Aisha & Me

Aisha & Me
Part 2 (Pertemuan pertama)


__ADS_3

*Aisha prov*


Hoammm......... mulutku terbuka lebar karena menguap ingin tidur, aku melirik jam dinding dan menunjukkan pukul tujuh malam


"Astaga, sudah jam segini, pantasan aku nguap mulu dari tadi rupanya sebentar lagi mau tutup kedai, huuhh!! nunggu pelanggan dari tadi sore belum juga ada yang datang bikin kesal aja!" seruku sebal sambil berjalan menuju panci mie


"Mending aku habiskan aja sisa dagangan baru deh langsung tidur, daripada nunggu pelanggan enggak jelas" seruku lagi


Namun, baru saja hendak keluar aku melihat sesosok pria tinggi nan gagah berdiri dekat pintu sambil mengetuk pintu


*Astaghfirullah, ya Allah ciptaan mu benar-benar indah sekali tidak ada yang bisa menandingi Mu" ucapku ketika melihat wajah pria itu yang benar-benar sangat tampan menurut ku


*John prov*


"Astaga, lama sekali penjualnya, niat jualan enggak sih? bikin kesal aja udah ah pergi aja buang-buang waktu" kesalku dan hendak pergi


"Tunggu!" seru orang yang berada di belakang ku hingga membuatku berhenti dari jalanku, aku menoleh ke wajah orang tersebut


*Degg* tiba-tiba aku merasakan ada yang salah dengan jantungku, tak biasanya ia berdetak lebih kencang dari sebelumnya saat aku melihat sosok wanita berhijab cantik nan imut keluar dari dalam hingga membuat aku menatapnya beberapa detik


Ia berjalan mendekat kearah ku dan tepat berdiri di depanku, ajaib! entah kenapa pada saat itu aku tak bisa menggerakkan kakiku saat ia mendekat


Wanita itu sekilas melirik mobilku dan menatapku sebentar


"Ada urusan apa tuan?" tanyanya sopan hingga membuatku merinding mendengar suara lembutnya


Aku tersadar dari lamunanku dan mengalihkan pandanganku


"Kamu niat tidak sih jualan, saya mau beli" jawabku tegas dan kebiasaan bicara formal pun aku hilangkan jika ada orang yang tidak aku kenal biasanya aku bicara formal hanya pada diriku sendiri atau dengan Kevin


"Oh maaf tuan, saya pikir tuan bukan pelanggan kalau dilihat-lihat makanya saya bertanya, silahkan masuk tuan tunggu sebentar yah" ujarnya terkekeh kecil sambil menggaruk kepalanya


Melihat ekspresi lucunya tadi membuatku tak sadar tersenyum tipis dan akupun digiring masuk kedalam dan duduk disalah satu meja pelanggan


"Tuan mau pesan apa?" tanyanya sopan


"Apa yang tersedia?" tanyaku dingin tanpa melihat wajahnya karena aku takut jantungku akan kehilangan kendali, aku lebih memilih memainkan ponselku


"Jam segini cuman tinggal mie ayam tuan" jawabnya sopan dan tersenyum manis

__ADS_1


"Ya sudah itu saja, tapi ingat jangan pakai cabai" jawabku mengingat aku tak suka pedas


"Baik tuan" ujarnya sedikit menunduk dan berjalan kearah panci mie ayam


Aku tak sadar saat ia pergi aku tersenyum tipis padanya dan jujur aku memperhatikannya saat sedang mempersiapkan makanan ku


*Aisha prov*


Aku membuka tutup panci dan terlihat masih ada dua gumpalan mie kuning


"Sekalian makan aja aku kali ya, aku juga lapar sih" ucapku dan akupun mengambil mangkuk ku dan kupersiapkan mie kami


Aku menempatkan mangkuk kami ke nampan dan kugiring ke meja pria itu


"Permisi tuan, ini dia" ujarnya sambil meletakkan mangkuknya ke meja


Saat aku hendak berbalik arah, dia memanggilku


"Tunggu, mangkuk itu untuk siapa?" tanyanya hingga membuatku bertanya-tanya dalam hati kenapa dia bertanya?


"Ini untuk saya tuan" jawabku dengan senyuman


"Tidak usah tuan, saya mau makan disana saja" tolakku sopan


"Hanya temani makan saja, tidak lebih" ujarnya dengan nada suara berat dan dingin hingga membuatku menjadi takut kalau menolaknya lagi


Aku menggenggam kuat mangkukku dan kulihat ia sibuk main ponselnya


"Hanya temani dia makan saja toh enggak lebih" gumam ku meyakinkan diri sendiri dan duduk di sebelahnya


*John prov*


Setelah beberapa detik setelah ia duduk, aku memasukkan kembali ponselku ke saku jas dan melihat isi mangkukku


Aku mengerutkan dahi ku dan mengaduk-aduk "Mie ayam" yang menurutku aneh


"Apa ini?" tanyaku penasaran pada sosok wanita tadi yang kini sudah duduk di sebelah ku


Dia menoleh kearah ku dan mungkin bingung dengan apa yang barusan aku tanyakan

__ADS_1


"Mie ayam yang tuan pesan tadi" jawabnya


"Iya saya tahu ini mie ayam, saya juga lihat mie-nya tapi kenapa ini terlihat mienya seperti sudah sangat......" jawabku tapi tak ku lanjutkan perkataan ku karena ia potong


"Tuan bukan asli orang sini yah?" tanyanya dengan senyuman manis hingga membuatku kembali salah tingkah


"Iiii....ya, kenapa?" tanyaku penasaran


"Ooh.... wajar saja tuan kurang tahu yang namanya mie ayam, tuan terlihat seperti blasteran orang bule" jawabnya sedikit terkekeh


"Iya kau benar, aku bukan asli orang sini dulunya aku tinggal di Eropa jadi kurang tahu makanan-makanan disini" jawabku dan entah kenapa aku sudah merasa nyaman ketika berada di dekatnya


"Oooh... begitu, tuan coba saja dulu mie ayamnya, pasti ketagihan" ujarnya meyakinkan diriku untuk makan mie ayamnya


Aku kemudian meraih garpu yang berada di sisi mangkuk dan memelintirkan mienya ke garpu dan kututup mata ku saat aku menyuapkan mie-nya kedalam mulutku


"Bagaimana tuan, rasa mienya?" tanya wanita itu


Aku membuka mataku saat aku mengunyah mienya dan jujur rasanya benar-benar sangat lezat, aku belum pernah memakan makanan ini sebelumnya


"Ini sangat enak, darimana kau belajar membuatnya?" tanyaku antusias sambil terus makan mie buatannya


"Benarkah tuan? terimakasih atas pujiannya, kalau soal belajar sih saya ini pencinta mie jadi semua jenis mie saya tahu cara pembuatannya" jawab wanita itu sambil terus makan mie buatannya


"Oh ya? apa masih ada lagi? aku mau bungkus" jawabku kembali antusias


"Aduh maaf tuan, ini stok terakhir mienya tapi tuan jangan khawatir besok kami berjualan lagi dari jam 11 siang - jam 7 malam" jawab wanita itu hingga membuatku sedikit kecewa


"Kami? siapa teman kerjamu?" tanyaku dengan penasaran


"Dengan teman tuan, namanya Sarah jam segini dia sudah pulang" jawabnya singkat


Kamipun berbicara panjang lebar dibawah sinar lampu sambil ditemani dengan suara bisik motor dan mobil yang lalu-lalang


Jujur, aku merasa sangat nyaman dan hangat ketika berbicara dengannya hingga membuat kami lupa waktu dan sudah menunjukan pukul 9 malam, padahal sedari tadi mie kami sudah habis kami lahap tapi rasanya aku ingin sekali bicara banyak padanya


"Ini sudah larut, aku pergi dulu yah ini uangnya kembaliannya tidak usah" ujarku tersenyum lebar setelah melihat jam tangan dan mengeluarkan dua lembar uang seratus ribu dari dompet ku dan kuberikan pada wanita itu


"Astaghfirullah tuan, harga mienya hanya 15rb per porsi bukan 200rb, tunggu sebentar ya tuan kembaliannya" ujarnya panik dan hendak masuk kedalam untuk mengembalikan sisa uangnya

__ADS_1


"Tidak perlu, anggap saja sisanya untuk modal jualan mu" jawab ku lembut dan meninggalkan tempat itu


__ADS_2