![[Revisi] Cinta Komedi Remaja](https://asset.asean.biz.id/-revisi--cinta-komedi-remaja.webp)
Skip pulang sekolah
"Van, gua mau to the point" ucap Chika
Ya, sekarang Devan dan Chika sudah berada di taman sekolah tepat setelah bel pulang berbunyi.
"hmm"
"gua mau Lo bikin Farsya jadi di misuhin sama Rachel dan temen-temennya"
"maksud lo?" tanya Devan dingin
"udah Lo nggak usah banyak tanya, ikutin permintaan gua aja"
"enak aja, gua juga nggak akan bantuin Lo kalo itu bisa merugikan gua"
"sejak kapan Lo nggak mau bantuin gua?"
"sejak Lo yang bikin gua sengsara" ucap Devan penuh penekanan dan menunjuk wajah Chika
Devan pun pergi setelah berucap seperti itu pada Chika, meninggalkan Chika yang masih bingung apa yang di maksud Devan
"ihh.....aneh banget sih!!" geram Chika
"mana gua butuh bantuannya lagi, kalo gua turun tangan, pasti akan bikin gua makin di curigai ama mereka" lanjutnya menatap punggung Devan yang semakin menghilang dengan kesal
Devan POV
Setelah gua ngomong kaya gitu ke Chika, gua langsung pergi ninggalin dia. Males gua liat muka munafik dia, sok polos ternyata.... ehm....busuk.
Gua mutusin buat pergi ke kafe depan sekolah. Kalo lagi kesel gini biasanya gua butuh yang anget anget, alias kopi kesukaan gua. Apalagi kalo bukan capuccino panas.
triiing......
suara bel kafe pas gua masuk
Gua jalan ke bangku deket jendela besar, biar bisa liat jalanan. Berasa sadboy gua kalo gini
"mba!!" panggil gua ke pelayan kafe
Mba-mba yang gua panggil pun dateng sambil ngasihin buku menunya ke gua
"silahkan di pilih"
"hmm..... nggak usah pake buku, saya pesen capuccino panas aja 1"
"oh baik mas, tunggu sebentar ya mas" kata pelayan itu, gua cuma ngangguk doang trus pelayan itu langsung pergi
Setelah beberapa lama gua nunggu pesenan gua, akhirnya pelayan tadi dateng sambil bawa nampan yang pastinya ada pesenan gua di sana
"silahkan dinikmati mas, saya permisi"
"makasih mba" ucap gua nggak liat muka pelayan itu, tapi bisa gua liat pelayan itu senyum dulu baru pergi
Iya, gua tau gua ganteng
"slruuup........" gua pun minum cappuccino gua
"hah......enak banget, pas banget gua lagi kaya gini" gumam gua sambil ngeliatin isi gelas kopi gua
Karna saking enaknya capuccino ini, gua sampe udah lupa sama masalah gua akhir-akhir ini. Nggak-nggak! lebih tepatnya semenjak Chika ada di hidup gua
Devan POV end
triiing......
seseorang masuk ke dalam kafe yang sama dengan Devan
"eumm.....mba!" panggil orang itu kepada salah satu pelayan kafe
"iya nona, mau pesan apa?" tanya salah satu pelayan setelah berada di depan gadis itu sambil sedikit membungkuk
"ah.... nggak usah nunduk gitu, aku cuma mau makan cheese cake 1" ucap gadis itu pada pelayannya
"baik nona, nona silahkan duduk dulu" ucap pelayan itu sebelum pergi
"eumm.....duduk di mana ya??" gumam gadis itu melihat tempat duduk yang agak ramai
"ah! di situ aja deh" gadis itu pun duduk di sebelah meja Devan
Devan masih sibuk menyeruput minumannya dengan memandangi jalanan yang padat merayap
Tidak sengaja gadis itu menoleh ke arah Devan, tiba-tiba dia mengerutkan dahi melihat Devan dari samping
"Devan? dia beneran Devan bukan sih?" batin gadis itu masih mengamati wajah Devan
"maaf nona, ini pesanannya, nona mau pesan apa lagi??"
"eh?! udah jadi ternyata, makasih ya?"
"iya, nona mau pesan apa lagi?"
"eum... nanti aja deh, nanti aku panggil lagi kalo mau mesen"
__ADS_1
"baiklah, saya permisi nona, silahkan dinikmati"
"iya, makasih juga" pelayan itu mengangguk tersenyum sebelum pergi
Gadis itu pun mulai memakan cheese cake nya dengan sedikit berfikir
"Devan? udah lama aku nggak ketemu sama dia, apa dia masih inget aku??" tanya gadis itu dalam hati
Tanpa gadis itu tau, Devan tidak sengaja meliriknya.
"Belva??" gumam Devan melihat gadis itu
Gadis itu adalah Belva, Belva yang masih penasaran dengan Devan pun menoleh lagi ke tempat duduk Devan. Tidak sengaja pandangan mereka bertemu
"Belva??" ucap Devan sambil tersenyum
"De-Devan??"
"iya, Devan, aku Devan, kamu Belva kan??" tanya Devan antusias sampai duduk di seberang bangku Belva
"kamu inget aku??" tanya Belva menatap Devan dengan tatapan bertanya
"tentu aja aku inget kamu, kamu udah pulang??"
"i-iya, hehe" jawab Belva canggung
"kamu kok nggak ngabarin aku?? aku kan bisa jemput kamu ke bandara" ucap Devan menggenggam tangan Belva erat yang membuat Belva kaget
"a-aku udah ng-nggak punya no hp kamu"
"gitu?"
"i-iya, aku.....aku udah nggak punya no kamu" Belva menundukkan kepalanya
"hahaha, kamu lucu banget sih??" gemas Devan menyubit pipi Belva
"kamu tau nggak?? aku kangen banget sama kamu, sejak nggak ada kamu aku lagi banyak masalah dan aku suka capek sama masalah aku" jelas Devan mengendurkan genggamannya
Belva mendongakkan kepalanya menatap Devan yang terlihat sedih
"maaf, aku ke luar negeri juga di suruh sama papah aku"
"iya aku tau kok, yang penting sekarang kamu udah ada di sini nemenin aku" seketika Devan tersenyum lebar menatap Belva
"kalo boleh tau, masalah kamu masalah Chika ya?"
"hhmmm.....ya gitu, dari dulu masalah aku cuma cewek itu"
"kamu udah bilang sama dia tentang perasaan kamu?"
"kok gitu?"
"aku udah sadar, aku nggak bisa suka sama adek aku sendiri dan ada hal lain juga yang bikin aku sadar kalo aku punya orang lain yang lebih baik juga pantes aku perjuangin" ucap Devan menatap Belva dengan senyum penuh arti
Masih dengan posisi tangan yang di genggaman Devan dan senyum Devan, membuat Belva bingung maksud dari perkataan Devan barusan.
"oh.....siapa orang itu??" tanya Belva penasaran
Devan tersenyum dan menundukkan wajahnya sekilas sebelum menatap Belva lalu menjawabnya
"rahasia...... nanti kamu juga tau" jawab Devan melepas genggamannya dan beralih mengusak rambut Belva
"ih..... nanti rambut aku berantakan" tegur Belva membenarkan rambutnya
"hahaha, habisnya kamu lucu sih"
"nggak ada yang lucu!!" bentak Belva yang terlihat lucu di mata Devan
"akhirnya kamu dateng, aku nyesel udah nyia-nyia in kamu, aku akan selalu ada buat kamu mulai sekarang dan akan selalu jagain kamu" batin Devan yang menatap Belva yang sedang melipat tangannya dengan tersenyum
...----------------...
"hah!!!! kenapa sih Devan nggak mau bantuin gua??!!!" teriak Chika saat sampai di kamarnya dan melempar tas nya sembarangan
"masa gua ngurus ini semua sendiri?? ini nggak mungkin!!!" teriaknya lagi frustasi
Chika pun mendudukkan dirinya di atas kasurnya sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya
"gua nggak boleh menyerah!! pokoknya gua harus dapetin apa yang gua mau!! apapun caranya!!" batin Chika
tok.....tok.....tok.....
"sayang!!! yuk makan siang dulu, kamu udah bersih-bersih kan?!!" teriak mamah Chika dari balik pintu
"iya mah bentar, aku ganti baju dulu!!!" jawab Chika
"ya udah, mamah tunggu di bawah ya??!!" teriak mamah lagi
"iya mah!!!" mamah Chika pun pergi dari depan pintu kamar Chika kembali ke ruang makan
Sesampainya di ruang makan, tiba-tiba ada suara bel dari luar rumah
tingtong........
__ADS_1
"ada tamu?" heran mamah Chika
tingtong........
"iya sebentar!!" mamah Chika pun berjalan ke depan untuk membukakan pintu rumah
kreak......
Pintu pun terbuka, mamah Chika kaget melihat Devan bersama Belva
"hah?!! Belva?!!!" kaget mamah Chika
"hehe iya Tan, ini aku" ucap Belva tersenyum
"ya ampun.......sayang.....Tante kangen kamu...." mamah Chika langsung memeluk Belva dan menggoyangkan badan mereka ke kanan dan kiri
"uhh..... Tante, aku juga kangen sama Tante" ucap Belva di sela-sela pelukan mereka
Setelah di rasa cukup, pelukan mereka pun melepas dan saling memandang dengan senyuman
"sayang....kamu kok nggak ngabarin Tante?" tanya mamah Chika
"gimana mau ngabarin mamah? ngabarin aku aja nggak" Devan menjawab dengan nada yang agak kesal
"nggak gitu Tante, aku udah ganti no hp jadi no kalian ke hapus juga" jelas Belva
"mm.....ya udah nggak papa, sekarang masuk yuk, sekalian makan siang, Tante udah masak" ajak mamah Chika pada Belva
"iya Tan, makasih" ucap Belva tersenyum
"kamu ini! nggak usah bilang makasih, kaya sama siapa aja" kata mamah Chika mengelus rambut Belva
Mereka pun masuk ke dalam rumah
"mah, aku ganti baju dulu" ijin Devan saat berada di ruang tengah
"iya sayang, Belva ikut Tante makan juga ya??"
"iya Tan....."
"Belva, aku ke kamar ya? kamu jangan sungkan, anggep aja rumah sendiri" ucap Devan sebelum menaiki tangga
"yuk Belva, kita ke ruang makan"
"iya Tante" mamah Chika dan Belva pun pergi ke ruang makan
...----------------...
Di tangga, Devan tidak sengaja berpapasan dengan Chika yang baru saja keluar dari kamarnya.
Chika menatap Devan dengan tatapan bingung dan Devan hanya melirik Chika sekilas lalu setelahnya masuk ke dalam kamarnya
"kenapa sih tu anak?? nggak di sekolah, nggak di rumah, aneh banget" gumam Chika sambil menatap bingung pintu kamar Devan
"udahlah nggak usah di pikirin, mending makan, laper juga" Chika pun melanjutkan langkahnya ke ruang makan
Sesampainya di ruang makan, Chika di kejutkan dengan adanya Belva yang sedang duduk di sebrang bangku mamahnya
"Kak Belva??!!" teriak Chika yang membuat mereka menatap Chika
"ini beneran kak Belva??!!"
"iya ini aku, kamu gimana kabarnya?" tanya Belva yang masih duduk di bangku meja makan
Chika pun berlari mendekati Belva tanpa menjawab pertanyaannya
"kak Belva......aku kangen kakak....." ucap Chika saat berhasil memeluk Belva
"aku juga kangen kamu Chika" katanya sambil mengelus rambut Chika
Mamah Chika yang masih berada di situ pun juga menatap mereka dengan senyuman
"kakak!! kok nggak bilang kalo udah pulang??!!" kesal Chika saat sudah melepaskan pelukannya
"no hp kakak ganti, jadi no kalian ilang"
"eum.....ya udah deh gpp, aaaaaaa!!!! aku kangen kakak" Chika pun merengek dan memeluk Belva lagi
Belva dengan senang hati memeluk sesekali mengelus rambut Chika
"udah jangan kelamaan pelukannya, sini makan dulu!" ucap mamah
"iya mah, tapi kan aku masih kangen kak Belva" rengek Chika yang masih memeluk Belva
Belva yang melihat pun terkekeh geli dan melepas pelukannya dari Chika
"udah, makan dulu, pelukannya bisa di lanjutin nanti, kamu belum makan kan?" tanya Belva halus
"belum.....kakak juga makan ya??"
"iya, yuk makan"
Mereka pun melanjutkan acara makan siang dan beberapa saat kemudian Devan datang dan ikut makan siang bersama
__ADS_1
Devan terus menatap Belva yang berada di sebrang kanannya sesekali tersenyum lalu menatap Chika dengan tatapan benci