Aisha & Me

Aisha & Me
Part 35 (Penolakan)


__ADS_3

*Kelvin prov*


"Ck... udah donk marahnya, nanti ilang lagi gantengnya, kalau ilang gantengnya entar enggak ada yang mau sama kau Kelvin, hahahhahah" ujarnya mengejekku dan kembali tertawa


Aku yang sedang mengunyah mie, hanya menatap sinis padanya


"Suka amat yah kau ngejek orang, entar kena batunya baru tahu rasa!" gerutuku padanya


Ia terkekeh kecil sembari menggeleng kecil kepala kemudian meraih gelas teh es nya dan memberikannya padaku


"Ya lah aku minta maaf ganteng, tapi jangan marah lagi yah, nanti gantengnya ilang kalau ilang aku enggak mau lagi kawan sama kamu, ahhhay!" bujuknya dengan nada imut dan memelas


Ku tatap wajahnya dengan perasaan aneh di hati ini, apalagi ia selalu memasang wajah imutnya hingga rasanya aku ingin sekali mencubit pipinya


Aku tetap diam dan mengalihkan pandangan ku pura-pura masih kesal padanya


"Ih... dibilangin jangan marah-marah....... ouhhhh astaghfirullah!!!" ujarnya tiba-tiba merasakan sakit dan memegang kepalanya


Aku yang terkejut mendengarnya kesakitan dan memegang kepalanya sontak akupun langsung duduk di sampingnya dan memegang pundaknya


"Aisha, kau kenapa?" ujarku panik


"Enggak... enggak apa-apa kok" jawabnya gagap


"Kalau enggak apa-apa kenapa sakit?"


"Engg....engg....engg.... ini..... ini cuman sakit kepala biasa kok entar juga sembuh, eh... jangan pegang-pegang enggak boleh!" jawabnya gagap dan menepis tanganku yang ada di kedua pundaknya


"Maaf, tapi kalau kau masih sakit kepala aku bisa mengantar mu ke rumah sakit?" tawarku karena masih panik dan tak percaya apa yang ia katakan tadi kalau ia baik-baik saja


"Enggak usah, enggak usah, entar sembuh juga, auwww" jawabnya dan kembali memegang kepalanya


"Tuh kan masih sakit, udah jangan nolak yuk kita ke rumah sakit kalau enggak mau aku gendong kau Aisha!" ancamku dan bangkit berdiri


"Terus yang jaga kedai siapa?" tanyanya sambil mendongak ke arahku


"Nanti aku suruh bodyguard ku buat jaga, ayo!" jawabku cepat dan langsung menarik lengan baju Aisha menuju mobilku


"Jangan marah Aisha, aku juga enggak nyetuh kau kok cuman lengan baju!" ujarku sambil membukakan pintu mobil untuknya

__ADS_1


Ia tak menjawab dan langsung masuk dan begitu pula dengan ku yang masuk di pintu sebelahnya


Selama di perjalanan menuju rumah sakit, di ekor mataku aku melihat seperti Aisha sangat gugup dan beberapa kali memegang kepalanya


Aku yakin sekali, dia sakit kepala bukan yang biasanya pasti ada apa-apanya gumamku


"Apa masih sakit?" tanyaku memecah keheningan dan dapat kurasakan kalau ia terkejut


"Engg... enggak kok" jawabnya bohong


"Engg...... Kelvin, kita jangan ke rumah sakit yah, ke apotek tempat aku biasa beli obat aja di ujung jalan yah please!" mohon nya padaku


"Kenapa ke apotek? kau sakit dan harus ke rumah sakit!" ujarku keras kepala hingga membuatnya terdiam sejenak


"Hmmmm itu.... itu aku dikit cuman bawa uang" ujarnya gagap


"Kau pikir aku kekurangan duit kah?" geram ku kesal sambil memukul stir mobil


Ia terkejut dan menundukkan kepalanya dan akupun terkejut melihatnya baru pertamakali seperti itu, seperti ketakutan dan sedang menyembunyikan sesuatu


*Tesss* setitik air mata dapat kulihat jatuh dari mata Aisha hingga membuatku memberhentikan mobil dan langsung memegang kedua pundaknya


"Mmmmmmaafkan aku Aisha, aku tak bermaksud marah tadi" kataku gagap dan merasa sesak melihatnya menangis


"Enggg... enggak kok, aku ccccuman enggak suka aja bau rumah sakit" jawabnya sambil menundukkan kepalanya


"Oh begitu, ya sudah sesuai permintaan mu kita akan ke apotek saja, tapi janji jangan nangis lagi, ok?"


Ia mengangguk kasar dan tersenyum tipis dan akupun merasakan kembali sedikit ketenangan di hati ini melihatnya seperti biasa yang selalu ceria


Tak jadi ku tujukan mobil ke arah rumah sakit tetapi ke arah apotek yang ada di ujung jalan


Selama di perjalanan, aku masih merasa ada yang janggal dengan sikap Aisha


Aisha sangat takut sekali kalau aku ajakin ke rumah sakit, memangnya ada apanya disana sampai ia takut begitu? enggak mungkin kalau cuman takut bau rumah sakit, pasti ada apa-apanya gumamku khawatir


Niat hati ingin bertanya alasan sebenarnya Aisha tak mau pergi ke rumah sakit tapi ternyata sudah sampai di apotek


"Nah, ini dia aku pergi dulu yah!" ujarnya senang dan hendak melepas seat belt nya

__ADS_1


"Tidak usah, biar aku saja belikan obatnya, nama obatnya apa?"


"Engg... enggak usah Kelvin, aku bisa sendiri kok, udah yah aku mau beli kau tunggu disini aja!" jawabnya gagap dan keras kepala lalu membuka seat belt nya dan keluar dari mobil


Akupun memperhatikan ia menyebrangi depan mobil dan masuk ke dalam apotek kecil itu dengan heran dan bingung


Ke rumah sakit tak mau masa aku beli obatnya sendiri juga enggak mau pasti ada apa-apanya, aku yakin sekali gumamku


Aku membuka kaca mobilku dan meraih ponsel yang ada di jasku kemudian menunggu giliran Aisha dari dalam mobil


Saat tiba gilirannya Aisha, ku potret cepat-cepat obat yang di beri pelayan padanya dan langsung ku kirimkan pada Max


"Kau cari tahu apa nama obat ini dan apa kegunaannya!" perintahku dalam isi pesan what'sapp ku kemudian memasukkan kembali ponselku ke dalam jasku


"Nah udah, yuk pulang!" ujarnya senang sambil memasang seat belt nya


"Aisha, kamu kok enggak mau sih kalau aku yang beliin?"


"Tumben, sekarang pakai aku kamu?"


"Ya emang enggak boleh?"


"Boleh sih lebih bagus lagi"


Aku menutup kembali jendela mobil dan kulajukan kembali ke arah balik yakni kedainya Aisha


"Yah.... nah hujan nikh Kelvin" katanya sambil menyembulkan kepalanya keluar jendela mobil


"Ya begitulah, tadikan panas banget biasanya lepas tuh langsung hujan"


"Nanti kalau udah sampai kedai, kamu pulang aja yah ini juga udah agak sore"


Mendengarnya berkata seperti itu semakin membuat kecurigaan ku bertambah dengan sikapnya


"Hmmmm ya sudah" jawabku terpaksa


Sesampainya di depan kedainya Aisha, aku tak mematikan mesin mobil dan Aisha pun membuka seat belt nya


"Makasih yah tadi udah di antarin, sampai jumpa" ujarnya tersenyum manis sambil keluar dari mobilku

__ADS_1


Aku hanya membalas anggukan kecil dan kulajukan kembali mobil ke arah rumah Max yang agak jauh dari kedainya Aisha


Sesampainya di sana, aku melihat Max dan adiknya Tara baru keluar mobil dan kukira mereka baru pulang


__ADS_2