3 Anak Genius Mencari Ayah

3 Anak Genius Mencari Ayah
ulah sefira


__ADS_3

"Kau beneran ingin pergi dari pekerjaanmu itu?"


"Ya."


"Hey gajimu sudah double disitu, mereka membayar mahal dirimu karena mereka segan dengan dirimu. Jadi apa yang kurang? Kau masih ingin pergi dari situ juga?"


"Tekadku sudah bulat! Aku tak pernah melenceng dari janjiku sendiri!"


"Oke baiklah, bagaimana nanti jika kau jumpa dengan—."


Sefira mematikan telponnya dengan temannya, menurutnya untuk malam ini selalu mengingat rencananya saja ia sangat bangga. Jika teringat dengan nama lelaki itu, rasanya ia sangat ingin menyuruh orang untuk membunuh lelaki itu, tetapi itu takkan pernah bisa, rasa cintanya lebih besar dari egonya. Yakni dalvino.


Menurutnya Windi teman kantornya bisa dipercaya walaupun terkadang mulutnya suka berlebihan jika berbicara dengan sefira tetapi tenang saja, ancaman sefira dengan Windi sudah aman. Bagaimanapun caranya Windi ikut menjalankan misinya.


Esoknya sefira masuk dengan terlambat di kantornya, di dalam kantornya juga sangat ricuh, tetapi saat dia masuk di ruangannya semua orang melihatnya dengan wajah terkejut, seperti tak menyangka.


"Nah ini dia!! Dia membohongi kita semua!!"ketus Windi dengan emosi menunjuk sefira yang menaikkan alisnya.


"Apa? Apa yang terjadi?"tanya sefira mendekati Windi.


"Kau bilang! Kau akan memberikan datanya ke diriku, tetapi sampai sekarang tidak! Dasar pembohong, itu berkas penting!!!"gerutu Windi lalu melihat ke semua orang"Hey kalian! Sebaiknya kalian pecat saja wanita ini!! Dia katanya akan memberikan data laporan di bulan ini! Tetapi apa, dia berbohong!!"


Sefira menarik bahu Windi sampai Windi berhadapan dengannya lalu menamparnya.


"Aku bilang tunggu dulu!!! Kenapa kau tidak sabar? Seharusnya kau faham dan mengerti."


"Kau lupa?!! Laporan itu harusnya sudah ada! Sekarang sudah bulan Agustus!! Untuk bulan Juli kau belum juga memberikannya, apakah itu benar Tuan Chandra?!!!"perjelas Windi kemudian memanggil Chandra.


Chandra bingung dan kikuk berusaha sadar jika pagi ini kekasih hatinya mendapatkan masalah.


"E em Windi, sebaiknya kita bersabar dulu karena—,"


"KARENA APA?!!! KAU MAU AKU DIPECAT DARI SINI?!!"


"Sudah, daripada Windi yang dipecat dari sini, sebaiknya aku saja lebih dulu pergi!!"sahut sefira dengan lantang.


"Ya sebaiknya kau saja yang pergi!! Aku membencimu!!"Windi berjalan dengan geram mendekati sefira lalu menarik rambutnya, dan sefira juga begitu menarik rambut Windi.


"Hey hey hey sudah sudah!! Apa yang kalian lakukan!! Dalvino tolong!!"Chandra melerai kedua wanita itu dan meminta tolong kepada dalvino. Teman yang lainnya juga mengikuti Chandra meleraikan Windi juga sefira.


Mereka pun berhasil melerai Windi dan sefira yang masih ingin menjambak rambut dan mencakar wajahnya, dalvino mendapatkan Windi dan Chandra mendapatkan sefira, Windi masih kesal dengan ulah sefira. Tetapi didalam hatinya itu hanya dramanya saja yang akan dibayar oleh sefira.


"Sefira!!! Apa yang kau lakukan!! Kenapa, kenapa kau menghilangkan data itu! Itu sangat penting! Kenapa kau sepele dengan itu?! Kau tau kan apa yang terjadi kalau kau menghilangkannya?!!"ketus Chandra membuka suara, sedangkan yang lain tak bersuara.


Dalvino mendekati sefira, wajahnya sangat marah dan rahangnya mengeras, ia juga dari dulu tak suka dengan kelakuan sefira, dan akhirnya satu pukulan keras di pipi mendarat di pipi mulus sefira.


Sefira yang menatap wajah dalvino dengan geram langsung terpejam merasakan tamparan dari dalvino. Didalam rencananya tak ada seperti ini.


"Sebelum ayahku datang kesini, kau harus pergi secepatnya dari sini, aku sangat membenci wanita sepertimu!!!"ketus dalvino dingin.

__ADS_1


"Ya aku juga tidak suka lelaki sepertimu!!! Kau juga sangat menjijikkan, tak punya hati, tak punya fikiran!! Kau sangat gila!! Kau lelaki yang tak pernah memikirkan perasaan wanita,"sefira melihat semua orang di situ lalu pergi.


"Sefira!"Chandra memanggilnya lalu terdiam.


"Mulai dari sekarang, aku pergi!! Aku berjanji tidak akan menginjakkan kakiku di sini lagi!!!"ucap sefira dengan lantang sembari melangkahkan kakinya ke mobilnya.


"Da-dalvin, eh bos. Bos tidak takut jika sefira dan keluarganya akan—,"


"Tidak, itu tidak akan terjadi, itu kesalahan anaknya, kesalahan wanita itu sendiri, dia tidak bisa diandalkan menjadi kepercayaan perusahaan ini."


Windi tersenyum dengan bangga telah berhasil melancarkan aksinya, dan teringat juga dengan ucapan sefira jika dia tak membuat kesalahan disitu maka dia takkan pergi dari situ.


Sefira masuk ke dalam mobilnya lalu membawa pergi menuju rumahnya, akhirnya ia pergi dari tempat itu walaupun dengan cara seperti itu, jika tidak dia takkan keluar.


"Apakah ada bukti jika sefira menghilangkan data itu?"tanya Chandra dibelakang Windi.


Windi yang berjalan didepan Chandra langsung menghentikan langkahnya, ia mengingat lagi cara sefira sengaja menghilangkan data itu.


"Buktinya sekarang ada dirumah sefira sendiri!!"


"Kenapa tidak kau ambil saja kerumahnya?"


"Dia berjanji padaku akan memberikannya padaku! Jadi untuk apa aku harus pergi kerumahnya?"


"Jika kau tak sanggup kerumahnya kenapa tidak kau suruh orang lain saja?"


"Siapa?! Memangnya siapa yang akan mau pergi kerumah dia?!!! Menyuruh dalvino?!"


Sedangkan di kantor tempat dalvino, Chandra menceritakan lagi kejadian awal mulanya sefira ingin pergi dari perusahaannya.


Dalvino yang mendengarkan mendadak menguap, dirinya merasa mengantuk dan masih melihat Chandra menjelaskan.


"Jadi begitu ceritanya, kurasa sefira memang sejak dari dulu ingin pergi tetapi hari ini dia menunjukkan kejahatannya itu. Jadi bukan salah Windi, tetapi salah sefira."


"Jadi? Kapan kau pergi kerumah sefira?"


"Malam ini, aku akan datang kerumahnya sekaligus melamarnya."jawab Chandra dengan yakin.


"Jika sefira menolakmu? Bagaimana?"


"Aku akan membujuk orangtuanya, jika orangtuanya sudah setuju apalagi?"


"Yaa semoga rencanamu lancar."


"Hey but the way kau kenapa mengantuk? Tadi saat memarahi sefira kau keliatan segar bugar dan full power!! Tetapi sekarang ...."Chandra menggelengkan kepalanya mengingat tingkah dalvino tadi"Kau tadi malam pasti berolahraga dengan Saskia sampai pagi? Ya kan?"


"Percuma saja kau mengatakan itu jika aku tak mengakuinya."


Chandra tertawa geli melihat tingkah dalvino"Iya iya aku tau, kalian pasti berusaha mewujudkan keinginan dari orangtua Saskia, yaitu cepat dapat momongan, ya kan?!!"kemudian Chandra tertawa lagi.

__ADS_1


"Entahlah, lagian jika dia mengandung, aku juga khawatir tentang dirinya. Karena dia sudah mulai bekerja dan aku takut dia keguguran."


"Doakan saja, hey jangan lupa dukung aku ya!!"


Dalvino memberikan jempol kepada Chandra sembari tersenyum.


******


Malam tiba, Chandra mempersiapkan dirinya untuk datang kerumah sefira. Dengan memakai baju yang rapi, membawa cincin untuk bukti dirinya sudah melamar sefira.


Chandra berharap sefira akan menerimanya dan siap menikah dengannya, ketika sudah menurutnya rapi, ia langsung pergi menuju mobilnya lalu membawa pergi ke rumah sefira.


Di belakang rumahnya, sefira sudah bersiap dengan mancisnya ingin membakar berkas didepannya, menurutnya ini adalah rencana berikutnya, membakar semua sampah yang ia terima dari kantor dalvino atau berkas yang ia kerjakan selama bekerja disana.


Namun pembakaran itu tertunda dengan panggilan dari asisten rumahnya.


"Non sefira, non sefira ada disini rupanya, tuh non didepan ada orang yang mencari non! Kayaknya romantis banget, dia kayak—."


"Diem!!"sefira meninggalkan berkas itu lalu pergi ke ruangan depan dengan langkah cepat.


Sampai diruang depan, ia melihat Chandra yang sedikit berbeda, dengan bunga ditangannya ditambah lagi ada orangtuanya, merasakan jika Chandra membuat ulah yang aneh menurutnya.


"Sefira, sini duduk nak."ajak ibu sefira duduk disampingnya.


Sefira duduk disamping ibunya, menatap Chandra dengan tatapan datar.


"Jadi, saya disini berniat untuk meminang putri kalian, saya sudah lama jatuh hati dengan putri kalian, jadi untuk sefira apakah kamu menerima pinangan saya?"tanya Chandra tersenyum.


Ayah dan ibu sefira tersenyum bangga, juga orangtua Chandra yang sudah berada disampingnya.


"Ayah ibu, tunggu ya sefira pergi sebentar."sefira langsung bangkit pergi ke dapur dan kembali membawa berkas yang banyak.


Sefira tersenyum melihat Chandra"Ayo ikut aku."


Chandra bangkit langsung mengikuti sefira ke teras rumah.


Sefira memberikan berkas yang berada di map biru.


Chandra langsung menerimanya menduga itu adalah berkas yang menurut Windi hilang.


"Ini berkas yang kujanjikan dengan Windi!! Jadi ambillah, katakan kepada Windi misi sudah selesai!!"ketus sefira menatap Chandra.


"Jadi, jadi kau sudah merencanakan—."


Sefira meletakkan jari telunjuk ke mulut Chandra, mengkode untuk diam.


"Suuuuuut, diam, lamaranmu aku terima tetapi itu bohong, aku akan pergi dari sini dan kau jangan mencariku lagi."


"Sefira tapi—."

__ADS_1


"Tidak ada tapi - tapi!! Sudah ayo masuk ke dalam."


Chandra menatap sefira dengan tak percaya jika sefira sudah merencanakan itu semua.


__ADS_2