
*Aisha prov*
Aku melihat punggungnya mulai memasuki mobil mewahnya hingga tak kusadari aku mengangkat tanganku dan melambaikan tanganku
Aku merasa kalau dia melihat aku melambaikan tanganku padanya seketika itu juga aku langsung menurunkan tanganku
Mobil mulai melaju meninggalkan kedaiku dan aku masih terus saja mengamatinya sambil memegang uang dua lembar ratusan ribu yang ia berikan tadi
"Alhamdulillah, besok bisa beli stok lebih banyak buat jualan" ucapku girang sambil bersenandung kecil masuk kedalam kedai dan mulai menutup kedai
*John prov*
Dari dalam kaca mobilku, aku tersenyum kecil ketika melihat gadis muda itu melambaikan tangannya padaku namun menurunkannya lagi dengan paksa hingga rasanya aku ingin sekali tertawa
Sepanjang perjalanan entah kenapa aku yang sebelumnya enggan dan sangat tidak suka wanita bisa memikirkan gadis muda itu untuk pertama kalinya
Apalagi aku sangat menyukai rasa mie ayam buatannya, rasa mienya sangat pas dengan lidahku
*Dreeetttt* getar ponselku bergetar di saku jasku dan akupun mengambilnya dan menggeser tanda menerima panggilan
"Halo! lho dimana sih? dia udah di mansion nih ah!" kesal Kevin padaku di pembicaraan pertama
"5 menit lagi aku sampai" ucapku dan langsung memutuskan panggilan telepon tanpa mendengar balasannya
Aku kemudian lebih menginjak pedal gas hingga jarum menunjukan 120 km/jam karena jauhnya lokasi kedai gadis muda itu dan mansion ku
Setelah hampir 5 menit mengebut, aku sampai di mansion megah ku
Beberapa bodyguard ku dan Kevin sudah menungguku di depan mansion dan salah satu dari bodyguard membukakan pintu mobil
"Dimana dia?" tanyaku dingin dengan suara berat khas ku
"Ada di ruang utama, dia sangat berisik makanya aku beri dia sedikit pelajaran" jawab Kevin dengan santai
__ADS_1
Akupun kemudian masuk kedalam bersama dengan Kevin disamping ku serta para bodyguard di belakang kami menuju ruang utama, yakni ruang penyiksaan para sandera ku
Diluar terlihat sangat megah dan mewah, tapi siapa sangka kalau didalam mansion yang jarang aku datangi ini selalu menjadi tempat penyiksaan para sandera ku
*Brakkk!* pintu putih berukir cantik yang terbuat dari kayu tak peduli pintu itu milik mansion ku aku tendang dengan sangat kasar
Nampak terlihat dari dalam ada para bodyguard ku berdiri mengelilingi Morgan, pria yang kuinginkan dengan kondisi kepala penuh darah dan lebam
Aku sedikit meninggikan rahang kokoh ku dan berjalan masuk kedalam
Salah satu bodyguard ku mengambilkan ku bangku untuk ku duduk didepan Morgan
Aku meletakkan salah satu kakiku di paha kaki lainnya dan menyilangkan tanganku di depan dadaku
"Ttttuan John, apa...apa kesalahan ku?" tanya Morgan lemas dan gugup padaku
Aku tersenyum smirk khas ku dan tertawa terbahak-bahak
Suasana di penjuru ruangan menjadi mengerikan apalagi saat tawaku menggelegar
Bisa kulihat para bodyguard ku yang kini berdiri di sekitar kami hanya bisa menundukkan kepala mereka masing-masing dan pasti mereka sudah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya
"Hahahhahah...... kau ini sangat lucu Morgan sampai-sampai aku tak bisa menahan tawaku" ujarku disela-sela tawaku
"Seharusnya aku yang bertanya padamu, bukankah sudah kubilang sebelumnya bahwa kesepakatan kita Rp.400 trilliun bukan Rp.150 trilliun?" tanyaku dengan smile smirk
"Iiiya kau benar tuan John, tapi saat ini Bisnisku sedang dalam masalah aku tidak bisa membayar mu sebanyak itu dan lagipula juga bukankah dulu aku ini teman mu?" ujarnya mengingatkan ku akan penghianatan nya
Aku terdiam sejenak mencerna perkataannya sambil kukepalkan tanganku
"Jika kau benar-benar teman ku kenapa kau menusukku dari belakang ha?? kenapa kau mengambilnya ha?? itu yang kau sebut teman?" tanyaku dengan geram dan mataku yang melotot ke arahnya
Dia ketakutan melihat ku seperti ini dan lebih memilih diam dan menundukkan kepalanya
__ADS_1
Merasa tak tahan lagi, akupun mengeluarkan pistol ku dari saku jas ku dan ku daratkan ke kepala Morgan, jantung, dan perutnya dengan mata berkaca-kaca mengingat penghianatan nya
Setelah tewasnya Morgan di tanganku, aku melempar pistol ku ke sembarang arah dan aku pergi dari mansion itu tanpa disusul Kevin dan para bodyguard, mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan setelah aku membunuh Morgan
Aku membuka pintu mobilku dan kemudian ku banting dan ku kemudikan dengan kecepatan tinggi sambil terus menangis menuju apartemen mewah ku tempat aku tinggal
Sesampainya aku di apartemen, aku langsung menerobos masuk ke dalam kamar ku dan ke lempar semua yang ada di kamar ke sembarang tempat dan meninju dinding kokoh kamarku dengan tanganku sendiri sampai-sampai punggung tanganku dipenuhi darahku sendiri dengan mata berkaca-kaca mengingat penghianatan Morgan dan mantan tunangan ku dulu
"Kau berengsek Zaskia berengsek!! aku tak akan memaafkan mu jika aku melihatmu lagi!" seruku sambil terus meninju dinding
Entah kapan Kevin datang, ia langsung menarikku menjauh dinding dan duduk di sisi ranjang dan mengambil kotak obat lalu membalut tanganku yang berlumuran darah dengan kain kasa
"Aku akan mencari Zaskia sekarang dan membunuhnya juga, jika sampai aku melihatmu melakukan ini lagi aku juga akan membunuhmu, kau mengerti!" ancamnya dan mengikat kain kasa
"Itu tidak perlu, karena jika sampai aku melihat dia aku sendiri yang membunuhnya" ucapnya dingin dan berdiri hendak pergi ke kamar mandi
"Apa kau masih mencintainya?" tanya Kevin bangkit dan membuatku menghentikan langkahku
"Itu tidak ada urusannya denganmu" ujarku dingin dan hendak masuk kedalam kamar mandi
"John! kenapa kau masih memperdulikannya padahal dia sudah mengkhianati cinta mu!" serunya marah dan membalikkan badanku ke hadapannya
"Sadarlah John sadarlah!! dia itu sudah mengkhianati mu!" serunya sambil mengguncangkan kedua bahuku
"Itu bukan urusan mu, urusan mu hanyalah kantor dan tangan kananku sebagai mafia saja tidak lebih untuk mencampur urusan pribadiku!" ucapku tegas dan melepaskan genggaman tangannya di bahuku dan aku mengambil handukku dan masuk ke dalam kamar mandi
Aku menyandarkan kepalaku ke dinding dengan kepala dicucuri air mancur dari shower sambil terus mengingat kembali kenangan-kenangan indah ku dengan Zaskia dan juga pengkhianatan nya padaku yang sampai sekarang belum bisa sembuh
*Kevin prov*
John, kenapa kau sangat keras kepala? Zaskia sudah mengkhianati mu tapi kenapa kau tidak melenyapkannya? apa kau masih cinta padanya? aku tak tahan melihatmu seperti ini, gumamku sembari melihat punggung John masuk kedalam kamar mandi
Tuhan..... untuk sekian lamanya aku berdoa lagi pada-Mu agar mempertemukan John dengan orang yang benar-benar ia cintai, doaku pada Tuhan yang kuyakini
__ADS_1