3 Anak Genius Mencari Ayah

3 Anak Genius Mencari Ayah
Rencana bulan madu


__ADS_3

Pagi hari, dalvino masih terlelap ditempat tidur dan selimut masih menempel di badan dalvino, Saskia sudah bangun dan membuka jendela kamarnya, cahayanya terkena wajah dalvino yang masih terlelap tidur namun dalvino tetap tetap masih tertidur.


Saskia menoleh ke dalvino, ia tersenyum, tak menyangka dalvino masih tetap tidur padahal sudah terkena cahaya matahari, lalu pergi keluar kamar untuk ke dapur mengambil roti dan susu untuk dalvino.


Sampai didapur, semua yang berada di dapur langsung melihat ke Saskia, memakai baju santai yang tidak seksi membuat Nadya curiga dengannya.


"Wah, kukira kau masih berantakan karena pertempuran tadi malam."seloroh Nadya yang menyuci piring menoleh Saskia sekilas.


"Pertempuran? Pertempuran apa?"tanya Saskia bingung duduk di bangku meja makan, mengambil roti.


"Ya pertempuran, pastinya kalian tadi malam menikmati malam pertama."ujar Nadya.


"Nadya! Kau ini kenapa bicara yang seperti itu,pertanyaan yang lain kan banyak mengapa kau harus bertanya tentang itu!"tekas ibunya yang sedari tadi mendengar ucapan Nadya.


"Ups, maaf .... Saskia."sahut Nadya menahan tertawanya lalu menoleh lagi ke Saskia yang fokus memberi selai ke roti tawar.


"Dalvino belum bangun?"tanya ibunya.


"Belum Bu, dia lelah sekali, tadi malam saja jam 2 pagi baru masuk kamar, itupun Saskia rasa disuruh kakaknya baru masuk kamar, jika tidak mungkin 1 malaman dia bisa tidak tidur."jawab Saskia yang selesai memberi selai srikaya ke roti tawar lalu menuang susu ke gelas.


"Kenapa begitu?"tanya ibunya.


"Karena dalvino itu keras kepala, jika dia tak dipaksa dia takkan masuk, dia hanya takut dengan ayahnya, jika yang lain dia suka sering melawan."


"Tapi jika denganmu dia serius kan? Saskia yakin dia takkan mengulangi kesalahannya lagi seperti dengan mantannya itu?"tanya ibunya penasaran menoleh ke Saskia.


"Menurut Saskia, dia serius, jika dengan wanita itu dalvino hanya terpaksa mengikutinya, dan wanita itu juga yang terlalu obsesi dengan dalvino."


"Kau tidak takut jika wanita itu bisa mendekati dalvino lagi, atau berbuat yang aneh dengan dalvino, soalnya jika wanita sudah nekat apapun bisa dilakukannya."sahut Nadya yang kini sudah selesai menyuci piring dan duduk di bangku meja makan.


"Tidak, aku selalu dekat dengan dalvino dan—."


"Tapi kenapa kau selalu dekat dengan dalvino? Kakak rasa kau selalu dibutuhkan dalvino, lagian juga kalian seperti menikah tanpa cinta."


"Kenapa kakak bisa berfikir seperti itu?"


"Yang mana?"


"Yang kakak bilang menikah tanpa cinta."

__ADS_1


"Ibu rasa kakakmu berbicara terlalu berlebihan, ya kan Saskia?"tanya ibunya yang sudah duduk disebelah Nadya.


"Ya sudah lain kali aku tak akan pernah penasaran lagi dengan hal orang lain walaupun itu adikku."ucap Nadya dingin dan cuek.


Saskia yang sedari tadi menoleh kakaknya ia tertawa sedikit, lalu bangkit"Saskia ke kamar dulu ya Bu, soalnya mau ngasi roti ke dalvino."


"Entah juga dalvino udah bangun."ujar Nadya.


Saskia pergi menuju ke kamar, dan ibunya hanya menggeleng mendengar ucapan Nadya.


Dan ternyata benar, dalvino sudah ada di ruang tv bersama suami kakak iparnya juga ayah mertuanya yang melihat dalvino dan suami kakak iparnya bermain play station.


Saskia langsung berjalan mendekati dalvino dan meletakkan sarapan dalvino pas didepannya.


Dalvino yang seru bermain langsung menoleh ke Saskia yang meletakkan 3 roti tawar juga segelas susu didepannya, dalvino langsung kembali bermain play station.


"Saskia, berapa hari cuti kerja?"tanya ayah Saskia yang kini Saskia duduk disebelahnya.


"5 hari, ayah aku menjadi heran saat aku mengenal dalvino, aku tak pernah melihat dalvino bermain game ini."ujar Saskia menoleh ke arah ayahnya.


Ayah Saskia pun tersenyum melihat dalvino yang masih asyik bermain play station.


"Terakhir aku memainkannya saat kelas 2 SMA, dan setelah itu aku hanya fokus dengan belajar di perusahaan bisnis ayahku, sebenarnya aku tak ingin bekerja disitu, namun ayahku tetap menekankan tetap disitu saja sampai akhirnya aku masih bertahan disana."ujar dalvino dengan matanya yanh masih fokus bermain.


"Setelah aku kalah dan akhirnya aku sarapan, iya kan?"jawab dalvino spontan menoleh Saskia sekilas.


"Boleh juga, asalkan kau menerima tantangan itu!"


Suami Nadya langsung memberikan stik play station ke Saskia"Nah, aku juga tak pernah melihat Saskia bermain game ini, aku merasa saat aku pulang kesini hanya aku dan Nadya yang sering bermain, dan itu juga saat anak-anak kami sudah tidur."suami Nadya langsung bangkit dan mempersilahkan Saskia duduk disebelah dalvino.


Dalvino yang menyaksikan itu hanya tersenyum.


Dan saksia menerima stik play station dan duduk di samping dalvino.


"Bermain game apa?"tanya Saskia menoleh ke dalvino sembari tersenyum.


"Kau yakin kau bisa bermain game ini?"


"Jika aku tidak pandai kenapa aku menerima tawaranmu bermain game ini, dan demi kau bisa sarapan secepatnya."jawab Saskia kemudian tertawa.

__ADS_1


Dalvino tertawa geli mendengarnya, ia merasa tak percaya dengan ulah Saskia sekarang namun dia menantang Saskia bermain game bola, dan Saskia begitu lancar dalam menekan untuk pemain dari negara apa yang dia pilih, dalvino juga sibuk memilih yang lebih jago untuk bertanding, dan akhirnya mereka bermain, Saskia juga dengan handal menekan tombol dari stik game itu juga mengambil bola.


Namun dalvino tak menyangka, Saskia sudah mencetak gol, ia hanya diam namun bisa mencetak gol, dalvino merasa resah namun saat dia menoleh Saskia ia tertawa, tiba-tiba suara perut dalvino terdengar, dalvino terdiam memegang perutnya lalu menekan pause.


"Kenapa kau menekan pause?"tanya Saskia.


"Aku lapar, aku makan dulu ya."jawab dalvino memelas.


Saskia menggelengkan kepalanya melihat tingkah dalvino yang sudah meletakkan stik play station lalu mengambil roti tawar yang sudah disediakan Saskia.


"Dan akhirnya dalvino mengaku kalah, padahal tadi bersama kakak dia sangat jago sekali, hey dalvino apakah kau tunduk ke Saskia?"ujar suami Nadya yang tertawa lalu bertanya kepada dalvino.


Dalvino hanya diam saja dan sekarang sudah menghabiskan 2 roti tawar.


"Wah pada ngumpul disini ternyata, Kakak bertanya boleh ga nih dengan kalian? Emm terutama untuk dalvino dan Saskia ya."ujar Nadya yang baru datang dan duduk disebelah ayahnya.


"Boleh bertanya tapi jangan yang aneh-aneh."sahut Saskia menoleh sekilas ke Nadya.


"Kalian nggak berangkat bulan madu? Kakak dulu setelah langsung pengen banget pergi bulan madu,"


"Untuk apa pergi bulan madu?"tanya sakit namun dalvino terbatuk, Saskia langsung menoleh ke dalvino dan memberikan susu ke dalvino yang terbatuk.


Dalvino langsung mengambil susu itu dan meminumnya hingga tandas.


"Dalvino langsung kikuk dengar bulan madu."


"Udah ga usah panjang-panjang lagi, kalian merencanakan bulan madu dimana? Apa perlu Kakak rekomendasikan untuk kalian tempat yang romantis untuk kalian?"tanya Nadya yang dalam diam memaksa adiknya untuk bulan madu.


"Nggak usah, 3 hari lagi palingan kami udah balik kerja."jawab Saskia.


Dalvino yang ingin menjawab pertanyaan dari Nadya langsung terdiam mendengar ucapan Saskia.


"Sayang banget kalo dilewatkan, kapan lagi harus nikmati waktu berdua sambil liburan."


"Rencana nya sih di Singapura kak, disana kan banyak tempat untuk romantis, juga di Bali, dalvino pengen di bali sih, palingan di Bali nanti sama Saskia, Saskia juga udah siap sebenarnya cuma malas ribet, karena Saskia tidak suka dengan hal yang ribet."


"Itu sudah menjadi resiko, belum lagi punya anak udah males ribet."ujar Nadya.


Saskia langsung pergi ke kamar, meninggalkan dalvino dan yang lain di ruang tamu, sebenarnya ia ingin menyahut cibiran dari Nadya, hanya malas ribut dengan Nadya ia takut ayahnya membentak dirinya, karena memang sedari dulu Nadya dan Saskia kurang akur.

__ADS_1


"Nadya, kamu itu selalu buat adikmu kesal, padahal saat kamu tidak ada disini Saskia sangat enak diajak cerita, setelah ada kamu dia langsung ingin marah, kau ingin melihat ayah marah."ujar ayahnya menoleh ke Nadya.


"Tidak ayah, aku tidak memancingnya kesal, hanya saja dirinya yang gampang emosi."tekas Nadya melipat tangannya di dada, merasa dirinya tak bersalah namun rasa dihatinya juga enggan meminta maaf dengan Saskia.


__ADS_2