3 Anak Genius Mencari Ayah

3 Anak Genius Mencari Ayah
Keluh kesah 3F


__ADS_3

"Feya, kau pernah melihat kak fakran yang selalu dekat dengan papa?"tanya fidi yang kini mereka berada diruang tv, menurutnya tempat ini biasanya tempat ayahnya dan fakran bermain, tetapi akhir-akhir ini jarang.


"Emm sepertinya iya, aku pernah melihatnya, bahkan pulang sekolah juga kak fakran harus dengan ayah, seperti tidak boleh saja dengan yang lain!!"ketus feya melepaskan mainannya kemudian menatap fidi.


"Iyaa, setiap ada Fara dan feya, kak Fakran langsung pergi, seperti tak mau bermain dengan kita."ucap Fara murung tak menatap kedua saudara kembarnya.


"Iya dia hanya mau bermain dengan kak fidi saja, iya kan kak?"tanya feya menatap wajah fidi.


Fidi mengernyitkan alisnya merasa tak terima dengan ucapan feya"Perasaanku kak fakran mau bermain dengan kalian, hanya saja kalian malas bergabung dengan kak fakran!!"


"Iya aku yakin!"


"Tidak aku tak percaya!"


"Aku percaya!"


Fara menoleh bolak balik ke feya dan fidi yang tak terima dan cek Cok, dirinya langsung pusing lalu menjerit"Sudaaaaaaaaah!! Cukup kak cukup!!"


Fidi dan feya menoleh ke Fara yang merasa tak betah dengan cek Cok mereka, murung merasa bersalah.


"Fara, kakak minta maaf ya sudah ribut didepan Fara."ucap fidi lembut mendekati Fara yang cemberut menatap kedua kakaknya.


"Fara terlihat cantik ketika cemberut."ucap feya menggoda saudari perempuannya.


"Huaaaa kakaaaak! Ucapanmu itu sangat menjijikkan!!"ketus Fara geram melihat feya, melihat wajah fara seperti itu Fara langsung mencubit pipi saudari perempuannya.


Fidi yang melihat itu langsung tersenyum lalu tertawa.

__ADS_1


Saat sore, fakran pulang bersama Fakhri yang baru pulang dari kampusnya.


Fidi yang keluar kamar langsung terdiam menghentikan langkahnya melihat fakran pulang dengan menggandeng tangan Fakhri.


Wajahnya muram, menurutnya ayahnya tidak adil selama ini, bermain bersama sudah jarang dan selalu sibuk dengan urusan kampus.


"Kakaaaak, kakak liat siapa?"tanya feya dibelakang fidi.


Fidi menoleh ke feya yang penasaran, ia menghiraukannya.


Feya yang kesal dengan kakaknya yang tak menjawab pertanyaannya langsung ikut mengintip dan membuka lebar pintu kamarnya.


Fidi panik melihat pintu kamarnya dan adiknya"Feyaaaaaa!! Kau ini selalu meresahkan saja!!"ketusnya melihat feya dengan geram.


"Habisnya kakak ... Eh ada kak fakran."feya juga menoleh ke fakran yang baru pulang, dengan santainya pergi ke kamar.


Dania duduk di bangku meja makan, mengaduk susu hangat dan saat ia minum fidi menegurnya.


"Mama, kak fakran tak ingin bermain denganku jika aku dekat dengan adik-adik."keluh fidi.


Dania menoleh ke kanan yang sudah ada fidi duduk menatap dirinya.


"Kenapa begitu? Jika tidak salah mama sering juga melihat fidi bermain dengan kak fakran. "tanya Dania penasaran.


"Iya tetapi tidak dengan feya dan Fara, kata kak fakran anak perempuan harus bermain dengan perempuan, tidak boleh dengan laki-laki."jawab fidi polos.


Dania menggelengkan kepala sembari tersenyum, mengusap rambut fidi yang lembut menurutnya sama dengan rambutnya.

__ADS_1


"Ibu juga pernah melihat itu, kakak fakran hanya mau bermain dengan fidi."


"Karena Feya dan Fara anak perempuan ya bu makanya kak fakran tidak suka?"tanya fidi spontan dengan memelas.


"Iya, sebenarnya bermain bersama juga tidak apa-apa, tetapi hanya kak fakran yang tak suka bermain dengan perempuan."


"Tapi bu, kak fakran tidak bisa begitu, feya dan Fara harus bermain bersama kak Fakhri!!"sahut feya yang berada disamping kiri Dania.


Dania menoleh ke feya juga fara ada disana, merasa tak terima dan mengeluh dengan ulah Fakhri.


"Feya dan Fara pernah berbuat salah makanya kak Fakhri tak ingin berteman dengan kalian?"tanya Dania ke feya dan Fara.


"Tidak, menurut Fara, kak Fakhri memang tak mau, juga dia—."


"Iya kak fakran tak memberikan kami bisa bersama dengan ayah, selalu dengan dia saja!!"


"Ibu, apa jangan-jangan ayah kami bukan—."


"Suuut tidak boleh bilang seperti itu!! Tidak baik sayang."ucap Dania memotong ucapan fidi yang hampir mengatakan jika Fakhri bukan ayah mereka.


"Sabar sayang, lain kali ayah pasti bisa bermain dengan kalian."sambung Dania menoleh ke 3 anaknya dengan tersenyum.


"Iya ma fidi minta maaf."ucap fidi merunduk.


Feya dan Fara yang masih disana juga ikut merunduk, merasa bersalah.


"Ini salah feya yang terlalu penasaran kenapa Kak Fakhri tak ingin bermain dengan kami."

__ADS_1


"Iyaa sayang."jawab Dania.


__ADS_2