
*Tara prov*
"Iya Aisha, kakak juga pernah bilang kalau tuan John tak suka pedas, oh yah! kau tahu tidak kalau tuan John sama kakakku ini mafia?" tanyaku
"Tara! kan udah kakak bilang jangan tanya macem-macem" ujar kakakku kesal
"Max, jangan marahin adikmu, dia enggak salah kok, Tara, aku tahu kok kalau kakakmu sama John itu mafia" katanya
"Terus kok kau mau gituh temenan sama kakakku dan juga tuan John, setahuku tuan John itu dingin lho" ujarku
"Bener sih si John itu dingin, tapi awalnya aja kok dia dingin sama aku, sekarang dia enggak dingin lagi sama aku" jawabnya
"Aisha! keknya kau orang yang pertama deh yang mau temenan sama mafia di dunia ini" kataku
"Kenapa begitu?" tanyanya balik
"Ya soalnya, coba pikir-pikir emang ada yah yang mau temenan sama mafia" kataku lagi
Dia tertawa kecil sembari menghampiri kami dan memberikan kami mie ayam pesanan kami
"Tara, menurutku kalau berteman itu tidak usah lihat pekerjaannya, tapi lihat apa dia baik sama kita atau tidak, walaupun penjahat nya kek apapun tapi kalau baik sama kita ya kenapa tidak kalau ingin berteman, kecuali ada maksud terselubung" jawabnya menjelaskan dan aku hanya manggut-manggut
"Salut aku sama kau Aisha, enggak pernah bedain orang" pujiku hingga membuatnya terkekeh kecil
Akupun mendekatkan wajahku di telinga kakakku
"Kak, coba lihat dia lagi senyum, imut banget yah, aku jadi pengen nih punya kakak ipar kek dia" bisikku dan dapat kulihat kalau pipi kakakku itu memerah
"Jika kau bicara omong kosong lagi disini, pulangan nanti aku makan kau Tara" jawabnya pula dengan bisikan dan aku hanya menyengir
"Kau juga ikutan makan yah?" ajakku
"Iya, ini punyaku" katanya dan memasukkan banyak cabai hijau di mangkuknya
"Kita sama Aisha, suka pedas, beda sama yang di sampingku ini orangnya enggak suka pedas, enggak gentleman" kataku hingga dapat kurasakan lenganku perih akibat di cubit lagi kakakku
"Hahahaha kalian ini, bikin aku iri aja tauk!" kata Aisha sembari tertawa melihat kakakku mencubitku
"Iri kenapa?" tanya kakakku
"Ya iri... soalnya kau Max punya adik, sedangkan aku tidak" jawabnya dengan tertawa
Keknya dia sedih deh? tapi kok bisa yah dia pura-pura senang walau dia sedih gumamku melihat ekspresi tawa palsu Aisha
"Nape diliatin aja Max mie ayamnya, makan lagi" katanya
__ADS_1
"Iya iya iya, aku makan nih" kata kakakku
Kami bertiga pun saling beradu makan dengan cepat sembari bercanda
"Enak banget yah mie ayamnya" kataku sambil meminum teh es
"Iya donk enak, orang ratu mie kok yang masak" jawabnya narsis
"Kau suka juga yah mie?" tanyaku
"Iya dunk, semua jenis mie sudah kumakan, mie ayam favorit ku" jawabnya
"Emang enggak sakit perut kah makan mie mulu?" tanyaku
"Ya enggaklah, ini mie kan buatan ku sendiri mie tepung, jadi aman kok kalau makannya tiap hari" jawabnya
"Wah bagus kalau gituh, ini bisa kan kalau dipanaskan?" tanyaku
"Bisa, cuman manasinnya bagusnya di rice cooker, emang buat apaan?" tanyanya balik
"Aku mau pesan dua bungkus lagi, buat besok aku sarapan sama kakakku ini" jawabku
"Oh begitu toh, ok lepas nih ku buatin yah" katanya dan aku hanya mengangguk
Aisha dan juga Tara sudah hampir selesai makan, cuman tinggal aku yang belum selesai alias masih banyak
Bukannya tak enak buatannya, tapi aku tak konsen makan karena menatap wajah imut dan cantiknya Aisha tapi kuseringkan menundukkan kepala agar tak kelihatan
Kulihat dia seperti biasanya setelah makan meregangkan otot-ototnya dan duduk bersandar dengan kaki berselonjor
"Kau kenapa Aisha?" tanya adikku, dari tadi mulutnya tak berhenti bicara sampai rasanya aku ingin sekali menyuapkan saus cabai ke mulutnya
"Oh, aku biasanya kalau abis makan harus ngeregangin otot biar penyakit ku....." jawabnya dan mengatupkan bibirnya
"Kenapa Aisha?" tanyaku
"Iya, kau punya penyakit yah?" tanya Tara juga, dalam hatiku mulai panik setelah ia mengatakan penyakit mengingat kemarin dia sakit
"Iiiya aku punya penyakit, penyakit sering lupa hahahaha" jawabnya gagap dan tertawa
Kenapa dia? sepertinya menyembunyikan sesuatu? enggak mungkin dia ngeregangin ototnya gara-gara penyakit lupanya gumamku
"Oh aku pikir apaan tadi" kata Tara
"Oh ya Tara! kau kerja dimana?" tanyanya mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
"Aku masih sekolah SMA kelas 3" jawab adikku
"Oh kelas 12 toh, aku dulunya juga pernah sekolah SMA cuman tamat sampai kelas 11, berarti aku panggil kau kakak kelas yah!" kata Aisha sembari terkekeh kecil
"Apa! jadi kau tak lanjut sekolah? cuman sampai kelas 11? ya ampun Aisha, sayang banget lho, cuman tinggal setahun lagi udah tamat, kenapa berhenti? emang umurmu berapa sekarang" tanya balik Tara
"Nanyanya satu-satu donk, gini aku tak lanjut sekolah adalah alasannya, pokonya waktu itu aku butuh banget duit makanya aku berhenti jadi langsung jualan mie ayam di sini, emang sih aku nyesal padahal tinggal setahun lagi lulus tapi apa mau dikata, namanya juga takdir, terus dulu waktu aku berhenti kalau tak salah umur 16 mau 17" jawabnya
Aku hanya memperhatikan ekspresi wajahnya, nampak saat ia mengarahkan wajahnya ke atas untuk berpikir, bayangan lampu yang ada di mata coklat mudanya itu seperti berkaca-kaca, seperti dia mau menangis, tetapi ia cepat mengucek matanya
Aisha, kok kek nya kamu mau nangis tadi? sepertinya masa lalumu benar-benar suram sampai-sampai membuatmu hampir menangis gumamku sedih
"Wooy Max, nape melamun?" tanya Aisha sambil melambaikan tangannya di depan wajahku
Aku tersadar dari lamunan, dan kupijit pelipis ku
"Tidak apa-apa" jawabku pelan
"Oh ya Aisha, ini sudah sangat sore, kami pulang dulu yah" kata adikku tapi padahal aku masih mau disini
"Ok, tunggu bentar yah aku buatin mie ayamnya" ujar Aisha
Saat Aisha yang tengah sibuk membuat mie, adikku membisikkan sesuatu padaku
"Kak, kakak tadi kenapa melamun?" tanyanya
"Tidak ada" jawabku pelan
"Kak, keknya tadi pas Aisha ceritain kenapa dia tak nyambung sekolah lagi aku kek merasa dia sedih gitu kak" katanya lagi, ternyata bukan hanya aku yang berpikir begitu tapi juga Tara
"Mungkin" kataku
"Kak, aku ingatkan lagi yang kukatakan tadi, kalau kakak suka sama Aisha yang kek bidadari Barbie ini, kakak musti nembak dia cepat-cepat kalau tak kedahuluan orang lain apalagi kalau bos kakak sendiri, tuan John" bisikknya lagi sesampai aku menjitaknya
Diapun membalas dengan mencubit lengan kekar ku
"Nah ini udah jadi" kata Aisha dan memberikan seplastik mie ayam berisi dua bungkus
"Makasih ya Aisha, si calon kakak ipar ku dadah" kata Tara dan langsung cabut meninggalkan ku dan juga Aisha
"Hmmmm.... yang dikatakan Tara tadi jangan diambil hati ya" kataku kehabisan kata-kata
"Tidak apa-apa kok"
"Engg... ini uangnya, sampai jumpa besok" kataku dan langsung pergi ke dalam mobil buat cubit pipi dan tangan Tara karena sedari tadi datang sampai pulang mengatakan yang aneh-aneh pada Aisha
__ADS_1