
*Aisha prov*
"Cih.... pacar yang dia cari? apa hubungan pertemanannya denganmu tidak lebih penting baginya?" cibir John mencela sahabatku hingga membuat ku terkejut dan menghampiri nya
"John! jangan bicara seperti itu, aku kenal betul Sarah, ya emang bener sih dia akhir-akhir ini tak bantu aku jualan tapi kalau yang kau katakan tadi dia sama sekali tidak seperti itu, buktinya tadi malam dia perhatian padaku" kataku membela Sarah dengan nada suara serak
John membalikkan badannya menghadap ku
"Aisha, maaf aku tak bermaksud menghinanya, aku tadi kesel karena kau sendirian kerja kalau tak ada Max membantumu pasti kau lebih kelelahan" jawabnya dengan nada bersalah yang kurasakan
Aku menghela nafas dan tersenyum tipis sambil mengangguk
"Udah enggak apa-apa kok" kataku lembut dan kembali duduk
"Mas! mie ayam pedasnya satu!" kata pelanggan baru datang dan kini berdiri di samping John
"Ah...iya pak..eh mas, duduk saja dulu" jawab John gugup lalu iapun menghampiriku
"Sha, aku enggak tahu cara buat mie ayam, gimana nih?" tanyanya dengan nada berbisik
*Max prov*
"Mas! mie ayam pedasnya satu!" kulihat pelanggan baru datang dan berdiri di samping John
"Ah...iya pak..eh mas, duduk saja dulu" jawab John gugup lalu iapun menghampiri Aisha dan membisikkan sesuatu
Apa yang dibisikkan John dengan Aisha? bikin penasaran aja ketusku sambil terus mencuci mangkuk
"Max!" panggil Aisha dan akupun langsung datang dengan gembira
"Ada apaan?" tanyaku
"Engg.... kau tadi udah kuajarkan cara buat mie ayam kan?"
"Oh... iya"
"Nah gini, si John pengen buat mie ayam untuk pelanggan yang tadi kau ajari dia yah!" pintanya hingga membuatku terperangah
"Sha, emang kau enggak bisa yah?" tanya John pada Aisha
"Aduh.... enggak apa-apa kali diajari sama bodyguard sendiri, itung-itung pdkt kalian, hahahaha" kata Aisha tertawa dengan pelan
Melihatnya mencoba tertawa dengan wajah pucatnya, aku tak tega untuk menolaknya
__ADS_1
"Ya sudah, ayo John aku ajari" kataku pada John
Dapat kulihat kekesalan dan raut wajah masam dari muka John
*John prov*
"Ya sudah, ayo John aku ajari" katanya pada ku hingga membuatku hampir maran
Ouhhh... astaga! untung saja tak jadi marah, kalau sampai marah di depan Aisha enggak tahu apa tanggapannya tentang ku nanti, harus sabar! enggak mungkin aku nolak permintaan Aisha, apalagi..... lihat nya tertawa dengan wajah pucatnya membuatku tak tega kataku dalam hati
Aku berpura-pura senang dan terima ajaknya
Selama ia mengajariku, aku banyak mengeluarkan kata-kata kotor dalam hatiku kutujukan pada Max
Baru pertama kali aku diajari cara buat mie ayam dengan bodyguard sendiri lagi 😒😒
"Lepas nih diapakan lagi mienya?" tanyaku bingung pada Max
"Tinggal kasih saos cabai lagi, setelah itu baru hidangkan dengan pelanggan" jawabnya
Aku menggertakkan gigi mendengar ada nada memerintah dari perkataannya tadi
Ku patuhi perkataannya dan kumasukkan saos cabai ke mangkuk mie dan kuberikan pada pelanggan tadi
Jam menunjukkan sudah malam hari.....
"Lap meja" jawab Aisha dengan nada sangat pelan dan mata tertutup
"Sha! kau kenapa? kok tambah pucat?" tanyaku dan sedikit mendekatkan wajahku ke Aisha
Max pun langsung mendatangi kami
"Iya sha! kok tambah pucat?" tanya Max dengan pertanyaan yang sama denganku
Aisha membuka matanya dan tersenyum tipis
"Mau tahu enggak yang bikin aku tambah sakit apaan?" tanyanya dengan nada sangat pelan dan lembut hingga membuatku merinding mendengarnya entah apa yang dirasakan Max
"Apa?" tanyaku serempak dengan Max
"Aku tuh kepikiran dengan kalian, dari tadi kulihat John enggak senang diajari Max, Max juga masih kaku dengan John, kek bukan teman gitu, apa jangan-jangan di belakang aku kalian masih kek gituh?" katanya hingga membuatku dan Max saling pandang
"Jadi maksudmu yang bikin kau sakit itu kami yah?" tanyaku
__ADS_1
"Ya enggak lah, aku cuman demam biasa kok entah kenapa beda dengan biasanya, paling besok juga sembuh" jawabnya
"Aisha, mendingan kamu pulang lagi ke kos-an, biar aku sama John yang bawa alat-alat masaknya ke dapur kos-an mu" tawar Max dan aku mencoba untuk meredam amarah ku agar tak ketahuan Aisha
"Ya sha, apa yang dikatakan Max tuh bener" belaku pada Max, pada situasi begini aku harus bela Max di depan Aisha agar dia mau istirahat
"Tumben, ya udah deh kalau kalian memaksa, tapi tunggu sebentar yah!" katanya dan bangun dari duduknya dan pergi ke belakang kedai
Kenapa dia kesana? tanyaku dalam hati
Tak lama kemudian Aisha kembali dengan membawa dua kotak makan siang
Eh, yang satu itukan punyaku? oh... pantas aja tadi ilang rupanya Aisha yang ngambil toh dugaku
"John, ini kotak makan siang mu kan, dan ini untukmu Max" katanya pada kami berdua sembari memberikan kotak makan siang masing masing
"Oh iya, makasih ya, eh... kok kek berisi ya" kataku penasaran dan kubuka kotaknya
"Eh.... mie ayam?" kata Max sama yang mau ku ucapkan
"Iya, tadi pas aku lihat John bawa kotak makan siang aku pikir dia mau mie ayam buat makan dirumahnya makanya aku ambil" jawabnya
"Tapi aku kan tak bawa kotak makan siang?" tanya Max
"Itu kotak makan siang ku, masak John dikasih kau tidak" jawab Aisha dengan nada lembut
"Makasih yah Aisha" jawabku kompak lagi dengan Max tanpa sadar
Sepertinya sekarang bukan waktu yang tepat kalau kasih ponselnya buat Aisha, dia lagi sakit sekarang kataku dalam hati
"Ya sudah, aku duluan yah ke kos-an, yang paling ujung itu kos-an ku, kau masuk aja kedalam kepastian lurus ada tuh dapur disana, tapi maaf ya agak sedikit berantakan" kata Aisha sedikit tertawa
"Iya enggak apa-apa" jawab Max
Aisha kemudian menyebrang jalan menuju seberang untuk masuk ke gang menuju kos-an nya, sedangkan aku membantu Max membawa semua alat-alat masak ke kos-an Aisha mulai dari para mangkuk, sendok dan garpu, gelas panci dan sebagainya
"Kau bawa yang besar, aku bawa yang ini!" kataku dengan sewot sambil membawa barang-barang yang ringan dan berjalan duluan masuk ke gang Aisha
Kulihat Max tanpa berkutik samasekali ia mengikuti ku masuk kedalam gang hingga sampai akhirnya kami berdua sampai di kos-an ujung kos-an Aisha
Kami berdua pun masuk kedalam kos-an dan nampak di ruang pertama yakni tempat tidur Aisha kami lalui, kami melihat Aisha tertidur menyamping ke arah tembok yang masih menggunakan hijabnya
Setelah kami meletakkan semua barang-barang masaknya, kami keluar dari kos-an nya dan kututup kembali pintunya
__ADS_1
"Tuan, apa aku boleh pulang sekarang?" tanya Max
"Ini bukan jam kerja, kau bisa memanggilku John, kenapa kau harus minta ijinku untuk pulang?" tanyaku balik dan pergi ke mobilku sambil membawa kotak makan siang ku dan paperbag ponsel Aisha ke apartemen