Aisha & Me

Aisha & Me
Part 5 (Makan mie ayam lagi)


__ADS_3

*John prov*


Aku yang tengah bekerja di ruangan ku sedikit terkejut dengan terbukanya pintu secara tiba-tiba tapi aku sudah tahu siapa yang berani melakukannya dan ku fokuskan kembali tatapan ku ke laptop


"Ada apaan?" tanyanya sebal sambil duduk di sofa dan kakinya ada di meja


"Darimana kau?" tanyaku yang merasa tumben sekali Kevin kalau dipanggil tak sampai lima menit dia sudah datang


"Biasa, ngecek barang di ruang rahasia di "Supermarket"" jawabnya sambil mengutip kan kalimat terakhir


Tanganku berhenti menekan keyboard laptop dan kutatap Kevin dengan dingin


"Ck... iya iya iya, i am sorry, aku tidak akan menyebutkan itu lagi disini" jawabnya santai


Memang, 4 tahun yang lalu setelah aku mengumpulkan semua barang-barang ilegal ku yang masih tersisa dari tangkapan polisi, aku membuat supermarket yang sebenarnya adalah ruang rahasia tempat semua barang-barang ilegal ku di kumpulan, supermarket hanyalah luarnya saja tapi siapa yang tahu kalau sebenarnya dibelakang atau lebih tepatnya dibawah supermarket ada ruang "rahasia"


Karena baru pertamakali aku datang ke kota ini, dahulunya di kota inilah Kevin yang handle aku yang memimpin kantor pusat di Eropa tepatnya di Prancis


"Untuk 2 hari kedepan, kau ku tugaskan pergi ke wilayah selatan dari Eropa dan lihat bagaimana perkembangan disana" ujarku dingin tanpa melihat ke arahnya


"Ok bung!" jawabnya dan hendak pergi


"Siapa yang menyuruhmu pergi?" tanyaku hingga membuatnya tak jadi meraih gagang pintu


"Ini sudah jam makan siang, sementara kau handle pekerjaan ku disini aku mau pergi sebentar" ujarku sambil bangkit melewati kevin yang tercengang dan pergi meninggalkan kantor


Mungkin alasan ia yang tercengang karena baru pertamakali nya aku meninggalkan pekerjaan ku hanya untuk urusan lain, karena dulunya aku gila kerja


Aku berjalan melewati para satpam berjumlahkan 6 orang dan kumasuki mobil


"Kau boleh pulang" ucapku pada supir pribadiku


Ia mengangguk dan keluar dari mobil tempat stir mobil, aku masuk ke dalamnya dan menjalankan mobilku ke tempat tadi malam aku kunjungi


*Aisha prov*


"Alhamdulillah, selesai juga semuanya" ucapku sambil mengelap keringatku dengan ujung jilbabku

__ADS_1


Sarah yang sudah selesai merapikan meja dan kursi menghampiriku


"Sha, hari ini kau kerja sendirian dulu yah! aku ada urusan soalnya" ucapnya membuatku mengerutkan kening


"Akhir-akhir ini kau sering meninggalkanku kerja sendirian, ada apa? apa kau punya pacar baru?" tebakku


"Ck... kao ne! jangan sembarang! aku ada urusan, sampai jumpa!" jawabnya dan meninggalkan ku lagi


"Hadeuhhhh..... susah yah punya teman cantik, dikit-dikit di tinggali, auk ah mendingan main game" ujarku menghibur diri sendiri


Aku duduk di salah satu kursi dan kuraih ponsel Nokia retak dan kumainkan permainan favorit ku, ular-ularan 😂😂


Saat sedang fokus fokusnya main game, aku sampai tak sadar kalau ada yang datang


"Aish.... Sarah kau bilang mau pergi, kenapa datang lagi" ujarku tanpa menengadahkan wajahku ke atas melihat siapa yang datang


"Maaf" jawab orang itu


Merasa bukan suara Sarah dan sedikit kenal akupun menengadahkan wajahku


*John prov*


Dapat kulihat dari kaca mobil, merek dan jenis ponsel apa yang ia pegang, "Dasar gadis lucu" kataku pada diriku sendiri dan aku masuk ke dalam kedai tersebut


Aku berjalan di depannya, tapi tidak dia lihat "keasikan main game jadul sampai-sampai tak tahu aku datang" gumamku sembari mengintip apa yang ia mainkan, ternyata ular-ularan permainan ponsel Nokia


"Aish.... Sarah kau bilang mau pergi, kenapa datang lagi" itu yang ia katakan padaku tanpa melihat siapa yang datang


Akupun mengatakan "Maaf" bermaksud agar dia melihat kearah ku


"Tuan, kau datang lagi?" aduhhh... maaf, aku pikir kau Sarah temanku" ujarnya langsung bangkit setelah beberapa detik ia melihat wajahku persis di atas kepalanya


"Tidak apa-apa" jawabku dingin karena untuk kedua kalinya aku harus melihat wajah lucunya lagi dan untuk menghindari ekspresi wajah jujurku aku terpaksa pakai cara dingin ku


"Aku mau mie ayam tanpa cabai" lanjut ku sambil duduk di tempat ia duduk tadi


"Baik tuan, akan saya segera siapkan" jawabnya dan segera menyiapkan makanan pesanan ku

__ADS_1


"Oh ya! apa kau belum makan?" tanyaku memberanikan diri bertanya seperti itu setelah beberapa saat ku rundingkan dengan diri sendiri


Dia terdiam sejenak dan melirik wajahku


"Oh ya tuan kan tak biasa makan sendirian, saya juga makan kok saya temani tuan makan lagi" jawabnya tersenyum lebar padaku hingga aku merasa gembira di hatiku


Sudah lama sekali aku tak merasa gembira di hati ini setelah pengkhianatan Zaskia padaku


Setelah beberapa lama menyiapkan makanan kami berdua akhirnya selesai juga


Dia datang sambil memegang sebuah nampan berisi dua mangkuk mie ayam ke meja tempatku duduk


"Ini punya tuan tanpa cabai, dan ini untuk saya pakai cabai" ujarnya sambil meletakkan mangkuk mie ayam punyaku di depanku baru punya dia


Setelah itu dia duduk di sebelah ku dan ia mengambil botol saus di meja kami lalu ia masukan isi botol tersebut ke dalam mangkuknya


Aku yang melihatnya merasa aneh


"Kau suka sekali ya dengan saos ataupun cabai?" tanyaku


"Iya tuan, kalau saya makan tanpa itu rasanya kurang lengkap apalagi kalau mie hehehehe" jawabnya terkekeh


"Oh begitu" ujarku dan mulai makan, rasanya sudah tak sabar lagi untuk menyeruput mie ayam buatannya


"Itu tadi ponselmu?" tanyaku memulai pembicaraan di sela-sela makan


Karena mie masih ia kunyah, ia hanya mengangguk dan aku yang melihat jawabannya itu menjadi tertawa


"Zaman sekarang ternyata masih ada ya orang yang punya ponsel seperti itu pakai getah karet lagi" ujarku dengan nada mengejek setelah melihat ponsel wanita itu dari jarak dekat dan terlihat dari arah belakang ponsel, getah karet melingkar di ponselnya menandakan sering copot penutup belakang ponselnya


Aku pikir balasannya akan membalas mengejekku tapi ia malah cengengesan dan akupun bingung


Ia mencoba menelan mie ayam, dan meminum air


"Hehehehe iya tuan, saya punya ponsel itu sudah lama sekali" jawabnya


"Lalu kenapa kau tidak membeli ponsel baru?" tanyaku penasaran sambil menyeruput mie dengan arah badan menyamping menghadapnya

__ADS_1


"Hahahaha tuan ini, darimana saya punya uang beli ponsel baru? lagipula juga toh saya masih banyak keperluan kek bayar kos-an, makan sehari-hari, beli bahan-bahan dagangan, sama yang lain" jawabnya enteng


Akupun terdiam sejenak mencerna perkataannya sambil terus makan mie ayam


__ADS_2