![[Revisi] Cinta Komedi Remaja](https://asset.asean.biz.id/-revisi--cinta-komedi-remaja.webp)
Saat ini Adi baru keluar dari rumahnya, ya namanya dirumah sendiri pasti pengen keluar dong.
"gua jalan kemana ya? anak-anak geng juga kayaknya pada belom bangun, baru jam 6 pagi"
Pas Adi masih bingung, tiba-tiba ada seseorang naik motor sport yang nggak kalah keren sama motornya Adi. Orang itu pake baju serba hitam dan helm full face juga bikin Adi susah tau siapa ni anak. Kalo temen gengnya nggak mungkin, ya soalnya Adi hapal banget sama semua motor temennya itu kecuali ada salah satu dari mereka yang beli motor baru. Holkay mah bebas
Orang itu pun turun dan mulai ngelepas helmnya. Adi sempet nggak tau siapa, tapi pas di inget-inget lagi akhirnya Adi kenal sama ni orang.
"hai, gua Devan, temennya Rachel, Lo Adi kan?"
"kan bener, Devan namanya"
"iya gua Adi, kenapa?"
"nggak, cuma mau kenalan aja, gua denger-denger Lo kapten basket sekolah ya?"
"iya, mang napa?"
"gua mau join dong, kebetulan gua juga suka basket"
"emang Lo bisa?"
"hahaha....Lo nggak tau aja skill gua, walau nggak seberapa sama sang kapten kaya Lo tapi sedikit-sedikit gua juga tau" jawab Devan sambil ketawa
"ih.....sok kenal banget ni anak, ketawa lagi, apanya yang lucu? gaje banget"
"gua nggak tau, tapi mending Lo daftar ke guru olahraga, gua nggak ngurusin begituan" ucap Adi dingin
"gitu ya? ya udah ntar gua bilang ke guru aja"
"hm"
"btw Lo mau kemana?"
"cuma mau keluar"
"mau bareng gua?"
"nggak, makasih"
"oh..... oke, kalo gitu gua duluan, semoga ntar kita bisa ketemu lagi di sekolah" pamit Devan senyum sambil makai helmnya dan pergi tentunya
"ck, dasar, ngomong aja mau deketin Rachel segala bilang mau ikut anak Basket, sok kenal lagi ke gua, basi tau nggak cara Lo" gumam Adi sambil ber smirk ria
...---------------...
Setelah di sekolah
"hai Chel!" sapa Devan yang baru masuk kelas
"pagi!!"
"yang lain nggak disapa nih? dasar anak bucin" sindir Faiza
"eh gua kira hanya patung Lo pada, ternyata orang ya? maap-maap"
"eh sumpret Lo!! nggak ada akhlak ya Lo?!"
"wee.......sabar Za, cuma becanda kali"
"nggak ada yang namanya becanda kalo ama Lo, semua bikin gua emosi doang"
"iya-iya maap, cuma becanda doang dibawa serius, emang hubungan apa? di bawa serius"
"nggak usah ngelawak, nggak lucu, garing"
"serah Lo lah"
Devan pun duduk ke tempat duduknya di belakang, deketan sama tempat duduknya Farsya
Tiba-tiba ada adkel yang masuk dan nyariin Rachel
"maaf kak, aku disuruh ngajak kak Rachel buat ke taman sekarang"
"disuruh siapa dek?" tanya Tasya
__ADS_1
"aku cuma disuruh itu doang dan nggak boleh ngasih tau siapa dia, maaf kak"
"oh.....gitu, cewek cowok?" tanya Jennie
"cowok kak"
"siapa sih Chel?"
"nggak tau Za, ya udah gpp deh"
"yuk kak, udah ditungguin soalnya"
"oh iya dek, ya udah guys gua ngikut adkel dulu ya"
"iya, ati-ati, kalo ada apa-apa bilang ya?" ucap Devan
"hmm......ngalus Lo"
"paan sih Za, cuma ngasih tau doang, sirik ae Lo, bilang aja mau gua perhatiin"
"enak aja! amit-amit gua demen ama kang ngalus kaya Lo kaya nggak ada cogan aja"
"udah lah, bye guys"
"bye Chel....."
Di taman
"kak aku duluan ya? kakaknya sebentar lagi dateng, tunggu aja kak"
"iya dek, makasih ya btw"
"iya kak, ya udah permisi kak"
"iya ati-ati dek"
Adkel pun udah pergi, sekarang tinggal Rachel sendirian di taman
"mana sih orangnya? mau bikin gua lumutan apa?"
Saat Rachel udah duduk tiba-tiba ada bunyi dari semak-semak dan refleks Rachel ngeliat semak-semaknya kaget.
"heh! apaan tuh?!! jangan ganggu gua...... please....." ucap Rachel ketakutan
"gua belum ngebahagiain emak ama keluarga gua.....pergi Lo sana!!"
kresek......kresek....
"lah?! makin kenceng aja suaranya"
Dan.......
"Dor!!!"
"aaaaaaa!!!!!"
"heh! Lo napa?"
Rachel yang kenal sama suaranya pun noleh ke belakang
"lah? Lo?"
"iya, gua yang manggil Lo"
"Lo? Adi? ngapain?"
"udah..... jangan bingung mulu"
"trus yang di semak-semak?!"
"paling itu cuma-"
meow......
"kucing?" gumam Rachel bingung
__ADS_1
"iya, kucing itu mah"
"syukurlah......"
"udah, jangan takut lagi nggak ada apa-apa kok, masih siang begini"
"iya, eh btw Lo mau ngapain manggil gua? segala pake adkel lagi" tanya Rachel yang nggak nyelow
"tadi gua mau manggil Lo sendiri tapi ada si curut, jadi pake adkel dah"
"curut? siapa?"
"siapa lagi kalo bukan Devan, tu orang kaya curut bagi gua"
"serah deh, trus kenapa?"
"mm.....mungkin bagi Lo gua nyebelin dan di masa lalu gua terlalu ngatur-ngatur hidup lo-"
"emang, baru nyadar?" ucap Rachel nyolot
"dengerin dulu...."
"hehehe....iya....jadi apa?"
kenapa ketawa sih? jadi pengen cubit, tapi belum official, sabar-sabar
"jadi gua mau minta maaf, sekalian mau ngomong sesuatu"
"apa? buru deh"
"sabar.....jadi.....gua suka sama Lo sejak dulu" ucap Adi tegas sambil menatap manik mata indah Rachel
"a-apa?! what?!"
"iya, nggak bisa romantis ya? udah romantis juga"
"ya maap namanya juga kaget, kan refleks"
"nggak usah cengengesan, dengerin yang bener"
"iya-iya, galak bener sih"
"iya......mau jadi pacar gua nggak? gua udah lama mendem rasa ini ke Lo tapi waktunya selalu nggak tepat" ucap Adi sambil memegang tangan Rachel lembut
"gua......tapi beneran Lo suka gua?"
"iya.....Lo masih nggak percaya?" ucap Adi dan memajukan badannya yang bikin Rachel mundur juga kaget
"lo-lo mau ngapain? jangan aneh-aneh deh" ucap Rachel gugup
gimana nggak gugup? Adi aja tetep di posisi yang sama dan mukanya nggak becanda
"kenapa? masih nggak percaya?" tanya Adi serius, matanya masih menatap Rachel dan berhenti di bibir Rachel
"Lo mau apa? jangan, iya-iya gua percaya"
"Lo udah nggak percaya dan sekarang gua mau...."ngelirik bibir Rachel dan terlihat jelas kalo ada smirk yang terukir di wajah Adi sekarang
Rachel yang mengerti pun ingin rasanya memberontak tapi badannya seolah membeku dan bibirnya juga seperti kaku, Rachel hanya melotot
"tenang..... nggak kok, Lo jawab aja Lo mau apa nggak?" ucap Adi disertai kekehan dan memundurkan tubuhnya dari Rachel
Rachel pun hanya menarik nafasnya dalam-dalam karna sudah pasti pipinya memerah kali ini
"segitu tegangnya? hm?" tanya Adi lembut
"ya Lo pikir?"
"kayaknya sih iya, sampe pipinya merah gitu" jawab Adi enteng dan masih memperlihatkan senyumannya
"au ah, gua mau pergi" saat Rachel akan pergi tiba-tiba Adi menarik tangan Rachel dan berakhir mereka berpelukan
"jangan pergi....jawab dulu, iya atau nggak?"
"hm.....gu-gua.....i-iya" jawab Rachel sedikit malu
__ADS_1
"jangan malu, ya udah mulai sekarang i'm yours and your mine babe" ucap Adi mengeratkan pelukannya dan mengelus rambut Rachel