[Revisi] Cinta Komedi Remaja

[Revisi] Cinta Komedi Remaja
Curiga


__ADS_3

"Chika? gua baru tau kalo dia se sekolah ama gua" gumam Adi yang mondar-mandir di dalam kamarnya


"tapi....... kalo dia se sekolah ama gua dari kelas 1 SMA, kenapa dia baru dateng sekarang?"


"apa.......mm..... nggak, nggak mungkin" ucap Adi sambil berhenti mondar-mandir


"mungkin gua positif thinking dulu, gua liat dia udah berubah dan kayaknya dia cuma mau berteman ama gua"


"kalo masalah Rachel, mungkin dia belum tau, tapi gua tetep awasin dia"


"hah......capek mikirin kaya gini, kenapa harus dateng pas gua udah dapetin Rachel? kan gua jadi bingung" ucap Adi sambil membaringkan tubuhnya pada kasurnya


"dari dulu emang sih si Chika genit ama gua, pengin banget deket ama gua, meluk gua, tiba-tiba dateng pas gua lagi duduk di kantin dan banyak lagi" Adi menjeda kalimatnya sebentar


"sampai gua mutusin buat pergi dan pindah ke sekolah Rachel"


"gua perhatiin pas di lapangan tadi sih kayaknya dia udah jadi anak baik, buktinya kalo dia masih kaya dulu pasti dia udah jadi most wanted di sekolah, lah? ini kan nggak, apa dia udah berubah?"


"daripada gua mikir nggak jelas gini, mending gua tanya aja gimana sikap Chika ke Rachel, tadi kan dia bilang lagi ketemuan kan sama Chika di kafe depan sekolah?" Adi mengambil hpnya yang berada di mejanya


"siapa tau dugaan gua salah kalo dia udah berubah, mungkin dia masih kaya dulu, tapi nggak menutup kemungkinan juga kalo dia udah berubah"


"ya kita liat aja lah" Adi pun mengirim pesan pada nomor Rachel


Chel kamu udah pulang?


"tunggu bentar, mungkin lagi sibuk"


ting.....


udah, kenapa?


aku mau nanya, kamu tadi ngapain sama Chika?


main,makan siang bareng, kenapa?


"duh..... Rachel tanya kenapa lagi, masa iya gua ngomong yang jujur ke Rachel"


nggak, cuma nanya aja pacar aku ini habis ngapain aja


oh.......kirain kenapa


iya, nggak ada apa-apa kok


tapi Chika baik sama kamu?


baik, orangnya asik, lucu, kocak deh pokoknya


"mm......bukti masih sedikit, kita korek lagi"


gitu? bagus deh


berarti kamu udah deket ama dia?


baru sih, tapi dia orangnya seru jadi aku rasa kit udah cukup deket


ya udah, kamu berteman yang bener ya?


aku nggak mau kamu salah berteman


iya.....kamu tenang aja, malah sekarang kita udah tukeran no hp


oh ya?


orangnya asik banget ya? sampe kamu langsung deket kaya gitu


iya, kapan-kapan kamu kenalan sama dia


aku kenalin deh


kayaknya lain kali deh


aku banyak jadwal latihan basket


oh gitu, tapi dia suka nanya tentang kamu ke aku

__ADS_1


"nah! kenapa ini?"


tanya apa?


iya, nanya-nanya tentang hubungan kita


sebelum kita pacaran juga dia nanyain pendapat aku tentang kamu


emang dia kenal aku?


kayaknya nggak, cuma tau kamu aja sih


dan tadi dia dukung hubungan aku sama kamu loh, bahkan dia seneng banget kayaknya


"seneng? nggak semudah itu kan?"


ya bagus dong dia support kita


iya, orangnya baik banget sama aku


ya udah aku cuma mau nanya gitu doang


jangan lupa istirahat ya? udah malem


iya......kamu juga, kan habis latihan basket


iya sayang, bye


besok aku jemput lagi


iya, bye


aku tunggu


Adi pun mematikan hpnya dan kembali berbaring


"aneh, masa iya seorang Chika yang dulunya kaya gitu sekarang berubah dan ngedukung hubungan gua ama Rachel"


"gua kira tadinya dia nggak tau, kalo nggak tau tapi nggak setuju, eh ternyata setuju dan katanya seneng"


...----------------...


Di kamar Chika


"hahahaha gampang banget gua deket sama Rachel"


"dasar bo*oh"


"mulai besok gua akan masuk perlahan ke dalam hubungan kalian Adi dan Rachel, gua pastikan perlahan tapi pasti gua akan bikin kalian pisah" Chika tersenyum miring


"dan......gua akan masuk ke dalam hidup Lo Adi, Lo pasti akan jadi milik gua dan nggak akan gua lepasin"


"selama ini gua udah susun rencana yang matang bahkan gua pura-pura jadi nerd, cupu dan nggak tertarik sama namanya berteman, semuanya gua lakuin demi Lo Adi"


"sekarang gua udah masuk lewat Rachel dan sebentar lagi gua akan mulai masuk lewat Lo Adi"


"gua akan bikin Lo percaya gua berubah dan gua akan pura-pura ngedukung hubungan kalian, padahal? gua ngerusak kalian" Chika pun tertawa jahat sambil mengeluarkan smirk nya


Tanpa Chika tau, Devan mendengar dia berbicara sendiri dari depan pintu kamar. Devan menguping monolog nya dari tadi, niat awal membantu tapi dia berubah pikiran. Malah Devan pikir dia akan menggagalkan rencana Chika dan menyadarkan pada Chika bahwa apa yang dia lakukan salah.


Untuk masalah perasaannya, dia memilih untuk memendamnya dan masih mencoba melupakannya. Devan juga sudah merubah sikapnya menjadi lebih dingin dan tidak humoris lagi karna baginya dia sudah tidak berurusan lagi dengan Chika jadi dia tidak membantu Chika lewat Rachel.


"kayaknya gua salah punya perasaan ke Lo Chik, Lo nggak pernah mau ngertiin orang lain dan mentingin urusan Lo sendiri" gumam Devan


"gua akan ngegagalin rencana Lo Chik, walau gua diem bukan berarti gua nggak ngawasin Lo Chik, gua akan mencoba jadi kakak yang baik buat Lo"lanjutnya


Devan pun pergi dan kembali ke kamarnya yang berada di sebelah kamar Chika


Di dalam kamar, Devan langsung menutup matanya, tidur karna hari ini sifat aslinya diperlihatkan dan hari ini cukup panjang baginya


Mungkin hari ini adalah awal darinya, dimana perlahan sifat aslinya akan diperlihatkan. Mulai dari sikapnya yang dingin dan cuek sampai sifat berandalannya juga akan diperlihatkan.


"gua salah udah bantuin Lo Chik, mulai sekarang dan seterusnya gua nggak akan mau bantu Lo, mau itu tentang Adi atau gua yang harus deketin Rachel"


"waktu itu gua buta dan sekarang gua sadar kalo yang gua lakuin nggak ada untungnya buat gua dan akan ngelukain gua"

__ADS_1


...----------------...


Keesokan harinya, Adi sudah siap menjemput sang bidadarinya, ya Rachel


"ganteng? udah"


"cakep? udah"


"rapih? nggak, bukan style gua"


"sekarang tinggal jemput masa depan gua"


"Rachel, i'm coming!!" teriaknya sambil membuka pintu mobilnya dan memasukinya


Setelah sampai di halaman rumah Rachel, Adi pun melepas sabuk pengamannya. Tapi Adi tidak sengaja melihat ada seseorang, perempuan.


"siapa tuh? mana cewek itu madep sana lagi, kan nggak keliatan"


"cewek? ngapain?"


"rambut panjang, lebih tinggi dari Rachel? siapa?"


Adi pun masih memperlihatkan, dia masih melihat siapa cewek itu.


Di sebrang sana, Rachel sedang berbicara dengan seorang cewek yang dilihat Adi tadi


"ayo Chel, keburu masuk nanti"


"tapi gua udah janjian sama Adi, gimana?"


"tapi kan gua udah nyampe sini, Lo tega banget"


"eh eh, nggak gitu maksud gua"


"ya udah ayok, Lo tinggal bilang sama Adi kalo Lo nggak jadi ama dia"


"mm......"


"ayok Chel, Lo mau kan bareng gua??" ucap cewek itu menggoyangkan lengan Rachel


"a.....ee....i....iya, gua bilang dulu sama Adi"


tilulit-lulit......


"Rachel? kenapa?" ucap Adi saat melihat Rachel menelfonnya


hallo?


a....ee....halo Di


ada apa?


a...aku.... nggak jadi berangkat sama kamu ya?


loh? kenapa?


aku bareng temen, kamu belum kesini kan?


hah? oh iya! aku belum kok, hehehe


emm.....maaf ya?


iya nggak papa, aku nanti berangkat sendiri


kamu nggak marah kan?


nggak kok, kamu ati-ati ya dijalan?


iya, kamu juga


iya, bye sayang


*bye....


Tut....Tut....Tut*....

__ADS_1


"oh.....jadi cewek itu ngajak Rachel berangkat bareng, siapa sih? rambutnya nutupin mukannya lagi" gumam Adi sambil melihat Rachel dan cewek itu pergi


__ADS_2