[Revisi] Cinta Komedi Remaja

[Revisi] Cinta Komedi Remaja
Jagain Adi ya


__ADS_3

**Hola!!!


maaf ya guys kalo episode yang lalu ceritanya lebih ke masalah Farsya terus, karena author juga bingung buat nyambungin ceritanya 😩😩


Nah, khusus mulai dari episode kali ini author bakal fokus lagi sama Rachel dan Adi. Konfliknya Farsya juga masih tapi lebih sedikit, nyempil gitu maksudnya hehehe 😅😅


Selamat membaca guys🐻🐻**


"Adi~~" rengek Rachel


"hm?"


"ck, ihh......kok cuma hm doang sih?!" kesal Rachel sambil menggoyangkan badan Adi yang sedang asik bermain game di hp nya


"....."


"Adi~~ jangan main terus ih! masa dari tadi aku di cuekin aja?!"


"....."


"main apa sih?! coba aku liat!" kata Rachel yang mencoba mengambil hp Adi


"eh?! awas Chel! aku lagi main, kamu diem aja dulu!" kata Adi tegas


Rachel yang merasa di bentak pun cemberut, tangannya menyilang di depan dada.


"kamu lebih mentingin game kamu daripada aku!" ketus Rachel


"bukan gitu Chel.....eh! wee.....sial! jangan dong! elah!" kesal Adi yang hampir kalah dalam game


"tuh kan! nggak gimana?! kamu aja misuh-misuh nggak jelas cuma gara-gara kamu mau kalah"


"heh! duh! jangan! lawan ***! duh duh duh!" Adi masih fokus pada gamenya dan tidak mendengarkan Rachel yang mulai kesal


"ya udah! aku mau pulang! buat apa kamu minta aku main ke rumah kamu kalo kamu malah asik main game terus!" Rachel pun beranjak dari sofa untuk pulang


Adi masih tidak sadar kalau Rachel pergi untuk pulang, dia masih sibuk bermain game dan akan berteriak bahkan mengumpat jika dia kalah.


1 jam kemudian


Adi akhirnya berhenti bermain dan memenangkan game nya.


"Yess!!!!! gua menang!!" sorak Adi


"Chel, kamu liat deh, aku menang loh" kata Adi yang mengira Rachel masih ada di sampingnya


"Chel? kamu nggak denger?" tanya Adi sambil mematikan hpnya lalu memasukkannya ke dalam saku celananya


"atau kamu tid-" ucapan Adi berhenti saat dia tidak melihat Rachel ada di sampingnya


Adi mulai panik, tapi ia berfikir sejenak dan mengira Rachel hanya pergi ke dapur untuk mengambil cemilan atau pergi ke toilet.


"ke dapur kali ya?" Adi pun pergi ke dapur


Di dapur


Di sana ternyata ada mamah Adi yang sedang memasak.


"eh? mamah" mamah Adi yang merasa di panggil pun menoleh lalu tersenyum


"Adi? Rachel mana? udah pulang? mamah padahal udah masakin telor gulung sama ayam kecap kesukaan dia" kata mamah Adi yang membuat Adi mengerutkan dahinya


"loh? Rachel nggak ke sini?" tanya Adi heran


"hah? nggak tuh, daritadi mamah di sini sendiri, mamah kira Rachel lagi main di ruang tengah sama kamu" jelas mamah


"trus? Ra-, agh!! ya udah mah aku mau cari Rachel dulu" pamit Adi lalu pergi dengan berlari dan wajahnya panik


"eh? emang Rachel kemana?" teriak mamah


"aku pamit, assalamualaikum" teriak Adi lalu pergi sambil membawa kunci mobilnya


"eh? ya ampun.....anak muda ya" gumam mamah Adi sambil menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan acara masaknya yang tertunda tadi.


Di sisi lain


Rachel sedang duduk di bangku panjang taman yang jaraknya lumayan jauh dari rumah Adi.

__ADS_1


Dia duduk sendirian, wajahnya merah dan matanya sembab karena daritadi, tepatnya sekitar 1 jam dia menangis.


Rachel memilin ujung bajunya kesal sambil terus menangis.


"ih.....kenapa sih Adi kaya tadi?! main game terus! aku kan nggak suka di cuekin!" kesalnya


Tiba-tiba ada 3 orang lelaki mendekati Rachel yang masih menangis sambil menunduk, sepertinya masih seumuran dengan Rachel, sekitar 1 atau 2 tahun saja.


Dari pakaiannya sih terlihat anak brandalan atau semacam anak geng. Tapi penampilan mereka tidak norak dan tidak bertindik besar seperti anak pang di jalanan, mereka menggunakan baju serba gelap dan cukup fashionable lengkap dengan jaket kulit dan sepatu sneakers.


"hei cantik" lelaki 1


"sendirian aja cantik?" lelaki 2


Rachel pun mendongak, setelah melihat 3 lelaki itu seketika wajahnya panik dan dia segera menghapus air matanya dengan kasar.


"ka-kalian si-siapa?" panik Rachel berdiri lalu kakinya berjalan mundur dengan pelan


"eh? habis nangis ya? uh.....cup cup cup jangan nangis, habis putus ya sama pacar? main sama kita aja yuk, ye nggak guys?" lelaki 3


Lalu ke 3 lelaki itu tertawa, tapi setelahnya salah satu dari mereka berjalan maju dan mencoba merangkul Rachel. Rachel pun menepis tangan lelaki itu dan wajahnya bertambah panik.


"ja-jangan! aku mau pergi!" kata Rachel yang mulai menangis lagi


"eh? jangan nangis lagi dong cantik, nanti cantiknya ilang loh, udah sini sama aa' hahaha" ucap lelaki 2 yang tadi ingin merangkul Rachel


"aku mau pulang......"rengek Rachel yang sudah dibanjiri air mata dan tubuhnya sudah bergetar karena menangis sesenggukan


"eits.....tidak bisa, kamu harus ikut sama kita dulu sayang" lelaki 1 sambil membelai pipi Rachel


Rachel menepis tangannya dengan kasar. Lelaki 1 hanya menatap Rachel dengan terkekeh.


"uh.....udah berani? guys bawa!" suruh lelaki 1


Rachel mulai di cekal tangannya, walau Rachel berteriak tapi orang di sekita hanya melihatnya dan sebagian malah pergi karena takut.


"tolong!!! jangan bawa aku!!! please!!! aku mau pulang!!!" teriak Rachel sambil terus memberontak


"haha jangan memberontak sayang, kamu nggak akan aku sakiti kok-" berhenti sejenak lalu wajahnya mendekati Rachel untuk berbisik


"cuma kita akan bermain sayang" bisik lelaki 1 yang di yakini adalah leader dari 3 lelaki itu


...----------------...


Di sisi lain, Adi mengendarai mobil dengan kalang kabut mencari Rachel. Dia merasa bersalah karena mendiami Rachel, dia tau pasti Rachel akan marah karena Adi mengenal Rachel dengan baik. Rachel akan marah bahkan akan menangis jika dia sudah kesal dengan seseorang dan Adi merasa kalau Rachel kesal dengannya. Terlihat karena Adi yang mendiami Rachel saat Adi bermain game tadi.


"Rachel kamu di mana?" gumam Adi cemas sambil matanya terus melihat pinggir jalan siapa tau Rachel masih tidak jauh dari sini begitu pikir Adi


Adi terus mencari Rachel sampai keluar dari kompleks perumahannya.


"kemana sih kamu Chel? jangan bikin aku khawatir gini dong"


tilulit-lulit.....


tanda panggilan dari telponnya


Adi pun menggunakan airpods lalu mengangkat panggilan tanpa melihat siapa yang menelpon.


"ya? hallo?" sapa Adi dengan matanya masih sibuk mencari Rachel di jalanan


"hallo Adi"


"mamah? ada apa?"


"Rachel gimana? udah ketemu?"


"belum mah, ini malah Adi keluar kompleks soalnya Adi cariin nggak ketemu-ketemu" kata Adi dengan suara dan raut wajah yang masih panik


"oh ya ampun.....kamu cari ya yang bener, mamah nggak mau Rachel kenapa-napa"


"iya mah, Adi juga tetep nyari dia"


"iya Di, nanti kalo udah ketemu kabarin mamah ya, mamah khawatir juga jadinya, kamu udah keluar 10 menit yang lalu tapi belum pulang juga"


"iya mah tenang aja, Adi juga masih berusaha nyari, mamah jangan panik ya, oh ya nanti kalo Rachel tiba-tiba ke rumah bilang ya mah, tas sekolahnya juga masih ada di kamar aku soalnya"


"iya pasti! ati-ati ya sayang"

__ADS_1


"iya mah, udah dulu ya mah aku lagi nyetir"


"ah iya maaf, kamu hati-hati"


"iya mah nggak papa, tenang ya mah, bye"


*T**ut......Tut*.....


Adi memutuskan sambungan teleponnya sepihak lalu melajukan mobilnya dengan cepat.


Satu tempat terlintas di pikirannya


"Taman!" pekik Adi lalu kembali mempercepat laju mobilnya menuju taman yang Adi maksud


Setibanya di taman, Adi melihat ada kerumunan orang.


"ada apa ini? kenapa banyak orang?" heran Adi lalu ia turun dari mobil dan mencoba menerobos kerumunan itu


Adi membelalakkan matanya saat ia melihat Rachel yang sedang di ganggu 3 orang lelaki dan ada 1 lelaki yang mencoba membantu Rachel dengan membawa Rachel ke belakang punggungnya.


"Rachel?!" Adi pun berlari mendekati Rachel


"Rachel?!" panggil Adi lalu menangkup pipi Rachel dan menatapnya panik


"kamu kenapa? kamu nggak luka kan?" tanya Adi khawatir tapi Rachel terus menangis tanpa melihat mata Adi


"heh! Lo cowoknya? nih, tadi dia di gangguin sama 3 brandalan itu" kata lelaki yang tadi menolong Rachel


Adi pun mendongak untuk melihat orang itu lalu melepas tangkupan tangannya di pipi Rachel.


"Devan?" gumam Adi


"iye, ini gua, makannya punya cewek tuh dijaga"


"oh jadi ini pacar kamu cantik?" lelaki 1


Rachel tiba-tiba menggenggam tangan Devan erat lalu menunduk takut.


Adi yang melihat pun cemburu tapi dia harus mengontrol emosinya saat ini dan harus melindungi gadisnya itu.


"iya, gua cowoknya, kenapa?" jawab Adi lantang dan menatap dingin 3 lelaki itu


"bagus deh Lo dateng, tadinya gua mau bawa cewek cantik Lo ke rumah gua tapi ada pahlawan kesiangan tadi" jelas lelaki 1 sambil menatap Devan dengan smriknya


"maksud lo apa mau bawa cewek gua?!" Adi mulai tersulut emosi


"eits sabar bro, gini-gini, tadi gua liat cewek cantik Lo itu sendirian di sini, karena gua cowok yang baik gua ada niat buat ngajak cewek cantik Lo 'main' ke rumah gua" jelas lelaki 1 masih menampilkan smirknya


Rachel terus menunduk dan tangannya masih menggenggam Devan sangat erat, Devan mulai merasa kasian dan mencoba merangkul Rachel.


"sstt.....ada gua ama Adi di sini" bisik Devan


Rachel malah makin terisak, Devan membawa Rachel dalam pelukannya. Adi menoleh sekilas untuk melihat Rachel sebelum menatap 3 lelaki brengsek yang berani mengganggu gadis kesayangan itu.


"Van, gua titip Rachel, bawa dia ke mobil gua" suruh Adi tanpa menatap Devan


"tapi Lo gi-" kata Devan terpotong


"udah cepet bawa Rachel! gua bisa atasi ini sendiri!" kata Adi sambil menatap tajam 3 lelaki tadi, lelaki 1 hanya menampilkan smirknya dan terlihat tenang


"ya udah gua bawa Rachel dulu, ati-ati Lo" Devan menepuk bahu Adi memberi semangat sebelum membawa Rachel ke mobil Adi


Sesampainya di mobil Adi, Devan langsung membuka pintu mobil dan memasukkan Rachel.


"Lo sini aja, gua mau balik nolongin Adi" kata Devan


"Van, Adi nggak papa kan?" tanya Rachel khawatir dan masih terisak


"iya, dia anak bela diri juga, dia pasti nggak papa, udah jangan dipikirin sekarang Lo tutup pintunya gua mau balik ke sana" Devan ingin pergi tapi tangannya di pegang oleh Rachel


"ati-ati dan jagain Adi ya" kata Rachel


Devan melihat tangannya yang di pegang Rachel sekilas lalu menatap Rachel dan menepuk kepala Rachel sambil tersenyum.


"iya gua pasti jagain Adi, tutup pintunya" Devan berlari menerobos kerumunan dan berdiri di samping Adi


"gimana?" tanya Adi tanpa menatap Devan

__ADS_1


"aman"


Di dalam mobil, Rachel terus menunduk dan menangis. Kedua tangannya bertautan bergetar sambil terus berdoa agar Adi dan Devan tidak akan terluka dan akan selamat. Terutama Adi, walaupun Rachel sedang marah padanya tapi bagaimanapun Rachel masih menghawatirkan keadaan Adi apalagi Adi melakukan ini demi Rachel sendiri.


__ADS_2