
Siang ini, Fakhri pergi ke kampusnya untuk mengambil baju toga untuk wisuda, ia sudah membayar biaya uang wisudanya.
Teringat dengan uang biaya kuliahnya, dia sudah mendapatkan beasiswa. Tapi hal yang membuat dia murung ia gagal mengajak Dania untuk berkuliah bersama.
Semenjak Fakhri pulang dan lama berada di sisi Dania, Dania tak memungkiri soal kuliah, malah Dania suka bertanya tentang bagaimana kuliah itu lalu dengan mata kuliah yang Fakhri pelajari, ia juga tak merahasiakan apapun dari Dania walaupun saat jauh dari Dania, Fakhri ada mendekati seorang wanita di kampusnya, yakni asya.
Fakhri masuk ke ruang bendahara, temannya bilang mengambil baju toga disana, saat masuk diluar ruangan itu saja sudah sangat ramai, mungkin lama untuk dirinya bisa mengambil, Fakhri pergi keluar dan pergi ke kantin.
Sampai di kantin ia melihat seseorang yang ia kenal, ditambah lagi orang yang Fakhri kenal itu dekat dengan orang ramai, ia menebak jika itu sekumpulan teman sekelasnya, merasa tak percaya menurutnya bukankah mereka sudah wisuda? Kan kenapa masih disini, Fakhri mendekati mereka.
"Ekhem, permisi!"panggil Fakhri yang sudah berada didekat mereka.
Seseorang menyadari Fakhri, lalu menoleh ke arah Fakhri"Hey, eh tamu darimana nih?! Sini sini kumpul! Dah lama kita ga kumpul-kumpul!!"Deri yang berada didepan Fakhri langsung mengambil kursi, menyuruh Fakhri duduk di bangku yang ia ambil.
Fakhri langsung duduk melihat sekitar temannya yang melihatnya juga.
"Lama tak nampak,"
"Kemana aja brooo!!"
"Acieee kena tinggalin sama asya, tapi tetap tegar ya."
"Hahaha udah makin lebat kumis Lo ya!"
"Widiiiiih calon orang sukses yang terlambat niii."
Begitulah sambutan Fakhri yang baru duduk, Fakhri hanya terdiam dan tersenyum, juga Deri yang meletakkan botol Aqua yang berukuran kecil masih tersegel didepan Fakhri juga sedotannya.
"Nah, silahkan diminum! Widiiiih kemana aja Lo Fakhri, kami tu sampai hampir jenggot putih nungguin Lo balik!"ucap Deri yang sudah duduk disebelah Fakhri.
"Iya, lagian udah ditinggal asya masih smile aja!"sahut Cholid yang melihat Fakhri.
"Heh! Dia ga pacaran sama tu cewek! Bukannya tu cewek udah ada pawangnya?!"balas Deri melirik sinis Chalid.
"Pawang buaya maksudnya!"sambut seseorang yang didekat Fakhri lalu tertawa.
"Lagian Fakhri, lu tau ga kalo asya hampir bunuh diri!!"ceplos Deri.
"Woy mulut! Bukan bunuh diri!! Tapi lagi caper!! Cari perhatian sama ayang!!"tangkas Abiya lalu menghisap rokoknya.
"Lagian cari perhatian kok ekstrim banget!!"ketus Deri.
Sempat terfikir Fakhri, dari luasnya kantin di kampusnya mungkin rombongan dari kelasnya yang ramai dan paling berisik.
__ADS_1
"Biasalah cewe, kalo enggak kayak gitu mah gak seneng hidupnya."ucap Abiya yang baru menghisap rokoknya.
"Eh ngomong-ngomong kalian pada datang pas asya nikah?"tanya Fakhri.
"Ga ada, gue rasa iya."jawab Deri berfikir.
"Alah palingan anak perempuan aja yang Dateng, kalo kita Dateng ntar dicurigain selingkuhan asya juga."tukas Azrul disamping Fakhri.
Abiya yang juga berada disitu langsung tertawa geli"Fakhri dong yang jelasnya! Ya kan?!"
Fakhri mendadak heran, fikirannya terngiang-ngiang dengan ucapan temannya yakni Deri.
"Eh gimana-gimana tadi? Asya bunuh diri?"
"Iya ri, Lo ga tau?"tanya Azrul menoleh ke wajah Fakhri.
"Enggak, aku gak tau."
"Idiiiih kemana aja Lo,"
"Aku ke Singapura, lagi nemenin istri bersalin."
"Woilah kalo Lo kesana kan wajib ganti nomor kan? Soalnya udah enggak Indonesia disana."
"Ho oh, lagian jauh banget sampai sana, jual karpet?!"tanya Deri menoleh ke Fakhri.
"Walah kalo dapet mertua tajir mah gitu, makan-makan yok di kafe! Traktir kami!!"ucap Cholid lalu tertawa.
Fakhri juga tertawa, dulu juga ia sering bergabung dengan rombongan teman-temannya itu. Tetapi mereka juga tidak suka melihat Fakhri didekati dengan asya.
"Eh tapi tunggu dulu! Yang herannya gue si asya itu kan punya pacar, trus dia deketin elo, itu konsepnya gimana?"tanya Deri.
"Eh lagian juga si asya sering lengket sama Fakhri daripada pacarnya."sahut Cholid melihat handphonenya.
"Ah beneran tu der?"tanya salah seorang temannya disitu.
"Iya, gue kan temen satu kos sama fakhri, tapi gue disebelahnya ya."jawab Deri.
"Gue yang jelasnya satu kamar sama Fakhri, tapi gue males pedulikan yang begitu."ucap Abiya lalu meminum es tehnya.
"Eh eh eh, lagian yang kalian bilang si asya bunuh diri, itu bener?"tanya Fakhri melihat sekitarnya.
"Iya bener!"jawab Cholid spontan.
__ADS_1
"Rencana dia mau mendarat didepan gedung fakultas hukum, eh ga jadi, mereka pada jeritin asya suruh turun, lagian pas gue liat dia mau jatuh malah ada sosok pangeran yang nyelamatin dia."jelas Cholid.
"Siapa?"tanya Fakhri menyimak penjelasan Cholid.
"Ya siapa lagi?"tanya Deri menaikkan alisnya sebelah menoleh sekilas Fakhri.
"Tuh! Itu yang buat gue males pacaran, ada masalah dikit langsung kayak gitu, kalo enggak update status galau, selingkuh, menyiksa diri sendiri, udah itu bunuh diri, kan aneh-aneh aja rasanya!"ucap Cholid.
"Ya tapi aku rasa itu mustahil bagi dia untuk bisa kayak gitu."
"Ga mungkin aja, ga mungkin dia bisa lawan kemauan diri dia sendiri, terutama saat dulu pas Lo ngerjain tugas, dia datang dengan senang, trus ga lama bawa Lo keluar, sekali keluar lama pulangnya!"ujar Abiya juga.
"Iya sih,"
"Tapi kalian tau cowok yang nolongin si asya?"
"Kagak, cewek entah cowok yang nolongin,"
"Lagian tu cewe manja banget dah sama Fakhri, setelah sekian lama Deket gitu apa ga ada rasa Lo sama dia?"tanya Cholid.
"Kagak ada,"
"Bohong Lo kalo ada!!"
"Iya bener tuh, kebanyakan cowo kalo Deket terus sama cewe malah ada rasa suka, jangan-jangan Lo sempet jadi selingkuhan si asya!"
"Ga tau deh gue."
"Tapi yang jelasnya Lo dulu kan selalu bilang kalo pacarnya si asya sering bilang sama Lo jauhin si asya, malah Lo deketin juga."
"Iya, mungkin dia bunuh diri karena depresi tuh ditinggal sama Fakhri, ya kan?"
"Iya, lagian pas itu juga katanya dia kayak ngomel-ngomel sendiri di atas gedung itu."
"Ga ada yang nolongin gitu?!"
"Gak ada, gue rasa semuanya sibuk dibawah teriakin dia suruh turun."ujar Deri.
"Lagian tu gedung tinggi banget, 6 tingkat lagi, gue rasa kalo dia jatuh udah buyar semua badannya, mana dia kurus lagi."ujar Cholid.
"Lagian bener ni dari satu kelas kita ga ada yang suka sama dia?"tanya Deri memastikan teman sekelilingnya ada yang menyukai atau tidak.
"Hahahaha gue mah tetap Hana aja, Hana kan si paling perfect!!"seru Chalid.
__ADS_1
"Di mata elu aja, ya kan?"tanya Abiya.
Semua teman Abiya tertawa mendengar ucapan Cholid, juga Fakhri tertawa geli, ditambah lagi mengingat kejadian mereka cinta monyet dengan teman sekelas.