Aisha & Me

Aisha & Me
Part 25 (Dilema)


__ADS_3

*John prov*


Seperti biasanya, ketika aku sampai di apartemen, selalu ada bodyguard berjaga-jaga di depan menghampiriku dan membukakan pintu mobil


"Kalian semua pulanglah" kataku sembari berlalu di depan mereka sambil membawa kotak makan siang ku


Sembari bersiul siul, aku berjalan ke arah dapur dan kubuka rice cooker nasi, kumasukkan kotak makan siang ku yang berisikan mie ayam kedalamnya lalu kuatur panas rice cooker paling rendah


"Udah siap, besok pagi tinggal makan" kataku


Akupun langsung menaiki tangga menuju kamar dan merebahkan diri terlentang di tengah ranjang sembari melihat kearah atas


"Aisha Aisha, di dunia ku yang penuh kejam, sadis, dan tak mengenal ampun kenapa kau datang ke dunia ku? akan terlalu bahaya jika kau terus berada di pikiran ku" kataku dengan bingung


Sejenak ku tatapi langit-langit kamar ku yang berdekorasi lampu dari batu-batu permata


Akupun bangkit dan kini tengah duduk lesu


"Akan berdampak buruk jika aku terus keluar kantor dan sering menemui Aisha, tapi kalau tak ketemu dia rasanya ada yang kurang dalam diri ini, apa yang harus kulakukan, apa kunikahi dia saja?" kataku bingung


Akupun meraih ponselku di saku rompiku dan menekan nomor Kelvin


"Datang sekarang ke kamarku" perintahku dan langsung menutup panggilan tanpa mendengar jawaban Kelvin


Sepuluh menit kemudian, Kelvin langsung membuka pintu kamar ku dengan keadaan masih memakai piyama tidur dengan rambut acak-acakan serta ada kantung mata


"Apaan sih? gangguin aja orang lagi tidur, udah tahu jarak mansion ku ke apartemen mu hampir 12 KM, paksa ngebut


malam-malam begini" katanya sambil menguap dan duduk di sofa


"Engg. apa menurutmu aku harus menikah?" kataku mulai bicara


Dapat kulihat, setelah kukatakan tadi ia membuka matanya lebar-lebar dan terperangah


"Kau bercanda John?"


"Aku tidak pernah bercanda kalau soal seperti ini"


"Wah.... hebat kau John, bagus tuh move on dari si brengs*k Zaskia, aku dukung seratus persen!" katanya bersemangat


"Jangan menyebut nama itu lagi"

__ADS_1


"Ok, terus bagaimana rencana mu selanjutnya? apa kau mau aku pesankan tempat pernikahan termewah sejagat raya?"


"Bukan, yang kupikirkan saat ini, jika aku menikahinya apa aku akan terus jadi mafia?"


"Ya teruslah John, masa berhenti sih, ya enggak bisalah, kita udah banyak produksi senjata ilegal masa mau ditinggali gitu aja"


"Emangnya kek apa wanita yang mau kau nikahi? udah kalau menurut aku sih lanjutin aja, yang namanya wanita itu selalu mau hidup enak dari suaminya" lanjutnya


"Ck... kau tidak mengerti Kelvin, dia itu sangat berbeda dengan wanita pada umumnya" jawabku sembari memijit pelipis


"Beda? beda gimana?" tanyanya


"Dia itu baik" jawabku singkat


"Heh.... yang namanya wanita itu kalau ada maunya sama pria kaya dia harus baik-baik dulu, mana ada wanita yang aslinya baik-baik semuanya palsu" kata Kelvin meremehkan


"Kau salah Kelvin, dia tidak seperti itu, buktinya aku sudah lama mengenalnya dan dia hanya anggap kami berteman tidak lebih, dia tidak pernah merayuku, apalagi dia itu orangnya polos dan lugu, di jaman modern begini ternyata dia masih punya ponsel jaman dulu, ku belikan dia ponsel Android baru" ujarku menjelaskan


"Nah itu tuh.... itu yang ia mau John, dia itu mau memeras mu perlahan-lahan kek si brengs*k Zaskia, nanti ujung-ujungnya ninggalin lho lagi" katanya mencibir Aisha


"Susah yah ngomong sama lho, udah pergi sana!" usirku ketus


Dengan masih mencibir belaan ku pada Aisha ia tinggalkan kamarku dan pulang ke mansion nya


"Sepertinya aku harus lebih mengenal Aisha terlebih dahulu, baru aku akan menikahinya" katamu pada akhir keputusan ku dan ku memilih tidur


*Kelvin prov*


"Ck... susah banget sih si John anak bandel dibilangin! malah diusir lagi padahal dia sendiri yang minta aku datang jam segini, besok pasti kena marah dia lagi gegara terlambat padahal dia kan yang bikin jatah tidurku kurang" kataku kesal sembari memukul-mukul stir mobil


Tak berapa lama setelah ku berucap seperti itu, ujung mataku menangkap sosok wanita di pinggir jalan dekat tong sampah utama jalan yang biasa ku lalui


"Eh... itukan Aisha, nape dia malam-malam begini keluar, kan enggak baik buatnya keluar malam-malam" kataku dan memarkirkan mobil di pinggir jalan dan ku hampiri dia


"Aisha, tunggu!" kataku berteriak sembari menghampirinya


*Aisha prov*


Ku tolehkan kepalaku ke belakang dan kulihat sesosok pria tinggi dan gagah menghampiriku di bawah sinar lampu jalan dengan memakai kan baju tidur, rambut acak-acak, serta memakai sendal tidur, ku sipitkan mataku melihat wajah pria itu yang kurasa kenal suaranya


"Eh kau Kelvin" kataku saat ia sudah berada di hadapan ku

__ADS_1


"Iya, ini aku" katanya dengan nafas tersengal-sengal


"Baru bangun tidur yah?" tanyaku


"Bukan, tadi atasan ku suruh aku datang ke apartemennya makanya aku datang, aku jadi tak sempat ganti baju" jawabnya


"Jahat juga yah atasan mu" kataku


"Jahat jahat gitu, aslinya baik kok" katanya dan aku hanya berooh dan kembali membuang sampah-sampah yang sudah bertumpuk di kedai dan juga kos-an ku


"Kau ngapain jam segini keluar? wanita kek kau kan tak boleh" katanya


"Ini, lagi buang sampah kedai sama kos-an udah numpuk, dua Minggu enggak kubuang" jawabku tanpa melihatnya


"Oh begitu toh, baru tutup kah kedai mu?"


"Iya, baru aja habis ku tutup aku langsung kesini buang sampah"


"Tumben, agak lama kan biasanya jam 10 udah tutup, ini udah hampir tengah malam"


"Tadi sahabat aku datang ke kedai ajarin aku cara main ponsel Android jadi lupa waktu deh kalau udah hampir tiba waktu tutup kedai" jawabku sembari memperlihatkan ponsel baruku pemberian John


"Oh sama yah kau dengan ceweknya atasan ku" katanya


"Ha? apanya yang sama?" tanyaku bingung dan mulai bersiap-siap meninggalkan tempat itu


"Bicaranya di mobil aja, biar aku antar kau ke kos-an mu biar lebih aman" katanya dan akupun mengangguk


Kamipun masuk ke dalam mobil mewah Kelvin


*Kelvin prov*


Aku menyalakan mobil dan kulajukan dengan kecepatan rendah agar perjalanan yang seharusnya dua menit memakai mobil jadi agak malam sambil aku bercerita


"Itu, kan atasan ku rencananya mau nikah sama ceweknya" kataku mulai menjelaskan


"Terus?"


"Si ceweknya itu dia pura-pura baik biar deket sama atasan ku, sampai-sampai dia pakai cara novel lagi kek sok lugu ama polos gituh biar atasan ku ngebeliin ponsel buatnya" kataku lagi dan sesekali kulihat wajahnya serius menanggapi ceritaku


"Bagaimana tanggapan mu dengan cewek atasan ku itu?" kataku

__ADS_1


"Engg... kalau menurut aku sih terserah atasan mu aja, kalau dia udah tahu ceweknya cuman mau manfaatin dia itu pribadinya, tapi kalau dia belum tau kau sebagai tangan kanannya wajib memberitahu dia yang sebenarnya" tanggapannya


__ADS_2