
Hari ini saskia pergi ke tempat kerjanya, namun pandangannya menangkap sosok yang tak asing baginya, yakni sefira, namun kenapa ada asisten ayah dalvino? Yakni chandra.
Dengan gaya bicara chandra, seperti menggoda sefira, namun karena tepat sefira membelakangi saskia, saskia tak tau bagaimana ekspresi sefira berbicara pada chandra.
“Ayolah, kau tau? Semakin kau menginginkan dalvino bukankah bisa buruk nama keluargamu dimata mereka? Sudahlah sefira, cukup nama dalvino dan keluarganya saja yang kotor, kau jangan.”cela chandra.
“Aku tak peduli!! Sebelum aku mengetahui siapa saskia aku tetap mendekati dalvino!”gerutu sefira gelisah.
“Kenapa kau tidak dekati ayahnya saja? Kenapa kau harus pusing? Jika tidak kau menikah denganku saja, dan surat undangan palsu yang kau kirim kepada dalvino akan menjadi nyata,”jawab chandra santai melipat tangannya di dada.
Sefira menatap tajam chandra yang santai-santai saja.
“Wow, jangan marah sayangku!”
“Aku menyesal kesini tidak membawa bodyguardku,”ujar sefira resah menoleh ke sekitarnya.
“Hm itu berarti kau memberi kesempatan untuk kita agar bisa seperti ini,”imbuh chandra.
"Kamu memang tak bisa memberi solusi? Atau rencana yang lain agar aku bisa dekat dengan dalvino?!”
“Tidak ada, selain mencintaimu dan jika ada waktu yang tepat aku akan melamarmu, aku tak betah melihatmu begini.”keluh chandra, namun tertawa lagi dengan geli.
Sefira mendengkus kesal dan berusaha tidak menatap lelaki didepannya.
“Mereka sedang membicarakan apa? Sepertinya penting,”saskia ingin mengetahui apa yang mereka bahas, namun diurung karena untuk apa sibuk ingin tahu tapi ujung-ujungnya menjadi ribut kembali seperti ulah chandra semalam yang mempertemukan saskia dengan sefira, dan sefira juga memberi respon tidak ada keramahan, saskia memilih pergi ke tempat kerja dalvino.
Sampai dikantor dalvino, saskia disambut hangat dengan pegawainya, lalu menatap inytens setiap sisi, dan jelas bahwa chandra menginginkan pertemuan dengan sefira, saskia medekati salah satu pegawai.
“Apakah anda ada melihat sefira hari ini?”
“Maaf, dia izin ada urusan keluarga.”jawab pegawai itu ramah.
“Urusan keluarga? Apakah tanda-tanda chandra akan menjadi kelaurga munaldi?”bathin saskia”Baik terimakasih, apakah ada tuan dalvino?”
“Tuan dalvino sedang memimpin perusahaan tambang minyak di luar kota, dan disini pak abraham,”
“Bagus, tidak ada anaknya, ayahnya juga bisa.”bathin saskia”Terimakasih ya,”ujar saskia lalu pergi keruang pak abraham berada.
Pak abraham kini duduk tenang menghadap ke kaca, tak menyangka jika putra bungsunya akan memalukan keluarganya, pak abraham terus berdoa semoga saja kali ini dalvino tak mengecewakannya, namun tiba-tiba terdengar puntu diketuk, pak abraham tersadar dari lamunannya, kembali duduk menghadap ke meja dan menyuruh masuk.
Saskia masuk dengan cepat dan tersenyum, lalu salam dengan calon mertuanya tersebut.
Senyum pak abraham juga mengembang melihat calon menantunya datang.
Saskia duduk didepan pak abraham”Apa kabar pak Abraham? Lumayan sudah lama kita tak bertemu,”
“Tidak usah memanggil saya pak, pangggil saya ayah saja, sebentar lagi juga kau akan menjadi anakku.”jawab pak Abraham tenang bersandar di sandaran kursi.
“Iya ayah, bagaimana dengan kabar dalvino? Apakah dia melakukan hal gila lagi?”tanya Saskia intens.
__ADS_1
Pak abraham menarik nafasnya pelan, kembali merasa kesal dengan prilaku anak bungsunya”Ya, dia mencoba mencari wanita itu, dalvino terus menelpon ayahnya agar wanita itu dipulangkan ke indonesia.”
Saskia mengeryitkan dahinya”Maksud bapak, wanita itu memangnya sekarang dimana?”
“Dia adalah anak pak ramdi, yang terkenal disegani itu, dan sangat susah untuk bertemu dengannya, dan anaknya tinggal disini, dan diyaknini dengan dalvino jika anak bungsu pak ramdi lah yang pernah tidur dengannya.”pungkas pak Abraham menunduk.
Mendengar hal itu, rasa penasaran dengan wanita itu menyelimutinya, namun ditepisnya”Apakah harus saya ikut mencari agar dalvino puas? Apa saya ...”
“Tidak usah saskia, bisa-bisa pernikahanmu dengan dalvino menjadi terancam, biarkan saja dalvino mencari wanita itu, tetapi kita halangi dalvino dengan pelan-pelan tapi pasti,”
“Dan apakah dalvino pernah menjalin hubungan dengan sefira?”tanya saskia.
Pak abraham heran”Tidak pernah, namun ayah melihat hanya sefira yang terlalu obssesi dengan dalvino.”
“Sepertinya wanita itu sangat ingin menjadi pendamping dalvino walaupun dalvino mengecewakannya,”bathin saskia mengangguk.
“Namun menurut ayah kaulah yang sangat bisa menjadi pasangan dalvino, harapan ayah untuk dalvino dan sefira tidak lagi ada, perlahan juga sefira akan menjauh dari dalvino.”
“Ji ka sefira tidak menyerah ingin mendekati dalvino?”
“Kita lihat saja sejauh mana sefira terus-terusan mendekati dalvino,”
Mendengar itu saskia terdiam, berharap jika dalvino bisa menjauh dari sefira yang selalu mengintainya.
Di perusahaan PT.ABRAHAM pertambangan minyak, dalvino sibuk mencari Instagram berinisial Ramdi Ahmad, namun dalvino tak menyadari jika sudah melewati nama tersebut, setelah dalvino sadar, dalvino membuka pemilik akun tersebut, dan melihat-lihat bagaimana orang itu, ia terus menggeser kebawah melihat sampai akar jika ada atau tidak wanita yang pernah ditidurinya. Tak lama dalvino menemukan foto wanita yang diincarnya, sangat gembira dan cantik dengan rambut lurus sepinggang, alis tebal berukir, bulu mata lentik, hidung mancung bagaikan orang Eropa, bibir yang seksi dan bodygoals, membuat dalvino tak berkedip melihat foto wanita itu, yakni Dania.
"Permisi pak, ada yang ingin bertemu denganmu,"ucap pegawai dalvino didepan pintu, dengan nama Andika.
"Wanita, nama lengkapnya Saskia Amanda, dia memberi kartu namanya,"ucap Andika setelah menunjukkan kartu nama Saskia.
Mata dalvino membuat sempurna setelah melihat kartu nama tersebut"Suruh dia masuk, dia ... Adalah ... Tunanganku,"ucap dalvino gagap mengatakan bahwa ia dan Saskia sudah bertunangan.
"Baik pak, saya permisi."Andika langsung keluar lalu menutup pintu.
Setelah itu dalvino melihat lagi Dania yang berpose tersenyum manis dengan baju jaket sebetis dan sepatu sneaker putih, walaupun seperti tomboy, dalvino tidak bosan melihatnya, dalvino terlanjur jatuh hati dengan Dania.
Pintu terbuka, Saskia masuk langsung berjalan ke depan dalvino yang buru-buru menyimpan ponselnya.
"Selamat siang dalvino, kau sedang apa?"tanya saskia menjatuhkan bobotnya di kursi tepat didepan dalvino.
"Ayo duduk disini, jika disitu aku seperti merasa tak nyaman terutama saat denganmu."ajak dalvino duduk di sofa menghadap jendela, dalvino duduk di sofa itu lalu bersandar menoleh ke Saskia yang mengikutinya.
"Dengan siapa kau kesini?"
"Jika aku dengan orang lain, aku pasti sudah mengatakan kepada ayahmu bahwa kita putus tunangan,"ketus saskia duduk disebelah dalvino tak menatap lelaki itu.
Dalvino tertawa kecil mendengar ucapan Saskia, dan tepat saja Saskia menoleh ke dalvino, barulah ia lihat sekarang bagaimana dalvino tertawa dan tidak seperti biasanya, omongan singkat dan tatapan cuek
"Apakah kau memang benar-benar ingin menikah denganku? Ataukah kau ingin mempermainkannya?"
__ADS_1
"Menurut firasatmu?"
"Menurutku, kau akan pergi meninggalkan acara itu dan melanjutkan mencari wanita itu, wanita yang pernah kau tiduri."
Dalvino menghela nafas panjang"Aku mencarinya hanya aku ingin melihat wanita itu, aku takut dia mengandung anakku."
"Jika dia mengandung anakmu? Apa yang kau lakukan?"
"Aku terpaksa tanggung jawab, karena bagaimanapun itu adalah darah dagingku."
"Sejak kapan kau menjadi peduli begini? Jarang seorang pewaris pimpinan ayahnya seperti itu, dia selalu tak peduli dan memikirkan dirinya sendiri."
Dalvino menghela nafas"Kau kira semua pewaris seperti itu?"
"Bagaimana jika wanita itu tak ingin kau nikahi? Dan bagaimana jika wanita itu tak terima kau nafkahi? Mungkin saja dia mempunyai pacar,"
"Entahlah, aku menelpon Chandra sudah 15 kali, namun ia tak mengangkat telponku,"ujar dalvino resah melihat gadgetnya dan melihat kontak Chandra yang tak aktif 2 jam lalu.
"Kau sangat setia menunggunya."
Dalvino resah dan mengacak rambutnya"Entahlah, aku juga bingung entah kenapa bisa menjadi begini."
"Tadi aku melihat Chandra dan sefira bertemu."
Dalvino langsung menoleh ke Saskia"Dia tidak mengajakmu?"
"Tidak, aku melihat mereka singgah di kafe, dan seperti bertengkar, entah apa yang mereka bahas hingga muncul rasa ingin tahu, tapi kuurung karena aku dan sefira bisa perang lagi. Aku sangat ingat saat Chandra membuat pertemuan antara aku dan sefira, saat aku didekat sefira, ia langsung pergi seolah tidak ada kejadian."
"Ya, aku juga terkejut mengapa tiba-tiba Chandra seperti itu."
"Itu adalah ulah sefira, mengapa kau membatalkan pertunangannya, dari situlah sefira selalu ingin mengejarmu, dan—"
"Tapi dia tak pernah mendekati ayahku, padahal dari ayahku saja jika dia ingin sekali menikah denganku."potong dalvino melipat tangannya di dada.
Sefira menoleh ke dalvino"Bagaimana kau ini? Sebenarnya kau mau menikah dengan sefira atau tidak?"
"Tentu jawabannya tidak, karena ... Aku tak mencintai sefira."
"Jadi, wanita siapa yang kau cinta saat ini?"
Dalvino terdiam, jenuh, ingin mengatakan namun jika dia katakan, itu akan menjadi sangat fatal baginya.
"Apakah kau tidak lapar? Entah kenapa aku ingin makan."keluh dalvino.
"Kenapa kau ini seperti wanita? Semakin banyak masalah semakin mau makan saja!"
"Kau kira wanita saja! Aku sudah sering menghadapi nafsuku seperti ini."
"Iya, sampai-sampai kau bisa tidur dengan wanita ****** itu!!!"
__ADS_1
Dalvino tertawa kecil.