[Revisi] Cinta Komedi Remaja

[Revisi] Cinta Komedi Remaja
Tolong bertahan sebentar lagi


__ADS_3

Di rumah sakit


Sekarang Riki berada di ruang inap biasa, Farsya juga sedang di ruangannya sendiri. Jadi, kita bicarakan tentang Riki terlebih dahulu.


"Ki, gimana keadaan Lo?" tanya Adi yang berdiri di samping ranjang Riki


"em.....masih agak pegel sih leher gua, tapi mendingan daripada yang tadi" jawab Riki dengan suara lemasnya


"syukur deh kalo Lo udah baikan, btw gua mau balik ya? nyokap gue minta tolong buat ditemenin belanja, Lo gpp kan kalo gua balik?" kata Rangga


"ye gpp, gua bisa di sini sendiri, titip salam dah buat Tante"


"iya nanti gua sampein, ya udah gua balik ya, Lo baik-baik di sini jangan rewel! bye!!" kata Rangga menepuk pelan tangan Riki


"iye, gua kagak rewel Lo kira gua bocah apa?"


"hehehe maksud gua jangan rewel buat pulang, Lo masih belum sembuh"


"iye, thanks ya udah bawa gua ke sini"


"iya.... gampang itu mah, gua balik ya bro" kata Rangga bertoss ala lelaki pada Exel dan Adi


"Yoi, ati-ati"


"iye" Rangga pun pergi lalu menutup pintu ruangan Riki


"eh iya, Radit mana?" tanya Riki


"Radit lagi di kantor polisi" jawab Adi


"ngapain tu anak?" tanyanya lagi


"katanya sih buat di minta keterangan" jawab Exel yang sedang duduk di sofa


"keterangan? keterangan yang tadi? emang siapa yang ngasih tau polisi? kalian?"


"Wee..... satu-satu dong nanyanya, gua bingung nih jawabnya" protes Exel


"udah-udah, ni gua ceritain, gua yang ngabarin orang lewat hp gua dan dengan keadaan tangan ama badan gua masih diiket" jelas Adi


"trus siapa yang Lo ngabarin?" tanya Riki


"dan ternyata Rachel yang gua kabarin"


"jadi Rachel yang ngabarin polisi?" tanyanya lagi


"kayaknya" jawab Adi ragu lalu berjalan mendekati Exel dan duduk di sampingnya


"udah jangan dipikirin, Lo istirahat aja, biar kita yang ngurus" suruh Exel


"tapi kalian gimana? Lo pada kan juga di kroyok kan?"


"tenang, kita udah di obatin tadi ama susternya, ye nggak Di?"


"hmm" balas Adi yang sibuk dengan hpnya


"oh iya Farsya gimana? selamat kan?"


"iya..... Farsya selamat, dia juga lagi di rawat di ruang sebelah" jelas Exel


"gua mau liat" ucap Riki yang berusaha turun dari ranjangnya dengan sempoyongan lalu Exel berlari mendekati Riki untuk membantunya


"eh eh eh, Lo mau ngapain sih? udah diem di sini, kaki Lo masih lemes"

__ADS_1


"tapi Xel, gua mau liat keadaannya Farsya"


"nggak usah ngeyel, Lo masih sakit, Farsya juga pasti lagi istirahat Lo mau ganggu dia istirahat?"


"gua nggak ganggu, gua cuma mau liat doang"


"Lo tuh ya kalo di-" terpotong


"Ki, Lo jangan ngerepotin ngapa? kita udah bawa Lo kesini jadi jangan bikin masalah lagi, Lo masih lemes" potong Adi dengan nada serius


"tuh dengerin, udah Lo diem di sini ntar kalo udah sembuh baru Lo boleh kemana-mana" Exel pun membantu Riki untuk kembali berbaring


"tapi dia gpp kan? atau pingsan juga?"


"Farsya kagak pingsan tapi ya gitu, banyak lukanya ama lemes, Lo tenang aja pasti dia baik-baik aja"


"ya syukur kalo Farsya kagak pingsan, gua takut dia kenapa-napa"


"dasar bucin!" cibir Exel


"Xel, Lo jagain Riki ye? Ki, Lo istirahat!" suruh Adi yang berancang-ancang membuka pintu


"Lo mau kemane?" tanya Exel


"gua di kabarin Rachel suruh ketemuan, Lo jagain Riki ye? paling gua langsung balik ini"


"hmm, pacaran aja terus!" kesal Exel


"bukan gitu bambank"


"ah! terserahlah, gua yang jagain Riki, Lo puas-puasin sonoh pacarannya"


"gitu aja kesel" gumam Adi lalu pergi


"heh! bukan gitu maksud gua, gua bakal jagain Lo kok tenang aja"


"iye gua tau, gua takut kalo Lo dicariin Tante ama om"


"gua udah bilang tadi, gua bakal nginep buat jagain Lo"


"hehehe makasih ya udah mau jagain gua di sini"


"iyee....Lo juga cepet sembuh, biar gua kagak repot begini, untung gua lagi baik"


"kalo nggak baik?"


"gua tinggalin lah!"


"ya udah tinggalin aja gua" canda Riki


"gitu ya Lo? gua tinggal beneran baru tau"


"au ah, gua capek mau bobo" kata Riki lalu tidur menyamping


"daritadi kek, gua juga mau bogan ah! alias bobo ganteng, hehehe" monolog Exel lalu kembali berjalan menuju sofa


...----------------...


Di sisi lain, Rachel dan Adi sedang berada di taman rumah sakit


"ada apa kamu manggil aku?" tanya Adi lembut


"Di!"

__ADS_1


"hmm?" Adi menyelipkan rambut Rachel


"aku mau ngomong serius"


"ngomong apa hmm?"


"Di, kita udahan ya?"


"maksud kamu?" tanya Adi masih tersenyum


"aku.....aku mau kita putus"


"hah? kamu becanda kan? hahaha nggak lucu ah kaya gitu"


"Di, aku beneran"


"kok tiba-tiba?"


"Di, aku udah tau semuanya dari Farsya dan harusnya dari awal aku percaya sama Farsya"


"maksud kamu apa sih? aku masih bingung"


"aku mau kita putus karna aku nggak mau kalo temen-temen kita jadi kena imbasnya, aku juga nggak mau kalo kita egois dan ngorbanin temen-temen kita buat hubungan kita" jelas Rachel dengan wajah serius


Adi yang mendengar pun seketika mengubah raut wajahnya menjadi dingin


"kenapa kamu kaya gini? aku nggak mau"


"kamu pikir aku mau? aku juga nggak mau"


"ya udah kita nggak usah putus, kita sama-sama nggak mau kan?"


"Di, kita emang nggak mau tapi aku takut kalo Chika ngincer temen-temen kita yang lainnya" kata Rachel menunduk


Adi yang melihat pun merasa sedih dengan keadaan lalu tangannya terulur untuk memegang kedua tangan Rachel dan menenangkannya


"hei, kita bisa jalanin ini sama-sama" kata Adi menatap Rachel sendu


Rachel mendongak menatap Adi dengan mata berkaca-kaca


"tapi Di.....hiks....aku nggak mau kejadian kaya gini terulang, mending kita udahan" ucap Rachel dengan air mata yang sudah tidak bisa dibendung lagi


"sstt......sini" Adi pun memeluk Rachel dengan sayang


"sayang, kamu jangan sedih aku akan cari cara sendiri buat masalah ini, tolong jangan putusin aku, aku nggak mau"


"tapi Di-"


"sstt.....kamu tau kan kalo aku suka sama kamu udah lama? kamu mau perjuangan aku selama ini sia-sia?"


"hiks.....hiks.....aku tau....tapi kita nggak boleh gegabah Di, kamu juga harus pikirin yang lainnya"


"aku akan pikirin semuanya, tapi tolong pertahanin hubungan kita dulu, aku beneran nggak mau kalo kita putus"


"hiks.....i....iya, tapi aku nggak bisa janji, aku nggak mau semuanya ikut ke masalah kita"


"iya nggak papa, paling nggak kamu masih mau bertahan, kamu bertahan aja aku udah seneng" Adi pun mengecup rambut Rachel dan mengeratkan pelukannya begitu juga dengan Rachel yang membenamkan wajahnya di dada Adi


"jangan nangis lagi ya?" bisik Adi


Rachel hanya menganggukkan kepalanya


"gua akan cari cara biar kita tetep bersama Chel, gua nggak mau perjuangan gua selama ini sia-sia, gua janji gua bakal cari caranya, tolong bertahan sebentar ya Chel" batin Adi

__ADS_1


"gua sebenernya nggak mau kita putus, tapi gua lebih nggak mau kalo semua orang yang gua sayang ikut kena imbasnya Di" batin Rachel


__ADS_2