![[Revisi] Cinta Komedi Remaja](https://asset.asean.biz.id/-revisi--cinta-komedi-remaja.webp)
17.00 WIB
Sekarang latihan basket baru saja selesai, begitu juga dengan latihan cheers.
Kini, Adi sedang duduk beristirahat di pinggir lapangan sambil meminum air mineral. Keringatnya juga masih bercucuran, baju Adi buat basah oleh keringat.
Ting.....
notifikasi hp nya
Segera Adi membuka hp yang ada di dalam tasnya.
Terteralah nama 💚Ma Bae💚 di situ. Siapa lagi kalau bukan Rachel, nama kontak yang sangat alay dan Adi baru mengganti nama kontak Rachel sekitar 3 hari yang lalu.
"Rachel?" gumamnya
"hallo bae?" kata Adi yang baru mengangkat telponnya
"hai Di!!" jawab Rachel senang
"ada apa?hm?" tanya Adi sambil memasukkan botol ke tasnya dengan satu tangan
"hehe nggak papa, cuma tanya, kamu udah selesai latihannya?"
"oh.... perhatian banget kamu, udah! baru aja selesai"
"Adi....." panggil Rachel dengan suara imutnya
"kenapa? mau apa? bilang aja sayang" tanya Adi lembut
"aku bosen...." rengek Rachel
"trus??" goda Adi sambil berdiri karena merasa gemas pada Rachel nya ini
"ihh..!! jalan-jalan yuk! ya? mamah papah lagi pergi...."
"pergi? kemana?" tanya Adi sambil menyibakkan rambutnya
"jagain anaknya om aku, soalnya mereka lagi ada acara, hmm....aku kesel! masa nggak di bawa aja sih dedeknya kan aku jadi sendirian di sini" kata Rachel kesal tapi dengan rengekan yang membuat Adi kembali gemas dibuatnya
"haha ya udah aku ke rumah kamu ya? ntar kita jalan, tapi aku pulang dulu, mau mandi, ntar kamu bilang aku bau acem" kata Adi menirukan suara Rachel
"ahh!! langsung ke sini aja! mandi di sini!"
"tapi bajunya?"
"pake Hoodie nya aku"
"nggak cukup sayang, kamu kan kecil" ledek Adi
"huh! aku nggak kecil ya? kamunya aja yang tinggian trus badannya besar"
"ya sama aja dong, kamu kecil hihi" kata Adi sambil terkekeh
"nggak!! pokoknya kamu langsung ke sini!! kalo nggak aku marah sama kamu!! nggak mau ketemu kamu lagi!! nggak mau peluk kamu lagi!! nggak mau gandengan tangan sama kamu lagi!! TITIK!!" kesal Rachel
"iya-iya, aku pulang ya? tunggu sebentar"
"awas!! 15 menit kamu nggak kesini.....aku-"
"iya kesayangannya aku....aku pulang nih, jangan ngambek, oke? bye sayang"
"iya ..... ati-ati"
"siap cantik!"
"hehe muach! see you.....sayang" kata Rachel malu-malu saat mengatakan sayang
"apa? apa? kamu bilang apa tadi?" goda Adi
"apa? ati-ati?"
__ADS_1
"bukan! setelahnya?"
"see you?"
"bukan! sebelumnya kamu kasih aku apa? trus setelahnya kamu panggil aku apa?"
"apa sih! nggak ada deh kayaknya, cepetan! atau aku ngambek trus blokir nomor kamu!" ancam Rachel yang padahal sekarang Pipinya sudah bersemu merah
"ya udah deh....tunggu ya, pangeran akan datang, bye princess"
"bye!!"
Tut....Tut.....
"ada-ada aja Rachel" gumam Adi sambil terkekeh
"hai!" sapa seseorang
Adi pun menoleh melihat siapa yang menyapanya
"??"
"hehe hai Adi! eum....anterin gua pulang dong...mobil gua bannya kempes trus sopir papah gua juga lagi cuti jadinya nggak bisa anter-jemput gua" jelasnya
"gua nggak bisa" dingin Adi
"ayolah.....Di! masa Lo tega ninggalin gua, udah jam 5 loh ini" katanya
"taxi" balas Adi singkat lalu pergi ke parkiran
Orang itu pun mengikuti Adi, langkah besar Adi membuatnya keteteran. Bukan karena terlalu cepat atau mengambil langkah besar tapi karena Adi tinggi dan tentunya kakinya panjang yang membuatnya bisa berjalan cepat.
"Adi!!" rengeknya
"....." Adi mulai menaiki moto gedenya
"Adi!! dengerin gua!! atau gua bonceng sekarang?!" ancamnya
Adi yang mendengar pun mulai kesal, yang tadinya sudah akan memakai helm sekarang Adi menaruhnya kembali dengan sedikit kasar sampai berbunyi "tang" karna berbenturan dengan tangki motornya
Ya, orang itu adalah Chika. Siapa lagi?
"tapi Di! jam segini pasti nggak akan ada taxi yang lewat"
"bodo!" balas Adi lalu memakai helmnya dan bergegas pergi sebelum Rachel marah
Tanpa Chika tahu, ternyata di gerbang sudah ada Riki dan lainnya. Adi hanya memberikan klakson pada mereka saat melewati gerbang sekolahnya, Riki dan lainnya juga menjawabnya dengan mengangkat tangannya.
Chika yang tadinya mengejar motor Adi sekarang berhenti karena melihat adanya Riki dan lainnya di depan gerbang. Dan yang membuatnya tambah kaget adalah adanya Devan disana.
"ngapain Devan sama mereka?" pikir Chika
Prok.....prok.....prok.....
suara tepukan tangan Riki sambil mendekati Chika juga tidak lupa dengan smriknya yang membuat Chika takut.
"hai cantik" goda Riki
"ma-mau ngapain Lo?!" gugup Chika
"mau ngapain? nggak ngapa-ngapain tuh" jawab Riki santai
"nggak usah takut gitu dong....di deketin cogan masa takut" kata Exel sambil memegang dagu Chika seketika Chika menepisnya kasar
"jangan sentuh gua!" kata Chika
"hah? hahaha kita juga kagak bakal nyentuh Lo kali, selera kita mah tinggi, kagak kaya Lo yang cabe" cibir Radit
"oh ya, gua mau tanya dia siapa?" tanya Riki sambil menunjuk Devan yang dengan santai memasukkan tangannya ke dalam saku
"ma-mana gua tau!" elak Chika
__ADS_1
"masa?? beneran??" tanya Rangga
"bener!! emang kenapa?!" kesal Chika
"ouh....mulai marah ya? ya udah, Van? Lo kenal dia siapa? coba jelasin ke kita" kata Riki menatap Chika sambil bersmrik
"please Van! jangan!" batin Chika
"dia? secara teknis sih dia adek angkat gua, tapi gua kagak mau ngakuin lagi dia adek gua karena kelakuannya udah melebihi batas" jelas Devan santai
"a-apa?!" kaget Chika
"kenapa? hm? kaget? harusnya kita dong yang kaget, Lo kan udah tau kalo Devan ini kakak angkat Lo" ledek Radit
"ayo guys kita kan baru tau, ayo kaget! 1....2....3...!" ajak Exel
"wah beneran?!" kaget mereka berbarengan dengan wajah mengejek
"mak-maksud kalian apa sih?!" kesal Chika
"seperti yang Lo tau, Lo udah nyekap Farsya dan Lo tau? Farsya tanggung jawab gua, jadi....Lo akan dapet balasannya walau Lo lolos dari polisi, oh ya dan Devan udah tau ya? yah
.....nanti kalo mamah papah kamu tau nggak papa ya?" goda Riki sambil mengelus rambut Chika, Chika hanya menunduk takut
"hahahaha" tawa mereka termasuk Devan
"maaf Chik, tapi Lo udah keterlaluan, gua nggak bisa bantu Lo dan gua sekarang bagian dari mereka, gua juga temennya Rachel jadi gua lebih milih mereka" jelas Devan sambil melangkah maju mendekati Chika
"tap-tapi Lo udah bikin gua makin di pojokan! harusnya Lo bela adek Lo Van!!" protes Chika
"iya gua tau Lo adek gua, gua juga pernah suka sama Lo lebih dari kata 'kakak-adek' asal Lo tau! selama ini gua bantu Lo karena itu! gua bakal ngelakuin semuanya asal Lo bahagia! tapi gua sadar Lo itu buruk dan gua punya Belva sekarang, gua udah anggep Lo adek seperti biasa dan sebagai kakak yang melindungi adeknya, gua bakal kasih tau mana yang baik dan mana yang buruk buat Lo! tapi ternyata Lo udah pilih yang buruk, jadi ini satu-satunya jalan buat kebaikan Lo" Devan menjeda kalimatnya lalu mengelus rambut Chika
Chika yang kaget pun hanya menatap Devan dengan mata berkaca-kaca
"maaf, tapi Lo harus relain Adi buat Rachel, biarin mereka bahagia, sebelum obsesi Lo bikin celaka buat Lo, gua bakal bantu semuanya tapi nggak masalah ini, gua juga nggak bakal kasih tau mamah papah tentang ini semua kalo Lo mau minta maaf dan ikhlasin semuanya, mereka juga bakal maafin Lo kalo Lo nurut, oke?" tawar Devan mensejajarkan wajahnya pada wajah Chika yang lebih pendek
"tap-tapi, gua udah suka Adi sejak lama Van! gua nggak bisa biarin gitu aja!" kata Chika sambil meneteskan air matanya
"sstt.....gua tau susah, makannya gua ada di sini sebagai kakak baik buat Lo, yang ngelindungi Lo yang menuntun Lo ke kebaikan" kata Devan menarik Chika ke dalam pelukannya
"kita bakal lepasin Lo kalo Lo juga relain Adi buat Rachel dan nggak bikin masalah juga minta maaf ke semua orang yang di bikin susah karena Lo, terutama Farsya, dia sampe luka-luka karena obsesi Lo" jelas Riki
Cukup lama Chika tenggelam dalam pikirannya di dalam pelukan Devan. Cukup lama Chika memikirkan semuanya, kesalahannya,perbuatan gilanya, perlu banyak pertimbangan dan pikiran untuk keputusan ini.
Devan juga tetap memeluk Chika dengan hangat, mengelus, dan terkadang mencium rambut Chika agar adiknya ini mendinginkan pikirannya.
Sekiranya 5 menit di pelukan Devan, akhirnya Chika menarik diri melepas pelukan Devan. Devan juga langsung mengelus rambut adiknya itu.
"maaf semuanya, gua udah bikin kalian menderita karena obsesi gua ke Adi, kalian juga kena imbasnya waktu penyekapan Farsya, sekali lagi gua minta maaf" kata Chika tulus bahkan air matanya masih ada
"iya gua maafin dan makasih udah mau ngakuin kesalahan Lo" bijak Riki
"eum....gua tipe cowok yang nggak tegaan liat cewek nangis jadi gua maafin, tapi kalo Lo berulah lagi gua nggak bakal maafin Lo lagi kalo gitu" ucap Radit
"haha iya, gua nggak bakal ngilangin ini lagi, gua bakal coba buat jadi orang baik dan ngerelain semuanya" balas Chika sedikit tertawa sambil mengelap air matanya
"udah.... pokoknya kita bakal maafin Lo kalo Lo bener-bener" kata Riki
"makasih udah mau percaya sama gua, sekali lagi gua minta maaf" ucap Chika lagi
"udah kan? masalah kamu udah selesai, kamu udah nggak usah bingung lagi kalo mereka gangguin kamu, udah lega?" tanya Devan lembut
"hmm....makasih Van udah jadi kakak laki-laki gua yang bantu dan ngelindungi gua kayak adek sebenarnya" ucap Chika tersenyum
"iya sama-sama, udah tugas gua buat bantuin adek cantik gua" balas Devan tersenyum sambil mengelus rambut Chika (lagi)
"jadi fix ya masalah ini selesai?" tanya Radit
"selama Chika nggak berulah" jawab Exel lalu mereka semua tertawa termasuk Chika
Lalu Chika memeluk Devan dari samping dan langsung di balas oleh Devan dengan rangkulan di bahu Chika juga kepalanya yang berada di atas kepala Chika, dengan senyum pastinya.
__ADS_1
"makasih Devan kakaku, love you my brother" lirih Chika yang masih bisa di dengar Devan
"love you too my little sister" jawab Devan lirih lalu mencium rambut Chika