
*Aisha prov*
"Orangtua?" katanya dengan nada sedih dapat kurasakan
"Ada apa?" tanyaku melihat ekspresi wajahnya sedih
"Orangtuaku meninggal tiga tahun lalu sebelum aku bertemu dengan John" jawabnya lesu
"Yah.... sori Max, aku enggak tahu, aduh.... dasar kau Aisha bikin Max sedih aja!" kesalku pada diri sendiri sambil menepuk jidat
"Huft..... hahaha, jangan dipukul terus jidatmu sha, nanti jadi benjol" katanya sembari tertawa melihat tingkahku
"Hehehehe nah gitu atuh, jangan sedih lagi yah!" kataku memberinya semangat
Sembari kami berbicara dan tertawa tak terasa waktu sudah berlalu dan mobil pun sudah sampai di depan gang kos-an ku
"Nah... ini gangnya, kos-an ku ada di ujung" kataku sambil membuka pintu mobil
"Kau tinggal di kos-an?" tanyanya dan aku mengangguk
"Oh ya sudah, selamat malam" ujarnya dan pergi melaju meninggalkan tempat ku sekarang berdiri
"Huft..... kasihan Max dia sama sepertiku ditinggal mati orangtua" kataku pada diri sendiri dan masuk kedalam gang
Saat ada di depan kos-an, kulihat Sarah tengah duduk lesu sembari merenung dan bersandar di pintu kos-an ku yang terkunci
"Sarah, kau disini? ada apa?" tanyaku dan duduk disampingnya
Ia menoleh dan menyandarkan kepalanya di bahuku
"Sha, pacarku menghilang akhir-akhir ini sudah 3 hari aku mencarinya tapi dia tidak ada dimana-mana" jawabnya lesu
"Oh pantas aja kau akhir-akhir ini jarang bantu aku ikut jualan" kataku dan mengelus rambutnya
"Sekarang aku harus bagaimana sha?" tanyanya hingga membuatku bingung mau jawab apa
"Keadaan mu sekarang kurang baik, lebih baik kau tidur aja dulu di kos-an ku yuk!" ajakku dan memapahnya masuk kedalam kos-an
"Tunggu! apa kau sedang sakit?" tanyanya dan akupun tersenyum lebar dan mengangguk
Iapun melepas tanganku dari bahunya dan memapah ku
"Kebiasaan yah, kalau sakit pasti didiemin aja! sini istirahat dulu!" ketusnya dan mendudukkan ku ke sisi kasurku
"Ye.... orang aku udah beli obat kok, nih buktinya!" jawabku dan menunjukan isi plastik obatku
"Bagus kalau begitu! sekarang minum obatnya dan tidur!" katanya memerintahku
"Eh... kau mau kemana?" tanyaku ketika melihat ia membuka pintu kos-an
__ADS_1
"Pulang"
"Kenapa"
"Aish... kau ni banyak tanya yah! aku tak nyaman tidur di kos-an jelek mu ini" jawabnya dan menutup kembali pintu dan pergi
"Heh.... bilang aja kau tak mau menggangguku kan" kataku pada diri sendiri saat melihatnya hilang ditelan pintu
*John prov*
Aku mengepalkan tangan mengingat kejadian tadi
*Ceklek* pintu terbuka dan masuklah Max lalu menghampiriku
Aku melihatnya dengan tatapan sadis dan dingin
"Nona Aisha sudah saya antar tuan John" katanya dengan nada hormat, ada nada ketakutan yang dapat kurasakan dari mulutnya
Aku terdiam sejenak sembari melihat wajahnya yang tertunduk dan berdiri menghadapnya
"Bagus, kau tahu posisi mu, selama ada Aisha kau boleh memanggilku formal tapi jika tak ada dia jangan berani coba-coba" ujarku dingin dan keluar dari UGD
Aku berjalan diikuti Max di belakangku dan juga para bodyguard lainnya yang kini memasang wajah datar menuju apartemen
Pagi harinya.......
Setelah membersihkan diri dan mengganti perban sendirian, aku membuka lemari mencari rompi dan setelannya yang mau kupakai hari ini
Aku menuruni tangga menuju meja makan yang sudah ada tertata banyak makanan di atasnya
Saat aku mulai makan, tiba-tiba aku teringat kalau kemarin aku membawa kotak makan siang untuk ke kedai Aisha
"Astaga! dimana kotak makan ku? jangan-jangan hilang lagi di sana" kataku dengan menyesal dan tiba-tiba hilang selera makan ku
Aku berdiri dan dihampiri Max dan keempat sekretaris ku
"Max! kau cari kotak makan siang ku di jalan kemarin! cari sampai dapat!" perintahku dan ia menundukkan kepalanya lalu pergi
"Tuan, ada beberapa agenda hari ini, mulai dari tanda-tangan akuisisi perusahaan tuan Morgan, ditemui para klien, menandatangani kontrak, dan acara makan siang bersama" kata salah satu sekretaris ku dan diiringi dengan anggukan lainnya
"Siapkan apa yang perlu disiapkan!" kataku dan meninggalkan mereka pergi ke kantor
Akhir-akhir ini, aku tak butuh lagi supir pribadi dan akupun mulai sering mengendarai mobil sendirian
Sesampainya di kantor, raut wajahku yang kemarin kini berubah seperti biasanya yakni dingin bahkan lebih dingin lagi hingga dapat kurasakan dan kulihat ekspresi wajah para karyawan ku melihatku lalu di depan mereka
"Ada apa dengan tuan John? kemarin ia sangat ramah, kenapa sekarang jadi lebih dingin dari yang sebelumnya?" bisik karyawan ku pada yang lainnya
Aku berhenti dan ku tatap wajahnya
__ADS_1
"Sekali lagi aku mendengar gosip di kantorku, aku bisa melemparmu ke kandang harimau" kataku dingin hingga membuat semua karyawan ku menundukkan kepala mereka masing-masing
Aku masuk ke dalam ruangan ku dan mondar-mandir
"Ouhhh... astaga!! ada apa denganku? masa cuman kehilangan kotak makan jadi harus kek gini" kataku pada diriku sendiri
*Ceklek* pintu terbuka tapi aku tak mendengarnya
"Pak, ini harus ditandatangani oleh bapak" kata sekretaris ku hingga membuatku terkejut dan marah padanya
"Apa kau tidak punya etika saat masuk ruangan?" tanyaku dengan nada tinggi
"Maaf tuan, tapi tadi saya sudah mengetuk pintu" jawabnya gugup dan ketakutan sambil menundukkan kepalanya
Aku terdiam dan memijat alisku lalu duduk di sofa
"Taruh saja disitu" kataku
Ia menaruhnya di meja depanku lalu pergi
"Ada apa denganku?" kataku bingung pada diriku sendiri
Selang beberapa menit, ada orang mengetuk pintu
"Masuk" kataku
Nampak Max masuk ke dalam sambil membawa kotak makan
"Apa ini tuan?" tanyanya dan akupun berdiri lalu mengambil kotak makan siang ku dari tangannya
"Untung saja kau mendapatkannya" kataku dengan gembira
"Permisi tuan" ujar Max dengan sopan padaku
Aku mengangguk lalu iapun kembali keluar
"Yes... jam makan siang nanti aku bisa makan di kedai Aisha" kataku dengan gembira dan mulai bekerja
Saat aku hendak membuka laptop aku teringat sesuatu
"Oh iya yah! Aisha kan enggak punya ponsel, tak bisa main pula, gimana yah kalau nanti ada apa-apa dengannya?" tanyaku pada diri sendiri
Ku raih telepon seluler di mejaku dan menekan nomor
"Panggil Max sekarang!" perintahku dengan si ditelepon
Beberapa detik kemudian Max kembali datang
"Cari sebuah ponsel termahal di kota ini" perintahku pada Max
__ADS_1
Ia mengangguk lalu pergi lagi tanpa mengucapkan sepatah katapun
"Kira-kira gimana yah reaksi mu Aisha kalau tahu aku membelikan mu ponsel?" tanyaku pada diri sendiri sembari senyum-senyum sendiri