[Revisi] Cinta Komedi Remaja

[Revisi] Cinta Komedi Remaja
Reaksi berbeda


__ADS_3

Saat mereka sudah sampai di ruang tengah, tempat Rachel dan yang lainnya berada, Farsya langsung memanggil Rachel.


"Chel, nih ada yang nyariin Lo" ucap Farsya membuat Rachel menoleh dan mendapati Chika di sebelah Farsya. Lalu Farsya


"Chika?" kaget Rachel


"hehehe, hai" sapa Chika canggung


"sapa nih?" tanya Tristan yang sedang memakan donat di bawah sofa


"sini-sini duduk di sini" suruh Rachel antusias sambil menepuk sofa di dekatnya agar Chika duduk di sebelahnya


"ee..... nggak papa nih?" tanya Chika ragu


"ya nggak papa elah, sini!" suruh Rachel lagi, Chika pun akhirnya duduk di sebelah Rachel


"ada apa?" tanya Rachel sambil menatap Chika begitu juga dengan Chika yang menatap Rachel


"heh! gua di kacangin nih daritadi?" tegur Tristan yang duduk di bawah mereka


"lah? emang Lo tadi ngomong ya?" tanya Faiza yang duduk di sebelah Tristan


"hah?! jadi daritadi Lo pada nggak dengerin gua? jahad Lo pada" ucap Tristan langsung memakan donatnya sambil cemberut


"caelah....gitu aja ngambek, Lo lembek banget" tegur Tasya yang daritadi ikut membaca novel bersama Faiza


"enak aja! gua nggak lembek, buktinya gua jadi anak basket kan?"


"iya-iya, udah, ada apa Tan?" potong Rachel dan bertanya pada Tristan


"ini sape?"


"oh iya sampe lupa, kenalin, dia Chika, temen baru gua dan temennya Devan juga" Chika pun tersenyum


"ha-halo....gua Chika, salken"


"nggak usah gugup, kita orangnya asik kok, ya nggak guys?" ucap Arka sambil tersenyum menatap Chika


"au" itulah jawaban mereka dengan kompak


"ih jahat"


"jijik gua liatnya" gumam Faiza menatap jijik Arka


"btw Lo mau ngapain ke sini?" tanya Rachel pada Chika


"hehehe maaf gua nggak ngabarin dulu, tadinya gua cuma mau main doang ke sini, eh ada banyak orang di sini, lagi pada sibuk ya?"


"nggak, kita ke sini nemenin Rachel yang ditinggal ama bonyok nya dua hari" jawab Tristan yang fokus dengan hpnya

__ADS_1


"oh.....gitu"


"oh iya guys, kalian nyebutin nama kalian gih, kenalan sama Chika" ucap Rachel antusias


"gua Arka, cowok paling ganteng di sini"


"gua Tristan, sans aja kalo ngomong sama gua"


"hehehe, ok deh, salken ya Arka, Tristan" jawab Chika


"gua Faiza"


"gua Tasya, salken"


"Jennie.....orang paling cantik, inget ya? paling cantik!"


"hehehe, iya-iya, Lo cantik kok" jawab Chika


"Farsya" ucap Farsya tanpa menatap Chika


"Adi" ucap Adi datar dan menatap Chika tajam, Chika hanya tersenyum kikuk melihat reaksi Farsya dan Adi yang berbeda dari yang lainnya. Mereka pun melanjutkan kegiatan mereka masing-masing.


Tanpa yang lainnya tau, sedari tadi Adi dan Farsya melihat sinis ke arah Chika. Bagi Adi, dia menatap Chika sinis karna dia berjaga-jaga kalau Chika menyakiti Rachel atau apapun yang yang bersangkutan dengan Rachel.


Tapi, bagi Farsya, dia menatap Chika begitu karna baginya ada yang mengganjal dari sikap Chika. Entah itu senyumnya yang bagi Farsya adalah senyuman palsu, lalu sikap lain yang Chika tunjukkan. Di tambah lagi Farsya pernah mendengar nama Chika, yang baru saja dia ingat kalau dia orang yang tadinya tidak Rachel kenal dan mempunyai no hp Rachel. Farsya ingat betul kalau Chika juga yang memberi no hp Rachel pada Devan beberapa hari lalu.


Walaupun yang lain bersikap biasa saja, tapi tidak dengan Adi dan Farsya yang sibuk melihat Chika dengan tatapan menyelidik sedari tadi.


"ha? emang boleh?" tanya Chika memastikan


"a-apa?!" teriak Farsya membulatkan matanya dan dengan ekspresi tidak percaya


Chika menatap Farsya bingung


"kenapa dia? apa dia nggak setuju gua ada di sini? emm..... emang sih daritadi cuma dia doang yang natep gua sinis daritadi, sejak bukain pintu buat gua tepatnya" batin Chika


Semua orang yang ada di situ langsung menoleh pada Farsya dan menatap Farsya dengan bingung


"kenapa Lo Sya?" tanya Tasya


"iya aneh banget, orang Rachel cuma minta Chika ikut nginep doang aja kaget" timpal Tristan


"emang kenapa? ada yang salah kalo gua ngajak Chika juga?" tanya Rachel


"a-a.....em.... nggak, nggak papa kok, boleh aja, ini kan rumah Lo" jawab Farsya gugup lalu menampilkan senyum palsunya


"oh..... trus kenapa Lo kaget?" tanya Faiza


"ah!! tadi gua liat di hp gua ada yang nyeselin trus nggak sengaja gua teriak trus nengok ke Rachel, maap-maap" jawab Farsya yang masih gugup

__ADS_1


"oh gitu, jadi gimana Chik? mau nggak?" tanya Rachel pada Chika lagi


"emm......gimana ya? gua sebenernya pengin tapi....gimana ya? gua tanya bonyok dulu deh" jawab Chika sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"ya udah tanya aja dulu, ntar kalo boleh Lo tidur bareng gua aja, kita se kamar" ucap Rachel


"beneran? ya udah gua tanya dulu deh kalo gitu" ucap Chika mengambil hpnya lalu mengirim pesan pada ibunya


"lah? trus gua bareng siapa?" tanya Tasya


"Lo sekamar sama Jennie aja, Farsya sama Faiza, nggak papa kan?"


"ah! Lo mah gitu, ntar Jennie pasti ngorok, gua nanti nggak tidur" ucap Tasya cemberut


"eh?! enak aja! gua yang cantik ini nggak pernah ngorok ya, kalo misalnya gua ngorok juga ngoroknya ala princess" ucap Jennie mengibaskan rambutnya


"heh! mana ada princess ngoroknya kaya sapi? babi mungkin"


"ih! orang gua nggak ngorok juga Lo kali yang ngorok, nyalahin gua lagi"


"nggak ada, gua nggak bisa tidur bareng Lo pokoknya!" ucap Tasya


"emang gua mau? nggak kali! mending gua sendirian" ucap Jennie menatap Tasya tajam


"udah-udah jangan pada ribut, mending Lo Jen, bareng gua aja tidurnya, Tasya sama Tristan aja, Lo mau kan?" tanya Arka pada Jennie


"nggak!!" jawab Jennie, Tasya, dan Tristan bersamaan


"what?!!! nggak! nggak sudi gua se kamar bareng makhluk astral kaya Lo!" kata Jennie menatap tajam Arka


"ganteng gini di bilang makhluk astral, mata Lo sehat? apa burem?" bela Arka menyibakkan rambutnya ke belakang


"sok ganteng Lo!"


"udah..... Jennie sama Tasya aja, Chika kan baru kenal sama kalian jadi Chika bareng gua aja" ucap Rachel melerai


Tasya dan Jennie saling bertatapan sebentar lalu mengalihkan sebelum mereka saling memunggungi


"iya-iya, daripada gua se kamar sama Arka" jawab Jennie malas


"hmm" Tasya hanya berdehem menjawab ucapan Rachel


"ya udah gimana Chik? boleh?" tanya Faiza


"boleh nih, makasih ya guys, gua jadi punya banyak temen di sini, makasih ya Chel"


"iya sama-sama" jawab Rachel tersenyum


"siapa juga yang mau jadi temen Lo? gua sih ogah, liat Lo aja gua ngerasa ada yang aneh, gimana mau jadi temen Lo" batin Farsya menatap sinis Chika

__ADS_1


Chika yang menyadari hanya Farsya yang terus menatapnya terus, dia mulai takut kalo Farsya menyadari niat asli Chika


"kayaknya gua harus ati-ati deh sama Farsya, dia bahaya, mungkin dia curiga sama niat gua dan gerak gerik gua" batin Chika lalu menatap Farsya dan tersenyum, Farsya langsung memalingkan wajahnya tanpa membalas senyuman Chika


__ADS_2