
Aisha Zamani atau yang biasa dipanggil Aisha, gadis berusia 19 tahun ini bekerja sebagai pedagang kaki lima di pinggir jalan besar untuk menghidupi dirinya sendiri. Karena hanya lulusan SMA dan itupun masih tidak lulus dan ia hanya bersekolah sampai kelas 11 saja membuat ia terpaksa berjualan mie ayam keliling, membuat mie adalah keahliannya dan ia jadikan sebagai sumber mata pencaharian uang, tak ada saudara ataupun kerabat ia harus tegar dalam menjalani hidup di kota penuh dengan godaan ini dengan sabar dan diiringi dengan senyuman untuk memikat hati pengunjung yang datang ke kedainya
John Abraham, mafia sadis nan berbahaya yang sangat ditakuti oleh para musuhnya dan berwajah dingin mengalahkan gunung es di kutub selatan membuat para musuhnya serta orang yang mengenalnya memberinya julukan yakni 'The Godfather of Mafia', selain mafia ia jadikan sebagai profesinya, ia juga seorang pengusaha tampan nan gagah, perusahaannya mencangkup hampir semua bidang yakni fashion, mebel, tambang, kesehatan, dan masih banyak lagi
Harta tak terkira, rumah mewah berlantaikan tiga serta usia hampir tiga kepala, memiliki wajah yang tampan dan sedikit berjanggut, iris mata hitam pekat, otot-otot tangan yang tercetak sempit di lengan pendek kemejanya membuat para wanita yang melihatnya bisa terbuai akan ketampanan dan otot-otot tangannya
*John prov*
Brakkk!! semua berkas berkas aku lempar ke sembarang tempat hingga membuat 4 sekretaris ku langsung masuk dengan gugup dan menundukkan kepala mereka masing-masing
"Apa semua ini!! ha!!" seru ku dengan suara berat khas ku dan dengan raut wajah merah padam menahan amarah
"Ppppak, kami sudah mengatakan beberapa kali pada tuan Morgan agar membayar semuanya sejumlah Rp,400 trilliun tapi ia hanya mau membayar Rp,150 trilliun saja dan berkilah kalau dia itu teman dekat anda pak" jawab gugup salah satu dari mereka padaku dengan gugup
Aku terdiam sebentar sembari bersandar di kursi kerjaku sambil kukepalkan tanganku
"Panggil Kevin jam siang nanti ke ruangan ku!" seru ku kembali sambil menatap datar dan dingin kearah empat sekretaris ku
Ya, karena banyaknya perusahaan yang aku dirikan dan belum lagi usaha senjata api ilegal yang membuatku menjadi mafia aku membutuhkan sekretaris lebih dari satu
Mereka para sekretaris ku menundukkan kepala tanda mengerti dan mengambil kembali semua berkas berserakan langsung pergi keluar meninggalkan ruangan ku
Aku tersenyum tipis sembari mengingat perkataan sekretaris ku
"Heh.... Morgan Morgan, sepertinya aku terlalu baik padamu, lihat saja nanti" ucap ku dengan senyum smirk khas ku
*Aisha prov*
__ADS_1
Aku membuka panci rebusan mie dan ku majukan sedikit kepala untuk melihat isi dalamnya dan akupun tersenyum senang
"Yes, Alhamdulillah sebentar lagi dagangan ku habis terjual jadi hari ini bisa tidur-tiduran lagi deh di kos-an ah... sedapnya, Sarah!! kemari sebentar!" ucapku teriak sambil meregangkan otot-otot ku
Sarah, partner sekali sahabat satu-satunya yang aku miliki juga hanya ia yang kukenal datang menemui ku padahal ia lagi nyuci piring lho 🤣🤣
"Apa sih teriak-teriak? kek orang kesurupan tahu enggak! ada apaan?" tanyanya kesal dan aku membalasnya dengan cekikikan
"Hehehehe maaf deh, ini aku cuman mau kasih tahu sisa dagangan tinggal dikit ini mau diapakan? kita makan atau tunggu pelanggan datang lagi?" tanya ku bingung sambil menggaruk kepala ku padahal tidak gatal ketika melihat raut wajah kesal Sarah
"Hmmmm.... tunggu aja kali ya Aisha, soalnya tinggal dikit nanggung kalau kita makan lagipula juga kau harus bayar uang kos-an kan" jawab Sarah memberi solusi padaku
"Bener juga yah, yaudah kita tungguin aja lagi pelanggan, sekarang kau cuci piring gih" ucap ku dengan nada mengusir sambil beraut wajah jelek ku bawakan
"Dari tadi aku cuci piring tapi kamunya teriak-teriak kek orang kesurupan" jawabnya kesal sambil berjalan menghentakkan kaki keras ke lantai
Sementara itu di ruang John.....
Tepat jam makan siang, seorang pria tampan memakai pakaian santai datang menemui John di ruangannya
John yang sedang bermain game hanya melihat sekilas siapa yang datang kemudian ia fokus lagi melihat gamenya
"Hadeuhhhh,,, enak ya kalau udah tajir melintir bisa main game kapan aja, ada apaan cari gue?" tanya Kevin dengan santai sembari duduk di depan John
"Jam 10 malam nanti aku mau kau tangkap Morgan dan bawa dia ke mansion!" seru John dingin
Tanpa banyak berdebat ataupun bertanya, Kevin mengangguk dan pergi meninggalkan John, ia sudah tahu apa yang akan dilakukan John nantinya pada Morgan
__ADS_1
Jam menunjukan pukul 19.00 wib..
*John prov*
Kulihat jam sudah segini dan akupun berpikir semua karyawan serta sekretaris sekretaris ku pasti sudah pulang
Aku meregangkan semua otot-otot ku setelah hampir seharian duduk di kursi sambil bermain game kesayangan ku
*Kruyuuuuuk* bunyi lapar diperut ku menandakan aku harus makan
Rasa malas menghantui ku untuk pulang ke mansion sebelum jamnya, hingga akupun memutuskan untuk makan diluar
Baru pertama kali ini aku ingin sekali makan diluar, biasanya aku selalu makan di mansion karena menurut ku makan diluar akan mengundang para musuhku untuk menghabisi ku
Mesin mobil aku nyalakan dan aku jalankan menyusuri jalan-jalan di kota mencari makanan yang pas untuk perut ku
Ini baru ketiga kalinya aku mengendarai mobil di kota ini, kemarin aku kalau pergi ke kantor selalu diantar supir pribadi ku dan dulunya aku tinggal di Eropa untuk melihat perkembangan Bisnisku disana hingga perkembangan bisnis ku di kota ini aku serah tanggungjawab kan pada orang kepercayaan ku, Kelvin
Astaga.... kenapa di kota ini tidak ada yang menjual makanan Eropa? ucapku bingung sambil melihat kanan-kiri tepi jalan melihat semua toko
Aku hampir putus asa mencari makanan yang cocok untukku, karena menurut ku makanan di kota ini tidak cocok dengan mulutku apalagi selera ku, namun saat aku hampir putus asa dan berniat ke mansion dengan keadaan lapar aku melihat di ujung jalan ada yang menjual makanan unik menurut ku
Akupun memajukan mobilku ke depan toko tersebut sambil membaca tulisannya
Mie ayam? apa itu? tanyaku dalam hati, merasa makanan itu unik di telinga ku karena baru pertamakali mendengarnya akupun turun dari mobil dan masuk kedalam kedai tersebut?
*Toktoktok....* aku mengetuk pintu agar lebih sopan saat duduk
__ADS_1