
*Zaskia prov*
*Brak* tubuhku di banting kasar John dan ia melepas rompi jas dan setelannya kemudian melemparnya keluar jendela
"Hahahaha.... mampus lho jal*ng" kata Kelvin menghina ku dengan tertawa terbahak-bahak
Aku menyeringai kesal dan berdiri tegap lalu menepuk meja kerja John
"Aku tak mau berbelit-belit, aku tanya dimana Morgan?" kataku geram
"Cih.... seingat ku tadi pagi kau datang ke rumahku dengan mengharap cintaku" jawab John berdecih
"Aku tanya sekali lagi dimana Morgan!" kataku sambil memejamkan mata menahan geram
"Ada tuh di tempat seharusnya" nyambung Kelvin sambil memainkan ponselnya dan akupun menghampirinya
"Tempat seharusnya! dimana?" tanyaku
"Tong sampah, hahahaha" jawabnya dan tertawa terbahak-bahak
*Plak!!* aku menampar kasar pipi Kelvin hingga membuat ponselnya yang ada di tangannya terjatuh ke lantai
"Berani sekali kau!! rasakan ini!" serunya dan langsung mencekik ku
"Arghhhh dasar kau Kelvin sial*n!!, lepaskan arghhhh!!" ujarku merasa kesakitan dan merasa sesak di leherku yang dicekiknya
"Kelvin, cukup!!" teriak John dan melepas cengkraman tangan Kelvin di leherku
Mudah sekali mengambil hati mu John, seperti sisa makanan, abis makan bisa buang kalau mau makan tinggal ambil lagi, hahahaha gumamku merasa menang
"John! kau tidak waras! pelac*r ini kau biarkan hidup, seharusnya dia sudah mati sekarang!" sergah Kelvin dan bangkit berdiri
"Aaaaaku takut John" ucapku pura-pura ketakutan dan berlindung di balik tubuh kekar John namun ia tidak bergeming
"Aku tidak pernah membunuh wanita ataupun anak-anak" kata John dingin
"Tapi John dia itu......" katanya terhenti saat John mengangkat tangannya di depan wajah Kelvin
"Zaskia, kau mau tahu dimana kekasihmu itu?" tanya John padaku dan membalikkan badannya ke hadapan ku
"Ya, aku ingin tahu"
__ADS_1
"Dia mati" ujarnya pelan namun bisa kudengar dengan sejelas-jelasnya
"Kau membunuhnya?" tanyaku tak percaya dengan sangat terkejut
"Ya, aku sendiri yang membunuhnya"
Aku hendak melemparkan tamparan ku pada pipinya tapi ia berhasil menangkisnya dan memegang pergelangan tanganku
"Aku tidak suka wajahku ditampar" katanya dan melepas kasar lenganku yang terasa sakit ia pegang
Aku pun meraih kerah kemejanya dan mendekatkan wajahku yang menyeringai geram
"Kenapa kau membunuhnya?" kataku dengan tatapan geram
"Dia tidak memenuhi persyaratan pembayaran yang sudah disepakati" jawabnya dan melepas cengkraman tanganku
"TAPI KAU TIDAK BERHAK UNTUK MEMBUNUHNYA!!!" teriakku sangat keras
"Tentu aku berhak karena akulah bosnya, akulah yang dikhianati disini, aku yang paling menderita, dan aku yang ditinggalkan" jawabnya kesal dan geram hingga membuatku terdiam tak berkutik
"Aku meninggalkan mu itu karena dirimu sendiri" ujarku
"Apa kurangnya aku sampai-sampai membuatmu pergi ha dan berpaling ke Morgan teman kecilku!!" katanya dan memegang kasar kedua bahuku dan menggoncang
"Kau dan Morgan itu sangatlah beda John, mungkin kau the Godfather of Mafia dan dia hanyalah pengusaha kecil, tapi dia jauh lebih romantis daripada kau dan dia bersedia meluangkan waktunya sebulan hanya untukku John, untukku!" lanjutku lagi sembari mendekatkan wajahku ke wajahnya dengan perasaan geram hingga membuatnya tambah terdiam
Akupun mengambil tasku dan isinya yang berhamburan di lantai dan memasukkan kembali kedalam tasku dan bangkit berdiri lagi
"Ingat John! aku bersumpah sampai kapanpun aku tidak akan pernah memaafkan mu dan akan kubuat hidupmu lebih menderita daripada kematian yang dialami Morgan" sumpahku dengan berurai air mata dan keluar dari ruangan tersebut
Aku berjalan keluar gedung yang baru setengah jadi dan dilihati banyak orang yang lewat dengan keadaan menangis akunya
Aku merasa tak tahan dan duduk di koridor jalan dan memeluk lutut ku dan menyembunyikan wajahku di sana dengan menangis terus
Morgan!! ternyata alasan aku tidak menemukan mu seminggu ini ternyata kau dibunuh sahabat mu sendiri, aku minta maaf Morgan, aku pikir sebelumnya kau pergi meninggalkan aku tapi ternyata John yang membunuh mu gumamku dan terus menangis
Aku bersumpah padamu John, ini balas dendam ku pada John, aku tidak akan pernah memaafkan orang yang telah membunuhmu Morgan, dan akan kubuat hidupnya lebih menderita daripada kematian sekalipun gumamku dan mendirikan kepalaku dan mengusap air mata dan bangkit berdiri
"Kau tunggu saja John pembalasan ku" kataku
Akupun berjalan menuju masjid lebih tepatnya kearah toiletnya untuk berganti pakaian
__ADS_1
Setelah beberapa menit aku mengganti pakaian akupun keluar dari area masjid dan berjalan menuju kedai Aisha
Setelah agak lama berjalan serta panasnya matahari di atasku akhirnya akupun sampai disana
Dapat kulihat kalau di jam hampir 11 ini, Aisha dan juga Tara tengah mempersiapkan tempat jualan dan akupun menghampirinya
"Hai, aduh maaf yah baru dateng" kataku dan menyembunyikan rasa sedih di hati
"Enggak apa-apa kok" jawab Aisha
"Hmmmm..... aku ambilkan barang lainnya yah di kos-an mu" tawarku dan dibalas anggukan oleh Aisha dan akupun kesana
*Aisha prov*
"Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga, oi adikku rataka para pujangga aduhai...." aku bernyanyi dengan sangat lebay dan lirik yang salah sambil mengelap mangkuk-mangkuk
"Wooy Aisha, salah tahu liriknya" ujar Tara
"Ye.... biarin, yang penting hepi, bilang aja kau itukan dengan suaraku bagus" jawabku dengan nada mengejek
"Iri dari Hongkong, orang suaramu kek kecoa terjepit kok, udah ah ini bahan sayurnya udah hampir habis, aku mau belanja dulu" katanya dan memakai tasnya
"Wooke boskyu, take care ye" kataku
"Bukan take care tapi be carefull" ujarnya dan pergi meninggalkan ku sendirian di kedai
"Hahahaha, enak juga yah bisa goda Tara, coba aja aku punya adik juga kek Tara" ujarku tertawa dan kemudian sedih
Akupun melanjutkan mengelap mangkuk-mangkuk mie dengan kaki berselonjor dan bersandar di dinding
"Pakai sarung tangan aja deh ah biar enggak kotor tangan" kataku dan mengambil sarung tangan plastik yang tak jauh dari tempat ku duduk
Akupun memakainya dan melanjutkan mengelap mangkuk-mangkuk mie tersebut hingga.....
"Eh eh eh eh, apaan nih?" kataku terkejut karena seorang pria langsung membaringkan kepalanya di pangkuanku dengan kepala telungkup dan dapat kurasakan bajuku basah dan kukira ia menangis
"Aisha, kenapa dia jahat sekali padaku?? kenapa dia meninggalkanku?" ujar pria itu yang masih terus menangis tersedu-sedu
Suaranya kek John, kok dia nangis yah, apa jangan-jangan dia diputuskan pacarnya? jadi enggak tega kalau nyuruh dia bangun gumamku
Ah... enggak apa-apa lah kalau aku elus kepalanya, toh aku pakai sarung tangan juga kan, jadi enggak apa-apa lah gumamku dan memberanikan mengelus rambut hitam pekatnya
__ADS_1
"Sabar yah John, namanya juga cobaan hidup" kataku ikut merasa sedih sambil terus mengelus kepalanya