![[Revisi] Cinta Komedi Remaja](https://asset.asean.biz.id/-revisi--cinta-komedi-remaja.webp)
09.30 WIB
Sekarang waktunya istirahat, murid-murid sudah berhamburan keluar. Lebih tepatnya pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang kosong karna terkuras saat jam pelajaran tadi.
Tak terkecuali dengan Rachel dan lainnya. Mereka sudah ada di kantin sekarang, Chika masih belum datang ke kantin.
"apa sekarang aja gua ceritain ke mereka soal tadi malem? soal Chika yang busuk itu??" batin Farsya yang melamun
"mending sekarang aja deh, mumpung Chika belum dateng, kalo dateng kan gua nggak mungkin cerita ke mereka" lanjutnya lalu menarik nafas dan mulai memanggil teman-temannya yang sibuk dengan kegiatan masing-masing
"guys" panggil Farsya mengalihkan perhatian teman-temannya pada Farsya
"gua mau ngomong serius ama kalian" lanjut Farsya
"ngomong serius? ngomongin soal apa??" tanya Fero
"soal.......hmm......Chika" jawab Farsya
"Chika, kenapa?" tanya Jennie
"gini, gua mau ceritain semuanya jadi kalian dengerin baik-baik, ok?" ucap Farsya yang di jawab anggukan dari yang lainnya
"jadi......" Farsya pun menceritakan semuanya, mulai dari ketakutan dia yang melihat lampu dapur menyala sampai semua rencana busuk Chika pada Rachel
"gitu, kalian percaya kan ama gua??" tanya Farsya setelah menjelaskannya
"pfftt...... hahahahahahahahahahaha....." tawa teman-teman Farsya pecah seketika, sedangkan Farsya masih menatap mereka serius
"heh!! ngapa ketawa??" teriak Farsya kesal melihat semua tertawa
"hahahaha ya Lo, masa sih Chika kaya gitu" ucap Arka yang masih tertawa
"iya, hahahaha masa sih Chika yang lugu kaya gitu bisa punya niat jahat?? nggak mungkin" timpal Jennie
"loh? kalian nggak percaya??! ini beneran!!" teriak Farsya meyakinkan
"hahahaha ya udah, kalo beneran mana buktinya??" tanya Tasya
Farsya pun kaget dan menelan ludahnya sendiri, bingung ingin membuktikannya dengan apa, karna bodohnya dia tidak merekam Chika saat itu
"kenapa gua nggak ngerekam sih waktu itu?? sumpah, bodo banget gua!! sekarang gimana gua ngeyakinin mereka??!!" batin Farsya yang kesal
"mana?? katanya Chika busuk, sekarang mana buktinya" tanya Arka yang membuat Farsya menatapnya
"gua..... gu-gua nggak sempet ngerekam!! tapi sumpah!! gua denger semuanya!!! kebusukannya, rencananya, sumpah gua nggak bohong!!" ucap Farsya kembali meyakinkan mereka, menatap temannya satu persatu
"ternyata Farsya curiga juga sama Chika" batin Adi yang menatap Farsya serius
"sumpah ya Sya, Lo ada dendam apa sama Chika? sampe Lo kaya gini" tanya Tristan heran
__ADS_1
"nggak!! gua nggak punya dendam apa-apa sama Chika, ini beneran!!" sarkas Farsya
"udah-udah jangan pada tuduh-tuduhan, saling waspada aja, siapa tau Farsya bener" ucap Adi santai
Semua orang yang ada di meja pun menatap Adi seolah bertanya maksud lo?
"apa? gua salah ngomong?" ucap Adi
"nggak sih, cuma heran aja, maksud lo Chika orangnya emang kaya yang diomongin Farsya??" tanya Faiza
"mm....cuma ngomong doang sih, takutnya emang bener, kan orang nggak liat tampang, tampang bener tapi sifat jahat kan bisa" jawab Adi santai
"oh..... kirain, tapi kayaknya nggak dah, orang baik gitu sama kita aja masih gugup, gimana mau jahat ke Rachel juga Lo?" ucap Arka
"eh iya btw, Chika siapanya Lo Di? kok mau ngerebut Lo dari Rachel??" tanya Jennie
"mm.....semacam fans mungkin"
"sejak kapan??" tanya Tasya
"SMP kalo nggak salah, nggak guna juga nginget-nginget"
"savage" ucap Tristan
"ya udah, gua juga akan waspada kok, tapi kalian jangan bilang dulu ke Chika, gua masih belum percaya karna belum ada buktinya" lerai Rachel
"iya...... gua sebenernya nggak punya perasaan curiga sama Lo tapi Lo belum punya bukti, jadi demi kebaikan bersama, gua akan bersikap biasa aja sama Chika selama Lo belum ngasih bukti ke gua" ucap Rachel membalas genggaman tangan Farsya dan menatap Farsya
"eumm..... makasih sebelumnya udah nggak berperasangka buruk ama gua, tapi gua akan ngasih bukti secepatnya ama Lo dan kalian" ucap Farsya menatap Rachel dan yang lainnya bergantian
"iya Sya, semangat ya? gua nggak bisa curiga sama cewek cuek macem Lo" ucap Arka dengan menahan tawanya
"bener, Lo selalu cuek sama urusan orang lain apalagi nggak ada sangkut pautnya sama hidup Lo, tapi ini.....Lo malah yang curiga duluan, jadi.....gua berharap omongan Lo bisa di percaya Sya" timpal Tasya
"makasih semuanya, gua akan usahain buat ngebuktiin ucapan gua sendiri" kata Farsya sambil tersenyum dan di balas senyuman oleh teman temannya
...----------------...
"what?! jadi Farsya denger semuanya?!" gumam Chika yang memperhatikan meja Farsya dan teman-temannya dari balik tembok
"gimana bisa gua nggak ngeh ada Farsya waktu itu?!" lanjutnya setelah membalikkan badannya
"untung mereka masih belum percaya, tapi bukan berarti gua ngelepas Lo begitu aja Farsya" Chika pun mengeluarkan smirk nya
"tunggu tanggal mainnya Farsya, Lo akan gua hancurin juga karna udah ikut campur dalam masalah gua" ucap Chika melirik sekilas Farsya yang sedang tertawa bersama temannya
Chika pun pergi dari kawasan kantin menuju kelas kakaknya, Devan.
Sesampainya di sana, Chika tidak menemukan Devan, kelas itu kosong. Ya pastinya karna ini jam istirahat jadi semua murid di kelas ini juga keluar ke kantin atau tempat lain, mungkin termasuk Devan.
__ADS_1
"hhh.....Devan nggak ada lagi, kemana tu orang?" kata Chika setelah memasuki kelas Devan yang tidak lain dan tidak bukan adalah kelas Rachel dan lainnya juga
"lagi di butuhin nggak ada, tinggal nggak di butuhin tiba-tiba nongol" gerutu Chika melipat tangan di depan dadanya
"heh! ngapain Lo?" tanya seseorang dari ambang pintu
Chika pun menoleh dan orang itu berjalan mendekati Chika
"huh..... akhirnya Lo dateng" ucap Chika tanpa menjawab pertanyaan orang itu tadi
Orang itu memberhentikan langkahnya di depan Chika lalu memasukkan tangannya ke dalam saku
"ngapain Lo ke sini?" tanya seseorang itu lagi
"gua nyariin Lo, Lo habis dari mana?" ucap Chika
Orang itu adalah Devan, yang sedang di cari Chika
"terserah gua mau kemana, nyariin gua buat apa?" tanya Devan to the point
"gua mau minta bantuan ama Lo"
"bantuan? tentang Rachel ama Adi lagi?"
"Yap! betul banget! tapi untuk kali ini ada orang lain yang baru aja mau bongkar semua rencana gua"
"siapa?"
"Farsya"
"Farsya?" tanya Devan yang tidak percaya
"iya, temen Rachel dan mungkin temen Lo juga" jawab Chika ber smirk ria
"kenapa? kok Farsya?"
"ntar gua jelasin semua, sekarang gua mau balik ke kelas, nanti pulang sekolah kita ngobrol di taman sekolah"
"ya udah" kata Devan acuh lalu berjalan melewati Chika menuju tempat duduknya
Chika pun sedikit merasa geram, tapi dia tahan karna bagaimanapun dia sedang membutuhkan bantuan Devan
"Ok, gua cabut, jangan lupa ntar di taman sekolah" ucap Chika mengingatkan Devan
"hmm" jawab Devan yang sibuk dengan komiknya tanpa menoleh ataupun melirik Chika, Chik pun pergi dari kelas Devan
Merasa Chika sudah pergi, Devan menurunkan komiknya yang menutupi wajahnya tadi lalu menatap pintu kelasnya dan mengeluarkan smirk nya.
"ck, siapa juga yang mau bantuin Lo? yang ada gua malah akan ngejebak Lo, dasar bodoh!" kata Devan lalu tertawa remeh
__ADS_1