Aisha & Me

Aisha & Me
Part 10 (Dibegal)


__ADS_3

*John prov*


Setelah agak lama menunggu macetnya jalanan, akupun memutuskan untuk mencari jalan lain menuju jalan ke kedai Aisha


Setelah kurasa jalan yang yang kupikir di maps benar, aku mulai memasukinya, tapi baru beberapa menit melintasi jalan....


Aku merasakan ada yang salah dengan mobilku hingga merasakan tidak nyaman, akupun keluar dari mobil melihat keadaannya


Aku dengan kesal dan menggerutu karena ban depanku pecah berat dan sepertinya tidak bisa ditambal


Saat ingin mengambil ponsel di dalam mobil, seseorang mengejutkanku


"Hei bung!!" katanya dan akupun menolehnya


Terlihat sekumpulan anak-anak punk rock berdiri di depan ku, aku merasa ada yang tidak beres


Salah satu mereka maju beberapa langkah


"Bung! apa kau tidak tahu peraturan disini ha?" tanyanya membuatku sedikit bingung tapi dengan ekspresi wajah datar


"Saya tidak tahu peraturan disini, memangnya siapa kalian?" jawabku pada orang itu dengan datar


Mendengar barusan yang kukatakan membuat mereka tertawa terbahak-bahak


"Bung! jangan banyak tanya nape ha! mending lu kasih tuh mobil sama kita, kalau lu kasih tuh mobil baru deh lu bisa pergi" ujarnya yang lain


Aku tersenyum smirk mendengar perkataannya


"Apa? menyerahkan mobil ini? jangan harap! kau pikir kau siapa berani membegal orang!" seruku lantang hingga bisa kurasakan kalau mereka para anak punk merinding mendengar perkataan ku


Setelah merenungi apa yang dikatakan Aisha jangan suka buang-buang barang, aku sudah bertekad agar aku berjanji tidak akan menyia-nyiakan barang-barang ku apalagi membuangnya


"Banyak songeh nih orang, sikat!" kata salah satu dari mereka dan membuat mereka yang lainnya bersiap-siap menyerangku


Anak-anak punk mengelilingi ku sambil memegang senjata tajam

__ADS_1


"Sebelum bertarung, aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian, jika nanti sesuatu terjadi pada kalian setelah bertarung satu lawan enam, aku akan membiarkan jasad kalian disini" ucapku santai


"Banyak songeh kau! wooy kalian jangan diem aja! sikat sana dia!" seru ketua geng mereka pada mereka yang mengelilingi ku


Dan................


Agak lama aku membereskan mereka semua dan tinggallah ketuanya saja lagi sendiri


Ku langkahi semua anak buahnya yang semua tulang tangan dan kaki patah di tanganku menuju ketuanya yang ketakutan


"Apa tadi katamu? kau suruh mereka habisi aku, tapi mereka semua sekarat, lalu siapa yang akan menghabisi ku?" tanyaku yang kini sudah ada di depannya


"Hei. jangan berani mendekat atau aku akan membunuhmu!" jawab pria itu ketakutan


"Ouhhh kau tenang saja, aku tidak akan mendekat karena aku takut sekali dengan mati, hum..... hahahhahah" jawabku dan sontak langsung tertawa mendengar ucapannya


"Hahahaha...... pergi sekarang dan jangan pernah ulangi perlakuan mu seperti ini lagi, atau aku bisa pastikan tidak hanya tulang-tulang mu yang akan patah tapi juga kepalamu bisa ku penggal!" seruku dan berbalik badan


Saat aku hendak berbalik, kurasakan sakit yang amat sangat di belakang ku dan dapat pula kurasakan seperti ada benda tajam di badanku


"You are fu*k!!" kataku dan langsung ku sayat lehernya dengan belati kecil milikku yang selalu kubawa pergi kemana-mana


Dia memegang lehernya yang sudah kupotong dan kini mengeluarkan darah dan saat itu juga dia ambruk dan tewas


Aku mungkin bisa mentolerir orang yang tidak mengenalku tapi berbuat semena-mena denganku, tapi jika sudah seperti ini mau tidak mau aku harus melenyapkannya


Dengan menahan rasa sakit yang sangat, aku mencoba mencabut pisau lipat kecil di punggung bagian bawahku karena ditusuk pria tadi


Sakit tambah menyerah bagian punggungku setelah ku cabut pisaunya, hingga membuatku ambruk karena tak tahan berdiri dengan keadaan seperti ini


Saat aku terbaring lemah diantara yang sudah ku patahkan kaki dan tangan mereka, aku menolehkan kepala ku ke arah kiri melihat ada seseorang dari ujung jalan menghampiriku dengan pandangan kabur


"A...Aisha" lirihku dan aku kemudian pingsan


*Aisha prov*

__ADS_1


Aku baru saja keluar dari apotek ujung jalan dengan kedai ku mengeluh


"Huh!! kenapa sih aku harus sakit! bikin repot sendiri aja! coba aja semalem enggak kehujanan pasti enggak demam, eh... tapi kenapa baru sekarang yah aku demamnya tidak dulu-dulu nya gituh pas aku keseringan main hujan?" tanyaku pada diri sendiri sambil berjalan


Aku terhenti dan ku pandang terkejut melihat sekelompok orang pingsan di tengah jalan sepi, ku sipitkan mataku melihat mereka semua


"I...itu kenapa yah banyak orang di sana tidur-tiduran? kek pingsan, itu juga kek ada yang sekarat, aku harus bantu mereka!" ucapku dan langsung berlari ke arah sana hingga dapat kulihat dengan sangat jelas teramat jelas siapa yang kukenal


"John! kok John bisa ada disini sih? eh.... ini kan anak-anak punk si begal! jangan-jangan John tadi kena begal lagi! aduh..... kenapa harus lewat sini sih John" kataku yang masih terus berdiri menepuk jidat sendiri


Aku jongkok dengan John yang sudah tak sadarkan diri tapi aku tak berani memegangnya ataupun menyentuhnya, hingga akupun terkejut darah dibawah John ada


"Wah...wah... John John, ini kek nya lu ditusuk! haduh!! gimana cara nolongin nya yah, masa aku pegang sih kan enggak boleh, harus cari jalan lain!" kataku pada diriku sendiri sambil memutar otak


"Keknya di mobilnya ada sesuatu yang bisa dipakai buat nolongin John, yah mobil, aku harus cari di mobilnya" ujarku lagi dan berlari ke mobil John


Kubuka pintu mobil jok depan dan kulihat ada ponsel Android di dashboard mobil lalu kuraih


"Ini ponsel sentuh, aku mau telepon rumah sakit tapi enggak tahu cara mainnya gimana, ini gimana yah?" ujarku bingung


Selang beberapa detik, sebuah panggilan masuk hingga membuatku terkejut dan tambah bingung


"Haduh!! ini keknya ada panggilan telepon, kek apa yah cara nerimanya? kok kek ada gambar balon hijau sama merah sih?" ucapku semakin panik


"Keknya kalau merah tolak deh kalau hijau terima, coba deh aku geser yang hijau!" ucapku dengan panik dan kugeser ke atas yang balon panggilan telepon warna hijau


Terangkat tulisannya, hingga membuat mataku terbuka lebar


"John!! lambat bet sih lho terima panggilannya? lagi kerjakah?" tanya yang ada di telepon yang bertuliskan nama Kevin


"Ha...halo tuan Kevin!, John di begal di jalan xxxx, tolong cepet datang yah!" ucapku dengan perasaan hati panik, takut, gugup, dan jantung berdebar kencang melihat keadaan John


"Halo!! ini siapa yah?" tanya yang ditelepon padaku


"Sssaya teman John tuan, ayo cepetan dateng sekarang John tadi di tusuk begal sekarang dia pingsan" jawabku dengan mata berkaca-kaca

__ADS_1


Panggilan diputuskan oleh si yang namanya Kevin hingga aku pun bingung, tapi aku langsung menyusul John lagi


__ADS_2