
Pukul 7 pagi tiba, Fakhri mempersiapkan dirinya untuk sidang, dan akhirnya ia merasakan saat saat seperti ini, walaupun sebelumnya Dania menahannya untuk pulang ke Indonesia untuk melanjutkan menyusun skripsinya, itu tak menjadi masalah baginya.
Fakhri memakai baju kemeja putih yang sudah Dania siapkan di tempat tidur, celana, jas juga dasi. Jika dengan skripsinya, itu sudah terlihat sedia untuk dinilai dan di ACC oleh dosennya.
Tak lupa juga Fakhri merapikan rambutnya, juga memakai minyak wangi, agar kelihatan fresh dan memakai jam juga biar terlihat keren.
Setelah beres-beres, Fakhri langsung turun menuju ruang makan.
Rumah yang ditempati Fakhri terlihat tingkat, khusus kamar diatas dan ruang yang lainnya dibawah, rumahnya juga atas pilihan Dania, jika menurut Fakhri. Ia akan mengajak Dania untuk tinggal dirumah ayah ibunya saja, karena Fakhri adalah anak tunggal.
Diruang makan, feya, fidi, Fara dan fakran sedang sarapan menikmati sarapan yang Dania buatkan untuk mereka, dan menu sarapannya juga sama, yaitu nasi goreng dan Dania juga menyiapkan bekal untuk mereka.
"Mama, hari ini kami ada kelas ekstrakurikuler, kami pulang lama."ucap feya yang sudah selesai menghabiskan sarapannya.
"Iya, nanti mama aja yang jemput, soalnya pak sopir lagi libur,"jawab Dania yang masih menyiapkan bekal untuk fakran.
"Memangnya pak sopir kemana ma?"tanya Fara lalu minum.
"Dia demam, jadi tidak mengantar kalian hari ini."
"Wah mama pandai naik mobil?"tanya fidi tak percaya, dirinya juga sudah selesai sarapan.
"Pandai dong, masa iya mama fidi, feya dan Fara tak pandai naik mobil?"
"Iya mama fakran juga, mama sangat jago sekali membawa mobil, kalo dengan papa, papa bawa mobilnya lama banget!"sahut fakran spontan.
Ketiga bocah itu tertawa mendengar ucapan fakran, dan fakran juga tertawa.
"Waaaaaw siapa yang baru datang ini? Apakah pak guru? Atau semacam orang tampan?"tanya feya menatap ayahnya dengan serius.
"Itu ayah, ayah mau pergi kemana?"tanya fidi menoleh ke Fakhri.
"Ayah ada urusan dikampus, dan doakan semoga lancar ya!"Fakhri langsung mendekati feya lalu mencium pipinya dan yang lainnya juga.
Dania yang menatap itu menahan tawanya ditambah lagi Fakhri yang sudah siap mencium pipi anak-anaknya, ia berkacak pinggang dengan fakhri yang kini ada didepannya.
"Aku? Aku tidak dicium juga?"tanya Dania menahan tawanya.
Fakhri langsung tertawa dan mendekati Dania lalu mencium pipi Dania, kening dan bibir, juga ******* sekilas bibir dania.
Dania yang merasakan itu langsung mendorong Fakhri"Jangan berlebihan, kalau mau berlebihan lain kali saja!!"
__ADS_1
Fakhri tidak ikut marah, ia tertawa geli melihat Dania, ia menebak sudah pasti Dania malu dan pipi Dania juga memerah dibuatnya.
Dania mencubit pipi Fakhri"Banyak anak-anak disini!!"
"Iya iya nyonya Fakhri, doakan lulus ya, oh ya kalau mau datang ke kampus juga bisa, menanti aku selesai sidang!"
"Minimal jika aku sampai kesana kau sudah selesai sidang, aku malas menunggu!!"ketus Dania.
"Oke doakan saja!"ucap Fakhri memainkan matanya.
Setelah anak-anak Dania sarapan, Dania langsung pergi ke mobil, memanasi mobil dan masuk kedalam rumah, ternyata semua anak-anaknya sudah selesai memakai sepatu, dan mengajak Dania untuk mengantarnya.
"Iya iya tunggu ya, mama mau panggil papa dulu."
"Yaaah ga enak dong, ntar lama banget lihat mama mengendarai mobilnya!"rengek fidi.
Dania melihat ke pagar rumahnya, dan tepat saja ada Fakhri yang pergi menuju pagar juga, mungkin menunggu ojek.
"Fakhri!! Hey!! Ayo bareng aja!!"
Fakhri menoleh ke Dania yang memanggilnya, ia segera melangkahkan kakinya ke Dania.
"Kita pergi sama-sama saja, kau sudah memesan ojeknya?"
"Masih mau memesan."
"Ayo bareng aja,"
"Okelah, tidak terlambat kalau sambil mengantar anak-anak?"
"Kuusahakan tidak."jawab Dania menantang dengan melipat tangannya di dada.
Sampai di kampus, Fakhri yang sudah duduk di antrian sidang, ia memijat pelipisnya mengingat Dania mengendarai mobil dengan kencang juga menyela yang menyebabkan ia syok mendadak melihatnya, membuat kepalanya cukup pusing.
"Fakhriansyah!"panggil seseorang dari depan, dan Fakhri langsung bangkit tak terasa sudah urutan dirinya, ia berharap semoga tidak pusing menjawab pertanyaan dari dosen sidangnya kali ini.
Saat sore, di sekolah PAUD HARAPAN BUNDA, Dania menunggu anaknya pulang, hampir semua orang tua dari anak-anaknya menunggu disana, sekaligus melihat kegiatan yang diikuti anaknya.
Dan tepat saja fidi mengikuti kelas musik, Dania berdiri melihat fidi dengan lancar memainkan piano dengan guru pembimbingnya, juga melihat yang lainnya, tetapi yang membuat Dania heran kenapa mereka tidakĀ ekstrakurikuler saja? Tetapi Dania tak terlalu memikirkan itu, ia terus melihat bagaimana anak ya berkembang dan menjadi orang yang berbakat.
Handphone Dania berbunyi, ia langsung mengambil, melihat nama yang tertera di panggilan itu, yakni Fakhri, ia langsung mengangkatnya.
__ADS_1
"Halo Fakhri? Ada apa?"
"Aku sudah selesai, bisakah kau menjemput ku sekarang?"
"Bisa, sebentar ya,"Dania langsung mematikan telpon, ia langsung pergi ke mobil menjemput Fakhri, kampus Fakhri juga tak jauh dengan paud anak-anak Dania, juga sekolah fakran, makanya ia bisa mengantar sekaligus.
Sampai di kampus Fakhri, Dania menoleh ke pagar dan Fakhri mendekatinya.
Fakhri yang sudah sampai dimobil Dania langsung membuka mobil, lalu masuk kemudian menutupnya kembali, ia mendadak menjerit berteriak kegirangan.
"Akhirnya! Akhirnya Dania!! Aku lulus disana!! Wah betapa enaknya sudah wisuda, tapi ...."Fakhri mendadak diam.
Dania panik, langsung menoleh ke Fakhri.
"Tapi apa?"tanya Dania.
"Tapi seminggu lagi,"
Dania langsung tertawa mendengar ucapan Fakhri yang memelas, lalu menghidupkan mobilnya kemudian mengendarainya.
"Aku kira langsung wisuda, ternyata tidak."
"Yang terpenting kau tidak memikirkan skripsi lagi, kau tau anak-anak sudah mengeluh denganku, mereka bertanya-tanya kapan kau tidak ke kampus lagi, mereka rindu saat bermain denganmu,"ujar Dania sembari memberitahu bahwa anak-anaknya rindu bermain dengan Fakhri.
"Ah iya juga."
"Kau jangan memikirkan pekerjaan, berdoa saja semoga ada pekerjaan yang pas untukku."
"Iya, setidaknya aku juga ingin beristirahat, rasanya kepalaku ingin copot memikirkan skripsi kemarin, walaupun sudah benar juga aku tetap mencari kesalahan,"
"Sudahlah jangan difikirkan, kita juga harus memberitahu ayah ibumu, dan ayah ibuku juga jika kau akan wisuda,"
"Iya, hey ngomong-ngomong kau tak membeli ijazah? Atau kuliah."
"Aku tak memikirkan itu lagi, yang kupikirkan tentang cara memasak saja, ibuku selalu bilang jika sudah menikah aku harus lihat dalam memasak."
"Iya benar juga,"Fakhri bersandar di sandaran kursi mobil"Wah sangat lega, rasanya aku ingin tidur."
"Ini sudah sore, tidak baik untuk tidur."
"Iya iya nyonya Fakhri."sahut Fakhri dengan ramah dan tak menoleh ke Dania. Sedangkan Dania hanya tertawa kecil mendengar ucapan Fakhri.
__ADS_1