
*Aisha prov*
Siang menjelang sore sudah, para pelanggan sudah mulai pulangan dan hanya tinggal menunggu lagi pelanggan yang akan datang
Sembari menunggu aku duduk di samping tuan tampan itu sambil membawakan mie ayam
"Tuan, hehehehe maaf ya aku tak punya uang untuk membayar mu, tapi tolong terimalah ini sebagai balas budiku" ujarku sembari memberikan mangkuk mie ayam
*Kelvin prov*
"Terimakasih nona, tapi maaf saya tidak suka mie" kataku menolak
"Eh.... tuan jangan tolak dulu atuh, mending coba aja dulu, ini mie buatan sendiri jadi aman" katanya meyakinkan ku
"Ya sudah deh, makasih ya nona yang belum ku ketahui namanya" jawabku pasrah hingga membuatnya menepuk jidat
"Oh iya yah, hehehehe nama saya Aisha Zamani tuan, kalau tuan?" tanyanya
"Namaku Kelvin, aku coba yah!" jawabku dan memelintirkan mienya kemudian menyuap
Dapat kulihat ia menunggu reaksiku setelah beberapa detik, dengan ekspresi wajah gugup
"Tunggu yah, masih ngunyah" kataku dan iapun terkekeh
Sedetik kemudian aku terdiam dan melebarkan mata
Astaga! kok enak banget sih mienya, mengalahkan spaghetti restoran bintang lima gumamku
"Ini enak banget Aisha, kok lebih enak yah daripada spaghetti restoran bintang lima?" kataku memujinya
"Cius nih Kelvin? makasih yah pujiannya" ujarnya girang
Aku tersenyum melihatnya kembali riang dan mengangguk kemudian menyuap lagi mie ayam buatan nya sampai tak bersisa
Beberapa menit aku menghabiskan mie ayam dan iapun masih memperhatikan cara makannya sambil tertawa
"Kelvin, kamu kek nya bukan orang sembarang, kek orang berpengaruh gituh" tebak nya hingga membuatku terkejut
"Emang kelihatan yah?" tanyaku dan ia mengangguk
"Berarti aura tampan ku sangat berpengaruh yah dengan mu" kataku dengan nada menggoda
"Sembarang kau! tapi emang iya sih kau tampan, tapi yang ada di pikiran ku tuh keknya kau bukan orang baik-baik" ujarnya hingga membuatku sedikit tersedak
"Emangnya kau berpikir aku jahat kah?" tanyaku
"Bukan bukan bukan, aku pikirnya kamu kek apa yah... sudah jelasinnya" kataku sambil berpikir
__ADS_1
"Ya sudah, kalau kau begitu penasaran aku bakal kasih tahu kau Aisha, aku ini dulunya pembunuh berantai" kataku dan ia hanya manggut-manggut
"Kenapa kau dulunya menjadi pembunuh berantai?" tanyanya
Aku terdiam sejenak dan meminum air
"Aku tidak pernah membunuh orang yang tidak bersalah, aku hanya membunuh orang-orang yang telah menghabisi nyawa orang-orang yang kusayangi" jawabku
"Oh begitu toh, ya sebenarnya kau benar sih tapi tidak seharusnya kau membunuh orang karena negara ini kan negara hukum, kau tak kena tangkap kah?" tanyanya lagi
Aku menolehnya dengan bingung
Kenapa tak ada ekspresi terkejut atau ketakutan di wajahnya setelah ia tahu kalau dulunya aku pembunuh berantai? gumamku bingung dan tersadar dari lamunanku saat Aisha melambaikan tangan di wajahku
"Tentu saja aku tak pernah di tangkap, kan aku orangnya cerdik" jawabku dengan sombong
"Terus, aku kerja jadi tangan kanan sahabatku, sampai sekarang" kataku lagi
"Oh begitu toh" responnya sambil manggut-manggut
Akupun kembali makan dengan tergesa-gesa mengingat waktu sudah sangat lewat, pasti sekarang John sangat marah
"Hahahaha.... Kelvin, pelan-pelan aja nape makannya? enggak ada kok yang mau ngambil mie ayam mu" katanya
"Hehehehe maaf yah, soalnya mie ayamnya enak banget sih sampai-sampai aku ketagihan, oh yah boleh tidak aku minta bungkus buat nanti malam" kataku dan ia membalas dengan anggukan kegirangan
Tak lama kemudian, ia memberikan seplastik mie ayam padaku
"Nih udah jadi" katanya sembari menyodorkan mie ayam buatannya
"Makasih yah Aisha, ini uangnya!" seruku bangkit dari duduk dan mengambil plastik lalu membuka dompet kemudian memberikan 600 RB padanya
Ia membuka matanya lebar-lebar dan terperangah
"Ya Allah, kenapa akhir-akhir ini aku selalu mendapat keberuntungan di kedai ini" ujarnya sambil mengedipkan mata beberapa kali
"Maksudmu? aku tidak mengerti?" kataku
"Hehehehe.... begini, sebelum kau sudah ada orang kaya lainnya yang mencoba mie ayam buatan ku dan memberikan uangnya berkali-kali lipat dari harga biasanya" jawabnya menjelaskan
"Oh begitu, ya sudah, terimalah anggap saja ini keberuntungan mu" ujarku
"Ye.... Alhamdulillah! makasih yah Kelvin, jadi besok enggak perlu lagi ambil uang dagangan" ujarnya kegirangan
"Emang kau buat apaan sih jualan mie ayam kek gini, kan bisa lewat online atau buat toko" kataku hingga membuatnya terhenti girang
Dia kenapa? kok sedih lagi sih? salah kah pertanyaan ku tadi? gumamku
__ADS_1
"Anu..... aku banyak keperluan, lagipula juga aku udah terbiasa kok jualan kek gini" katanya sambil menggaruk kepala dan terkekeh kecil
"Oh begitu, ya sudah aku pergi dulu yah sampai jumpa!" kataku
Ia mengangguk dan melambaikan tangannya padaku
Aku masuk ke dalam mobil dan meletakkan mie ayamnya di dekat dashboard mobil
Selama di perjalanan aku selalu senyum-senyum sendiri mengingat kejadian tadi
"Jadi namanya Aisha toh, cocok dengan orangnya imut, nanti malam makan di rumah aja deh ah" ujarku
*John prov*
*Ceklek* pintu terbuka dan aku melirik siapa yang datang
Kelvin yang tengah bersiul siul langsung duduk di sofa sambil menenteng seplastik mie ayam
"Kali ini aku tidak tuli sampai-sampai aku tak mendengar kau tidak mengetuk pintu" ujarku dingin
"Hehehehe maaf John, akunya yang sekarang kelupaan" katanya
"Itu..... mie ayam beli dimana?" kataku sembari memandang mie ayamnya
"Jangan kau ambil punyaku, beli aja sendiri" katanya
"Dimana kau beli kataku!" ujarku lagi dengan nada kesal
"Ada deh, tumben kau tanya kek gitu apalagi tanya makanan apa yang kubawa" ujarnya
Aku mengalihkan pandanganku dan kembali fokus ke laptop ku, jujur entah kenapa saat kulihat Kelvin menenteng plastik mie ayam aku merasa kalau ia membelinya di kedai Aisha
*Tok tok tok* pintu diketuk dan ku persilahkan orang yang diluar masuk
"Maaf tuan, apa saya boleh minta ijin?" kata Max sembari menundukkan kepalanya
"Kenapa? tumben sekali kau minta ijin di jam kerja?" tanyaku balik
"Begini tuan, saya ada janji dengan adik saya Tara akan pulang cepat" jawabnya dan aku terdiam sejenak
"Ini sudah jam setengah 3 sore, tinggal satu setengah jam lagi untuk pulang kerja, tapi karena Tara memintamu untuk pulang cepat sekali ini saja ku ijinkan" ujarku
"Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu" kata Max dan meninggalkan ruangan ku
Aisha.... tunggu satu setengah jam lagi, aku akan kesana setelah bertemu klien gumamku tersenyum lebar
"Wooy John! lu nape senyam-senyum sendiri? kek orang gila lu? masak senyam-senyum sendiri sama laptop sih" kata Kelvin hingga membuatku melempar vas bunga di mejaku ke arahnya namun berhasil ia tangkap
__ADS_1