![[Revisi] Cinta Komedi Remaja](https://asset.asean.biz.id/-revisi--cinta-komedi-remaja.webp)
Skip
Keesokan harinya tepatnya pagi hari jam 8.30 WIB mereka sudah sampai di villa keluarga Jennie. Sesuai rencana, yang ikut ke puncak adalah Rachel cs, Adi cs, Riki cs dan Devan juga ikut tentunya juga dengan Belva.
Villa keluarga Jennie tergolong sangat besar jadi cukup untuk mereka tempati. Terkesan elegan dan modern, bernuansa warna putih, hitam dan merah.
"TASYA!!! MANA MAKANAN GUA!!! JANGAN DI HABISIN!!" teriak Rachel sambil mencari Tasya di semua sudut villa
"RACHEL LO BERISIK!!" tegur Arka yang sedang bermain game di ruang tengah
"APA LO?! SUKA-SUKA GUE MAU TERIAK APA NGGAK, NGAPA LO YANG SEWOT?!" balas Rachel yang masih berteriak
Yang lain hanya diam saja karna mereka sudah terbiasa dengan sifat kekanak-kanakan Rachel dan teriakkan Arka
"temen Lo tuh! suruh diem kek" kata Fero pada Faiza
Faiza yang sedang menonton Drakor pun hanya melirik Fero sekilas lalu kembali menonton drakornya sebelum dia menjawab
"udah si! kaya nggak biasa aja denger mereka ribut" balas Faiza santai
"sama-sama nyebelin" gumam Fero sebelum memakan serealnya
"Lo juga nyebelin kali" kata Faiza yang membuat Fero melotot kaget
"nggak usah kaget, gua denger kok" lanjutnya tanpa menoleh menatap Fero
"Lo denger?" tanya Fero dengan nada kaget
"hmm, udah deh jangan berisik gua mau nonton drakor"
"dasar! kalo nggak baca novel ya nonton drakor, nggak bosen hidup Lo? mana jomblo lagi, utututu kasian banget" cibir Fero
Faiza yang mendengar pun menutup laptopnya lalu menatap Fero jengah
"what?! Lo bilang gua jomblo?!" tanya Faiza yang mendapat anggukan dan tatapan remeh dari Fero
"hahaha nggak ngaca? situ juga jomblo kan? jomblo bilang jomblo" kata Faiza lalu membuka laptopnya lagi
"udah-udah, sesama jomblo jangan bertengkar, gua doain jodoh baru tau rasa Lo!" ucap Tristan yang juga sedang bermain game bersama Arka
"TASYA!!! LO BUDEG HAH?!! CEPET BALIKIN JAJAN GUA" teriak Rachel lagi
Tasya yang baru saja dari dapur pun berjalan santai sambil menyemili (?) jajan, tentunya jajan Rachel
"gua nggak budeg ye" kata Tasya lalu duduk ke sofa dengan santai
Rachel yang melihat pun sudah menyumpah serapahi Tasya dalam batinnya
"udah si, gua juga cuma minta satu bungkus lo kan masih punya banyak" kata Tasya lagi
"what?! Lo emang ngambil satu tapi Lo ngambil ch*t*t* gua yang gede! enak aja Lo" balas Rachel emosi
"ck, Di, di tenangin kek pacar Lo, berisik mulu dari tadi" tegur Jennie sambil memakan kukis di toples pada Adi
Adi yang sedang menonton TV pun hanya melirik Rachel yang sedang berdiri di ruang makan dengan wajah merah karna emosi pun hanya terkekeh
"gpp, biarin aja, lucu kok" balas Adi sambil terkekeh
Jennie dan Fero yang tadinya sibuk dengan kegiatannya masing-masing pun menatap Adi kaget dan juga heran
"Lo nggak waras ya Di" kata Fero
"ck, nggak waras gimana? gua waras kali"
"ya lo! pacar lagi emosi malah di biarin aja" timpal Jennie
"gua tau gimana Rachel, ntar juga ke sini lendotan ke gua"
"ya tenangin kek! gua yang lagi makan kukis kan nggak hikmat rasanya" kata Jennie
__ADS_1
Faiza yang berada di tengah-tengah antara Jennie dan Fero pun memutar bola matanya malas
"perlu banget apa makan kukis sambil hikmat?" tanya Faiza yang masih fokus pada laptopnya
Jennie yang tadinya menatap Adi kesal pun beralih menatap Faiza dengan mata melotot
"perlu lah!! biar gua nggak makan kukis banyak trus gua nggak gendut!" jawab Jennie kesal
"ya udah nggak usah makan kukis sekalian" balas Faiza
Tiba-tiba Rachel duduk di samping Adi lalu memeluk lengan Adi dengan wajah imutnya. Adi yang merasa pun hanya menaruh kepalanya ke kepala Rachel lalu tersenyum
"kenapa hm?" tanya Adi lembut
Rachel melirik Adi sekilas lalu mengerucutkan bibirnya lucu sebelum menjawab pertanyaan Adi
"heeh, main ham hem ham hem" cibir Fero
"berdemege ya bund" timpal Faiza yang sudah mematikan laptopnya
"apa Lo?!" kata Adi emosi menatap mereka tajam
"pawangnya ngamuk guys,...." heboh Fero
"Lo pada diem apa gua tampol?! hah?!"
"iye-iye galak bener si mamang" kata Jennie
"Adi,......" rengek Rachel yang berada di pelukan Adi
Adi yang emosi pun seketika tersenyum dan mengelus rambut Rachel
"iya?"
"huhuhu aku kesel!"
"utututu kesel kenapa sayang?"
"iye, lebay banget" balas Jennie juga berbisik
"Adi......" rengek Rachel lagi
"iya Rachel......"
"jajan aku di ambil sama Tasya......"
"cup cup cup, jangan kesel kaya gitu ya, nanti aku beliin deh yang banyak"
"huh, tapi aku pengennya sekarang...."
"iya-iya nanti aja ya? sekarang kamu makan yang lain dulu, masih ada kan?"
"hem? ada sih.... tapi itu ch*t*t kesukaannya aku..... apalagi itu bungkus yang gede" kata Rachel yang makin mencebikkan bibirnya
Adi yang melihat pun terkekeh lalu mengusap pipi Rachel yang membuat Rachel mendongak menatapnya
"gemes banget sih?"
"apanya yang gemes? aku lagi kesel tau"
"iya tau tapi kalo kamu kesel malah keliatan lucu"
"ehem.....!! aduh kelilipan, tenggorokan gua gatel nih" kata Tristan dengan wajah nyeselinnya
"Lo geblek apa gimana? kalo kelilipan kenapa tenggorokan Lo yang gatel?" tanya Arka
"Lo tau nggak semua organ tubuh apalagi Indra itu punya ketersambungan, makannya gua kelilipan tapi tenggorokan gua yang gatel" jelas Tristan
"bukan temen gua" kata Fero sambil memasukkan makaroni ke mulutnya
__ADS_1
"udah deh jangan di lanjutin ogebnya" tegur Devan yang baru keluar dari kamarnya
"eh? baru bangun bro?" tanya Arka
"gundulmu! gua baru dari kamar mandi kali" jawab Devan lalu mengambil jajan yang ada di tangan Tasya
"eh?!" kaget Tasya
"gua minta" kata Devan lalu duduk di samping Tasya
"kak Belva mana?" tanya Rachel
"oh? Belva lagi di dapur, lagi bikin mie spesial buat kita"
"wah.....enak tuh!" kata Arka dan Tristan berbarengan
"ck, makanan aja pikiran Lo berdua" cibir Faiza
"biarin lah, kaya Lo nggak aja" balas Tristan menatap sinis Faiza
"hai semua!!!! hehehe maaf ganggu, nih mie spesialnya buat sarapan, kalian belum sarapan kan?" tanya Belva yang sedang menaruh mangkuk besar berisi mie spesial buatannya di meja makan
"serbu!!!" teriak mereka bersamaan kecuali Adi dan Rachel yang masih berpelukan di sofa kamar tengah
"wih......enak banget tuh!" puji Fero yang berdiri di dekat meja makan
"wah.....full topping nih, jadi laper nih" kata Jennie yang sudah duduk
"hehehe iya, sengaja aku banyakin toppingnya tapi jangan lupa ada sayurannya juga" balas Belva
"kamu pinter banget sih?" tanya Devan sambil terkekeh
Belva yang duduk di samping Devan pun menatap Devan heran
"pinter? pinter kenapa?" tanya Belva
"hahaha ya pinter karna bisa masak, habis itu kamu juga nggak lupa nyelipin sayuran di situ, kamu itu cocok jadi koki tau nggak?" jawab Devan sambil mengelus rambut Belva
"oh......kirain pinter kenapa, tapi selain bisa masak aku juga pinter di semua kegiatan kok" sombong Belva
"hahaha bisa aja ya kamu" ucap Devan mencubit pipi Belva
"ekhem!!" dehem Arka
"eh? hehehe maaf ya, kalian ayo makan ntar keburu dingin loh" kata Belva
"aku udah ngambil, kak! ini eeeeennaaaakkkkk banget...., kakak sering-sering dah bikinin aku makanan" puji Faiza yang mulutnya sudah penuh dengan makanan
"heh! jorok banget sih jadi cewek! makan tuh yang bener! jangan belepotan" tegur Tasya
"tau! nggak ada feminim-feminimnya" timpal Fero
"ya habisnya ini enak banget guys, sumpah! Lo pada cobain dah, gua kagak bohong ini" kata Faiza lalu melanjutkan kegiatan makannya
Di ruang tengah, Adi masih memeluk Rachel sesekali mengelus rambut kekasihnya itu. Rachel juga masih terlihat kesal
"cup.....jangan kesel lagi ya? kita sarapan yuk! kak Belva udah nyiapin mie spesial katanya, kamu harus makan kan kamu punya penyakit mag, nanti kambuh loh kalo telat makan" cerocos Adi
"hmm.....!! kamu ih! cerewet tau nggak?!"
"ya kamu nya makan ya? aku janji deh nanti aku beliin apapun buat kamu, mau apa? es krim? burger? pizza? terserah kamu deh, tapi kamu makan dulu, katanya mau main ke rumah neneknya Farsya"
"ya udah iya, tapi janji ya? nanti mau beliin aku jajan? janji?" tanya Rachel sambil mengangkat jari kelingkingnya
"iya janji" balas Adi sambil menautkan kelingkingnya di kelingking Rachel
"ya udah yuk makan, enak banget kayaknya tuh" ajak Adi
"hehehe ayok!!" kata Rachel dengan suara lucunya
__ADS_1
Adi yang gemas pun merangkul pundak Rachel erat menuju ruang makan yang sudah di penuhi teman-temannya