
*Kelvin prov*
Aku mau nyusul dia tak tahu mau kemana tak nyusul bikin panik jadi aku hanya mondar-mandir di ruangan tadi sambil memijit pelipisku
*Ting* sebuah pesan masuk dari John
Aku cepat-cepat membukanya dengan mata berbinar tapi tak lama kemudian sorot mataku menjadi biasa kembali
"Heh..... aku pikir dia mau bunuh diri rupanya ada urusan toh, ah biarin dia sajalah dulu" kataku sembari melihat layar ponsel
*Ceklek* pintu terbuka dan masuklah Max sambil membawakan makanan
"Tuan, ini pesanan tuan John"
"Taruh saja disana, karena tuan John ada urusan jadi aku yang akan handle sementara pekerjaannya sampai ia kembali, jadi sebelum itu aku minta kau selalu ada di sampingku kapanpun aku membutuhkan" ucapku panjang lebar
"Baik tuan!"
*Aisha prov*
Aku berjalan masuk ke dalam gang yang disampingnya banyak semak-semak
"Lho! kok Sarah enggak ada lagi sih? mana tuh anak? hadeuhhhh dikit-dikit ilang dikit-dikit muncul lagi" kataku kini sudah ada di dalam kos-an ku
Akupun mengambil beberapa barang yang tersisa dan menggendongnya, tapi ujung mataku menangkap bayangan putih kecil di atas kasurku dan akupun menoleh
"Eh, kok ada surat sih?" kataku bingung dan mengambilnya
Aku kemudian membukanya dan membacanya dengan teliti
"Ooh jadi dia ada urusan toh, aku pikir dia hilang diculik kuyang hehehehe, eh tapi kenapa harus kirim surat segala sih kenapa enggak nelpon di ponsel lamaku?" kataku bingung
Akupun memutuskan untuk kembali lagi ke kedai sembari membawa alat-alat masak
"Lho, mana Sarah?" tanya Tara
"Itu, katanya dia ada urusan makanya dia pergi" jawabku simpel
__ADS_1
"Udah yuk, makan!" kataku dan ikut bergabung dengan Tara dan juga John yang sudah duduk
Kamipun makan bersama sambil bercanda ria seperti biasanya, inilah yang ku harapkan dengan adanya teman
*Zaskia prov*
Aku mondar-mandir di kamarku dengan geram dan beberapakali mengintip kearah kedainya Aisha melihat Aisha, Tara, dan juga John yang kubenci
"Kenapa John bisa mengenal Aisha yah? aku rasa dia tidak punya selera makan rendahan" kataku bingung
"Melihatnya baru pertamakali tertawa seperti itu aku jadi tambah bingung kenapa dia bisa ada di tempat kedai seperti yang? dulu kalau tidak makan di restoran bintang lima dia tak mau makan, ini sekarang maunya makan di pinggir jalan di kedai kecil lagi" gerutu ku tambah kesal
"Pantas aja aku kek pernah ngeliat Tara, orang dulu kami pernah ketemu di acara pertunangan ku sama John" kataku lagi
"Aku tak rela orang yang sudah membunuh Morgan harus tertawa terbahak-bahak seperti itu apalagi diatas penderitaan yang ku alami saat ini" kataku semakin geram
Aku mencari cara agar bisa balas dendam pada John sambil mondar-mandir dan menggigit bibir bawahku
Sejenak kemudian aku berhenti dan menggelengkan kepalaku lalu mondar-mandir lagi
"Hmmmm...... bagus juga ide itu, tapi harus melibatkan Aisha dan aku tidak ingin hal itu terjadi, balas dendam ini hanya antara aku dan John saja" gumamku lagi
Terjadi lagi pertempuran di dalam hatiku antara setuju memasukkan Aisha dalam rencana apa tidak
"Aku tak tega kalau harus memasukkan Aisha dalam rencana ku, dia temanku satu-satunya, tapi kalau tak kumasukkan balas dendam ini tidak akan pernah terjadi dan John akan hidup tenang selamanya walaupun dia pembunuh" kataku lagi sambil memegang kepala karena bingung
"Maaf Aisha, sepertinya aku harus mengorbankan pertemanan kita dan melibatkan mu dalam urusan balas dendam ku, aku tak punya pilihan lain lagi" kataku membuat keputusan akhir
*Aisha prov*
Setelah kami selesai makan, aku kumpulkan mangkuk-mangkuk bekas lalu ku taruh di dekat cucian piring
Seperti biasa, setelah aku makan aku harus meregangkan otot-otot ku dan bersandar di dinding agar pada saat jualan nanti aku tidak merasa terlalu kecapekan
"Masih muda kek nenek-nenek aja udah istirahat, kau ada penyakit kah?" tanya John hingga membuatku terkejut
Akupun menjadi gelagapan bingung harus jawab jujur atau apa
__ADS_1
"Sembarang John nih! aku gini biar sendi-sendi ku enggak sakit nantinya, itulah kalau punya kawan sok tahu!" kataku dengan kesal
John dan Tara kemudian tertawa melihatku kesal
"Kalian kenapa tertawa? ada yang lucu?"
"Hahaha, ada, itu mukamu Aisha kok tambah imut yah kek boneka pas tadi kau kesal" jawab Tara tak kuasa menahan tawanya
Aku memonyongkan bibir dan mencibir mereka
"Biasa, orang cantik nih kemana-mana tetap cantik mau wajah kek apapun bentuknya tetap cantik, hehehehe" ujarku narsis dan kini giliran John dan Tara yang mencibirku
"Narsis kau Aisha, entar kalau jelek baru tahu rasa" ujar Tara
"Elleh, bilang aja iri kan? hahaha" kataku dengan nada tertawa
"Tuh, pelanggan udah pada datangan mending layani kalian berdua aku mau istirahat dulu" kataku mulai berani memerintah
"Ck.... mulai berani yah kau merintah-merintah mafia?" ujar John dengan nada mengejek
"Hieh, udah cepet sana nanti enggak dapet mie ayam lagi mau ha!" jawabku sambil menjulurkan sedikit lidahku pada mereka berdua
"Auwww, sakit!" seruku hampir teriak karena pipiku dicubit Tara
"Heng kau, tuh rasakan dari tadi rasanya nak cubit pipimu terus aku, sekarang puas banget aku, rasakan sekarang ha pipimu jadi tambah tembem" kata Tara dan bangkit berdiri
"Ih.... pipi Aisha tambah tembem kek apel, udah ah jangan deket-deket nanti ketularan lagi" kata John dengan nada menggoda padaku
Aku menyinyir mereka sambil mengusap-usap pipiku yang sedikit sakit dicubit Tara tadinya
Saat aku masih duduk bersandar, ku perhatikan Tara dan juga John yang kini sibuk melayani pelanggan ku hingga muncul rasa sedih dan bahagia dalam hatiku
Aku rasa aku keterlaluan dengan mereka, seharusnya aku tidak menyuruh mereka melayani pelanggan ku, tapi.... ini juga ku lakukan agar bisa jadi latihan hidup untuk John kedepannya semoga ia bisa menghargai orang lain gumamku sedikit tersenyum
John, aku kasihan padamu, pasti berat jadi mafia pajak bagimu, hampir setiap harinya kau harus berhadapan dengan banyak orang-orang yang kurang mampu apalagi suasana hatiku tadi sangat kacau, makanya aku biarkan aku berada di pangkuanku tadi ya walaupun aku harus menanggung sedikit dosa tapi demi teman apapun akan kulakukan gumamku lagi sambil tersenyum lebar
Semoga kau John mendapatkan jodoh yang bisa membuatmu berubah dan menjadi lebih baik, Amin ya rabbal Alamin gumamku berdoa pada Tuhan ku Allah
__ADS_1