Aisha & Me

Aisha & Me
Part 37 (Pengakuannya)


__ADS_3

*Kelvin prov*


Kini aku tengah berdiri sedikit menunduk tepat di bawah hujan dekat mobilku berada, aku memperhatikan Aisha dengan cepat mengambil payungnya dan menghampiri ku


"Kelvin, kau kenapa hujan-hujanan? nanti sakit tahu!" ujarnya dan kini kami berdua ada di bawah payung yang sama


Karena terlanjur sudah semua pakaian dan rambutku basah, akupun merebut gagang payung dari tangan Aisha dan melemparkannya ke sembarang tempat


Dan sekarang kami pun tengah hujan-hujanan tanpa adanya payung, saat ia ingin pergi meneduh ku pegang lengan bajunya


"Kelvin, lepaskan nanti kita bisa sakit kalau hujan-hujanan gini" gerutunya sambil terus mencoba melepas pegangan tanganku


"Kau baru bisa pergi setelah menjawab pertanyaan ku" ujarku dingin masih dalam posisi menunduk


Aku tak mendengar suaranya lagi dan dapat kurasakan kalau tangan yang ku pegang itu tak ada lagi perlawanan dan ia menghadapkan tubuhnya ke depanku


"Ini masih sore, kenapa kedaimu sudah tutup?" tanyaku dengan menatap lekat ke dua matanya


Ia terdiam sejenak dan mengalihkan pandangannya


"Hmmmm....kan lagi hujan jadi menurutnya lebih baik tutup saja kedainya" jawabnya pelan


Ku pejamkan mataku dan ku kepalkan mataku setelah mendengar kebohongan lagi dari mulutnya Aisha


Aku kemudian menatap lagi matanya dengan penuh arti


"Aisha, apa kau bisa berjanji untuk berkata jujur pada satu pertanyaan ku yang akan ku tanyakan?" pintaku dengan nada memelas dan sorot mata teduh


Ia terdiam sejenak dan mengangguk pelan


"Obat apa yang kau beli tadi?"


Dapat ku lihat ia melebarkan matanya sangking terkejutnya dan berusaha mengalihkan pandangannya


"Aisha!! jawab jujur!! obat apa itu!!" ujarku setengah berteriak


Ia masih tak menjawab dan saat aku lengah ia langsung melepaskan genggaman tangan ku dan hendak pergi namun aku masih bisa menarik tangannya dan kini bersentuhan kulit


Sangking kuatnya ku tarik hingga dapat membuat tubuhnya berbalik cepat ke arahku dan menghantam tubuhku

__ADS_1


"Yang.... yang.... kita lakukan ini salah Kelvin, lepaskan aku" ujarnya gagap dan berusaha melepas cengkraman tanganku yang ada di tangannya dan juga pundaknya


"Sudah ku bilang kau baru bisa pergi kalau sudah menjawab pertanyaan ku!" seruku hingga membuatnya kembali terdiam


Beberapa menit aku dan Aisha yang hampir berpelukan masih ada di bawah guyuran hujan yang deras sambil menunggu jawabannya yang tak kunjung datang


"Baiklah Aisha, kalau kau tak mau berterus terang tapi aku juga sudah tahu apa obat itu dan apa kegunaannya!" seruku lantang hingga membuat mata kami saling bertemu


"Apa! kau terkejut bagaimana aku bisa tahu? tentu saja aku bisa tahu, aku sudah mulai curiga sejak aku sering melihatmu sakit kaki, tak mau ku ajak ke rumah sakit, tak mau aku belikan sendiri obatnya, dan untuk pertama kalinya kau mengusirku pergi dari kedaimu" ujarku geram dan berkali-kali menggoncang kan pundak Aisha


Ia yang menangis dan masih terdiam tak ku hiraukan lagi dan mataku pun ikut berkaca-kaca


"Baiklah kalau kau tak mau menjawabnya maka aku terpaksa harus membawa mu ke rumah sakit agar tahu apa yang sebenarnya terjadi pada mu!" ujarku dan langsung menggendongnya


"Kelvin, Kelvin turunkan aku! ini tidak baik!" serunya memberontak namun tak ku gubris perkataannya


Saat ada di depan mobil, aku yang tak sengaja melonggarkan genggaman tangan ku di bawah tubuhnya Aisha maka Aisha pun langsung bisa keluar dari genggaman ku


"BAIKLAH JIKA KAU INGIN MENDENGAR APA YANG SEBENARNYA, MAKA DENGARLAH INI!" teriaknya sangat keras hingga membuatku terdiam dan menatapnya lesu


Dua detik ku tunggu penjelasannya dan dua detik itu pula ku merasakan jantungku berdetak sangat kencang seakan-akan tak ingin mendengar jawabannya yang sama dengan yang dibilang Max


*Duarrrr* kini petir menyambar kedua kalinya setelah ku dengar penuturannya tadi dan seketika itu pula aku merasa dadaku sesak dibuatnya


"Lalu kenapa kau tidak pernah bilang padaku Aisha, kenapa?" ucapku sembari meneteskan air mata dengan sorot mata teduh


"Aku hanya ingin hanya aku dan Tuhan ku sajalah yang tahu masalah ini" jawabnya sambil mengalihkan pandangannya


"Sudah berapa lama kau menderita penyakit ini?"


Beberapa detik ku tunggu jawabannya tapi belum ia jawab dan hanya ekspresi bingung dari wajahnya yang ku dapat


"Apa sangat susah menjawab pertanyaan ku Aisha!" seruku kembali menggoncang kan kedua pundaknya


"Ssssudah..... sudah..... 3 tahun yang lalu sebelum aku kenal Sarah" jawabnya pelan dan menundukkan kepala


Aku kembali bungkam mendengar penuturannya lagi dan bukannya menepi saat ada motor melaju di depan kami kami hanya diam tak bergerak sampai-sampai motor itu melewati kami yang ada di tengah jalan


"Lalu kenapa kau tidak pergi berobat!" seruku lantang

__ADS_1


"Aaaaku..... aku.... aku sudah berobat kok" jawabnya gagap


"YA! KAU SUDAH BEROBAT DENGAN MEMINUM OBAT ILEGAL!" teriakku hingga membuat mata kami bertemu kembali


"Aaaapa... maksudmu? aaaaku... aku.... aku tidak beli obat ilegal" ujarnya gagap


"JANGAN PERNAH BERBOHONG LAGI PADAKU AISHA, ATAU KAU AKAN MENERIMA AKIBATNYA! JAWAB SAJA YA ATAU TIDAK SEMUA PERKATAANKU TADI!"teriakku sangat keras


Sebuah anggukan kecil dari kepalanya Aisha dapat membuatku perlahan melepas cengkraman tanganku di kedua pundaknya


Aku mundur beberapa langkah dengan wajah penuh hampa dan sorot mata kosong


Tanpa ku sadari aku terduduk di tanah dan menangis sejadi-jadinya


"Aisha!!! kenapa kau tidak pernah mengatakan padaku sebelumnya, kenapa!!" ujarku sambil terus menangis


Iapun menghampiri ku dan ikut duduk di depanku


"Percuma saja Kelvin, lagi pula juga penyakit ini sudah sangat lama ku derita" ujarnya pelan


"Tapi tidak seharusnya kau tidak bilang pada temanmu Aisha, aku teman mu lalu kenapa kau tidak pernah mengatakannya padaku, kenapa? apa aku belum cukup baik di matamu maka kau tidak mau memberitahukan rahasia besar mu ini padaku ha? katakan!" kataku mulai melemah dengan mata agak merah


"Kau salah Kelvin, justru kau itu sangat baik di mataku"


"Lalu kenapa kau tidak pernah mengatakannya padaku?"


"Karena aku hanya ingin aku dan Tuhan ku sajalah yang tahu, aku tidak mau melibatkan orang lain dalam urusan ku" jawabnya


Aku menghapus air mataku dan bangkit berdiri dan langsung menggendongnya lagi masuk ke mobil


"Kelvin, kita mau kemana?" tanyanya bingung


Tak ku gubris perkataannya dan tetap ku masukkan ia kedalam mobil


Lalu dengan cepat aku melajukan mobil ke salah satu rumah sakit ternama di kota ini


"Aku.... aku tidak mau!" ujarnya


Aku kembali tak menggubris perkataannya dan langsung menggendongnya lagi keluar mobil dan masuk ke dalam rumah sakit tersebut

__ADS_1


__ADS_2