
*Max prov*
Kami berbincang-bincang dengan akrab, padahal tidak sampai 2 jam mengenal satu sama lain, aku sudah akrab dengannya apalagi dia mudah sekali di ajak berteman
"Huft.... enak juga yah bicara sama kau max!" ujarnya padaku
"Benarkah? terimakasih kalau begitu, oh yah kalau dilihat-lihat kau sangat muda sekali, umurmu berapa?" tanyaku sembari memperhatikan wajahnya
"Oh umur toh, 19 tahun, kau?" tanyanya balik hingga membuatku terkejut
"Apa! 19 tahun? kalau aku 21 tahun, muda sekali kau!" ujarku terkejut
"Hehehehe, iyalah muda orang cantik begini" jawabnya narsis hingga membuatku tertawa dan para bodyguard lainnya yang hanya mendengarkan kami berdua bicara juga ikut tertawa
"Biasanya kalau umur segitu, udah tamat SMA tak?" kataku
"Iya sih bener, tapi aku enggak, aku cuman sekolah sampai kelas 11" jawabnya membuatku mengerutkan kening
"Kenapa?" tanyaku
"Ya soalnya......" jawabnya terhenti karena pintu UGD terbuka
Aku, Aisha, dan juga para bodyguard lainnya langsung berdiri menghampiri dokter
"Bagaimana keadaan tuan John?" tanyaku dengan ekspresi dingin
"Setelah luka dijahit di bagian belakang punggungnya, dia sudah baik-baik saja, oh ya! katanya dia ingin bertemu Aisha, apa ada yang namanya Aisha?" jawab dokter
Aku terdiam sejenak dan menoleh ke arah Aisha
"Saya pak!" jawab Aisha antusias dan ia langsung masuk ke dalam ruang UGD
Saat melihat Aisha masuk ke dalam entah kenapa membuat hatiku serasa sakit melihatnya, biasanya aku tak pernah mencampuri urusan tuanku John apalagi ada hubungan dengan wanita
*John prov*
__ADS_1
Ku perbaiki posisi dudukku dan kini duduk bersandar di tepi ranjang pasien
*Ceklek!* pintu kamar UGD ku terbuka dan akupun senang melihat siapa yang datang
"Aisha, apa benar kau yang menyelamatkan ku?" tanyaku antusias padahal dia belum duduk
"Diem lu! dasar mafia lembek! belum juga duduk udah ditanya macem-macem" jawabnya sewot lalu duduk di samping ranjang ku
"Heh! yang nyuruh lu buat lewat jalan situ siapa ha! tak bisakah lewat jalan biasa!" omel nya padaku dan akupun terkekeh kecil
"Tadi jalanan macet, aku mau makan di kedai mu jadi aku lewat jalan pintas, lagipula aku juga tak tahu kalau bakal jadi kek gini, aku kan orang baru di kita nih" jawabku
Aisha menepuk jidatnya dan menggelengkan kepalanya
"Hadeuhhhh..... baru ingat aku kalau kau orang baru di sini, maaf ya tadi gara-gara penyakit lupaku kambuh kau jadi kena Omelan pedasku, hehehehe" katanya sambil cekikikan
"Enggak kok, menurutku tadi bukan Omelan tapi perhatian" jawabku dengan tersenyum tipis padanya hingga dapat kulihat dia melongo dengan apa yang kukatakan tadi
"Yah, terserah kau da ah! ini gimana sekarang? masih sakit enggak?" tanyanya sembari melihat badanku
"Sembarang! aku tuh bukan nyelamatin kau John, aku dari jauh kek ada yang dibegal, niat sih mau bantu tapi aku baru ingat kalau aku tak bisa bela diri, pas aku disana kau sama anak-anak begal udah pada pingsan, jadi bisa dibilang aku bukan penyelamat tapi penemu" jawabnya enteng
"Yah... tetep aja Aisha, kalau tak ada kau pasti sekarang aku masih ada disana, aku samar-samar lihat kau pegang ponselku nelpon orang" jawabku
"Bukan nelpon, waktu tuh aku panik dengan keadaanmu jadi aku ke mobilmu cari sesuatu yang bisa dipake, eh tak tahunya pas buka mobil ada panggilan masuk di ponsel mu, aku bingung cara pakeknya tapi aku geser yang balon hijau, kan biasanya kalau hijau itu artinya jalan yah kalau di lampu merah jadi menurutku kalau hijau di panggilan telepon mu masuk aku geser aja yang itu, terus kalo tak salah yang penelpon itu namanya Kevin kek nya, lupa aku!" jawabnya panjang lebar aku hanya mendengarkan sambil melihat gayanya menjelaskan
"Sudah-sudah, pokoknya intinya kau yang selamatin aku, terimakasih yah!" jawabku
"Oh kalau kau anggap aku kek gitu, ya sudahlah sama-sama, kau istirahat aja dulu, aku mau pulang yah" jawabnya dan berdiri hendak meninggalkan ku
Saat ia berbalik, aku mengerutkan dahi melihat sebungkus plastik di tangannya
"Sha! itu ditangan mu apaan?" tanyaku
Dia berbalik dan melihatku
__ADS_1
"Oh ini, obatku gara-gara tadi malam kehujanan mindahin barang-barang dagangan ke kos-an aku kena hujan deh makanya demam, tadi ke apotek pas abis dari sana aku lihat kau dibegal" jawabnya hingga membuatku terkejut dan akupun mencoba untuk bangkit dan berdiri menghampirinya
"Eh eh eh.... ini kenapa bangun sih, udah duduk aja" katanya
"Udah enggak apa-apa, tadi kau bilang kau sakit, kenapa kau tak istirahat?" tanyaku khawatir
"Cie..... khawatir kah sama akyu? makasih ya bro, kadak apa-apa lagipula juga dulu aku sering sakit kok, entar sembuh" jawabnya enteng dengan nada lebaynya
"Sha! kalau sakit tuh jangan di remehin, harus diobati!" kataku kesal dan hendak memegang pundaknya
"Eits! tak boleh pegang-pegang! bukan muhrim! iya, maaf-maaf, ini juga udah beli obat kok, udah kau istirahat aja dulu aku mau pulang kan tadi kau yang suruh aku istirahat" jawabnya dan mundur selangkah saat aku hendak memegang pundaknya
"Ya sudah, tunggu sebentar! Max!!" teriakku panggil Max dan iapun muncul
"Antar dia ke rumahnya dan jalan tadi di kedai mie ayam miliknya" perintahku dengan nada dingin
"Baik tuan" jawab Max padaku
"Yaelah John, jangan dingin napa kek es batu tauk! tak boleh sama bawahan dingin kek gitu" cibir Aisha padaku
"Ini namanya profesional sha, bukan dingin" belaku
"Orang buktinya tadi kau bicara kek gitu suasana disini langsung remang" jawabnya dan akupun terperangah
Emang iya sih kalau aku bicara kek gitu langsung ada aura dingin keluar
"Baik tuan John, Aisha ayo!" jawab Max padaku dan akupun terkejut mendengar ia memanggil Aisha dengan sebutan itu
"Tunggu! berani sekali kau memanggilnya dengan sebutan nama? panggil dia nona" seruku garang hingga membuat Max tertunduk diam
"Heh! jangan marah-marah John nanti cepet tua, orang aku kok yang nyuruh dia buat panggil aku aja kek gitu, aku tak suka dipanggil nona emang aku nona manis jembatan Ancol apah dipanggil nona nona segala" bela Aisha pada Max
"Lagipula juga sekarang dia jadi temen ku kok, yang artinya temen mu juga, sesama temen enggak boleh kek gitu" lanjutnya lagi hingga membuatku tambah terkejut
"Apa! kalian berteman?"
__ADS_1