Aisha & Me

Aisha & Me
Part 21 (Makan malam bersama)


__ADS_3

*Max prov*


Ku kemudikan mobil dengan kecepatan sedang sambil sesekali melihat jam tangan


"Untung aja ingat hari ini ada janji sama Tara buat makan mie ayam di kedai Aisha, kalau sampai kelupaan entah apa yang akan dilakukannya nanti padaku" kataku


Sesampainya di depan rumah, sudah ada Tara di depan dengan raut wajah masam


"Kenapa terlambat?" katanya dengan kesal


"Yaelah Tara jangan marah dunk adek kesayangan, 5 menit doang kok telatnya" jawabku sambil terkekeh


"Ya sudah, ayo pergi sekarang tak sabar aku mau lihat si pacar kakak" katanya hingga membuatku melebarkan mata dan malu


Akupun menginjak pedal gas perlahan dan mulai melaju menuju kedai Aisha


"Ck.... dibilangin jangan manggil dia kek gitu lagi masih aja" kesalku


"Ye.... biarin, aku tak percaya kalau dia bukan pacar kakak kalau bukan dia sendiri yang bilang, lagipula juga aku yakin kok kalau dia tak akan menolak kakak, kakak kan ganteng" ujarnya memuji ketampanan ku hingga membuatku senyum-senyum sendiri memikirkan Aisha


"Tuh kan.... baru aja dibilangin udah mikirin yang namanya Aisha tuh, aku berani berpasti kalau dia itu cantik" katanya


"Tara ingat! nanti kalau udah sampai sana jangan bicara yang aneh-aneh atau panggil dia pacar kakak, mengerti!" ucapku memperingatkan Tara


"Kenapa kak? kok kakak kek gitu sih? apa jangan-jangan kakak suka lagi sama yang namanya Aisha itu yah? kak! kalau suka itu langsung nembak aja dia jangan di tahan-tahan nanti ada yang ambil pula" ujarnya lagi


Aku terdiam mencerna perkataannya, apalagi ada bos ku tuan John yang juga teman Aisha dan juga aku, aku khawatir dia akan menyukai Aisha juga


"Eh kak? ada apaan? kok kek sedih sih? kan yang aku bilang bener, kalau kakak suka sama Aisha mending langsung tembak aja" katanya


"Bukan begitu Tara, dia itu orang muslim, sedangkan kakak dan juga tuan John atheis" kataku


"Kok bawa-bawa tuan John sih kak?"


"Soalnya, tuan John juga dekat dengan Aisha" jawabku


"Apa!! kok kakak enggak bilang dari kemarin sih?"


"Ya... enggak ada"


Sejenak kami berdiaman dan akhirnya dia lagi yang bicara duluan

__ADS_1


"Kak, kok bisa tuan John kenal sama Aisha?"


"Entahlah, tapi kata Aisha dia kenal tuan John di kedainya pas tuan John mau beli mie ayamnya"


"Oh begitu toh, tapi.... kak tumben tuan John beli makanan kek gituan? kan biasanya dia punya selera makan yang tinggi"


"Entahlah, kakak juga tak tahu apa alasan sebenarnya dia mau makan mie ayam tapi yang pasti hampir tiap sore atau malam dia juga ke kedai Aisha" jawabku


"Oh begitu toh, kalau malam ini?" tanyanya


"Hmmmm.... sepertinya tidak, soalnya malam ini kek nya ada klien besar datang mau minta kerjasama dengan tuan John, tapi kakak juga belum pasti"


"Oh begitu toh, semoga saja hari ini dia tidak datang"


Aku menoleh sebentar kearahnya


"Kenapa kau mengatakan itu?"


"Ya... biar enggak ada orang ketiga nanti diantara kalian kak" jawabnya dan aku terdiam sejenak


"Kak.... kalau menurut aku yah, tuan John itu kek nya suka juga sama Aisha"


Aku terkejut mendengar perkataan Tara


"Ya....coba aja kakak pikir yah, tuan John itu biasanya selera makannya tinggi apalagi dia itu mafia, pastilah dia tak suka makan makanan sembarang, tapi pernah tidak kak kakak kebayang dia jadi pelanggan tetap Aisha gegara mie ayam buatannya Aisha enak banget, pasti ada apa-apanya di hati dia untuk Aisha" ujarnya


Aku kembali terdiam, ya emang bener sih yang dikatakan Tara tadi, aku pernah berpikir kalau tuan John juga menyukai Aisha


"Kak.... aku ingetin sekali lagi yah kak, kalau kakak emang beneran suka sama Aisha kakak harus nembak dia duluan daripada tuan John,. tuan John itu ujian terbesar kakak buat dapatin Aisha, apalagi penampilan dan pekerjaan tuan John lebih baik daripada kakak" ujarnya lagi


"Ya terserah aja lah apa yang mau takdir berikan pada kami bertiga Tara, akhirnya pasti ada yang bersama dan ada yang sendiri" kataku mulai sedih


Tak berapa lama, kami sampai di kedai Aisha dan ku parkirkan mobil di sebrang jalan kedai


"Ini kah kedainya?" tanya Tara sambil membuka pintu mobil


"Iya, ayo! hati-hati nyebrang nya" kataku


Kami berdua pun menyebrang dan dapat kulihat dan juga Tara, Aisha tengah duduk sambil memainkan ponselnya


"Kak.... itu yah yang namanya Aisha" bisik Tara padaku saat masih ada di luar kedai dan aku hanya membalas anggukan

__ADS_1


"Ih.... pantesan aja kakak sama tuan John suka sama dia, orang dia kek boneka Barbie gituh! imut amat! apalagi pake pembungkus kepala, kek adem gituh liatnya" ujar adikku


"Itu bukan pembungkus kepala Tara, itu jilbab namanya"


"Oh begitu toh, ya sudah kak yuk samperin dia!" seru Tara dan langsung menghampiri Aisha


Semoga saja dia tak ngomong aneh-aneh gumamku


*Aisha prov*


Dikit lagi dikit lagi!! arghhhh sial! masa ularnya kena lagi sih! gumam ku kesal dan mulai memainkan game ular-ularan lagi


"Ba!!!!!!" kejut seseorang dan duduk di sampingku hingga membuatku hampir saja menjatuhkan ponsel Nokia ku


"Astaghfirullah!" kataku sembari mengusap dada


"Hehehe, maaf yah jadi kaget kamu! oh ya, kamu yah yang namanya Aisha?" tanyanya


Aku kebingungan kenapa dia bisa tahu namaku tapi Max datang


"Aisha, maaf ya atas yang dia lakukan tadi" kata Max


"Oh enggak apa-apa, kok enggak bilang kalau kau kesini apalagi bawa pacar" kataku


"Eh bukan, aku bukan pacar kak Max aku adiknya Tara"


"Oh adiknya Max toh, maaf yah soalnya cantik banget kamunya kek pacar dia" kataku sambil terkekeh kecil


"Bukannya kakak yah pacarnya?" kata Tara


"Tara! jangan ngomong sembarang" ujar Max sambil mencubit lengan adiknya


"Hahahaha.... kalian ini, enggak apa-apa kok Max, oh yah kalian mau makan mie ayam?" tawarku


"Ya ya ya ya! aku mau! punyaku yang pedas yah, tapi kak Max enggak soalnya dia tak suka pedas" kata Tara


"Oh sama kalau gitu dengan John, John juga enggak suka pedas" kataku dan mulai membuatkan mie ayam untuk mereka


"Iya Aisha, kakak juga pernah bilang kalau tuan John tak suka pedas, oh yah! kau tahu tidak kalau tuan John sama kakakku ini mafia?" tanya Tara


"Tara! kan udah aku bilang jangan tanya macem-macem" ujar Max

__ADS_1


"Max, jangan marahin adikmu, dia enggak salah kok, Tara, aku tahu kok kalau kakakmu sama John itu mafia" kataku dan menaburkan daging ayam di atas mie ayam


__ADS_2