Aisha & Me

Aisha & Me
Part 18 (Kedatangan Kelvin)


__ADS_3

*John prov*


Aku menggeliat sembari mengucek mata ketika sinar matahari pagi menyerbu dari jendelaku yang kubiarkan terbuka semalaman


*Drettt* getar ponselku di meja samping ranjang ku dan aku ambil


"Ada apaan?" tanyaku pada si penelpon


"Yaelah, pagi-pagi udah ketus aja! aku udah ada di ruang tamu nih!" kata Kelvin


"Ck.... tunggu sebentar!" kataku dan menutup telepon


Aku menyibak selimut dan berdiri menuju kamar mandi sambil mengambil handuk di gantungan dinding


Setelah 10 menit aku membersihkan diri, aku keluar dari kamar mandi dan membuka pintu lemari mencari rompi jas dan setelannya yang mau kupakai serta aksesoris yang biasa aku pakai mulai dari jam tangan, senjata api, dan pisau kecil kesayanganku


Setelah kurasa lengkap memakai semua yang biasa kupakai akupun menuruni tangga menuju ruang tamu


Bisa kulihat dari tangga, Kelvin duduk di sofa sambil memainkan ponselnya


"Bukannya langsung ke kantor kau malah kesini" kataku dan duduk di depannya


"Yaelah John John, lu nape sih marah-marah mulu semenjak aku mau pergi? jangan-jangan lu rindu yah?" katanya hingga membuatku merinding mendengarnya


"Sembarang lu, amit-amit gue rindu sama lu" kataku kesel


"Bagaimana keadaan kantor disana?" kataku mengalihkan pembicaraan


*Aman, udah aku singkirin semua tikus yang ada di sana" jawabnya santai


Aku mengangguk karena sudah tahu maksud TIKUS yang ia bicarakan


"5 menit lagi aku mau kau sudah sampai di kantor sebelum aku" kataku dan meninggalkannya sendirian ke luar menuju mobil


Seperti kemarin, aku sendiri yang akan menyetir mobil tanpa supir pribadi


Setelah agak lama, aku sampai di kantor dan kulihat di ruang tunggu sudah ada Kelvin disana


Baru saja aku berjalan masuk, Max sudah ada di belakangku yang setia menemaniku dimana pun aku mau pergi


Kelvin langsung berdiri saat ia melihatku


"Selamat pagi tuan John" kata Kelvin hormat dan menundukkan sedikit kepalanya, itulah yang membuatku suka padanya ia bisa bersikap dan berperilaku secara sopan pada ku saat jam kerja


"Aku mau makan snack di SANA" kataku sambil menekan kata terakhirku pada Kelvin, yang arti dari permintaan ku itu cek semua barang-barang yang baru sampai di supermarket


Merasa mengerti apa yang kukatakan iapun mengangguk hormat dan meninggalkan ku dan juga Max


*Aisha prov*

__ADS_1


Aku perlahan-lahan membuka mataku dan meringis sakit di kepalaku


"Ouhhh... astaghfirullah, kok tambah sakit yah? apa penyakitku sudah mulai menyebar?" dugaku dan mengeluarkan obat kemarin dan segera ku minum


Sejenak setelah ku minum obatnya, aku sudah tidak merasakan sakit kepala lagi


"Hhhhhhh.... tidak ada yang boleh sampai tahu penyakitku! siapapun" kataku sambil terengah-engah merasakan haus luar biasa


Aku meraih sebotol air dan ku teguk habis airnya


"Ini sudah jam untuk belanja, sebaiknya aku belanja kebutuhan dagangan" kataku dan berdiri ke kamar mandi untuk membersihkan diri


Setelah membersihkan diri sekaligus mandi besar setelah haid, aku langsung salat Sunnah


Setelah salah Sunnah, aku memakai pakaian biasa yang kupakai dan ku tabur lipbam dan sedikit make-up secukupnya di wajah agar wajah ku yang masih pucat tak terlalu kelihatan


Setelah ku pikir cukup dan ini baru pertamakali nya setelah sekian lama aku tak pakai make-up, akupun mengambil uang 150 RB untuk modal belanja


Aku melangkahkan kakiku menuju supermarket waktu itu kudatangi, karena ini masih 1 Minggu aku pikir toko langganan ku di pasar pasti masih tutup jadi kupikir akan sia-sia saja kalau pergi ke sana


Sesampainya di sana, aku langsung mengambil keranjang belanja dan ku cari semua kebutuhan dagangan ku


Ku usahakan agar aku tidak pingsan atau ambruk disana terlebih lagi jika ada yang mengenalku


Saat aku membalikkan diri, aku terkejut melihat seorang pria tinggi, tampan, gagah, dan sedikit berjanggut berdiri di hadapanku dengan sangat dekat


"Aaaaada apa tuan?" tanyaku bingung


Dapat kulihat ia menghela nafasnya dengan kasar dan memijit pelipisnya


"Maaf, sepertinya salah orang" katanya dan berlalu di sampingku


Saat aku hendak pergi ke kasir dia menghentikan ku


"Tunggu!" dan akupun kembali menolehnya


"Sepertinya anda sakit, apa mau saya antar ke rumah sakit?" tawarnya hingga membuatku membulatkan mata


"Tidak usah, aku tidak sakit kok ini make up" jawabku sambil melambaikan tangan tanda menolak


"Memang make-up, tapi itu untuk menutupi wajah pucat mu kan?" tebaknya benar hingga aku menelan Saliva


"Ya, tuan benar saya sedang sakit" jawabku jujur karena aku tak bisa berbohong aku biasanya cuman mengalihkan pembicaraan, kalau aku mengalihkan pembicaraan, pasti dia tahu seperti tadi


"Ternyata tebakan ku benar, sudah biar aku antar!" katanya dan hendak menyentuhku


"Maaf tuan tolong jangan menyentuhku, aku bisa kok ke rumah sakit sendiri" kataku


"Tapi kau adalah kustomer ku, aku manajer supermarket ini, jadi aku berhak mengantarkan mu ke rumah sakit" jawabnya hingga membuatku terkejut

__ADS_1


Ternyata dia manager supermarket ini toh, pantesan ganteng, tapi yang dia katakan itu bener juga sih, eh... tapi kalau dia antar aku ke rumah sakit, dia pasti tahu penyakitku gumamku


"Hehehe..... tidak usah tuan tampan, saya bayar di kasir dulu yah abis itu baru saya ke rumah sakit" kataku dengan tersenyum manis dan pergi ke kasir


Setelah membayar kasir, aku menoleh sebentar ke tuan tampan tadi dengan senyuman baru aku keluar supermarket


*Kelvin prov*


"Huh!!! jika saja John bukan atasan ku amit-amit aku mau diperintah sama es batu kek dia!" kesalku sambil membuka pintu mobil dan masuk ke dalam supermarket


"Selamat pagi tuan Kelvin, semua barang-barang sudah ada di sana" kata pelayan supermarket yang juga penjaga barang-barang ilegal yang di simpan disini


"Hmmmm" jawabku dan hendak masuk ke belakang


Ujung mataku menangkap sesosok wanita yang kurasa aku pernah melihatnya


Bukankah dia yang waktu itu menabrak ku disini? ternyata dia belanja lagi disini gumamku dan menghampirinya


Saat ia berbalik dapat kurasakan kalau ia terkejut, dan saat itu pula aku merasakan jantungku berdetak kencang saat melihatnya dari jarak dekat apalagi ia terlihat memakai make-up


"Aaaaada apa tuan?" tanyanya bingung


"Kau tidak mengenalku?" tanyaku


Dapat kulihat kalau ia seperti sedang memikirkan sesuatu, tapi aku baru ingat kalau saat kami bertemu pertamakali nya aku memakai masker dan kacamata hitam wajar saja kalau dia tak mengenalku


"Maaf, sepertinya salah orang" kataku dan berlalu di sampingnya


Saat itu aku sadar kalau ada yang ia tutupi di wajahnya


"Tunggu!" kataku hingga membuatnya menolehku


Aku memperhatikan wajahnya dan sepertinya wajahnya pucat karena sakit


"Sepertinya anda sakit, apa mau saya antar ke rumah sakit?" tawarku hingga membuatnya membulatkan mata


"Tidak usah, aku tidak sakit kok ini make up" jawabnya sambil melambaikan tangan tanda menolak


"Memang make-up, tapi itu untuk menutupi wajah pucat mu kan?" tebakku


"Ya, tuan benar saya sedang sakit" jawabnya jujur


"Ternyata tebakan ku benar, sudah biar aku antar!" kataku dan hendak menyentuhnya


"Maaf tuan tolong jangan menyentuhku, aku bisa kok ke rumah sakit sendiri" katanya


"Tapi kau adalah kustomer ku, aku manajer supermarket ini, jadi aku berhak mengantarkan mu ke rumah sakit" jawabku hingga membuatnya terkejut dan dapat kulihat kalau dia sedang memikirkan sesuatu


"Hehehe..... tidak usah tuan tampan, saya bayar di kasir dulu yah abis itu baru saya ke rumah sakit" katanya dengan tersenyum manis dan pergi ke kasir hingga membuatku merasakan jantungku berdetak lebih kencang dari sebelumnya dengan tersenyum manis dan pergi ke kasir

__ADS_1


Setelah ia membayar kasir, ia menoleh sebentar ke arahku dengan senyuman manis baru ia keluar supermarket


"Heh.... benar-benar gadis menarik, cuman aku tak tahu saja namamu, sepertinya aku harus memastikannya pergi ke rumah sakit apa tidak" kataku sambil tersenyum smirk


__ADS_2