[Revisi] Cinta Komedi Remaja

[Revisi] Cinta Komedi Remaja
Selamat datang masa depan


__ADS_3

**Hai guys👋 gimana kabar kalian? semoga baik ya, oh iya maaf author jarang update apalagi beberapa bulan ini, author kaya hiatus gitu


Soalnya author banyak kegiatan selain itu author juga beberapa bulan ini sibuk sama kelulusan kan, Alhamdulillah author bisa lulus dan masuk ke salah satu SMK.


Trus karena author udah lumayan lupa alur ceritanya jadi author skip aja ya, maaf kalo mengecewakan**


...----------------...


1 tahun kemudian


"guys kita udah lulus aja huhu" sedih Tristan


"iya Tan, kita satu kampus nggak ya sedih nih gua" timpal Arka yang sedang merangkul Tristan


"lebay Lo pada, kalo kita beda kampus juga kita masih bisa ketemuan kan" ucap Fero santai


"Yee..... Lo mah gitu, nggak tau apa kita lagi sedih, ye nggak Tan"


"iya Ar, udahlah Fero emang jahat ma kita"


"gua jahat, udah gua cekek Lo berdua" ucap Fero lalu duduk di jok motornya


Ya karena mereka sedang berada di parkiran sekolah


"au ah, Di, Lo nggak sedih emang? kita mau pisah loh" tanya Tristan dramatis


Adi pun menatap datar mereka dengan tangan yang di selipkan di saku


"nggak" singkat Adi


"/smrik/ dahlah gua balik dulu, udah di tunggu mamah tercinta, mau pamer nilai bagus gua" kata Fero lalu meninggalkan mereka bertiga dengan motornya


"huh!! dasar bocah songong lu!!!" teriak Arka sambil menendang kerikil


"eh Di, Lo mau kemana?" kaget Tristan yang melihat Adi akan masuk ke dalam mobil


"Rachel"


"oh......emang Rachel di mana?" tanya Tristan


"depan"


"eh Di!" panggil Arka


Adi yang kesal pun menarik nafasnya mencoba menahan emosinya


"hehe maap, cuma nanya Lo punya receh nggak? gua nggak punya"


"buat apa?"


"bayar parkir, ya kali buat beli jajan, dapet cilok doang kali tuh"


"lah Lo parkir di mana emang?" tanya Tristan


"di depan warungnya pak Toyo" jawab Arka


"kenapa di situ coba?" tanya Tristan lagi


"hehe soalnya tadi kan buru-buru buat pengumuman kelulusan Tan"


"oh......ken-"


"nih, gua duluan" potong Adi sambil melempar uang 10 ribuan pada Arka lalu masuk ke dalam mobil


"lah? gua mintanya receh bro bukan uang kertas"


"nggak papa lah tuh, recehnya dia tuh uang kertas, udah deh"


"tapi ketan, enak bener tukang parkirnya dapet 10 ribu cuma jagain motor"


Bruummmm.....


mobil Adi mulai meninggalkan mereka berdua


"tinggal beli jajan dulu trus kembaliannya baru di kasihin tukang parkirnya" usul Tristan


"gitu?" bingung Arka


"ya gitu lah" sinis Tristan


"nggak bisa beli Boba kalo gini" gumam Arka sambil menatap uang 10 ribu itu


"Boba aja terus, diabetes Lo ntar, lagian nggak keren banget, cowok sukanya Boba, kaya cewek Lo!" cibir Tristan


"Yee....kaya Lo minumnya apa aja" balas Arka


"hm! Belum tau Lo, minumnya gua?"


"iya, apa coba?"


"minumnya gua tuh strawberry milk"


"ptf, hahaha apa? strawberry milk? hahaha!!"


"kenapa? dia tuh sehat trus enak"


"au ah bengek gua"


"Lo mah bengekan, dahlah kuy pulang" ajak Tristan


"ya udah ayok"


"Yee....balik sendiri-sendiri ya, motor Lo juga kagak di sini"


"ck, tega lo! dasar ketan item!"


"daripada lo!"


"apa?!"


"arak-arakan!"


"heh! bangsul! nama gua Arka ya" protes Arka

__ADS_1


"nama gua juga bukan ketan item ya"


"ilih.....salah siapa Lo item?"


"heh! gua nggak item ya, cuma eksotis aja"


"up to you lah, udah sana ambil motor Lo gua juga mau ambil di depan sambil beli chiki dulu" suruh Arka sambil berjalan


"hih! emang gua babu Lo? hah? gua juga tau kali" gumam Tristan lalu mengambil motornya


...----------------...


"Rachel" panggil Adi saat mereka sudah di dalam perjalanan pulang


"hm?"


"kamu mau nerusin kuliah di mana?" tanya Adi yang tangannya sudah mengelus tangan Rachel


"aku sih penginnya kuliah di sini aja, cuma ya nggak tau juga aku juga pengin langsung kerja, kalo kamu?"


"hm~ aku sih jelas ngelanjutin kuliah juga kalo di mananya aku nggak tau, soalnya waktu itu papah aku nyuruh aku buat kuliah di London sekalian liat perusahaan papah aku yang di sana"


"yah nanti LDR an dong" sedih Rachel yang mencebikkan bibirnya lucu


"maaf ya sayang, tapi aku juga mau nya di sini aja bareng kamu" kata Adi mengelus rambut Rachel


"ya kan tetep aja nanti kamu ke London!"


"Rachel, kamu jangan sedih, nanti aku pulang langsung ngelamar kamu deh"


"eh?! yang bener aja! kita masih sekolah!"


"kan nanti kalo aku pulang dari London, 3 tahun lagi mungkin"


"hm, Adi"


"ya?"


"mau es krim"


"haha kirain apa, ya udah yuk! mau beli di mana?"


"terserah, yang penting es krim coklat!"


"iya udah, di depan ada taman yang biasanya ada penjual es krim"


"ya udah kesana aja, cepet!"


"iya-iya, kamu nih lucu! kaya anak kecil"


"emang masih anak kecil!"


"ih? ngaku aja"


"iya kan umurku baru 17 tahun"


"anak kecil apanya umur segitu"


"kan aku baru ulang tahun bulan kemaren, please deh jangan kira aku udah tua"


"kamu lah!"


"udah udah, yuk turun"


"kok turun?"


"ya turun lah, tuh katanya mau es krim" tunjuk Adi pada penjual es krim yang artinya mereka sudah sampai di taman


"wah! es krim!" teriak Rachel sambil berlari


"Rachel~ Rachel~"


"pak, es krim coklat ya!" kata Rachel pada penjualnya


"siap neng, berapa?"


"satu aja deh, nanti kalo kurang aku beli lagi"


"oke neng, tunggu ya"


"iya pak!"


"aku nggak?" tanya Adi yang baru datang


"pesen aja sendiri"


"masnya mau juga?" tanya penjual es krim


"ah iya, vanilla aja satu"


"oke mas"


"ya udah tunggu di sana yuk!" ajak Adi


"wih! ayunan!" lalu Rachel berlari ke ayunan yang di tunjuk Adi


"pak, saya tunggu di sana ya"


"iya mas, nanti saya ke sana"


"ya pak"


"eh kok ada Farsya? ngapain? sama siapa?" tanya Rachel yang baru duduk di ayunan


"eh Rachel, hehe ini, lagi di ajak Riki main trus di beliin es krim" jelas Farsya


"Riki nya kemana? kok nggak ada?" tanya Rachel lagi


"lagi ke toilet"


"oh~"


"eh Sya? ndiri?" sapa Adi

__ADS_1


"oh nggak, sama Riki tapi dia lagi ke toilet"


"hm"


"es krim nya mana?" tanya Rachel pada Adi


"bentar lagi jadi"


"oh iya, kalian dah jadian ya?" tanya Adi sambil mengelus rambut Rachel yang masih ngambek


"eh? kata siapa? enak aja, gua m-"


"eh bro! pa kabar nih!" sapa Riki yang baru datang


"eh baik, Lo?"


"Alhamdulillah gua mah, baik juga"


"eh dah lama?"


"nggak, baru aja nyampe"


"trus? ni kenapa Rachel? ngambek?" tanya Riki


"es krim nya belum jadi"


"oh, biasa itu mah" balas Riki sambil terkekeh


"eh dah jadian?" tanya Adi


"ah iya udah, baru aja kemaren malem" jawab Riki santai


"lah? kat-"


"katanya Lo nggak! ini paan? jahat Lo Sya!" kesal Rachel


"eh eh bukan gitu maksud gua, gua cuma malu aja" gugup Farsya


"ck, kenapa malu?"


"ya kan, gua sama dia sering musuhan"


"caelah, Lo kira gua ma Rachel nggak?" kata Adi


"iya, kita juga kok"


"tuh, apa aku bilang, jangan malu" kata Riki sambil tersenyum


"iya, orang pacarnya suka malu-maluin!" cibir Adi


"ih dasar! Lo juga dasar setengah es!" balas Riki


"mas, neng, ini es krim nya" kata penjual es krim


"oh iya pak, makasih nih uang nya" kata Adi sambil memberi uang 50 ribuan


"eh mas, saya nggak ada kembalian"


"nggak papa, itu emang buat bapak semua"


"eh? Yang bener mas?!"


"iya, makasih es nya pak"


"saya yang makasih!"


"iya sama-sama"


"permisi neng, mas" pamitnya


"iya pak!" sahut mereka berempat


"eh, udah baikan ma Chika?" tanya Farsya


"udah, dia juga dah minta maaf, dia ma Devan udah pindah aja malahan" jelas Rachel


"loh? kemana? bukannya tadi mereka berangkat?" tanya Farsya


"iya, habis itu Chika ma Devan kan pamitan Lo nggak ada jadi titip salam doang" jelas Adi


"hehe maap"


"iya, trus dia juga minta maaf lagi sama gua ma Adi, niatnya sih sama Lo berdua juga tapi karena Lo langsung ilang trus Riki beda sekolah jadinya titip salam buat kalian doang" jelas Rachel


"ah gitu, gua sih dah nggak masalah ya, tapi gimana Farsya gua nggak tau" kata Riki


"ah gua juga dah maafin sih, dah lama juga"


"bagus deh nah tinggal kita mikirin masa depan kita" kata Rachel sambil menatap langit yang biru


"hm, iya, nggak kerasa ya udah lulus aja" kata Farsya


"iya, ini baru awal perjalanan kita, walau banyak masalah di SMA tapi masa depan lebih rumit" timpal Riki


"gimana kita ngejalaninnya sih" balas Adi santai sambil menjilat es krim nya


"bener, jadi selamat datang masa depan!!" kata Rachel sedikit berteriak


...----------------...


Masa depan, hm~ sebenernya gua nggak pernah mikirin ini. Tapi setelah banyak masalah yang gua lewati bareng pacar tersayang dan temen-temen gua, gua baru sadar. Masa depan kita lebih rumit dari apapun yang gua lewati selama ini.


selama ini itu baru permulaan, kalo istilah di buku sih kita baru kata pengantar atau nggak di struktur novel sih ini baru orientasi dan kompleks nya baru akan di mulai tahun ini.


Tepat di mana kita akan memilih perjalanan selanjutnya, mau kuliah atau kerja, di mana kita kuliah, di mana kita kerja, semuanya kita yang ngatur. Buat masa depan buat kehidupan kita sendiri.


Jadi, selamat tinggal permulaan dan selamat datang masa depan


~ **TAMAT**~


Aku sebagai author mengucapkan banyak terimakasih buat reader yang baca novelku


sekian terimakasih 🙏

__ADS_1


gomawo🌱


__ADS_2