Aisha & Me

Aisha & Me
Part 6 (Perkenalan)


__ADS_3

*John prov*


Aku terdiam mendengar semua penuturannya


"Hehehehe, jujur juga tuan saya tidak bisa main ponsel sentuh" ujarnya pula dengan nada berbisik hingga membuatku tertawa terbahak-bahak


Anehnya, dia yang melihatku tertawa diapun ikutan tertawa juga


"Astaga, ternyata di dunia modern ini masih ada yang tak tahu cara memainkan ponsel Android hahaha" ujarku sambil memegang perutku merasa sakit karena tertawa


"Hahahaha...... tuan, tuan kelihatan lebih tampan kalau tuan tertawa, teruslah seperti itu" ujarnya hingga membuatku berhenti tertawa


*Degg* kurasakan jantungku sudah mulai tak normal lagi pasalnya setelah wanita itu berkata seperti itu jantung ini serasa ingin copot


Baru kali ini ada yang bilang padaku kalau aku tertawa aku lebih tampan bahkan saat masih ada Zaskia dia sama sekali belum pernah mengatakan itu, biasanya kalau orang lain mendengarku tertawa artinya ada seseorang yang akan terbunuh


"Hmmmm.... sepertinya aku akan menjadi pelanggan tetap mu, nyonya" ujarku mengalihkan pandangan ku dan lanjut makan


"Jangan panggil saya nyonya tuan, umur saya 19 tahun, nama saya Aisha Zamani, tuan?" tanyanya hingga membuatku terperangah


"Aku..... aku John Abraham" ujarku sambil mengulurkan tangan tapi ia balas dengan menyatukan tangannya di depan dadanya lalu tersenyum


"Baiklah, karena kita sudah saling mengenal dan ini adalah pertemuan kedua kalinya, bukankah tadi tuan bilang mau jadi pelanggan tetap?" tanyanya


"Jangan panggil aku tuan, panggil saja John" ujarku dengan nada santai


"Baiklah John, bukankah tadi kau bilang mau jadi pelanggan tetap?" ulangnya lagi pertanyaannya


"Iya" jawab singkat ku


"Berarti setiap hari" ucapnya dengan gembira


"Iya" jawab singkat ku lagi


"Huwaaah.... senengnya!" serunya hingga membuatku kaget dengan perkataan


"Apanya yang senang?" tanyaku bingung dan akupun sudah mulai meninggalkan kebiasaan dinginku padanya 😂😂


"Ya.... senenglah John, kau adalah pertama orang yang menjadi pelanggan tetap ku" jawabnya enteng


"Oh begitu, hmmmm.... berapa omset penjualan mie ayam sehari?" tanyaku memberanikan diri mempertanyakan itu


Dia terdiam sejenak dan meminum airnya

__ADS_1


"Tidak menentu, kemarin hari kau datang omsetnya 510 RB padahal seharusnya cuman 110 RB" jawabnya enteng


"Apa iya dia jika merasa sedih ia sembunyikan dengan jawabannya seperti itu?" tanyaku pada diri sendiri dalam hati


"Oh baguslah kalau begitu, setidaknya bisa kau tabung uang hasilnya untuk kau beli ponsel baru" jawabku dengan nada mengejek


Kulihat dia hanya diam menanggapi perkataan ku hingga akupun merasa ada yang salah


"Ada apa? apa kau merasa tidak suka aku..... mengejek mu?" tanyaku sambil mendorong sedikit kepalaku ke arahnya


Dia menoleh ke arahku dan tersenyum lebar


"Sesama teman itu tidak boleh bermarahan John" ujarnya lembut hingga aku merasa ada yang berhembus antara kami berdua


Aku membuka mataku lebar-lebar


"Aaaapa maksudmu?" tanyaku yang untuk pertama kalinya aku menjadi gugup di depan seorang wanita


"Bukankah tadi kau bilang kau mau jadi pelanggan tetap ku? itukan artinya setiap hari bertemu jadi kenapa tidak berteman saja kita ha?" ucapnya santai dan mengambil mangkuk kami berdua yang sudah kosong


Aku terdiam sejenak dan entah kenapa aku merasa senang dalam lubuk hatiku


"John, kau belum memberitahuku umurmu, pekerjaan mu, apa kau sudah punya pacar, alamat rumah mu dan semuanya tentang dirimu" ujarnya sambil mencuci piring bekas kami makan


"Tentu saja, masak berteman tapi tak tahu biografi teman sendiri kan aneh" jawabnya sambil menoleh kearah ku


"Baiklah baiklah, mamaku John Abraham, umur 29 tahun, aku CEO dan juga mafia, aku belum punya pacar" jawabku menerangkan diriku


Nampak dari belakang tubuhnya membelakangi ku, ia kaget saat aku mengatakan aku mafia, aku pikir pasti dia akan meninggalkan ku saat ia tahu aku adalah mafia sama seperti yang Zaskia lakukan padaku yakni meninggalkan ku dan mengkhianati ku


Dia langsung duduk kembali di samping ku dengan tatapan serius dimatanya hingga aku merasa bingung


"Apa benar kau seorang mafia?" tanyanya dengan nada berbisik dan ekspresi wajah yang sangat ingin ku cubit pipinya


"Memangnya kenapa? apa kau akan tidak mau menganggap ku teman kalau tahu aku ini mafia?" tanyaku mengalihkan pandangan


Mendengar pertanyaan ku sontak membuatnya tertawa


"Hahahaha John John, denger! yang namanya temen itu enggak usah lihat pekerjaannya yang penting kita bisa berteman menurutku apalagi kau ini kan mafia pajak ya kan?" tebaknya dengan enteng


Aku terdiam sejenak mencerna perkataanya "mafia pajak" yang keluar dari mulutnya, apa aku bilang saja padanya kalau aku ini bukan mafia pajak tapi lebih tepatnya gangster?


"Apa.... kau tidak merasa takut padaku?" tanyaku

__ADS_1


"Kenapa aku harus merasa takut padamu? kau tidak melukaiku, kita berteman" jawabnya dengan senang


Aku tersenyum lebar hingga menampakkan gigi-gigi rapiku


"Terimakasih Aisha, kau benar-benar beda dengan wanita yang pernah kutemui" ujarku tanpa ku sadari


"Benarkah? kalau begitu ada balasannya donk" jawabnya girang


Ternyata dia sama saja dengan wanita lain mengharapkan balasan 😤😤😤


"Apa balasannya?" tanyaku kesal


"Balasannya..... setiap kali kau mau makan, kau harus janji kalau kau makan di tempat ku!" serunya hingga membuatku merasa lega


Ternyata dia hanya menginginkan itu, aku pikir dia ingin uang atau jadi kekasihku, ternyata perkiraan ku salah, baguslah!


Aku tersenyum senang dan mengangguk


"Baik kapten!!" ujarku dengan nada dan perilaku seorang prajurit


"Terimakasih bawahan!" jawabnya merasa kapten dan kamipun tertawa terbahak-bahak dengan perilaku kami masing-masing yang berbeda dari tadi malam


"John, teruslah tersenyum yah kau terlihat lebih baik kalau tersenyum" ujarnya lembut setelah tertawa dan akupun membalas dengan senyuman dan menatapnya lama


*Hei John, kalau kau menatapku terus nanti matamu bisa ku colok! sudah sana pergi ke kantor! nanti jabatan CEO mu diambil orang karena kau terlambat!" ucapnya sambil menggerakkan tangannya di depan wajahku


Aku sadar dari tatapanku padanya


"CEO tak bisa diganti cuy jabatannya, orang aku kok pendiri perusahaan" jawabku dengan nada formal


"Wah.... sekarang kau sudah pakai bahasa formal ya, hebat kau John!" serunya memuji diriku


Takut aku akan mati karena jantung terus berdetak akupun berdiri


"Ini uangnya, terimakasih yah! sampai jumpa!" seruku sembari mengeluarkan uang 500 RB padanya


Sebelum ia menolak aku sela perkataannya


"Udah, 475 nya lagi buat kau tabung beli ponsel baru!" ucapku santai dan masuk kedalam mobil


"Wah... John kau baik sekali, Thanks bro!!" jawabnya dengan bahasa gaul


Aku tersenyum di kaca mobil dan ku kendarai mobil menuju kantor ku

__ADS_1


Selama di perjalanan ku hiasi dengan senyum-senyum sendiri, kadang tawaan, dan bicara sendiri mengenai Aisha


__ADS_2