Aisha & Me

Aisha & Me
Part 7 (Di ejek pelanggan)


__ADS_3

*Aisha prov*


Aku menggeleng-gelengkan kepalaku mengingat semua kejadian ku tadi dengan John, pria yang baru dua kali ku temui di kedai mie ayam ku ini


"Hadeuhhhh...... jangan dipikirin nape sha, ingat dosa!! eh.... tapi kalau dipikir-pikir perilakunya itu tadi dengan yang tadi malam beda amat yah?" ucapku berbicara sendiri sambil menyeruput teh es


"Moga-moga dia orang yang baik" doaku tersenyum senang


*Kevin prov*


Aku yang tengah sibuk mengerjakan pekerjaannya apalagi dengan perut lapar, dikejutkan dengan kedatangan si yang punya pekerjaan


Aku mengerutkan kening ketika melihat dia seperti sedang dalam suasana hati yang baik


"Bro!! ada apaan? kesambet?" tanyaku dan beralih duduk di sofa dan gilirannya duduk di tempatnya


"Jangan mau tahu urusan orang, sudah kuputuskan sekarang juga kau ku tugaskan pergi ke selatan Eropa!" jawabnya mengalihkan pembicaraan


Aku melebarkan mataku dan terperangah


"Wah....wah...wah, tega bet lho John sama temen, eh inget! lho nyuruh gue kerjain pekerjaan lho untuk pertama kalinya enggak makan lagi gue, laper nih!! lagipula juga kan dua hari lagi kan gue bisa pergi, kenapa sekarang mendadak?" tanyaku protes


*John prov*


Aku meliriknya sekilas dan kuraih ponselku di saku rompi jas ku dan menelpon seseorang


"Bawakan 40 bodyguard ke ruangan ku dan bawa paksa Kevin ke Afrika!!" perintahku dingin pada keempat sekretaris ku


Saat aku menelpon, dapat kulirik wajah kesal Kevin


"Ya.... ngadu aja teros sama dayang-dayang sekretaris lho buat ngusir gue!" kesalnya dan pergi meninggalkan ruangan ini


Padahal aku sebenarnya tidak benar-benar menelpon sekretaris ku hanya berakting saja 😂😂


Jam menunjukkan pukul 17.24 WIB


Aku yang tengah sibuk bekerja di laptop ku, melirik sekilas ke arah jam dinding


Perutku berbunyi tanda lapar sudah menyerang ku, akupun menutup laptop ku dan keluar dari kantorku menuju apartemen ku


Baru saja mau mengemudikan mobil menuju apartemen, aku teringat akan janjiku dengan Aisha lalu akupun tersenyum dan kubawa mobil ke kedainya Aisha

__ADS_1


Sambil bersiul siul aku membawa mobil dengan gembira sambil membayangkan mie ayam buatannya Aisha


Sesampainya di sana, baru saja ingin memanggil Aisha dapat kulihat banyaknya pelanggan di kedainya


Ia melihat kedatanganku dan tergopoh-gopoh sambil membawa sendok kuali ke arahku, aku hanya bisa tersenyum melihat tingkah lakunya


"Aku kira kau datangnya jam 7, maaf ya aku harus melayani mereka dulu" ujarnya dan dapat kulihat kalau dia kewalahan melayani pelanggan


"It's okay, dimana Sarah? dia kan partner kerjamu? kenapa dia tidak membantu?" tanyaku bingung


"Itu.... Sarah ada urusan katanya tadi pagi dia pergi, mau ya kau tunggu sebentar lagi aku mau melayani mereka dulu" jawabnya lalu pergi lagi ke dalam kedainya untuk melayani pelanggannya


Sejenak aku memperhatikannya, entah apa yang membuatku selalu ingin melihatnya setiap saat


Aku tersenyum dan aku lari ke arahnya dan membantunya melayani pelanggannya


"Sini ku bantu!" ujarku dan mengambil nampan berisikan beberapa mangkuk mie ayam pelanggan dari tangan Aisha


"Eh tidak usah John, aku bisa kok" jawabnya


"Sudah tidak apa-apa, lagipula siapa suruh kau masak mie ayam enak bener jadi kek gini kan" ujarku sembari membagikan mangkuk mie ayam ke pelanggan


"Makasih ya John" ucapnya senang dan kubalas dengan senyuman


"Ai cie cie cie..... ada yang bermekaran tapi bukan bunga apaan yah?" kata salah satu pelanggan hingga membuat kami berdua menolehnya


"HATI!!!" teriak yang lain dan mengarahkan pandangan mereka semua ke arah kami


"Neng geulis, itu udah ada jodoh sempurna kok di diemin aja? biar buat yang lain aja" seru salah satu mereka pada Aisha


Dapat kulihat Aisha terperangah mendengar perkataan pelanggannya dan memilih untuk diam


"Sikat bro! jangan sampai kedapatan orang lain!" ujar yang lain pada diriku dan akupun juga lebih memilih diam dan meneruskan memotong daging ayam


Mereka para pelanggan hanya tertawa terbahak-bahak melihat kami berdua yang nampak seperti pasangan, tapi siapa yang tahu isi hati Aisha, akupun juga tidak tahu


Jam menunjukkan pukul 18.24 WIB....


Aku yang sedang tengah duduk santai setelah mencuci piring untuk yang pertamakali nya didatangi Aisha


"John, bisa minta tolong enggak?"

__ADS_1


"Apa?"


"Gini, aku belum mandi, boleh tak nitip kedai sebentaaar aja nanti aku balik lagi kok"


Aku berdiri dan menghadapnya


"Aku mau tapi harus ada timbal balik"


"Timbal balik apa?"


"Hehehehe..... aku juga belum mandi soalnya, boleh tak nanti pinjam kamar mandi di kos-an mu?"


Aisha terdiam sejenak memikirkan apa yang kuminta


"Ya sudah boleh, nitip bentar yah kedai!" jawabnya dan berlari ke jalan kecil depan kedai menuju kos-an nya


Dapat kulihat dari jalan besar bentuk kos-an nya


Beberapa lama kemudian......


Semua pelanggan sudah pada pergi, hanya tinggal aku sendiri di kedai


"Ck... ini kemana lagi Aisha? tadi katanya sebentar ini udah lama banget!" kesalku pada Aisha hingga pada detik berikutnya aku melebarkan mataku


"Oh astaga!! apa terjadi sesuatu dengannya?" dugaku dan hendak pergi ke kos-an nya tapi sudah kulihat Aisha yang tengah menyebrang menuju kedai sambil membawa handuk


"Hei! kau bilang sebentar! ini lama tauk!! bikin darah tinggi aja kau ni!" decah kesalku pada saat Aisha baru sampai


"Ye.... jangan marah dunk, aku minta maaf, tadi lambat pasalnya aku lupa timba air untuk mandi di sumur makanya aku timba dulu lepas mandi baru aku solat" jawabnya dengan polos


Aku yang tak tahan dengan kepolosannya lama-lama bisa ku ci*m dia 😣😣


"Jadi nanti aku mandi harus timba air dulu yah?" tanyaku


"Udah tenang aja, udah ku timbakan kok airnya untukmu" jawabnya enteng


"Ini handuk untukmu, tapi maaf ya kalau soal pakaian ganti untukmu aku tak punya, kau pakai pakaian yang kau pakai saja yah!" lanjutnya sambil menyodorkan handuk padaku


"Ck... iya, lagipula juga aku mana mau pakai pakaian perempuan, udah aku mandi dulu" jawabku sambil mengambil handuknya yang ia pegang tadi lalu akupun pergi ke kos-an nya untuk mandi


Sesampainya di dalam kos-an, aku terkejut melihat isi dalam kos-an nya, aku melihat hanya ada 3 ruang kos-an, yakni ruang depan yang hanya ada kasur di lantai, 1 tas besar yang menurutku berisi pakaiannya dan juga bedak dan sisir yang masih ada di atas kasurnya yang rapi walaupun warna kasurnya sudah pudar

__ADS_1


Tiba-tiba aku merasa kasihan dengan keadaannya


__ADS_2