Aisha & Me

Aisha & Me
Part 4 (Bertemu dengan Kevin)


__ADS_3

*Aisha prov*


Hoammm...... aku menganga besar mulutku di atas kasur sambil menggeliatkan tubuh dan kulihat jam weker di samping kasur dengan mata masih ngantuk


Mataku terbuka lebar dan nampak masih kemerahan saat jam menunjukan pukul 07.42 WIB yang artinya aku telah hampir satu jam lebih terlambat beli belanjaan kedai mie


"Astaghfirullah!!! aku terlambat!! ya ampun, kenapa bisa? ini pasti kebanyakan tidur nih aku makanya aku terlambat, fyuhhh..... untung aja udah solat subuh tadi subuh tapi kenapa mau tidur lagi ya lepas tuh? auk ah... ini aja udah terlambat!" seruku teriak sambil bangun dari tidurku dan langsung berlari ke kamar mandi


Setelah hampir 10 menit membersihkan diri, aku langsung mengenakan pakaian biasa yang ku kenakan untuk pergi ke pasar dan memasang jilbabku juga


Setelah semua selesai, ku buka lemari dan kuambil uang 200 RB yang diberikan pria tadi malam untuk kuberikan bahan-bahan mie ayam tanpa harus mengurangi uang hasil penjualan mie ayam kemarin


Saat kubuka pintu kos-an, kulihat sudah ada Sarah didepan


"Apa ha? terlambat bangun lagi?" tanyanya dengan menyilangkan tangannya di depan dadanya aku membalas dengan cengengesan


"Hehehehe, iya Sarah soalnya dari kemarin sore aku kepengen tidur mulu jadi ketiduran di kos-an makanya sampai terlambat" jawabku dengan kekehku


"Ya sudah, aku temani kau pergi ke pasar!" ucapnya kesal


"Iiih.... jangan marah dunk cantik, nanti cantiknya ilang lagi, enggak usah temani akyu ke pasar, mending cantik buatin aja kuah mie nya" ucapku lebay sambil mencubit pipi Sarah sahabatku


"Ck... jangan lebay dah ah, udah sana pergi lagi nanti tutup lagi tokonya" ucapnya cuek sambil masuk ke dalam kos-an ku ke arah dapur


Dapur kos-an ku biasanya kami gunakan sebagai tempat pembuatan mie ayam, jadi jangan heran kalau Sarah bisa masuk kedalam semaunya apalagi dia punya kunci cadangan kos-an ku


Aku pergi ke pasar dengan berlari-lari kecil karena jaraknya yang tak terlalu jauh, kalau pakai ojek atau taksi hanya boros uang makanya aku memilih jalan kaki


Sesampainya di pasar, aku langsung mencari toko langganan biasa tempat aku membeli bahan-bahan mie ayam


Sesampainya di sana, aku kecewa ketika melihat ada papan didepan toko bertuliskan bahwa akan tutup seminggu lagi, dan itu berarti seminggu lagi baru buka


Dengan kecewa, aku berjalan lesu menuju kos-an


"Hadeuhhhh, nasib nasib, coba aja kalau aku tak hantu tidur pasti aku udah siap buat bahan-bahan mie ayam dari tadi, udah jam segini dimana bisa beli bahan-bahan mie ayam" ucapku lesu dan duduk di pinggiran jalan sambil merenung beberapa saat

__ADS_1


Setelah beberapa saat merenung, nampak dari bola mataku kegembiraan


"Astaghfirullah Aisha Aisha, nape kau ***** sekali ha? coba pikir dari tadi!" seruku sambil menepuk jidatku sendiri dan berlari menuju supermarket


Selain hantu tidur, aku juga seorang yang pelupa jadi jangan heran ya 😁😁


Sesampainya di supermarket, aku langsung ke stan makanan pokok dan memilih bahan-bahan yang dibutuhkan


Setelah semua bahan yang kubutuhkan tersedia di keranjang ku, aku langsung berjalan menuju kasir, tapi belum sampai kasir......


*Brukk* aku ditabrak seseorang di sebelah stan hingga membuatku terjatuh dan isi keranjang ku berserakan di lantai


*Kevin prov*


*Brukk* aku tak sengaja menabrak seseorang yang ada di sebelah stan hingga membuatnya terjatuh


"Maaf, saya tak sengaja" ucapku sopan dan mengulurkan tanganku padanya berharap agar dia menggapai tanganku


Saat ia menengadahkan wajahnya, aku seperti melihat sosok malaikat dalam dirinya apalagi wajahnya yang cantik nan imut yang berekspresikan imut saat jatuh


Dia mengerutkan dahinya dan tersenyum kecil lalu mengumpulkan semua belanjaannya dan bangkit


Apa! pak dia panggil aku? mungkin ia bertanya padaku seperti itu karena aku memakai masker dan kacamata hitam agar para musuh tidak mengetahui keberadaan ku diluar


Ingin rasanya aku membuka masker dan kacamata hitamku dan ku perlihatkan wajah tampanku padanya agar dia tidak memanggilku pak lagi 😣😣


"Saya bukan penjahat" ucapku dingin dan masam yang ku sembunyikan dibelakang maskerku


"Kalau bapak bukan penjahat, kenapa tutup muka segala? atau jangan-jangan bapak aktris lagi?" tebaknya dengan nada suara semakin tinggi dan mengacungkan jarinya ke wajahku


😏😏 Apa!! aktris? aktor kali!! ucapku dalam hati, bahkan aktor sekalipun kalah tampannya daripada aku


"Bukan, ini bukan urusan mu, maaf soal yang tadi, ini kompensasinya" ucapku dingin dan memberikan 400 RB padanya dari saku jaket ku


Dia menatap uang itu yang masih di tanganku dan menatap wajahku

__ADS_1


"Maaf pak, untuk apa ya bapak ngasih saya uang?" tanyanya dengan raut wajah mulai serius


"Ya... sebagai kompensasi atas yang tadi" jawabku


Dia tersenyum tipis dan menggeleng pelan


"Bapak kan tak sengaja nabrak saya, untuk apa kompensasi kan juga saya enggak kenapa-napa, enggak usah ya pak assalamualaikum" ucapnya langsung pergi ke kasir dan meninggalkan ku


Aku terdiam sejenak mencerna perkataannya, sangat langka sekali ada orang yang menolak uang sebanyak yang kupegang


Sepertinya dia orang yang baik, bisa dilihat dari caranya bicara, berpakaian ucapku dalam hati mengangumi wanita atau mungkin tepatnya anak kecil


Lamunanku buyar saat salah satu bodyguard ku yang juga menyamar memberitahuku kalau John ingin bertemu, agar tidak terlalu lama akupun segera pergi ke kantor pusat bertemu John


*Aisha prov*


Aku berjalan menyusuri jalan sambil berpikir


"Sepertinya bapak itu adalah penjahat, apalagi postur tubuhnya yang kekar banget padahal dia pakai jaket, aku yakin sekali kalau dia itu penjahat, apalagi nada suaranya sangat dingin dan berat, dan aku bisa berpasti kalau alasan dia menutup wajahnya dia itu tidak mau wajah seramnya kelihatan polisi makanya dia tutupi" dugaku berbicara sendiri sampai-sampai aku tak sadar orang-orang yang melihatku mungkin berpikir aku sudah tidak waras


Akupun menengadahkan tanganku keatas


"Ya Allah..... semoga aku tidak punya urusan dengan orang-orang jahat seperti bapak tadi ya Allah, aminnnnn" doaku dan ku tutup dengan mengusapkannya ke wajahku


Setelah beberapa menit berjalan menyusuri jalan sambil menenteng dua bungkus besar plastik berisikan belanjaan berat menuju kos-an, akhirnya pun sampai ke kos-an


"Sarah!!!" teriakku dari luar kos-an


Sarah dengan tergopoh-gopoh sambil memegang sendok kuali di tangannya datang ke depan


"Aish... kau ni! nape teriak-teriak tak jelas ha? ada apaan?"


ucapnya teriak-teriak juga


"Hehehehe, maaf cantik ini... aku keberatan bisa minta tolong enggak?" tanyaku sambil memungilkan wajahku berharap Sarah kesayangan ku mau membantuku

__ADS_1


"Kao ne!! ya sudah sini!" serunya dan mengambil satu platik besar di salah satu tanganku dan membawanya masuk ke dapur


Aku terkekeh dan aku mengekori Sarah masuk kedalam kos-an untuk membuat mie ayam


__ADS_2