![[Revisi] Cinta Komedi Remaja](https://asset.asean.biz.id/-revisi--cinta-komedi-remaja.webp)
Mereka berkelahi dan akhirnya Adi dan Devan menang. Walaupun mereka harus menerima oleh-oleh luka lebam yang lumayan perih.
Adi dan Devan kini pergi menuju mobil, di sana sudah ada Rachel yang masih menangis dan menunduk.
Adi yang khawatir pun langsung mengelus rambut Rachel, sontak Rachel mendongak. Setelah melihat Adi, Rachel merasa matanya memanas dan tidak lama setelahnya air mata turun dari mata indahnya.
"sstt......jangan nangis" kata Adi menenangkan
"tap-tapi kamu lu-luka" ucap Rachel sesenggukan
"udah nggak papa, sekarang kita pulang ke rumahku dulu ya" saran Adi
Rachel pun mengangguk, perasaannya campur aduk antara marah, sedih dan khawatir menjadi satu.
"Van, Lo pulang sendiri bisa kan? gua mau bareng sama Rachel ke rumah" tanya Adi sambil menutup pintu mobil belakang
"hm, iye gpp, btw jagain Rachel" jawab Devan
"iya pasti, Lo pulang pake apa? bawa mobil?"
"gampang itu mah, gua naik taxi juga jadi"
"ya udah, ati-ati makasih udah nolongin Rachel tadi, btw gua duluan" Adi pun berlari memutari mobilnya lalu masuk di bagian kemudi
"dah Chel" kata Devan sambil melambaikan tangannya pada kaca pintu mobil bagian belakang di mana Rachel duduk, Rachel yang melihat pun memaksa dirinya agar tersenyum walau wajahnya masih sembab
Mobil Adi pun perlahan melaju menuju rumah Adi, karna Adi tidak ingin mamah Rachel melihat Rachel dalam kondisi yang kacau seperti saat ini.
"Chel" panggil Adi tanpa mengalihkan pandangannya karena sedang menyetir
"hm?" jawab Rachel seadanya
"kamu nggak papa? aku khawatir sama kamu, kenapa kamu tiba-tiba pergi dari rumah?" tanya Adi lembut
"nggak papa" jawab Rachel yang kini menatap jendela mobil dengan wajah kesal
Adi melihat Rachel dari kaca yang ada di atap dalam mobilnya. Adi menghela nafas berat, dia tidak bisa berfikir jika Rachel sudah begini.
"maafin aku ya, kamu pasti marah gara-gara tadi aku cuekin pas aku main game" kata Adi
"aku nggak marah" balas Rachel jutek
"tapi kamu diem aja daritadi, muka kamu juga kesel, aku kan udah minta maaf tadi, maafin ya"
"iya"
"tuh kan, kamu nggak mau ngomong sama aku? aku udah minta maaf loh"
__ADS_1
"udah deh Lo diem aja, gua lagi nggak mau ribut" kata Rachel sedikit meninggi
Adi sempat kaget karena mendengar Rachel yang tidak memakai kata "aku-kamu" saat berbicara dan malah memakai kata "lo-gua" yang berarti Rachel memang sedang tidak bersahabat sekarang.
Adi akhirnya memilih diam dan fokus dalam menyetir. Dia juga merasa kesal dengan Rachel, padahal sekarang mukanya dan tubuhnya terluka akibat menolong Rachel tapi kini Rachel malah tidak terlihat khawatir. Bagaimana khawatir, di ajak bicara saja dia menjawab seadanya, begitulah pikir Adi.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh karena letak taman tadi dari rumah Adi cukup jauh, kini mereka sudah sampai.
Adi turun dan berniat untuk membukakan pintu belakang untuk Rachel tapi Rachel justru membuka pintu bagian lainnya lalu masuk dalam rumah Adi tanpa menatap Adi.
Kini Adi sudah marah, dirinya rela berkelahi dan mendapat banyak lebam karena menolong Rachel dari para lelaki tadi tapi Rachel tidak memperhatikannya atau mengobatinya.
Adi ikut masuk ke rumah dan dia langsung masuk ke dalam kamarnya, tidak memperdulikan mamahnya yang bertanya tentang lebam di wajahnya dan bajunya yang kotor. Adi melewati mamahnya dan juga Rachel.
Rachel juga tidak memperdulikan Adi, dan memilih duduk di sofa dengan wajah yang masih sembab tapi dengan raut yang kesal.
"kamu sama Adi ada apa?" tanya mamah Adi yang sudah duduk di sebelah Rachel
"nggak ada apa-apa kok mah" jawab Rachel sambil tersenyum paksa
"jangan bohongin mamah, mamah tau kalian ada masalah apalagi Adi pulang udah lebam gitu"
Rachel menunduk dan memainkan jarinya gugup
"em......maaf mah, kita emang lagi ada masalah dan tadi aku mau di bawa sama 3 cowok asing untungnya ada Devan sama Adi. Trus mereka berantem, Adi sama Devan emang menang tapi muka mereka babak belur apalagi Adi" jelas Rachel
Rachel menoleh dan tersenyum
"nggak papa, aku nggak papa"
"ya udah syukur deh kalo gitu, kamu tolong obatin Adi ya? mamah masih banyak kerjaan dari kantor, kalo ada apa-apa kamu panggil mamah di kamar ya" mamah Adi pun pergi tanpa menunggu jawaban Rachel
Rachel ingin mencegah tapi Rachel juga merasa bersalah pada Adi. Karna dirinya Adi harus mendapat luka lebam dan pasti rasanya sangat sakit jika tidak di obati. Akhirnya Rachel pergi ke dapur untuk mengambil baskom dan mengisinya dengan air hangat juga mengambil handuk kecil. Setelah itu Rachel juga mengambil kotak P3K di lemari dapur atas.
Setelah semuanya sudah diambil, Rachel pun pergi membawa semuanya dengan nampan menuju kamar Adi. Rachel langsung masuk kala ia sampai, karena Adi tidak akan mengunci pintu kamarnya walau saat ia pergi.
Saat memasuki kamar Adi, pertama kali yang Rachel lihat adalah Adi yang tertidur dengan selimut yang membungkus tubuhnya sampai ke atas kepala.
Rachel mendengus kecil lalu meletakkan nampannya di meja dekat ranjang Adi lalu menepuk tubuh Adi agar Adi terbangun.
"Adi.....Adi" panggilnya
"....." tidak ada jawaban
"ck, Di bangun ih, aku mau ngobatin lebam kamu, nggak sakit apa kalo di biarin gitu?! bangun nggak?!" oceh Rachel yang terus menepuk tubuh Adi
"masih peduli?" gumam Adi dari balik selimutnya
__ADS_1
"maksud kamu? jelaslah! kalo aku nggak peduli aku nggak akan repot-repot bangunin kamu buat ngobatin kamu" kata Rachel
Adi tidak membalasnya dan masih diam dengan selimut yang masih menutup seluruh tubuhnya. Terdengar Adi terkekeh.
"kamu ketawa?" tanya Rachel
"nggak usah peduli lagi, ini nggak sakit, sana pulang!! gua mati juga kayaknya Lo kagak peduli, Lo mau ngobatin gua juga karna mamah kan? udah sana, gua nggak perlu di obatin" kata Adi yang membuat Rachel menangis dalam diam
"nggak, kamu harus diobati"
"hahaha Lo nggak punya kuping ya?! gua bilang apa?! pulang sekarang!! gua nggak butuh orang yang nggak tau terimakasih!" bentakkan adu membuat Rachel semakin merasa bersalah
"Di, kamu marah ya? maaf ya, harusnya aku terimakasih sama kamu, kalo nggak ada kamu mungkin aku udah di bawa sama cowok itu"
"nyesel gua nolongin Lo! tau gitu gua biarin aja Lo di bawa!"
"hiks.....hiks....kok kamu gi-gitu sih?! kamu udah nggak sayang lagi sama aku? hiks...." akhirnya air mata Rachel pun jatuh
Adi masih kesal dan sekarang ia harus berperang dengan dirinya sendiri untuk mengalah atau terus menyalahkan Rachel. Karena ia juga tidak mau melihat atau hanya mendengar gadisnya itu menangis.
"Lo bisa diem nggak?! tangisan Lo bikin gua bangun tau nggak?!" bentak Adi saat ia duduk dan menatap Rachel tajam
"hiks.....maaf dan makasih, jangan kaya gini dong.....hiks.....aku nggak mau kita berantem...hiks....."
"ck, Lo yang bikin kita berantem! Lo mikir nggak sih, gua rela luka buat Lo dan pas gua balik Lo malah diemin gua, ok gua emang salah cuekin Lo pas gua nge-game tapi kan Lo bisa main sendiri atau bantu mamah mungkin, nggak usah pergi juga! ngerepotin tau nggak?!" emosi Adi
Rachel langsung memeluk Adi dan menangis sesenggukan di dalam pelukan.
"Adi.... please maafin aku, aku udah bersikap kaya anak kecil....hiks.....aku nggak mau kamu marah....hiks....maaf karena ulah aku kamu jadi lebam gini....hiks .....hiks.... maafin aku.....hiks..." Rachel terus meminta maaf pada Adi, Adi yang merasa pilu melihat Rachel menangis pun akhirnya membalas pelukan Rachel dan mengelus rambutnya pelan
"iya aku maafin, tapi janji jangan pergi tanpa aku dan aku juga minta maaf karena aku juga udah nyuekin kamu pas aku main game, juga karena aku bentak kamu, harusnya aku ngalah sama kamu tadi tapi aku kebawa emosi" kata Adi lembut lalu mengecup rambut Rachel yang masih bersembunyi di dadanya
"nggak, kamu nggak salah kok, ini semua salah aku" balas Rachel lalu melepas pelukannya
"sekarang kamu aku obatin ya? itu pasti perih, aku nggak mau luka itu infeksi" lalu Rachel dengan telaten membersihkan luka lebam Adi dan memberinya obat merah, baru setelahnya Rachel menutup luka itu dengan hansaplast (?)
"udah..... sekarang kamu makan ya? aku panggilin mamah kamu juga buat makan, kamu tunggu di meja makan ya" suruh Rachel, Adi pun menurut
"kamu cantik kaya dokter" kata Adi tiba-tiba dengan senyumannya
Rachel yang tadinya menata kotak P3K dan baskom pun berhenti lalu menatap Adi dengan wajah yang sudah memerah malu
"kamu cantik" kata Adi lagi
Rachel melanjutkan kegiatannya agar Adi tidak melihatnya yang sedang tersipu itu, Adi hanya terkekeh dan terus memperhatikan Rachel tanpa melunturkan senyumannya. Rachel merasa ingin cepet-cepet selesai agar dia tidak merasa malu.
Setelah selesai Rachel pun pergi keluar kamar dengan wajah menunduk malu, bibirnya juga terus tersenyum. Adi tau itu, ia pun ikut keluar untuk mengikuti perintah Rachel tadi.
__ADS_1
"Rachel...... Rachel.....aku nggak bisa marah sama kamu" gumam Adi tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya saat menuruni anak tangga menuju ruang maka