[Revisi] Cinta Komedi Remaja

[Revisi] Cinta Komedi Remaja
Kepo


__ADS_3

Chika side


Setelah mengikuti mobil Devan dan teman-temannya, sekarang Chika sudah berada di sebuah penginapan yang sederhana dan masih bernuansa klasik. rencananya Chika akan menginap di sini sampai Devan dan teman-temannya pulang juga.


"ah.....badan gua rasanya lengket nih" gumam Chika yang baru masuk ke kamarnya


"mandi dulu kali ya" Chika pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang penuh dengan keringat


15 menit kemudian


"hah....... kan segera jadinya" gumam Chika sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil


"eh iya"


lalu Chika duduk di tepi ranjangnya dan mengambil hpnya yang berada di dalam tas selempangnya tadi


"gua harus atur rencana nih, siapa tau Farsya ngelunjak jadi gua harus punya persiapannya" monolog Chika sambil mengotak-atik hpnya


"mana ya? mm.........tunggu! gua kan waktu itu minta bantuannya kak Belva kan? apa sekarang gua bisa minta bantuannya lagi ya?"


"untung waktu itu gua minta tolong kak Belva, kalo nggak mungkin gua udah di penjara sekarang hahahaha, Farsya...... Farsya, Lo nggak akan bisa ngalahin gua"


"untuk sekarang gua jangan terlalu minta tolong sama kak Belva deh, dia kan deket sama Devan kalo ada apa-apa ntar cerita lagi ke Devan, Devan kan lagi nggak akur ama gua" Chika pun kembali menghubungi anak buahnya


"hallo boss" sapa seseorang di seberang sana


"ada tugas baru dan kali ini pastiin kalo anak buah Lo kerja dengan becus, jangan kaya waktu itu hampir aja gua kena tangkep polisi"


"ok ok boss, sorry yang waktu itu"


"hmm....iya, ya udah pokoknya kali ini harus berhasil"


"oke boss, tugas apa nih?"


"jadi......"


...----------------...


Di sisi lain, Rachel dan lainnya sedang berada di sekitar kebun teh di dekat rumah nenek Farsya. Devan dan Belva seperti orang yang berpacaran, selalu berdua dan bergandengan kemana-mana. Faiza dan Farsya, mereka sedang bermain kejar-kejaran. Jennie, Tasya, Fero, Tristan,dan Arka, mereka sedang mengamati kebun teh dan sesekali bercanda. Adi dan Rachel tentu saja sedang bermesraan. Dan, Exel cs sedang duduk di hamparan rumput yang berbeda di dekat tumbuhan teh yang banyak itu.


Lain halnya dengan Riki, entah kenapa dari tadi sejak ia turun dari mobil menuju rumah neneknya Farsya dia menjadi dingin dan pendiam. Dia sedang duduk di kursi taman tidak jauh dari Exel cs duduk, masih dengan wajah dinginnya.


Karena Farsya sedang kejar-kejaran dengan Faiza, jadi Riki dengan mudah bisa melihat Farsya dari tempatnya duduk.


"akhirnya Lo ketawa Sya" gumam Riki melihat Farsya tanpa merubah wajah dinginnya itu


"heh! Ki!" panggil Rangga


Riki pun sempat terkejut tapi wajahnya kembali seperti biasa lalu menatap Rangga tanpa bertanya


"sini! duduk main bareng kita" ajak Rangga


Riki mengalihkan wajahnya kembali menatap ke depan baru menjawab


"nggak" jawab Riki


"caelah, sini kek, murung aja Lo di sini puncak kali, senyum gitu" kata Radit geregetan


"terserah" balas Riki tanpa menoleh


"Lo kenapa sih?" tanya Exel yang berjalan mendekat lalu duduk di sebelah Riki


Riki melirik sebentar lalu kembali menatap ke depan


"Lo aneh tau nggak" kata Exel


"ck, aneh kenapa?" tanya Riki dingin


"aneh kenapa?, Lo tuh daritadi diem mulu bukannya Lo seneng bisa ketemu Farsya lagi? apa Lo cuma main-main sama Farsya?" pertanyaan Exel membuat Riki menatapnya tajam


"gua nggak pernah main-main sama omongan apalagi perasaan gua" jawab Riki penuh dengan penekanan


"ya gua juga tau, tapi sikap Lo!"


"kenapa?"


"Lo kenapa jadi dingin sih? ok ok gua tau Lo kadang-kadang dingin tapi nggak biasanya Lo tiba-tiba dingin, paling nggak ada masalah sama musuh atau apa gitu nah! ini kan nggak, cerita kek"

__ADS_1


Riki memalingkan wajahnya


"bukan urusan Lo"


"whatt?! ini urusan gua cuy, Lo kan temen gua"


"mm.....tapi bukan waktunya gua cerita"


Exel menghela nafasnya lalu menepuk pundak Riki


"ya udah, gua bisa ngerti kalo Lo mau cerita, cerita aja ke gua ama yang lainnya, gua ke sana lagi, Lo jangan galau mulu ye" Exel menepuk kembali pundak Riki sebelum pergi


Setelah Exel pergi, Riki menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi dan menyibakkan rambutnya ke belakang lalu menghela nafasnya


"gua bingung!!!" geram Riki


Farsya yang sudah tidak kejar-kejaran lagi dengan Faiza pun tidak sengaja melihat Riki yang duduk dengan bersender terlihat sangat frustasi


"Za" panggil Farsya


"hmm?" jawab Faiza yang sedang asik ber-selfie


"gua ke sana sebentar ya"


Faiza pun menoleh kaget


"mau ke mana?"


"duduk di sana, gua capek panas lagi"


"oh.....ya udah, Lo juga kan baru beberapa hari sembuh ya udah sana gih, gua masih mau foto-foto di sini"


"ok, bye Za"


"bye beb hehehe"


"hahaha dasar" Farsya pun pergi mendekati Riki yang sudah memejamkan matanya sambil menyender di senderan kursi


"hai" sapa Farsya yang berdiri di depan Riki


Riki yang merasa sinar matahari yang menyinari wajahnya tadi terhalang seseorang pun membuka matanya perlahan lalu mengedipkan matanya sebentar


"Lo kenapa?" tanya Farsya sambil duduk di samping Riki


"nggak papa, cuma pusing aja" jawab Riki dingin tanpa menatap Farsya


"hah?! Lo pusing?! kalo pusing istirahat dong, jangan di paksain buat ke sini" ucap Farsya khawatir


Riki pun menoleh ke arah Farsya lalu tersenyum tipis


"bukan pusing penyakit tapi pusing pikiran"


"pikirin? Lo lagi banyak pikiran ya?" tanya Farsya


Riki hanya menganggukkan kepalanya


"kalo Lo mau cerita, cerita aja gua nggak ember kok, sumpah" kata Farsya dengan tangan peace (?) nya


Riki yang melihat pun terkekeh lalu menundukkan kepalanya


"loh? kenapa? kok ketawa?" heran Farsya


"nggak papa, Lo lucu"


"hah? lu-lucu?" tanya Farsya dengan pipinya yang terasa memanas


Riki pun kembali menatap Farsya dengan senyumnya


"iya, Lo lucu, oh iya"


"kenapa?"


"gimana keadaan Lo? udah mendingan?" tanya Riki


"hehehe iya Alhamdulillah, semenjak gua ke sini gua jadi sering ke kebun teh jadi rileks trus jadi mendingan juga keadaan gua" jelas Farsya


"bagus deh"

__ADS_1


"mm.....Ki?" panggil Farsya ragu


"ya?"


"mm.....gua boleh minta tolong nggak?"


"hahaha ya boleh lah masa nggak, minta tolong apa?"


"mm......kita ngomongnya jangan di sini ya? tempat lain gitu"


"loh? di sini aja kali, kenapa sih?"


"ini itu Rahasia, gua nggak mau ada yang denger"


"oh ok, yuk" ajak Riki sambil menggandeng tangan Farsya


"eh?!" kaget Farsya


"kenapa?"


"mm.....i-itu tangan Lo" tunjuk Farsya dengan matanya


"udah gpp, kaya sama siapa aja, yuk" Riki pun kembali menggandeng tangan Farsya ke suatu tempat


Jennie yang melihat Farsya dan Riki pergi pun terheran-heran


"eh! eh! itu si Riki mau bawa Farsya kemana?" tanya Jennie pada yang lainnya


"mana?" tanya Tasya sambil melihat-lihat sekitar


"itu.......mana berdua lagi" tunjuk Jennie


"oh iya, Lo pada tau?" tanya Tasya pada lainnya


"mana gua tau, mau pacaran kali" jawab Tristan asal


"pacaran gimana? tadi mereka kaya bisik-bisik gitu, trus sekarang pergi" kata Jennie


"masa? ya udah si jangan kepo, dasar cewek" cibir Arka yang sedang memakan cemilannya


"au ah! kalo nggak percaya ya udah!" kata Jennie kesal


"udah nggak usah ngambek, gitu doang ngambek elah" lerai Tasya


"siapa yang ngambek?" tanya Rachel tiba-tiba


"eh?! kaget gua" kaget Jennie dan lainnya


"caelah gitu doang kaget" cibir Adi


"ya tadi kan nggak ada Lo berdua, ya kita kaget lah!" elak Fero


"iye iye trus pada ngomongin siapa sih sampe Jennie ngambek?" tanya Rachel lagi


"itu si Jennie ngambek gara-gara ngomongin Riki ama Farsya pergi nah dia kepo, tapi kita nggak nanggepin lagian mah ya bodo amat" jelas Arka


"oh......ya udah si kasian si Riki, daritadi Riki kan galau biarin mereka berduaan" kata Adi


"tuh dengerin!" ucap Tasya


"iya-iya kan gua kepo" balas Jennie


"ya makannya ilangin tuh sifat kepo lu!" kata Rachel


"iya-iya ya udah si jangan ngeroyok gua, berasa jahat banget gua kaya gini" ucap Jennie cemberut


"utututu.....tuh Tan, pacar Lo ngambek" kata Fero


"apaan?! ogah gua punya pacar kaya die, iwwh" balas Tristan


"sok Lo, gua doain jodoh baru tau rasa Lo" kata Arka


"udah, yuk masuk udah panas siang maksudnya, ntar kita item lagi" lerai Adi


"ck, kaya cewek Lo Di takut panas" cibir Tristan


"bukan apa-apa gua gini-gini juga menjaga warna kulit putih gua yg alami ini" balas Adi

__ADS_1


"iya udah, yuk guys kita masuk" suruh Rachel pada Exel cs


Mereka pun akhirnya masuk ke dalam rumah neneknya Farsya, Devan dan Belva juga sudah masuk daritadi dan sekarang sedang mengobrol dengan nenek dan kakek Farsya


__ADS_2