3 Anak Genius Mencari Ayah

3 Anak Genius Mencari Ayah
Weekend yuk!


__ADS_3

"Jalan-jalan yuk!"seru Fakhri yang sudah selesai mencuci piring.


Dania yang sedang memasak untuk lauk siang langsung menoleh, menghentikan aktifitasnya"Tumben ngajak, memangnya mau kemana?"


"Iya, sekalian ngajak ayah sama ibu kesini, kan besok mau wisuda."jawab Fakhri yang tidak menoleh ke Dania.


"Iya, tapi kenapa gak bilang tadi malam? Soalnya hari ini kan Minggu, seperti biasa,"ujar Dania melanjutkan memasaknya, sembari mengatakan juga dihari Minggu biasanya banyak kegiatan seperti menyapu halaman, mencuci mobil, menyapu rumah dan mengepel lantai.


"Nah coba dari kemarin ada pembantu, pasti kerjaan kamu kan gak berat,"tawar Fakhri yang berdiri disamping Dania.


"Iyaa tapi jika tidak begini aku bingung untuk kerja apa? Menurutku jika pekerjaan rumah hanya diriku saja yang mengerjakan pasti ada kegiatan, kalau sewa pembantu kan aku juga bingung,"jelas Dania mematikan kompor, sudah memastikan jika masakannya sudah selesai.


"Iya benar, baiklah aku akan membantumu biar cepat selesai."balas Fakhri lalu melanjutkan pekerjaannya yaitu menyapu halaman.


Setelah kegiatan masak, menyapu dan mengepel, Dania yang kini sudah mandi, ia duduk di ruang tv, menoleh sekitar, sangat sepi, seperti ada yang aneh.


"Kemana anak-anak?"tanya Dania dalam hatinya, ia mengambil remote tv, mencari acara tv yang enak.


Sekilas ia mendengar suara alat-alat musik, itu kesukaan fidi saat dihari Minggu, berlatih musik dan bermain musik.


Sedangkan di tempat alat-alat musik, semua anak-anak ada disana, fidi memainkan piano nya, fakran bermain drum, feya dan Fara bernyanyi juga berebut lagu apa yang cocok untuk dinyanyikan.


"Kakaaaak!! Kakak harus nyanyi lagu naik delman saja!! Jangan lagi itu, tidak cocok dengan nada yang dimainkan kak fidi."keluh fara didepan Feya yang kesal.


Fidi dan Fakran menghela nafas kesal melihat feya dan Fara bertengkar lalu bermain alat drum dengan nada asal-asalan untuk menghibur hatinya.


"Iyaa, tetapi kakak tidak hafal!! Ya sudah kita bernyanyi kelinciku saja! Atau lagu topi saya bundar!"seru feya menurutnya Fara akan setuju.


Fara mengangguk menganggap setuju permintaan kakaknya"Baiklah jika bernyanyi itu, ayo kak kita nyanyi topi saya bundar aja!!"


"Iyaa tapi kakak tidak kenal nadanya."keluh fakran, memukul-mukul pelan bass.


"Kakak hafal, ya sudah pakai piano saja!"saran fidi.


"Ayo ayo nyanyi, biar Kakak mainkan musiknya."sambung fidi lalu memainkan nada topi saya bundar.


Fara dan feya menyanyikan lagu itu dengan mantap, mereka hafal bersama juga fakran yang menyesuaikan nada nya dengan nyanyian mereka.


Selesai mereka bernyanyi, suara tepuk tangan mengejutkan mereka, semuanya menoleh ke pintu. Fakhri memberikan tepukan untuk mereka.


Fakhri yang masih tepuk tangan tersenyum melihat anak-anaknya.


"Papa!! Terimakasih papa!!"ucap mereka lalu memeluk Fakhri.


"Hey, tadi itu konser yang sangat bagus,"puji Fakhri, dan anak-anaknya juga melepaskan pelukan melihat Fakhri.

__ADS_1


"Iyaaa, kami bermain dengan sangaaaat semangat! Walaupun kak feya banyak pilih-pilih lagu!!"ujar Fara lalu melirik Feya, sedangkan feya  tertawa girang.


"Baiklah, papa mau masuk dulu ya,"


"Papa papa!! Kita enggak jalan-jalan? Soalnya ini hari Minggu, teman-teman fakran kalo hari Minggu jalan-jalan semua! Kayaknya fakran sendiri yang enggak!"keluh fakran mengikuti Fakhri sampai duduk.


"Jalan-jalan itu melelahkan kak! Lebih baik dirumah, istirahat, menghilangkan rasa stres dengan pelajaran disekolah,"ujar fidi yang mengikuti Fakhri lalu duduk didepannya.


Fakhri tertawa kecil mendengar ucapan fidi.


"Iya pa tapi Fara pengen juga jalan-jalan, kalo enggak fara ajak mama aja!"


"Kalo udah ajak mama pastinya ikut semua!"kilah feya, semuanya mengangguk mendengar ucapan feya.


"Ya udah ayo, udah lama juga enggak jalan-jalan, siapa yang mau jalan-jalan kerumah nenek!!"ujar Dania yang muncul langsung mengajak anak-anaknya, ia mendengar sedari tadi keluhan anak-anaknya sebelum masuk ke ruangan itu.


"Saya ma!!"jawab mereka serempak.


"Mama! Tapi di rumah nenek yang mana?"tanya fakran heran.


Dania tersenyum"Kalau mau tau, ayo ikut mama! Eh tunggu dulu, tapi semuanya harus ganti baju yang bagus!"


Semua anak-anak itu menganggap baju yang dipakainya sesuai menurut mereka dan tidak apa-apa jika memakai baju itu.


"Hmm, oke baiklah, mari kita berangkat!!"seru Dania.


"Dania tunggu dulu!"


Dania yang sudah bangkit menjadi terhenti mendengar suara Fakhri, ia langsung menoleh, lalu menaikkan alisnya.


"Ada apa?"tanya Dania menoleh Fakhri.


Fakhri bangkit lalu mendekati Dania"Bawa mobilnya pelan-pelan ya! Aku takut kencang-kencang!"ucapnya dingin lalu pergi melewati Dania.


Dania tertawa kecil lalu menyusul Fakhri.


Di saat perjalanan didalam mobil, feya, Fara, fidi juga fakran melihat pemandangan yang membentang sepanjang jalan. Sepertinya mereka sangat lama dibawa jalan-jalan kemanapun.


"Dania, ingat jangan kencang-kencang!"ujar Fakhri yang berada disamping Dania.


Dania yang menyetir mobilnya menoleh sekilas Fakhri.


"Ok baiklah."jawab Dania, ia langsung menyetel melaju dengan sedang.


Sampai di rumah orang tua fakhri, semua anak-anak sangat senang dengan membawa oleh-oleh yang mereka beli di pasar lalu menuju masuk rumah.

__ADS_1


Orangtua Fakhri juga sudah menunggu di depan pintu rumah, karena Fakhri sudah menelponnya sebelum sampai kesana.


"Nenek!! Kakeeek! Kami datang!!"teriak anak-anak Dania lalu menyalami serta memeluknya.


"Nenek memang sangat rindu dengan kalian!! Akhirnya kalian kesini juga!"


"Iya nek, kami juga sangat rindu nenek, nenek semakin muda saja ya,"jawab Fara, membuat ibu Fakhri gemes melihatnya.


"Nek ini fakran bawa kue donat untuk nenek, nenek pasti suka,"ucap fakran sembari memberi 1 kantong plastik putih berisi kue.


"Ini nek dari fidi juga! Fidi ada oleh-oleh juga buat nenek! Fidi bawa keripik untuk nenek!"ucap Fidi, juga feya dan Fara memberikan oleh-oleh untuk neneknya.


Dania dan Fakhri juga salam dengan ibu dan ayah Fakhri.


"Ya ampun kalian! Kalian sudah semakin tua saja sekali kesini, memangnya kalian ngapain aja disana?"


Dania tertawa kecil"Gak ngapa-ngapain, cuma ..."


"Palingan Dania capek fikiran aja melihat kelakuan anak-anak!"potong Fakhri dengan seloroh, Dania langsung menyenggol tangan Fakhri dengan tertawa.


"Iya, pasti kalian bakalan merasakan jadi seperti ibu juga, gak lama lagi jadi nenek, ya kan?"ujar ibu Fakhri lalu tertawa.


Saat sudah masuk rumah, hidangan kue sudah tersusun di meja, juga air minumnya yang disediakan ibu Fakhri.


Sedangkan anak-anak itu sangat lahap memakan kue juga kue yang diberikan kepada ibu Fakhri diletakkan dimeja agar makan bersama-sama disana.


"Bu, besok gak ada jadwal mau pergi berkebun kan?"tanya Dania.


"Enggak nak, besok jadwal kosong, rencana mau istirahat saja, memangnya ada apa?"tanya ibu Fakhri juga.


"Besok Fakhri wisuda Bu, jadi ibu harus ikut kesana,"


"Oh mau wisuda, jadi ibu ikut pulang kerumah kalian nih? Boleh juga nak! Udah lama juga ibu enggak jalan-jalan nih, sibuk mikirin ladang aja,"


"Nah tu kan, ibu kayak Dania tadi jadinya, terlalu sibuk mikirin kerjaan sampai lupa jalan-jalan,"


Dania, juga orangtua Fakhri tertawa mendengar ucapan Fakhri.


"Iya iya, jadi ibu udah bisa beres-beres lah ya, soalnya mau pergi kerumah kalian ya kan, sekalian ngerasain rumah baru kalian,"ujar ibu Fakhri.


"Nenek mau kerumah fakran?"tanya fakran disamping ibu Fakhri.


"Iya, nenek mau tidur disana, sekalian papa kamu ada acara katanya,"


"Iya kata papa, papa mau wisuda nek, besok papa pasti sangat tampan."

__ADS_1


"Iya nak."sahut ibu Fakhri sembari mengusap-usap rambut fakran.


__ADS_2