rachel menunduk sebelum kembali menatap mata Adi dengan mata indahnya. Jangan lupakan tangan Adi yang masih menangkup pipi Rachel juga tatapan teduhnya.
"kamu bener" lirih Rachel
Adi masih diam, menunggu perkataan Rachel selanjutnya.
"kamu....eum....aku salah, harusnya aku nggak emosi kaya tadi, maaf.....aku terlalu emosi sampe aku bentak kamu tadi, aku nggak sadar tadi" lanjutnya masih dengan nada lirih
Adi yang mendengar pun tersenyum, merasa senang gadisnya mau mendengarkan perkataannya. Adi pun menghapus bekas air mata Rachel.
"nggak papa... yang penting kamu udah tenag sekarang" balas Adi masih dengan tersenyum
"kamu baik" lirih Rachel yang di balas dengan senyuman manis Adi dan usapan lembut di kepalanya
Lalu Adi menarik Rachel ke pelukannya, menggoyangkannya ke kanan dan kiri juga sesekali mencium kepala Rachel sayang.
Selama mereka berpelukan, mereka saling diam, saling merasa nyaman satu sama lain. Seakan emosi yang memuncak tadi hilang seketika dan tergantikan dengan senyuman.
Lalu Adi memecah keheningan dengan bertanya pada Rachel yang masih ada di pelukannya.
Rachel pun kaget lalu melepas pelukannya dan menatap Adi seakan bertanya "apa?!"
"nih, aku nggak bohong" kata Adi sambil menunjukkan jam yang tertera di hpnya pada Rachel
Dan memang benar, jam menunjukkan angka 07.59 yang artinya sebentar lagi memang jam 8 malam.
"hah?!" kaget Rachel
"jadi kan jalannya?" tanya Adi
"eh?! ah! iya dong, ya udah ayok, maaf aku bikin kita nggak langsung jalan tadi" kata Rachel sambil menghapus bekas air matanya lagi
untungnya Rachel tidak pernah memakai eyeliner, jika ia memakainya maka tamat sudah, matanya pasti akan seperti panda yang menghitam
Lalu mereka melepas sealbeat masing2 dan turun dari mobil.
"wah....!!" kagum Rachel sampai matanya berbinar
Jalanan yang ramai, penuh dengan lampu yang berwarna warni juga suasana malam membuat pemandangan ini sangat indah. Walau hanya di jalanan tapi, ini cukup membuat Rachel senang dan melupakan kekesalannya.
Adi yang juga merasa senang melihat Rachel yang berbinar pun tersenyum dan menatap Rachel dari samping.
"akhirnya kamu senyum lagi, aku ikut seneng kalo kamu seneng" batin Adi
"eh Adi!!" panggil Rachel lalu menoleh pada Adi
"hm?" jawab Adi
"yuk kesana! aku jadi laper hehe" ajak Rachel sambil terus tersenyum gembira
"ayok" kembali Adi menjawab dengan senyum
Lalu Rachel langsung berlari sambil menarik tangan Adi karena saking antusiasnya. Adi pun membiarkannya, melihat Rachel tersenyum adalah segalanya bagi Adi.
Setelah beberapa saat berlari akhirnya Rachel berhenti di depan salah satu pedagang, tepatnya pedagang arumanis. Makanan berbentuk serabut itu adalah salah satu jajanan kesukaan Rachel, selain rasanya yang manis, Rachel menyukainya karena warnanya yang lucu.
"Adi!! mau itu!!" rengek Rachel pada Adi seperti ia sedang merengek pada ayahnya
"hm? itu?" tanya Adi sambil menunjuk pedagang arumanis tadi
"he'eh" jawab Rachel juga mengangguk lucu
"ya udah, yuk" ajak Adi lalu menarik tangan Rachel mendekati pedagang arumanis
"nah, kamu mau yang mana?" tanya Adi
Mata Rachel terlihat kembali berbinar menatap jajan manis berwarna warni itu.
"uh.....lucu semua aku bingung" gumam Rachel
__ADS_1
"yang mana mas mbak? bisa di bentuk juga arumanis nya, mungkin Mbaknya mau yang si bentuk?" tawar pedagang
"hah?! bisa di bentuk?!" tanya Rachel
"iya mbak"
"Adi!!! aku mau!! aku pernah liat di YouTube, arumanis nya di bentuk gitu, lucu tau" kata Rachel sambil membayangkan bentuk arumanis yang lucu, tangannya seperti sedang mencubit pipi, kalian mengerti kan? pokoknya tangan Rachel itu bergerak gemas sambil membayangkan bentuk arumanis yang lucu
"ya udah, boleh, terserah kamu mau bentuk sama warna apa" jawab Adi tersenyum
"wah.....kalo gitu, pak aku mau yang warna pink bentuknya kaya kucing gitu, yang lucu ya pak" kata Rachel senang
"ok mbak"
"kamu mau juga?" tanya Rachel pada Adi
"nggak, kamu aja" jawab Adi lembut
"ya udah" lalu Rachel menatap arumanis nya mulai di buat
Tiba-tiba.....
"aww!!" suara seseorang terjatuh
Rachel dan Adi pun menoleh ke belakang mencari siapa yang baru saja terjatuh itu. Dan ternyata.....
"eh?! kamu nggak papa?!" khawatir Rachel
"HUAAAAA......" ternyata adik kecil ini yang terjatuh
Karena panik, Rachel pun langsung menggendong adik kecil ini supaya ia diam. Tapi nyatanya tidak, setelah di lihat oleh Adi, ternyata dengkul adik kecil ini sedikit memar. Pantas saja ia terus menangis
"cup...cup...cup...jangan nangis...ada kakak di sini" kata Rachel sambil menepuk-nepuk punggung adik kecil yang ada di gendongannya
"Chel, dengkulnya dia memar, pantesan dia nangis terus" ucap Adi
"beneran?! wah.....sayang.....kamu sakit ya?" Rachel malah tambah panik karena dengkul adik ini memar dan tidak ada tanda-tanda orang tuanya mencari adik kecil ini
"ini mbak, mas, udah jadi" kata pedagang arumanis
"oh! iya! saya lupa, makasih pak, berapa uangnya?" tanya Adi
"15 ribu aja mas" jawabnya
"ini pak, makasih ya pak" kata Adi sambil mengambil arumanis berbentuk kucing itu dan memberi uang pada pedagangnya
"sama-sama mas"
"sayang, nih arumanis kamu" kata Adi pada Rachel
"/menoleh/ wah lucu banget!! makasih" lalu Rachel mengambilnya dari Adi
Adik kecil tadi, ternyata tertarik pada arumanis Rachel.
"wah......!!" ucap adik kecil itu lucu sambil mencoba memegang arumanis nya
"eh?! kamu mau?" tanya Rachel dan adik kecil itu berhenti menangis
"eh? emang boleh dia makan arumanis? dia kan masih kecil!" panik Adi
"kayaknya boleh, dia keliatannya udah umur 1 taun, biasanya kalo umur 1 taun udah boleh makan jajan" jelas Rachel sambil menatap adik kecil yang ada di pelukannya
"aku nggak yakin, takutnya nanti malah sakit perut" balas Adi lalu mengambil alih adik kecil itu dari tangan Rachel untuk digendongnya
"ih....kok kamu ambil? dia lucu, aku pengin gendong dia" protes Rachel
"aku juga mau gendong dia tau, kamu makan aja arumanis nya" jawab Adi lalu mencoba bermain dengan adik kecil itu
"Adi! jangan di unyel-unyel! sini biar aku aja yang gendong!"
"nggak! lagian dia malah ketawa, tuh liat, nang ning nung....ning nang ning nung...." Adi malah menggoyangkannya ke kanan dan kiri membuat adik kecil itu tertawa senang
"eh iya, nama kamu siapa?" tanya Adi lembut
"na-nama aku...eunwoo!! hehe" jawabnya sambil tertawa lucu
"hah?! eunwoo?! wah!! kamu anak Korea ya?! wah!! mana kamu ganteng lagi, kaya oppa-oppa Korea!!!" heboh Rachel
"paan sih! gantengan juga aku" kata Adi kesal
"nggak! gantengan eunwoo!!" bantah Rachel
"eunwoo?" panggil Rachel lalu eunwoo pun menoleh
"iya?" jawabnya dengan cedal
"Kakak panggil kamu apa? biar kakak lebih enak manggil kamunya" tanya Rachel
"telcelah kaka aja"
"ih! lucu banget ih! pengen aku bawa pulang deh!!" gemas Rachel
"ya udah, kakak panggil uwu aja ya?" tanya Adi
"uwu?" kata eunwoo
"iya!! lucu!!! kaya kamu" tambah Rachel
"wah....ya udah deh, panggil eunwoo uwu aja hehe" kata eunwoo kembali tersenyum
"ah......lucu banget!!!" gemas Rachel
__ADS_1
Bersambung....
Kayaknya kalo di terusin bakal panjang banget, jadi lanjut episode selanjutnya ya😘😘