3 Anak Genius Mencari Ayah

3 Anak Genius Mencari Ayah
Masih kenal denganku?


__ADS_3

Saskia memarkirkan mobilnya didepan toko roti, dirinya keluar dari mobil dan pergi ke toko itu ingin membeli cemilan.


Sampai di dalam toko itu ia menoleh ke roti yang menurutnya menarik, juga waiters yang berada didekatnya bertanya dengannya.


"Selamat siang buk, beli roti apa?"


"Selamat siang juga, roti disini tampak menarik ya, kalau yang ini berapa?"tanya Saskia menoleh ke roti yang seperti brownis berwarna coklat.


"Harganya 45 ribu, dan yang sebelahnya juga sama."


Saskia memandangi roti yang lain dan menoleh ke sekitar, pandangannya terlihat Dania yang baru keluar dari pintu dapur lalu memanggilnya.


"Dania! Hey Dania!"


Dania yang baru keluar dari dapur melihat sekitar dan terlihat seorang yang pernah ia jumpai, dirinya langsung pergi.


Saskia langsung mengikuti Dania dan menghalangi jalannya.


"Dania! Masih kenal denganku?!"tanya Saskia tersenyum.


"Aku tak mengenalmu, permisi!"


"Tidak, kau pasti masih mengenalku, aku Saskia, yang mengantarkan mu sampai rumahmu."

__ADS_1


Mata Dania menyipit, ia memang mengenal wanita itu berusaha tak mengingat kejadian yang terjadi bersama wanita itu.


"Ya kau masih mengenalku kan?"


"Kau kesini untuk membeli roti? Silahkan beli dan semoga suka."ucapnya dengan tersenyum tapi merasa kesal kenapa saskia menegurnya, merasa ada sesuatu yang ingin disampaikannya.


"Hey kau sudah melahirkan? Oh ya jika anakmu sudah lahir aku bersedia menjaga anak-anak itu, kau tau dalvino juga menginginkan kehadiran anak-anak itu, dia selalu kepikiran dengan kandunganmu dan bertanya-tanya apakah kau sudah lahir atau belum."tangkas Saskia melihat wajah Dania.


Dania menghela nafasnya"Sebaiknya kita jangan bercerita disini, ayo kita keluar dulu."


Dania mengajak Saskia untuk berbicara diluar toko kemudian berdiri didepan mobil Saskia.


"Apa dia tak pernah berfikir jika aku sudah menggugurkan janin itu? Aku juga merasa menjadi wanita yang sangat kotor setelah kejadian itu, tetapi aku sudah sengaja ingin melupakan itu dan kau malah mengungkapkan lagi."Cicit Dania yang menatap Saskia.


"Baiklah kalau begitu, kau kemana saja? Sudah lama tak nampak."tanya Saskia menoleh ke wajah Dania.


"Aku tak kemana-mana, mungkin kau saja yang tidak melihatku."


Saskia tertawa kecil"Iya benar juga."


"Tetapi jika anak dari dalvino masih hidup, apa benar kau akan mengurusnya?"


"Ya aku bersedia, ditambah lagi aku sudah menikah dengan dalvino orangtua ku selalu bertanya kapan punya momongan."

__ADS_1


"Kau sudah menikah dengannya? Kenapa tak dari dulu saja?"


"Aku sedari dulu menganggap dia adalah temanku, bukan lebih, aku mengikutinya karena dalvino sangat suka dengan hal yang onar, jika dia salah tujuan maka orangtuanya akan marah besar dan membuat dia ingin kabur dari rumah."jawab Saskia mengingat tentang dalvino yang menurutnya nakal tetapi ia tetap menjadi teman dalvino.


Sampai dirumah, Dania masuk kerumahnya dengan murung, merasa tak menyangka jika jumpa dengan Saskia. Ia juga malas keluar tadi karena ditelpon dengan kakaknya dan harus menemuinya, dia terpaksa menuruti permintaan kakaknya.


Fakhri yang duduk diruang tamu menoleh ke arah Dania yang masuk lalu duduk di kursi ruang tamu.


"Hey, kenapa?"tanya Fakhri melihat Dania yang bersandar di sandaran kursi tamu.


"Fakran sudah pulang?"tanya Dania tak menoleh ke Fakhri.


"Belum, kau tau menurutku tak terasa anak kita sudah besar, dan kita pun menjadi orang tua, aku merasa kita—."


"Menurutmu bagaimana jika 3F aku berikan ke Saskia? Dia tadi bilang jika anak-anak itu sudah lahir dia ingin mengurusnya, aku rasa aku masih terlalu muda menjadi ibu."dengus dania, dirinya masih terngiang-ngiang mengingat ia bertemu Saskia.


"Kenapa kau mengatakan seperti itu?! Huft aku kira kau siap semenjak sudah ada fakran dan 3F, tetapi kini  sudah berubah lagi. Dania tatap aku!!"ucap Fakhri yang menyuruh Dania menatapnya.


Dengan malas juga Dania menatap manik mata Fakhri, lalu menaikkan alisnya sebelah.


"Bukankah kita sudah berjanji akan membesarkan anak sama-sama? Kau dan aku sama, mempunyai anak yang tak sepenuhnya anakmu, jika mau kita bisa membuat anak lagi agar murni dari hasil kita sendiri."ucap Fakhri.


Dania langsung tertawa geli mendengar ucapan Fakhri, menggeleng kepalanya tak menyangka Fakhri bisa mengatakan itu, menoleh ke Fakhri pun tak sanggup karena merasa geli.

__ADS_1


Fakhri yang berhasil mencairkan badmood Dania langsung tertawa kecil tersenyum melihat Dania ceria kembali.


__ADS_2