3 Anak Genius Mencari Ayah

3 Anak Genius Mencari Ayah
Kukira hari itu adalah pertemuan terkahir kita


__ADS_3

Pesta pernikahan asya berlangsung dengan khidmat, dan teman-teman arka juga sudah tampak hadir di pernikahannya. Tetapi tidak dengan teman-teman asya,padahal ia sudah membagikan undangan digitalnya di grup wa kelasnya 6 hari yang lalu.


Asya yang kini duduk di kursi pelaminan dan berdampingan dengan arka, dipadu dengan baju gaun berwarna Sage green juga jas arka yang sama dengan gaunnya membuat asya sangat bahagia tetapi tidak hatinya, ia terus bertanya-tanya apakah teman dikelasnya datang ke acara pernikahannya atau tidak.


Dengan teman-teman arka yang turut serta hadir, mereka berfoto bersama dengan kedua pengantin walaupun sudah memenuhi pelaminan mereka, tetapi itu sangat seru bagi mereka.


Mereka menyuruh kedua pengantin itu berdiri bersedia untuk foto bersama.


Setelah berfoto, mereka bersalaman dan ada juga yang berfoto Selfi lagi bersama pengantin.


"Yuhuuu Langgeng kakek nenek ya kalian!! Samawa untuk keduanya!! Oke arka lu jangan suka kabur-kaburan lagi yaaa!!!"ujar lelaki yang berada didepan arka, dan menurut asya itu adalah teman kampusnya.


"Iya!! Takutnya udah nikah kabur-kaburan lagi! Kan gawat ya kan?"sambut teman arka yang lain, mengatakan itu langsung tertawa.


Arka tertawa juga"Enggak bakal, gue udah gandeng istri gue biar gak kemana-mana!!"


"Oke oke hadiah ada ditempat meja kado ya, wajib dibuka nanti malam!"


"Langsung pake ya!! Hati-hati awas ga kedapetan!!"


"Oke oke aman!"arka tertawa melihat teman-temannya yang pergi dan tak lupa melambaikan tangan.


"Maksudnya apa?"tanya asya keheranan.


"Ehem, ituuu, malam pertama sayang."goda arka menoleh asya mengedipkan matanya beberapa kali.


Asya yang menoleh ke arka langsung tersipu"Ada-ada aja."


Asya menyapu pandangannya ke para tamu yang hadir, ia mendapati seorang yang ia kenal, dan tepat saja orang itu bersalaman dengan orangtuanya, ia kira dirinya takkan pernah jumpa dengan lelaki itu lagi, ternyata dia hadir didalam pernikahannya dengan arka.


"Aku rindu denganmu Fakhri, kenapa kau harus datang?"lirih asya didalam hatinya, ia murung kenapa matanya melihat lelaki itu lagi dan kenapa hadir lagi didalam hidupnya walaupun hanya hari ini. Asya mengira lelaki itu pergi selamanya dari hidupnya.


"Sayang, ayo duduk nanti capek, ga boleh capek banget ntar ga bisa nikmati malam pertama."ucap arka menggapai tangan asya.


"Ih sayang bicara apa sih? Malu tau."sahut asya yang kini sudah duduk, tersipu malu lagi mendengar arka mengatakan hal itu.


Sedangkan Fakhri, lelaki yang asya fikirkan tadi. Dirinya menyalami ayah asya, ia teringat dengan masa lalu saat asya sering mengajaknya kesini, dan dari dulu sudah sangat akrab dengan ayah asya.


Ayah dan ibu asya duduk berdua berbincang hangat, seorang lelaki dan juga istrinya serta anaknya mendekati mereka, walaupun dengan balutan kemeja berwarna ungu bercampur dengan putih garis-garis dan gaya yang berbeda ayah asya tetap mengenalinya.


Ayah asya langsung bangkit menyambutnya.

__ADS_1


"Fakhriansyah! Teman dekat asya, papa kira kamu enggak datang tadi, rata-rata yang baru Dateng pada teman arka semua."ujar ayah asya menjabat tangan Fakhri lalu memeluknya"Fakhri, papa ada firasat aneh saat melihat lelaki itu, papa seperti tak tega untuk meletakan anak papa ke tangan lelaki itu."


Fakhri yang awalnya ikut bahagia, setelah papa asya memeluknya dan mengatakan hal itu, Fakhri langsung termenung, ia heran dengan kata-kata itu, lalu melepaskan pelukan.


"Papa tidak perlu berfikir negatif, bahaya bagi papa sendiri, lebih baik papa doakan saja asya bisa menjadi lebih baik dan tidak ada halangan apapun, karena ..."Fakhri menoleh ke asya dan arka yang berfoto dengan fotografer"Karena mereka sangat serasi."


"Tetapi ayah mengira kau akan menikah dengan anak saya, lelaki itu jarang kesini, dan saat kesini dia hanya datang saat ingin membawa asya, dan gara-gara dia asya menjadi jarang pulang. Fakhri masih ingat kan dengan kejadian itu?"


"Fakhri, aku dan anak-anak duduk disana ya, mereka mau makan."sela Dania disebelah Fakri yang ingin duduk. Ditambah lagi anak-anaknya mengajak duduk Dania menyuruh anaknya bersabar dan bolak balik mendengar keluhan anaknya.


"Oh iya silahkan nyonya Fakhri, dinikmati saja hidangannya, tetapi Fakhri disini dulu,"sahut ayah asya tetapi masih menahan Fakhri untuk tidak pergi.


"Tapi pak, saya juga mau makan dulu."tangkas Fakhri yang ingin melarikan diri.


"Tunggu dulu, ada banyak hal yang saya ingin tanya dengan anda, pak Fakhriansyah."jawab ayah asya ramah sembari tersenyum sekilas.


"Ada apa pak?"tanya Fakhri heran, menurutnya hal yang tak dia inginkan terjadi.


"Menurutmu? Lelaki itu memang pantas bersama anak saya?"tanya ayah asya pelan namun penuh penekanan, ia masih tak percaya jika asya menikah dengan lelaki yang sangat asya cintai.


"Pantas pa, sangat pantas, dilihat dari raut wajah asya, asya sangat senang dengan lelaki itu! Bapak jangan khawatir jika mereka sudah bersama setidaknya mereka bisa belajar mandiri."jawab Fakhri serta memberi saran.


"Iya, saya harap semoga asya bahagia selalu dengan arka."ujar Fakhri sembari tersenyum.


"Iya."balas ayah asya singkat.


"Bicara apa nih dari tadi? Serius banget ceritanya? Masalah perusahaan ya?"tanya ibu asya yang baru datang dengan membawa semangkuk roti jala.


"Iya sayang, makan dulu ya."


"Oke semoga sukses."jawab ibu asya mengacungkan jempolnya lalu pergi.


"Saya harap anak saya bersatu denganmu, ternyata tidak, saya merasa anak saya lebih pantas bersanding denganmu dibandingkan dia."ujar ayah asya berbisik ditelinga Fakhri, karena disana ada alunan musik, ia takut Fakhri tak mendengarnya.


Fakhri mematung, bibirnya membisu, ia tak menjawab ucapan dari ayah asya, firasatnya yang tidak-tidak terjadi, Fakhri berfikir akan terjadi hal yang tak mengenakkan, dan juga asya tak pernah membicarakan tentang arka kepada Fakhri, asya selalu menyembunyikannya, entah karena asya suka juga dengannya entah karena ia takut Fakhri tak menemukan jalan pintasnya jika curhat dengannya.


"Papa!! Fara ingin berfoto dengan pengantin itu!!"desak Fara menarik-narik baju Fakhri.


Fakhri langsung tersadar dari lamunannya, melihat kebawah sudah ada Fara dan feya.


"Iya pa, pengantinnya sangat cantik! Cantiiik sekali!!"tukas feya yang tak kalah dengan Fara, mereka memuji pengantin yang masih berfoto.

__ADS_1


"Eh iya iya! Papa makan dulu ya!"


"Papa sih saat kami makan papa malah sibuk cerita!"jawab feya spontan.


Ayah asya juga menoleh ke 2 orang anak kecil yang bersama Fakhri.


"Fakhri? Siapa mereka?"tanya ayah asya melihat 2 orang anak kecil itu.


Sedangkan Fara dan feya yang merasa dilihat dengan ayah asya langsung malu-malu, mundur dan tambah menarik celana Fakhri agar Fakhri pergi.


"Ah ini anak saya pak! Anak saya kembar!"jawab Fakhri.


Ayah asya terkejut, lalu tertawa"Setelah sekian lama ga kelihatan langsung punya anak aja, memang iya kalo udah nikah cepet banget punya momongan, ya udah sana makan ntar anak kamu nangis!!"


"Oh oke oke pa, permisi ya!"jawab Fakhri lalu pergi ke Dania.


Dania masih duduk di kursi berhadapan dengan fakran juga fidi, menikmati kue yang dihidangkan di atas meja serta menikmati alunan musik, menurut Dania lagu itu mengingatkannya kepada ibunya yang sering menyanyikan itu saat masih kecil. Yaitu judulnya first love.


Saat Dania mengambil kue lagi, ia meraba piring itu, lalu menoleh ke piringnya ternyata sudah kosong, fidi dan juga fakran malah menikmati yang ada di dalam toples.


"Hey kau sudah makan?"tanya Fakhri membuat Dania menoleh ke sebelah kanannya yang sudah ada Fakhri duduk dengan piring berisi lauk dan nasi.


"Iya aku sudah makan, dan sekarang aku ngemil dulu sembari menunggumu."jawab Dania menoleh sekilas Fakhri.


"Terimakasih sudah menunggu nyonya Fakhri."jawab Fakhri dengan ramah.


Dania tersenyum kecut mendengar ucapan Fakhri.


Setelah selesai Fakhri makan, lalu Dania dan Fakhri menuruti permintaan anak-anaknya yakni berfoto bersama pengantin.


Juga asya yang menoleh ke fakran, wajahnya sangat mirip dengan Fakhri, asya memandang lama wajah fakran sampai bersiap berfoto.


Fotografer memulai mengambil gambar, dan mereka bersiap lalu tersenyum.


Setelah berfoto, mereka bersalaman lalu pergi.


Saat fakran menyalaminya, ia mengusap rambut fakran dengan lembut. Tentu saja membuat fakran terkejut dan langsung menoleh wajah asya.


Rasa hati asya ingin memeluk fakran sekali lagi namun ia ragu untuk mengatakannya, ia berharap Fakhri dapat menjaga fakran sebaik-baiknya.


"Semoga kita nanti bertemu lagi, anakku ... Fakran."lirih asya dalam hatinya menoleh ke arah fakran yang telah pergi.

__ADS_1


__ADS_2