Aisha & Me

Aisha & Me
Part 13 (Nambah lagi?)


__ADS_3

*Max prov*


Entah kenapa semenjak Aisha masuk tadi membuat hatiku menjadi gusar, hingga aku mondar-mandir


"Max!!" teriak dari dalam dan akupun sudah tahu siapa yang memanggilku, akupun langsung masuk ke sana


Saat aku disana, dapat kulihat kalau tuan John tengah berdiri di depan Aisha


"Antar dia ke rumahnya di jalan tadi dekat kedai mie ayam miliknya" perintahnya dengan nada dingin


"Baik tuan" jawab jawabku hormat sembari menundukkan kepala


"Yaelah John, jangan dingin napa kek es batu tauk! tak boleh sama bawahan dingin kek gitu" cibir Aisha pada tuan John hingga membuatku menoleh ke Aisha


"Ini namanya profesional sha, bukan dingin" bela tuan John dengan dirinya sendiri


"Orang buktinya tadi kau bicara kek gitu suasana disini langsung remang" kata Aisha hingga membuatku dan juga John terperangah


Apa yang dikatakan Aisha itu benar, saat tuan John berbicara ada aura khusus keluar dari wajahnya yang bisa membuat seisi ruangan menjadi remang kedinginan


"Baik tuan John, Aisha ayo!" kataku menyela percakapan mereka


"Tunggu! berani sekali kau memanggilnya dengan sebutan nama? panggil dia nona" seru tuan John padaku dan akupun hanya menundukkan kepala


"Heh! jangan marah-marah John nanti cepet tua, orang aku kok yang nyuruh dia buat panggil aku aja kek gitu, aku tak suka dipanggil nona emang aku nona manis si jembatan Ancol apah dipanggil nona nona segala" bela Aisha padaku dan akupun melihatnya dengan tatapan khusus


"Lagipula juga sekarang dia jadi temen ku kok, yang artinya temen mu juga, sesama temen enggak boleh kek gitu" lanjutnya lagi hingga dapat kulihat tuan John tambah terkejut


"Apa! kalian berteman?" kata tuan John dengan suara hampir teriak


"Iya.... enggak apa-apa kali kan kalau berteman sama bodyguard mu" jawab Aisha enteng sambil duduk


"Maksudmu, nambah lagi gituh? emang enggak cukup yah kalau kita berdua saja berteman?" tanya tuan John dengan bahasa formal hingga membuatku sedikit terkejut karena baru kali ini aku mendengar ia memakai bahasa formal


"Ya enggak apa-apa kali, kan nambah temen nambah pengalaman, aku masih dikit pengalaman" jawabnya enteng dengan pertanyaan tuan John


Aisha, kau orang yang pertama bisa menjawab tuan John dengan santai, kalau orang lain pasti sudah hilang nyawanya gumamku memuji Aisha

__ADS_1


"Kalau kau mau pengalaman, aku bisa memberikannya, tak ada alasan lagi sekarang putuskan hubungan pertemanan mu dengan si Max!" seru tuan John tak senang hingga dapat kurasakan hatiku sakit mendengarnya


Saat aku kembali melirik Aisha yang masih duduk di sampingku, dapat kulihat ia menghela nafasnya dan berdiri


menghampiri tuan John yang bermuka masam


"John..... jangan seperti ini dunk, tak baik tahu, kan enggak apa-apa kalau berteman dengan bodyguard mu, yang penting harus profesional kan katamu, yah... ok, kalau di jam kerja aku janji kalau Max akan memanggilku sopan dan juga dirimu, tapi.... pada saat jam diluar kerja, dia berhak untuk tidak bicara bahasa sopan dengan kita" kata Aisha panjang lebar dengan nada lebay dan imut khas dirinya


Dapat kulihat kalau wajah tuan John yang tadinya masam menjadi melembek melihat tingkah laku Aisha


"Ya sudah terserah kau saja" jawab pasrah tuan John dan kembali duduk di ranjangnya


"Nah gitu donk John, Max, ini sudah diluar jam kerja, sekarang panggil John dengan namanya tak usah pake tuan-tuan segala" kata Aisha padaku hingga akupun terperangah


Saat kulihat wajah tuan John, wajahnya kembali masam saat Aisha bicara seperti itu padaku


"Udah jangan takut, kau tak dengar tadi dia bilang udah setuju, ayo! sekarang kau panggil dia dengan namanya" desak Aisha


Aku menutup mataku dan mengepal tanganku mengumpulkan keberanian, jika aku salah bicara entah apa yang akan terjadi padaku nanti apalagi aku belum buat asuransi jiwa lagi


*John prov*


"Nah.... gitu donk, akur sama akrab! jangan dingin-dingin kek tadi yah John, nanti cepet tua lho!" kata Aisha senang melihat si bodyguard ku Max berkata kurang ajar padaku


"Ya sudah, sha pulang lagi ini udah malam" kataku dengan nada rendah dan kututupi rasa sewotku


Dia mengangguk dan mengajak Max keluar dari ruangan ku


Saat Max keluar kupelototi dia dengan wajah geram


"Aish shit!! kenapa sih Aisha tak connect orangnya? malah nambah temen lagi! emang aku aja tak cukup apa!" kesalku


*Aisha prov*


Kamipun berjalan menuju mobil Max serta disusul dengan bodyguard lainnya


"Widiih.... mobilmu sama cakepnya kek punya John, berapa upahmu sebulan sampai-sampai bisa beli mobil sebagus ini? emang mobil yang tadi kau antar aku kesini kemana?" kataku dengan antusias sambil melihat-lihat mobil Max

__ADS_1


"Hehehehe, makasih ya pujiannya, tapi ini bukan mobilku ini mobil sewaan untuk para bodyguardnya John" jawabnya sambil memegang kepalanya


"Apa! jadi satu bodyguard satu mobil kek gini?" tanyaku lebih terkejut lagi dan iapun mengangguk


"Wah.... bener bener kaya nih John, kalau aku sih mungkin hampir setengah tahun baru bisa beli satu mobil kek gini dari hasil jualan mie ayam" ujarku terkekeh geli iapun sama


"Kalau mobil yang tadi, itu milik bodyguard lainnya, aku cuman pinjam" katanya dan akupun manggut-manggut


"Oh gitu, daripada kau dengar celotehan tak jelasku lagi mendingan kita pulang sekarang yuk!" ajak ku dan masuk ke dalam mobil


Kamipun berangkat menuju rumahku, sembari berbicara hangat


"Sha! soal tadi makasih ya!" katanya


"Soal tadi? yang mana?" tanya balik ku sambil mengerutkan dahi


"Itu, yang tadi kau minta John buat nerima aku jadi temanmu sekaligus temannya" jawabnya menjelaskan


"Oh itu toh, iya dah sama-sama" kataku


"Oh ya! besok kau jualan kan?"


"Iya, kenapa?"


"Aku mau mampir ke kedaimu bolehkan?"


Aku membuka mataku lebar-lebar dan tersenyum girang


"Boleh boleh boleh donk, masa enggak boleh kalau ada pelanggan mau datang hehehehe" jawabku kegirangan


"Baiklah kalau begitu, besok setelah jam kerja aku datang ke kedai mu yah!" katanya dan aku membalas mengangguk


"Max, kan kita udah berteman yah, aku pengen tahu donk apa aja tentang mu, ya biar nanti kalau ada apa-apa kan enak" kataku mengalihkan pembicaraan


"Oh biografi ku? nama panjangku Max Cracine, blasteran indo-turki, aku dulu tinggal di turki, aku kerja sama John sejak 3 tahun lalu, aku bertemu dia saat ia ada di Turki, aku bisa bahasa Indonesia juga walaupun dulunya tak tinggal disini" jawabnya panjang lebar


"Oh begitu toh, lalu orangtua mu?" tanyaku hingga membuatnya menginjak pedal rem tiba-tiba dan menolehku

__ADS_1


__ADS_2