
*John prov*
Ku pandangi belakang tubuhnya yang pergi dengan mata berkaca-kaca dan tangan mengepal
"Sudah biarkan saja dia John, aku yang akan mengurusnya" kata Kelvin menghiburku dan memegang pundak ku
Tak kugubris perkataannya dan kulerai tangannya lalu aku pergi keluar proyek tanpa berkata apa-apa
Aku langsung mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi sambil beruraikan air mata
"Jadi itu alasannya dia pergi, apa aku yang salah disini?" kataku sambil terus menangis
Baru kali ini aku merasakan sakit hati yang amat dalam hanya karena seorang wanita apalagi itu mantan yang dulunya sangat aku cintai
Entah apa yang aku pikirkan, aku tak sadar aku kini berhenti di kedai Aisha dan langsung berbaring di pangkuannya dengan kepala telungkup sambil terus menangis
"Aisha, kenapa dia jahat sekali padaku?? kenapa dia meninggalkanku?" ujarku masih terus menangis tersedu-sedu
Beberapa detik setelah aku bicara dapat kurasakan kalau ada sebuah tangan mengelus rambut coklat ku
"Sabar yah John, namanya juga cobaan hidup" katanya dengan nada suara sedih sambil terus mengelus kepalaku
Beberapa menit aku terus menangis di pangkuan Aisha yang kupikir dan akupun langsung bangkit dan duduk di sebelahnya dan menghapus air mataku
"Udah enakan?" kata Aisha dan aku membalas anggukan
"Maaf yah tadi udah bertindak kelewat batas, aku terbawa suasana hati" jawabku sambil menundukkan kepala
"Udah enggak apa-apa kok, toh aku juga pakai sarung tangan tadi mengelus rambut mu jadi enggak apa-apa" jawabnya dengan senyum khasnya hingga dapat membuat hati ini merasa damai
"John tadi kenapa nangis? baru kali ini aku lihat John nangis, ada masalah yah sama pacarnya?" tanyanya
hingga membuatku terdiam sejenak
"Bukan pacar, tapi mantan tunangan" jawabku pelan
"Ouh maaf"
__ADS_1
"Dulu saat hari pernikahan kami, dia pergi meninggalkan ku di altar pernikahan bersama sabahat kecilku sendiri, dan tadi pagi dia datang mengharap cintaku lagi tapi saat aku ada di proyek kerja dia datang lagi marah-marah padaku agar aku memberitahukan padanya dimana kekasihnya itu" jawabku panjang lebar
"Oh begitu toh ceritanya, emang alasan dia pergi darimu apa sebabnya?" tanyanya penasaran
"Katanya aku ini dingin, arogan, suka maunya pemikiran sendiri, gila kerja, sampai-sampai kurang waktu untuknya tapi kalau kekasihnya itu walaupun pengusaha kecil dia selalu romantis dengannya dan bersedia meluangkan waktu sebulan hanya untuknya" jawabku lagi
"Oh jadi itu toh penyebab dia ninggalin kau, tapi alasannya itu ada benarnya juga sih, coba kau ingat-ingat pas waktu kita ketemu di kedai ini, kau masih dingin kan sama aku tapi sekarang enggak lagi, jadi menurutku alasannya itu benar tapi tidak seharusnya kan dia meninggalkan mu"
"Aisha, bagaimana pendapatmu tentang diriku?" tanyaku hingga membuatnya sedikit terkekeh kecil
"Yaelah John John, kenapa tanyanya gitu sih? gini yah aku tak pernah membedakan orang atas statusnya, pekerjaannya, masa lalunya, atau apapun lah yang penting bisa berteman baik jadi kau jangan takut kalau nantinya aku akan meninggalkan mu itu tidak akan terjadi" jawabnya tapi aku masih tidak tenang dengan apa yang ia katakan tadi
Akupun mengacungkan jari manis ku padanya
"Berjanjilah, bahwa sampai kapanpun kau tidak akan pernah meninggalkan aku walau apapun yang terjadi?" kataku dengan tatapan penuh harap
Ia menghela nafasnya dan membalas mengaitkan jari manisnya ke jari manis ku dan berkata
"Pagi ini tepatnya jam 11 lebih, aku berjanji di depan Kesayanganku bahwa aku sampai kapanpun tidak akan pernah meninggalkannya walau apapun yang terjadi" sumpahnya dengan tersenyum lebar
Seketika mendengar sumpahnya itu telah membuat keraguan di hati ini lenyap dan akupun bahagia
"Eits!!! enggak boleh, bukan muhrim"
"Tapi kan tadi aku di pangkuan mu boleh, masa peluk enggak boleh?"
"Ye.... tadikan kau enggak sengaja apalagi kau lagi sedih tapikan sekarang kau udah senang lagi jadi enggak boleh" jawabnya dengan sedikit menjulurkan lidahnya
"Kalau begitu aku harus nangis dulu yah baru bisa meluk kau, hahahaha" ujarku tertawa dan diikutinya tertawa juga
Siang itu aku merasakan kebahagiaan yang tak pernah aku dapatkan sebelumnya, kami bercanda ria sambil mengelap mangkuk-mangkuk mie dan membuat bahan-bahan mie
"Aisha ini sayurnya........" suara seorang wanita datang hingga membuatku dan juga Aisha sedikit terkejut dan menolehnya
Itukan Tara, sedang apa dia disini? kenapa bisa mengenal Aisha? gumamku heran
"Oh udah, sini biar aku lagi yang kerja biar kau sama John duduk aja, dari tadi aku cuman duduk aja" kata Aisha dan bangkit berdiri
__ADS_1
"Wooke" jawabnya dan iapun duduk di dekatku dan melanjutkan mengelap mangkuk-mangkuk mie bersamaku
"Engg hai tuan John" sapanya padaku dengan sedikit gugup
tapi kubalas dengan deheman dan aku lebih memilih mengelap mangkuk-mangkuk mie yang banyaknya tak terkira
"Kau dan Aisha kenapa bisa saling mengenal?" tanyaku setelah adanya pertempuran di hatiku harus bertanya atau tidak
"Oh itu, kak Max yang memperkenalkan kami berdua" jawabnya sedikit gagap
"Sudah, tidak usah sungkan panggil saja John, kau bukan teman kerja dan akupun bukan bos mu jadi panggil saja" ujarku ketika melihat adanya kegugupan dalam dirinya dan iapun membalas dengan anggukan kepala
"Hei guys, mau enggak semangkuk mie gratis" tawar Aisha pada kami berdua
"Boleh-boleh" kata Tara bersemangat dan aku juga mengiyakan
"Wooke, tunggu sekejap yah"
Setelah agak lama mengelap mangkuk-mangkuk mienya, akhirnya 4 tumpuk mangkuk-mangkuk sudah bersih di lap
"Udah nih tuan John, eh maksudnya John, aku mau taruh dulu di meja samping gerobak" kata Tara dan bangkit berdiri
Ia mengangkat semua mangkuk itu ke meja delta gerobak Aisha dan saat itulah aku baru ingat kalau aku lupa memberitahu Kelvin dan juga Max aku akan seharian disini
Akupun meraih ponselku dan menulis pesan pada Kelvin
Setelah menulis pesan kumasukkan kembali ponselku ke saku rompiku
"Dara!!!! udah jadi nih, yuk sarapan dulu maksudnya makan siang gituh, hehehehe" kata Aisha dan menghampiri ku sambil membawakan senampan berisi 3 mangkuk mie ayam
Tadi pagi makan mie ayam buatannya jadi kangen, makanya aku iyakan aja dia tawari tadi
"Tara, yuk makan dulu, itu nanti aja biar Sarah yang kerjakan" kata Aisha
"Emang Sarah belum balik?" tanya Tara
"Hmmmm.... belum tuh, biar aku susulin, kalian makan duluan yah!" kata Aisha dan pergi ke sebrang masuk ke gang
__ADS_1
"Emangnya tadi Sarah datang kah?" kataku pada Tara yang kini hanya tinggal kami berdua lagi di kedai
"Iya John, tapi entah kenapa pas aku pertamakali ketemu dia kek pernah lihat dia gituh tapi mungkin cuman Dejavu" jawab Tara dan kini duduk di dekatku dan mengambil mangkuknya