![[Revisi] Cinta Komedi Remaja](https://asset.asean.biz.id/-revisi--cinta-komedi-remaja.webp)
Tapi, seseorang ternyata mengikuti Chika dan Farsya secara diam-diam
Dia mengikuti mereka sampai ke gedung tempat dimana Farsya di sekap
"Farsya....." gumamnya lalu pergi meninggalkan gedung itu
...----------------...
Keesokan harinya, Riki bangun sangat pagi tidak seperti hari biasanya.
Karna hari ini hari Rabu, Riki juga pergi ke sekolah
"hari ini mungkin akan jadi hari yang panjang" gumamnya sebelum pergi menuju sekolahnya
06.05 WIB
Riki sudah sampai sekolahnya dan sedang memarkirkan motornya di parkiran. Parkiran masih sangat sepi, hanya motor pak satpam yang sudah terparkir di sini dan yang lainnya hanya kendaraan beberapa guru yang masih bisa di hitung secara kasat mata
Riki melepas helm full face dari kepalanya sambil turun dari motor sportnya dan menaruh helmnya di atas jok motor. Sesekali menyibakkan rambutnya ke belakang karna angin pagi yang berhembus menabrak tubuhnya
"masih sepi" gumamnya menatap setiap sisi parkiran sebelum melangkahkan kakinya meninggalkan parkiran dan masuk ke gedung sekolahnya
Setelah Riki menaruh tasnya di bangku kelas, ia langsung pergi menuju kantin. Karna tadi sebelum ia pergi berangkat, Riki tidak memakan apapun walau ibunya sudah menyuruhnya sarapan atau membawa bekal makan untuk di makannya di sekolah
Seperti biasa, kantin juga baru beberapa saja yang sudah buka itupun mungkin makanannya belum matang
Riki mendudukkan dirinya di salah satu bangku tidak jauh dari salah satu kios kantin yang sudah buka
"huh.......gua harus siap-siap" gumamnya
"Bu....!!" panggil Riki sopan pada penjaga kantin
"iya Riki, tumben atuh kamu berangkat pagi begini, ibu aja nasinya baru mateng" kata ibu penjaga kantin
"hehehe iya ni Bu, lagi kepengen aja jadi anak baik" balas Riki asal
Walau Riki termasuk anak yang nakal di sekolah, tapi dia masih sopan kepada orang yang lebih tua darinya, apalagi perempuan
"kamu mah, ya udah mau sarapan?" tanya ibu kantin
"iya Bu, aku pesen.....nasi capcay sama telor dadar aja deh"
"minumnya?"
"teh anget aja satu, tapi jangan manis-manis ya? kan ibu udah manis" goda Riki yang membuat ibu kantin tersenyum
"hahaha ya udah tunggu sebentar ya? ibu siapin dulu" ibu kantin pun pergi menyiapkan pesanan Riki
Beberapa saat kemudian, ibu kantin kembali sambil membawa pesanan Riki tadi
"nih Riki..... sarapannya....." ucap ibu kantin sambil menyusunnya di meja Riki
"makasih Bu, ibu baik deh" goda Riki lagi dengan tersenyum jahil
"udah ah! daritadi gombal terus ke ibu, ibu lanjut nyiapin kantin ya?? kamu makan yang bener, kalo mau nambah atau apa tinggal panggil ibu ya??" kata ibu kantin mengelus rambut Riki
Riki dan ibu kantin ini memang dekat, Riki menganggap dia adalah ibunya jika di sekolah. Sama-sama penyayang dan perhatian padanya walaupun mengerti sifat nakalnya
"iya Bu, nanti kalo aku mau apa-apa aku panggil kok, oh iya mau aku bantuin dulu?" tawar Riki
"ah.... nggak usah, ibu bisa sendiri, kamu sarapan aja, belum sarapan kan? udah ya ibu ke sana lagi" ibu kantin itu kembali ke kiosnya
Sedangkan Riki, dia mulai memakan sarapannya dengan raut wajah berfikir
"kabarin anak-anak nggak ya??" tanyanya sendiri
"kayaknya gua emang butuh mereka, ntar gua kabarin dah" Riki pun kembali melanjutkan sarapannya sampai semua habis
...----------------...
14.20 WIB
"guys gua butuh bantuan kalian" setelah mengatakan itu pada teman-temannya di telepon, ia langsung melesat meninggalkan sekolah menuju suatu tempat tanpa pulang ke rumahnya dulu
20 menit di perjalanan, akhirnya Riki sampai ke tempat yang di tujunya. Ia memarkirkan motornya di balik pohon besar tidak jauh dari tempat yang di tuju
Riki mulai berjalan mendekati gedung yang terlihat sepi dan kotor tapi di jaga setiap sisinya oleh beberapa pria berbadan besar
Ya, jadi orang yang kemarin mengikuti Chika dan Farsya adalah Riki
flashback
Riki POV
gua sempet nawarin Farsya buat pulbar, tapi dia nggak mau dan gua juga nebeng sama Adi. Ya udahlah mungkin bukan kali ini
Tapi gua nggak tau kenapa ngerasa bakal terjadi sesuatu, apalagi cuacanya kaya gini. Ngeri sih
Akhirnya gua mutusin buat nggak pulang dulu, gua bilang ama Adi kalo mau ke kafe depan sekolahnya dulu dan emang iya gua beli kopi dulu di sana trus gua minum sambil jalan-jalan
"kenapa sih perasaan gua kagak enak" gumam gua sambil nyeruput kopi mochacinno (?) gua
Gua nggak jauh-jauh kok jalannya dari sekolahannya Adi, cuma sekitarannya doang
Trus pas gua lagi jalan tiba-tiba gua liat ada Farsya yang lagi di tarik gitu lengennya sama cewek
Siapa sih?! beraninya main kasar
Gua masih liatin tuh, ntar kalo udah kelewatan baru gua keluar
__ADS_1
"siapa sih tu cewek" gumam gua sendiri
Sampe akhirnya tu cewek narik Farsya ke mobilnya trus pergi, gua agak khawatir sama Farsya takutnya ada apa-apa. Apalagi si Farsya kayak nggak mau ikut gitu
Akhirnya gua berinisiatif buat ngebuntutin mereka. Eh kebetulan taksi lewat, ya gua naik taksi buat buntutin mereka
Gua agak kaget liat Farsya di bawa ke tempat kaya gini, serem woy. Mana di suruh masuk lagi ke gedung itu, udah kotor, sepi, trus nyeremin lagi
Tapi gua laki, gua kagak setakut itu juga. Gua pun turun setelah bayar tu taksi. Ya kali kagak bayar, bisa abis gua di gebukin
Oke gua lanjutin, gua turun biar bisa denger dengan jelas mereka lagi ngomongin apa
Trus setelah perdebatan antara Farsya dan cewek itu, mereka pun masuk, gua nggak soalnya gua sendirian, kalo ada apa-apa kan kasian fans gua yang bejibun kalo kehilangan gua.gg
Setelah lama menunggu dan berakhir jadi santapan nyamuk hutan, tiba-tiba banyak bapak-bapak yang badannya gede-gede keluar trus jagain tu gedung. Gua bingung dan kebingungan gua terjawab karna cewek yang tadi gua liat keluar sendiri tanpa Farsya
Mulai dari situ gua kesel dan yakin kalo Farsya di sekap di gedung ini
Gua pulang dan berencana bakal bobol dan nyelametin Farsya besoknya bareng temen-temen gua
***Riki POV end
Flashback off***
"tenang Sya, gua bakal nyelametin Lo bentar lagi" gumam Riki dari balik pohon
Tiba-tiba mata Riki menyipit melihat beberapa orang berada di roftop gedung itu dan seketika matanya membulat menyadari bahwa ada Farsya di sana
Walau jaraknya dengan Farsya jauh tapi Riki yakin bahwa keadaan Farsya sudah berantakan dan wajah yang lusuh
"Farsya? ngapain mereka bawa Farsya ke atas?"
Tidak lama kemudian, teman-teman satu gengnya datang lalu menghampiri Riki
"Ki, kok jadi gini sih?" tanya Exel
"gua juga kagak tau, yang pasti kita harus nyelametin Farsya, please bantu gua" mohon Riki
"iya-iya, pasti kita bantu, tapi gimana caranya??" tanya Radit
"ehm.....gini aja, Exel sama Rangga Lo bawa gas itu??" tanya Adi
"bawa, kenapa??" tanya Rangga
"kalian, semprotin semua orang itu pake gas beracun atau apalah itu yang penting mereka pingsan, niat kita bisa masuk dan naik ke atas buat nyelametin Farsya" jelas Adi
Exel dan Rangga pun mulai menyiapkan gas beracun itu untuk di semprotkan ke para penjaga gedung itu
"nah Radit, Lo ntar bantu gua buat baku hantam nanti dan Lo Ki, Lo selametin aja Farsya, bawa dia jauh dari sini" lanjut Adi
"oke, kita duluan ntar kalo kita udah beres kita juga nyusul buat ke atas" kata Exel sebelum dia dan Rangga pergi menyelinap untuk menyemprotkan gas beracunnya pada penjaga gedung
Exel menyelinap dari samping kiri gedung dan langsung menyemprotkan gas beracunnya begitu juga dengan Rangga yang dari samping kanan gedung
"woy!! gas apa ini?!" tanya salah satu penjaga gedung saat merasa dadanya mulai sesak
"hahahaha manjur juga ni gas, ini itu gas beracun, bentar lagi Lo semua bakal pingsan" kata Rangga setelah selesai menyemprotkan gasnya
"nggak-nggak, mungkin bisa aja mati" lanjut Exel, Rangga dan Exel pun tertawa melihat mereka yang semakin kehilangan nafas
"sialan!! liat saja kalian!!" kata salah satu penjaga gedung lainnya
"liat apa? liat bos kalian juga bakal mati? ayok! siapa takut" balas Exel
Seketika para penjaga itu satu per satu mulai tumbang
Rangga pun memberi aba-aba pada Adi untuk masuk ke dalam gedung, sementara Rangga dan Exel berjaga-jaga di luar
"kalian masuk, kita jaga di sini" suruh Rangga
Adi, Riki dan Radit pun masuk. Tapi tidak semulus yang dibayangkan, ternyata di dalam juga banyak penjaganya
"eits........" kaget mereka melihat para penjaga mendekati mereka
"siapa kalian?!" tanya penjaga
"kita? kita mau nyelametin temen kita!!" jawab Riki tegas
"kalian pikir kalian bisa nyelametin temen kalian itu? hahaha lawan kita dulu!!!" Lima penjaga itu pun mulai menyerang Adi dan Radit
"selametin Farsya Ki!!!!" suruh Radit pada Riki
Riki pun menaiki tangga menuju roftop, tangganya begitu banyak karna terdapat sekitar 8 lantai di sini
Riki memberhentikan langkahnya sebentar untuk mengambil nafas
"huh......huh.....huh.....ayo Riki semangat!! demi Farsya" ucapnya menyemangati diri sendiri lalu melanjutkan langkahnya menaiki tangga
Sampai di tangga yang terakhir, ternyata di sana ada sekita 3 penjaga yang berdiri
"sial!" umpatnya
"heh!! siapa anda?!"
"maju sini!! jangan banyak ngemeng" ajak Riki menantang penjaga untuk melawannya
*buk....
brag.....
__ADS_1
bruk*.....
Akhirnya Riki menang dan menatap mereka remeh
"nggak sia-sia gua kursus karate" kata Riki lalu menaiki tangga, akhirnya sampailah Riki di roftop gedung itu
Chika yang menyadari pun tersenyum manis menyambut kedatangan Riki
"wah.....ada pahlawan Lo tuh, sapa dulu gih" suruh Chika pada Farsya yang terlihat memar di sekujur tubuhnya
"Farsya......" gumam Riki menatap kaget Farsya
Baju berantakan dan sobek di bagian tertentu, rambut tergerai berantakan, tangan dan kaki di ikat, pipi memar dan mata sembab yang Riki yakini Farsya terus menerus menangis
Farsya hanya membalas tatapan nanar Riki dengan tatapan sendu, merasa pasrah akan nasibnya yang akan berakhir di sini
"bagaimana? cantik bukan bidadari Lo?" tanya Chika pada Riki sambil menjambak rambut Farsya
"akh......sa-....sakit...." gumam Farsya
Riki membelalakkan matanya melihat Farsya yang kesakitan
"heh!! berhenti!!" suruh Riki, Chika pun melepas jambakannya dari rambut Farsya
"Ups.....ada yang marah" kata Chika berpura-pura kaget lalu tertawa licik
"lepasin Farsya sekarang!!!"
"apa?? lepasin? ck, nggak!!"
"dasar perempuan licik!!" geram Riki mengepalkan tangannya
"hahaha kenapa? kesel liat princess Lo jadi kaya gini? selametin dong, jangan diem aja di situ"
"Lo......!!" Riki makin mengeratkan kepalannya
cetik......
Seketika tubuh Riki di jagal oleh salah satu penjaga dan membuat Riki kaget
"habisi dia" suruh Chika membuat Farsya kaget
"Lo harus melihat pertunjukan ini Farsya, selamat menikmati" bisik Chika pada telinga Farsya
Riki sedang berkelahi dengan para penjaga gedung. Sekitar 8 orang yang melawannya, Riki terlihat kewalahan dan sesekali mendapat pukulan yang keras di pipi atau perutnya
"akh......" ringis Riki saat perutnya terkena pukulan
"Riki!!!" teriak Farsya dengan gemetar
Chika yang melihat pun hanya terus tersenyum menatap semuanya dan membiarkan Farsya terus menangis
"kurang ajar!!!" Riki kembali memukul mereka, karna saking fokusnya dia memukul sampai tidak sadar ada 1 penjaga yang ingin memukul punggungnya
Farsya yang melihat pun berteriak
"Riki awas!!!!" Riki menoleh ke belakang dan
brak......
Riki jatuh dengan posisi lutut sebagai tumpuan
Chika tiba-tiba melepaskan ikatan tali pada Farsya, membiarkan Farsya mendekati Riki
"Riki, Riki bangun Riki!!" ucap Farsya saat memegangi kepala Riki di atas pangkuannya dan menepuk-nepuk pipi Riki
Riki terlihat tersenyum walau tubuhnya lemas
"Fa..... Farsya...." gumamnya, Farsya mengangguk menangis
"Ki.....jangan kaya gini dong....." tangis Farsya pecah
"sstt.....gua nggak papa, Lo bakal gua selametin" kata Riki meletakkan telunjuknya di atas bibir Farsya
"Ki....bangun...."
"gu-gua.....gua....akh...." tiba-tiba Riki memegangi kepalanya
"Riki?! Lo kenapa?!"
"gua nggak papa, yang penting Lo selamat" katanya sambil tersenyum
"Riki....maafin gue...." kata Farsya menutup matanya
"hei, jangan nangis, ini udah takdir, ini bukan salah Lo, jadi jangan minta maaf ke gua ok? dan jangan nyalahin diri Lo" ucap Riki dengan suara yang mulai serak menahan sakit
Brak.....
Tiba-tiba pintu roftop terbuka, menampakkan Adi dan lainnya
Di waktu yang bersamaan Riki melemas dan pingsan di pangkuan Farsya
"Riki? Riki? sumpah, jangan bikin gua panik, Riki?! Riki?!" panggil Farsya yang terus menepuk-nepuk pipi Riki
Adi dan teman-temannya melihat Riki yang pingsan pun mulai beringas dan melawan semua penjaga yang di lawan Riki tadi
"kurang ajar kalian!!!" geram Rangga
"serang!!!" teriak Exel, akhirnya mereka berkelahi
__ADS_1