![[Revisi] Cinta Komedi Remaja](https://asset.asean.biz.id/-revisi--cinta-komedi-remaja.webp)
Happy reading 🌱🌱
Sekarang Adi dan Arka sudah sampai di lapangan. Dan jadwal ekskul cheers sama basket bersamaan, jadi Chika juga ada di sini lagi latihan cheers di pinggir lapangan.
Chika bukan kapten cheers soalnya dia baru masuk awal semester ini.
Adi pun masuk tanpa menggubris adanya Chika, tapi Chika notice kalo Adi baru datang. Chika pun tersenyum dalam diam, Adi menyadari itu tapi Adi tetap berjalan dengan Arka ke tengah lapangan untuk bertemu coach dan teman timnya yang sudah ada di sini duluan.
"selamat siang coach! maaf terlambat" kata Adi pada coach nya
"iya nggak papa, ya udah di mulai sekarang ya Di, kalian pemanasan dulu saya mau ambil buku materinya, nanti saya kalo saya sedikit lama kalian langsung latihan aja nggak papa, kaya biasa aja, bapak titip ya Di?" titah coach Permadi selaku pelatih tim Adi
"baik coach!" jawab Adi tegas
"ya udah saya ambil ke kantor sebentar" lanjut coach Permadi lalu pergi ke kantor
"ok! denger kan?! sekarang kita latihan!!! pemanasan dulu!!!" teriak Adi
"Ok!!!" balas tim Adi
Ya memang seperti itu, Adi dan timnya akan berteriak saling memberi aba-aba sebelum latihan. Tujuannya sih tidak ada, memang orang-orang yang ada di tim ini adalah orang yang suka berteriak dan rusuh tapi jangan salah, mereka sering mendapat piala dari lomba antar sekolah atau lainnya. Bahkan saat sementara pertama lalu mereka sampai ke pertandingan antar provinsi. Tapi sayang mereka gugur di babak semifinal karena melawan provinsi Bali. Tapi itu saja sudah membanggakan sekolah.
Ok, Adi pun mulai memberi instruksi pemanasan untuk timnya. Hanya pemanasan biasa, lalu di lanjut dengan mengelilingi lapangan sekitar 5 kali. Lalu istirahat sebentar sebelum latihan sekalian menunggu coach mereka yang belum datang padahal sudah sekitar 15 menit lamanya.
Adi memberi waktu 5 menit untuk merenggangkan otot atau minum, lalu setelahnya mereka kembali berkumpul untuk membagi tim menjadi 2 untuk mencoba melawan dengan teknik dasar dahulu. Karena kan sudah lumayan lama latihan ini di tiadakan karena sekolah mengadakan UKK.
"guys!! kumpul!!" teriak Arka membantu Adi
"heh! bahlul! siapa yang nyuruh Lo tereak?!" protes Tristan sambil menonyor (?) dahi Arka dengan telunjuknya
"aduh.....gua cuma bantuin Adi kok, kalo dia kan sok cool jadi pasti gengsi buat tereak, jadi gua bantuin dah" jelas Arka sambil meringis memegang dahinya
"udah....emang jadwalnya kita latihan, nggak usah ribut, sama-sama manggil juga" lerai Fero dan Adi hanya diam sambil menampilkan wajah datarnya di samping Fero
Lalu tidak lama anak-anak lainnya pun datang ke tengah lapangan.
"ok guys, seperti biasa bagi tim dulu" kata Adi mengarahkan
"Di kita se tim ye?" tanya Arka
"hmm"
"coy gua ama Lo" kata teman lainnya
Setelah pembagian tim, akhirnya coach mereka datang sambil membawa buku materi.
"maaf anak-anak, tadi saya di panggil kepsek sebentar" kata coach Permadi pada tim basket Adi
"iya pak, lama juga kagak papa, ikhlas lahir batin saya" balas Tristan nyeleneh
"haha kamu nih ya, nggak berubah, suka ngomong tanpa di saring" kata coach Permadi sedikit terkiki
"emang coach, bukan temen saya jadi gitu, nggak punya akhlak emang sama orang tua" cibir Fero
__ADS_1
"udah...kalian udah bagi tim kan? sekarang bapak mau kasih materi baru sedikit, jadi bila bla bla....." jelas coach tentang materinya
Di lain sisi, Chika tidak bisa fokus dalam koreo cheers nya karena terlalu fokus pada Adi yang sudah mulai berlari mendribble bola menuju ring.
Bagi Chika, itu adalah pemandangan paling sempurna. Adi yang berlari mendribble bola, wajahnya yang serius, dan badannya yang mulai berkeringat.
Tapi, siapa sih yang nggak terpesona sama laki-laki yang sedang berlari dan badannya di penuhi keringat. Apalagi rambut mereka yang juga otomatis basah terkena keringat. Pasti kalian juga akan terpesona kan??
"ya ampun....ganteng banget sih Di? kapan gua jadi pacar Lo? gua pasti seneng" batin Chika yang berlatih cheers tapi matanya memperhatikan Adi yang sedang berlatih
Karena tidak memperhatikan koreo, Chika tidak sengaja menubruk badan teman cheers nya
"auh!!..." ringis teman Chika
Chika pun langsung menoleh, melihat siapa yang ia tabrak
"eh? maap maap" kata Chika
"Chika! fokus! ayo mulai latihan! lo anak baru ya?! jangan bikin masalah!" tegas kapten tim cheers pada Chika
"i-iya, gua nggak fokus" gugup Chika
"lihat-lihat dong! sakit nih bahu gua!" protes orang yang di tabrak Chika tadi
"ck, gua kan udah minta maaf! toh juga nggak sampe berdarah bahu Lo!! nggak usah ngomporin Lo!!" geram Chika sambil mendorong bahu orang itu
"eh?! kok Lo nyolot?! minta maaf tuh baik-baik!!" balas orang itu
"heh! heh! heh! udah! cukup!" teriak kapten cheers juga mencoba melerai Chika dan temannya itu yang di tabraknya
"apa?! Lo duluan yang ngomporin!"
"emang kenyataannya kok!"
"ya kan gua nggak fokus!"
"guys bantuin gua lerai mereka" teriak kapten cheers pada anggota lainnya
Lalu anggota lainnya pun ikut melerai Chika dengan perempuan yang tadi di tabraknya.
"udah!! Vivi!! Chika!! berhenti!! Lo pada mau di bawa ke ruang kepsek?!!" teriak kapten cheers sambil mendorong perempuan yang bernama Vivi itu dan Chika agar tidak saling memukul dan menjambak lagi
"apa sih Sar?! dia duluan yang nyolot!! anak baru kok nyolot! maju Lo sini!!" kata Vivi itu
"Lo yang maju!! gua udah minta maaf kali!!" balas Chika
"udah!! mau gua bawa ke kepsek?! hah?!" teriak kapten cheers lagi yang bernama Sarah
Karena tempat latihan tim cheers dan tim basket masih satu lapangan, Tim basket Adi pun jadi mendengar pertengkaran tim cheers. Coach Permadi langsung berlari untuk melerai pertikaian antara anggota cheers, yang tidak lain adalah Chika dan Vivi. Adi dan lainnya juga ikut, bukan karena ingin melerai tapi karena ingin tahu ada apa sebenarnya.
"paan tuh?" kata Tristan
"auk, liat kuy!" ajak Devan, ya Devan baru datang 5 menit setelah latihan di mulai
__ADS_1
Mereka pun lari untuk melihat.
"hei! hei! hei! ada apa ini?!" tanya coach
"ini pak, mereka berantem, kita udah coba lerai tapi tetep aja berantem" jawab Sarah
"Vivi! Chika! ada apa?! kalian kenapa kaya anak kecil yang masih jambak-jambakan?!" tegasnya
"maaf pak, tapi dia nabrak saya dan nggak fokus latihan" adu Vivi
"benar begitu Chika?" tanya coach
"i-iya, tapi saya udah minta maaf, dia nya aja yang nggak maafin saya trus dorong saya" kata Chika
"kapan? gua nggak dorong Lo duluan! jangan nambahin cerita deh!!" protes Vivi
"udah-udah!! saya nggak mau liat kalian ribut lagi!! sekarang salaman! saling minta maaf!" suruh coach
"iya tuh, kaya anak kecil bener,minta maaf gih" kata Arka santai
"apa Lo?! nggak usah ikut-ikutan deh!" bentak Chika
"hei! Chika?!" tegas coach
"haha makannya....dibilangin juga" cibir Arka
"diem dulu" dingin Adi yang melipat kedua tangannya di depan dada
"iya iya, galak bener" lirih Arka
"silahkan? ayo! salaman!" suruh coach lagi
Vivi dan Chika hanya saling menukar tatapan sinis tapi mereka langsung bersalaman dengan muka senyum terpaksa.
"bilang apa?" tanya coach
"maafin gua Vi/maafin gua Chik" kata mereka berbarengan
Lalu mereka melepas tautan tangannya juga mukanya kembali datar.
"ya udah, jangan berantem lagi, fokus latihan!" titah coach
"baik pak!" jawab tim cheers berbarengan
"ayo kita balik latihan!" ajak coach pada tim basket
"baik coach!"
Sebelum berbalik, Adi menatap sinis Chika. Chika yang menyadarinya pun ikut menatap Adi dengan bingung.
"alay" gumam Adi sambil bersmrik pada Chika
Setelahnya Adi menyusul timnya untuk latihan lagi, sedangkan Chika masih mencerna apa yang tadi ia lihat.
__ADS_1
"Adi bilang apa? alay? hello? gua gini juga gara-gara salfok sama Lo kali" batin Chika
Lalu tim cheers juga melanjutkan latihannya, Chika juga mencoba untuk fokus dan tidak melihat Adi yang penuh pesona itu.