![[Revisi] Cinta Komedi Remaja](https://asset.asean.biz.id/-revisi--cinta-komedi-remaja.webp)
Lampu semua ruangan sudah di matikan, semua orang sudah tidur, Chika masih terjaga dari tidurnya. Seperti kesepakatan tadi, Chika tidur se kamar dengan Rachel.
"Chel? Chel? udah tidur ya?" bisik Chika
"kayaknya emang udah tidur deh" gumamnya
Chika pun pergi ke dapur untuk mengambil minum. Sesampainya di dapur, Chika tiba-tiba tersenyum miring sambil memegang gelas air minumnya
"Lo tau nggak Chel? sebenernya gua di sini cuma mau bikin hubungan Lo sama Adi perlahan hancur, bodo banget sih Lo? gampang percaya sama sikap lugu gua" ucapnya lalu meneguk air minumnya
"mau tau yang sebenernya nggak? dengerin ya? jadi yang sebenernya, dari dulu gua udah suka sama Adi, lebih tepatnya mulai dari kelas 1 SMP, gua bakal lakuin apapun biar gua bisa deket sama dia, mulai dari gua yang selalu dateng bahkan gua daftar jadi tim cheers leader biar gua bisa ketemu setiap Adi latihan basket" Chika menjeda kalimatnya sebentar dan menggoyang-goyangkan gelasnya
"sampe gua pengin bunuh semua orang yang deket sama Adi, termasuk Lo Chel, cuma gua nggak mau di penjara karna hal konyol jadi gua nahan itu" ucap Chika menekan semua kalimatnya
Tanpa Chika tau, ternyata ada yang mendengarnya sedari tadi. Orang itu adalah Farsya, ya Farsya, karna tadi dia ingin pergi ke kamar mandi tapi dia melihat lampu dapur menyala dan mendapati Chika yang sedang berbicara sendiri.
Flashback
Saat Farsya yang daritadi sudah tidur, tiba-tiba dia merasa ingin ke toilet.
"shh.....duh! kebelet lagi" gumam Farsya yang langsung mendudukkan dirinya setelah bangun
"Za! Za!" panggilnya pada Faiza yang masih tertidur
Faiza menggeliat merasa ada yang memanggil namanya
"hmm?" jawabnya yang masih menutup matanya
"temenin gua yuk"
"hm? malem-malem gini juga, mau kemana sih?" tanya Faiza dengan suara serak khas orang bangun tidur
"gua kebelet nih, temenin yuk, gelap ih!" ucap Farsya sambil menepuk-nepuk badan Faiza yang membelakanginya
"hmmm..... nggak ah, ngantuk, Lo sendiri sana!!" ucap Faiza menangkis tangan Farsya yang mengganggu tidurnya
"ih Lo mah gitu, gua takut ih!"
"mukul preman aja berani, masa ke toilet aja di temenin"
"ih....tu mah beda, gua takut ada hantu"
"ih.... nggak ada, percaya banget ada hantu, pake senter hp sana!!"
"Lo tega Za, ya udah gua sendiri aja!!" Farsya pun langsung berlari ke toilet
"daritadi kek, ganggu orang tidur aja!" gumam Faiza yang menarik selimutnya dan melanjutkan tidurnya
"dasar! masa temen sendiri nggak di bantuin?! jahat lo Za!" gerutu Farsya sambil berlari menuju toilet
Beberapa saat kemudian
"ahh...... Alhamdulillah......lega gua" ucap Farsya yang baru keluar dari toilet
"eh?! kok lampu dapur nyala?" heran Farsya yang melihat lampu dapur menyala, lebih tepatnya di depan toilet tapi masih dibatasi oleh tembok
__ADS_1
"tunggu-tunggu, perasaan tadi waktu gua ke sini nggak gua nyalain lampu dapur" monolognya sendiri
"apa......hmm.....whatt?!! nggak-nggak, nggak mungkin ada hantu kan di sini? hahahaha, nggak lucu ah!" ucap Farsya sambil tertawa takut
"tapi.....-" terpotong
tiing...
suara gelas yang terbentur
"kok kaya ada yang mainan gelas ya?" karna Farsya penasaran akhirnya dia memilih untuk mengeceknya di balik tembok
Perlahan Farsya mendekat dan berhenti di balik tembok, mata Farsya terbelalak melihat ada sosok perempuan yang membelakanginya dengan rambut tergerai
"ahh?!! a-apaan tuh? jadi beneran di sini ada penunggunya?" batin Farsya yang masih menatap sosok perempuan itu
Kemudian, sosok perempuan yang di lihat Farsya berbalik badan dan sedang memegang gelas berisikan air lalu bersender di meja
"Chika? ngapain dia? mau minum?" batin Farsya penasaran
Tiba-tiba Chika menampilkan smirknya membuat Farsya bingung
"ngapain ntu anak senyum kaya gitu?" gumam Farsya
Setelah itu Chika mengucapkan semuanya, tentang rencana busuknya dan tentang tujuannya berteman dengan Rachel.
Farsya tidak percaya dan tentunya kaget mendengar semua kebenaran dari mulut Chika sendiri.
"jadi bener, makannya gua ngerasa ada yang aneh sama Chika, ternyata dia busuk" batin Farsya menatap Chika tidak suka
Karna Chika sudah selesai minum, Chika pun kembali ke kamarnya yang menyisakan Farsya di sana
Flashback off
Keesokan harinya tepatnya hari Senin, mereka seperti biasa akan pergi ke sekolah. Jam menunjukkan sekarang pukul 06.30 WIB, karna mereka masuk pukul 07.00 WIB jadi mereka sibuk menyiapkan apa saja yang akan di bawa ke sekolah nanti.
"Faiza!! kaos kaki gua mana?!!!" teriak Farsya dari kamar sambil mengobrak-abrik isi tasnya
"cari yang bener!!" jawab Faiza dari kamar mandi yang tengah mandi
"mana?!! nggak ada!! gua udah nyari tapi nggak ada!!" teriak Farsya lagi
"ish.....cari yang bener, baru teriak" ucap Faiza yang baru masuk ke dalam kamar
"mana Za? nggak ada, dibilangin juga" ketus Farsya
"nih! ini apa? hm?" tanya Faiza yang mengangkat kaos kaki Farsya
"lah? Lo nemu di mana? gua udah cari kemana mana tapi nggak ada" heran Farsya
"itu! di bawah tempat tidur, makannya naro barangnya jangan kemana-mana" ucap Faiza yang melempar kaos kaki ke Farsya dan langsung di tangkap oleh Farsya
"huh.....pantes aja nggak ketemu" gumam Farsya lalu memakai kaos kakinya
Di ruang makan pun sama, sama-sama ribut seperti Faiza dan Farsya.
__ADS_1
Di sini sudah ada semua orang, mereka sedang memakan roti selai nya dengan terburu-buru.
"heh!! kalo makan jangan berantakan dong!!" tegur Tasya pada Tristan
"kenapa? gua buru-buru ada guru killer, Lo nggak tau?" tanya Tristan yang masih mengunyah rotinya sampai memenuhi mulutnya
"ih....!! jorok Lo!! liat!! tangan gua kecipratan roti Lo!!" ucap Tasya geram dan menunjukkan tangannya yang terkena kunyahan roti Tristan
"ya maap, tinggal di bersihin pake tissue, nih" ucap Tristan memberikan tempat tissue pada Tasya
"bukan masalah di bersihin ato nggak bambank!!"
"trus?? buru ah! gua takut nih di hukum" ucap Tristan sambil memakai sepatunya dan mulut yang mengapit roti selai
"makan itu yang sopan!! pake tata krama!!" kesal Tasya yang mengambil tissue dengan kasar membuat tempat tissue nya jatuh mengenai bahu Tristan yang masih memakai sepatunya
"awh!! kalo ngambil tissue yang bener dong!! masa kena pundak gua?!!" kesal Tristan yang memegang rotinya setelah selesai memakai sepatu dan menatap Tasya kesal
"udah-udah, kita bisa telat ini, jangan ribut mulu" tegur Faiza yang baru duduk di sebrang Tasya dan Tristan
"tau! gua doain jadi jodoh baru tau" ketus Jennie menatap Tasya dan Tristan bergantian
"ish..... amit-amit gua demen cowok jorok kaya ni orang" ucap Tasya yang mengalihkan pandangannya dari Tristan dan bergidik jijik
"ih.....emang gua mau ama Lo? nggak kali! gua juga nggak mau punya cewek modelan Lo, udah cerewet, ribet lagi! nggak terimakasih" ucap Tristan membelakangi Tasya lalu menyilangkan tangannya di depan dadanya
"kayaknya ntar aja deh ngomongnya, lagi ribet trus juga udah waktunya sekolah, ntar aja pas pulang sekolah" batin Farsya yang mengunyah rotinya pelan dan melamun
Rachel yang tidak sengaja menoleh ke arah Farsya pun bingung lalu menepuk pundak Farsya
"Sya! Lo kenapa?" tanya Rachel
"ha? kenapa? udah mau berangkat ya? yuk" jawab Farsya yang baru sadar dari lamunannya
"apaan? kita belum selesai sarapannya" ucap Rachel heran
"hah? trus Lo ngapain? bukannya mau ngajakin berangkat?"
"nggak, gua tanya Lo kenapa eh malah Lo ngelantur kaya gini"
"a-hah?! nggak kok nggak, gua nggak ngelantur, gua kan kaget"
"kaget? kenapa? trus tumben Lo diem aja, kenapa sih Lo?"
"gu-gua nggak papa, tenang aja" ucap Farsya meyakinkan Rachel
"nggak papa apanya? Lo aja kaget pas gua tepuk, ngalamun apa sih?"
"hah? nggak kok, gua cuma lagi mikirin rumus buat ntar" jawab Farsya
"rumus? ntar nggak ada matematika kok"
"hah? masa?"
"iya, aneh Lo Sya" ucap Rachel menyudahi percakapannya
__ADS_1
"nanti aja dah, nggak enak ada orangnya di sini" batin Farsya menatap Chika yang ada di samping sebrangnya
"ntu anak bahaya buat gua, gua harus hati-hati". batin Chika yang mengetahui Farsya menatapnya tapi dia masih belaga tidak mengetahuinya