Aisha & Me

Aisha & Me
Part 8 (Makan mie instan bersamanya)


__ADS_3

*John prov*


Sesampainya di dalam kos-an, aku terkejut melihat isi dalam kos-an nya, aku melihat hanya ada 3 ruang kos-an, yakni ruang depan yang hanya ada kasur di lantai, 1 tas besar yang menurutku berisi pakaiannya dan juga bedak dan sisir yang masih ada di atas kasurnya yang rapi walaupun warna kasurnya sudah pudar


Aku berpikir untuk melihat-lihat dulu isi kos-an nya baru mandi


"Ternyata dia orang yang rajin yah, walaupun kos-an nya terbilang kecil tapi dapur dan ruang tidur sangat bersih" pujiku pada Aisha dan langsung masuk ke dalam kamar mandi


*Aisha prov*


Aku duduk sambil terus menutup mulutku jika terbuka lebar menandakan mengantuk, padahal baru jam 7 malam tapi biasanya kalau jam segini aku langsung tidur habis dari jualan


"Aisha!" Teriak orang dari arah sebrang jalan hingga membuatku menolehnya


John kemudian menyebrang jalan dengan memakai kaos putih dan celana panjangnya


Aku yang melihatnya berganti pakaian tapi tidak celana menjadi bingung


"Makasih ya udah bolehkan aku mandi" ujarnya dan duduk di sebelahku


"Ya.... tapi dimana kau dapat tuh kaos? perasaan tadi kau tak bawa baju ganti lah" tanyaku bingung


"Oh ini, aku dapat di tas bajumu, ada aku lihat kaos putih pas lagi ukurannya denganku makanya aku ambil, tapi kau tenang aja nanti aku kembalikan kok" jawabnya berterus terang


"Tidak apa-apa, ini hanya kaos kau bisa menyimpannya, aku baru tahu kalau aku punya kaos putih di tasku, biasa.... aku ini orangnya pelupa! oh ya, jadi dimana sekarang jas dan setelannya? biar aku cucikan" kataku menawarkan diri


"Tak usah, udah kubuang jasnya" jawabnya santai hingga membuatku terkejut bukan main


"Apa? kau buang? astaghfirullah!! nape lho buang?" tanyaku dengan nada tinggi karena aku sama sekali tidak suka buang-buang barang apalagi boros atau sebagainya


"Memangnya kenapa?" tanyanya dengan ekspresi wajah bingung


"Astaghfirullah kau ini! jas mu itu masih bisa dipakai, enggak rusak, masih bagus pula, kok aku lihatnya juga kelihatan mahal sekali" jawabku


"Tapi jasnya kotor, aku tak suka jadi ku buang deh" jawabnya


"Aishh.... kau ne!!! dimana kau buang jasnya?" tanyaku dengan geram

__ADS_1


"Di.... tong sampah depan kos-an mu" jawabnya dan akupun langsung pergi ke sana


*John prov*


"Aishh.... kau ne!!! dimana kau buang jasnya?" tanyanya dengan geram hingga membuatku merasa bingung kenapa dia seperti itu


Bahkan jika merasa marah ataupun kesal, bukannya wajahnya geram tapi malah tambah imut menurutku


"Di.... tong sampah depan kos-an mu" jawabku dan iapun langsung pergi ke sana


"Ada apa dengannya?" tanyaku pada diri sendiri


Selang beberapa menit, ia kembali lagi dengan bawah bajunya, bawah jilbab dan bawah lengannya yang sedikit basah seperti baru mencuci


"Ada apa denganmu?" tanyaku sembari bangkit dari duduk


"Abis nyuci jasmu" jawabnya enteng dan duduk


Aku terkejut dengan apa yang barusan ia katakan


"Kenapa kau cuci?" tanyaku


"Sudahlah tidak usah, aku tidak suka memakai pakaian bekas" jawabku hingga membuatnya menoleh ke arahku


"John, itu jas mu sendiri bukan milik orang lain, jadi itu bukan bekas" jawabnya


"Tapi aku tak mau memakai barang dari tong sampah" jawabku


Dapat kulihat dia menghela nafasnya dan menghadapkan tubuhnya ke samping, ke arahku


"John, ingat yah kau kerja siang-malam buat apah? buat cari uang kan? setelah semua kau dapatkan perusahaan, jadi mafia, dan segalanya, itu bukan berarti kau boleh boros, kau tidak boleh sembarangan membuang barang-barang mu apalagi jika barang mahal, ingat! masih banyak para pria yang menginginkan jas mahal seperti itu apalagi ada rompinya, aku mengatakan ini bukan karena aku marah padamu tapi karena kita berteman, aku tidak mau temanku menjadi orang yang boros" jawabnya panjang lebar hingga membuatku termenung mencerna perkataannya


"Ternyata itu alasannya, dia perhatian padaku?" tanyaku dalam hati


"Aku minta maaf Aisha, aku janji aku tidak akan seperti itu lagi, aku harus pergi sekarang" ujarku tersenyum tipis padanya


Dia tersenyum lalu mengangguk

__ADS_1


"Kau baru boleh pergi kalau jas mu sudah kering di jemur, sambil nunggu jas mu kering mendingan kita makan dulu yok!" ajaknya


"Makan apaan? mie ayam nya kan udah habis?" tanyaku


"Yah.... makan mie instan goreng lah, yok!"


"Enggak ah, mie instan ada pengawetnya aku tidak suka!" ujarku


"Ya, tapikan aku yang buat, aku masih ada lho bumbu-bumbu mie ayamnya jadi enggak usah pakai bumbu mie instannya"


Aku terdiam sejenak dan melihatnya yang berusaha meyakinkan diriku


"Ya sudah ok, tapi harus enak yah kek mie ayam buatan mu" jawabku


"Wooke bos, sang ratu mie mau masak dulu, by" ujarnya dengan nada lebay hingga membuatku tertawa


Selama ia memasak, aku tak henti-hentinya memandang punggungnya yang bergerak kesana-kemari membuat mie instan kami sambil terus berpikir dengan apa yang ia ceramahi aku tadi


"Setelah aku pikir-pikir, apa yang dia katakan tadi benar sih, seharusnya aku tidak membuang-buang barang ku, apalagi semua barang-barang ku mahal, tapi.... baru kali ini ada orang yang peduli dengan barang-barang ku, bahkan waktu Zaskia ada dia sama sekali tidak marah kalau aku buang barang-barang ku di depannya" ucapku dalam hati hingga merasa sedih dengan pengkhianatan nya


"Heh!! nape melamun? nanti kesambet setan lho!" ucapnya sambil meletakkan dua mangkuk mie ke depan ku


Ia duduk di sebelahku dan seperti biasanya ia harus menuangkan saos cabai di mangkuknya


"John kenapa tadi, kek sedih?" tanyanya


"Tidak ada, ini kenapa berkuah mienya? tadi katanya mie goreng?" tanyaku bingung


"Ooh, ini sebenernya mie goreng, tapi aku sulap kek mie ayam ku tambah sedikit kuah kaldu mie ayam sama bumbu mie ayam jadi enggak ada pengawet di dalamnya" jawabnya menjelaskan dengan wajah ke arah mienya sambil terus mengaduk-aduk mienya agar bercampur


"Coba deh kau rasa, pasti enak" lanjutnya lagi


Aku kemudian mencoba rasa mie goreng berkuah buatannya dan ternyata benar-benar enak bahkan mengalahkan mie ayam yang kemarin ku makan


"Ini mah kelewat enak sha, tangan mu terbuat dari apaan maka bisa enak begini?" tanyaku dengan formal sambil terus menyeruput mienya


"Tuh kan apa ku bilang, udah habisin aja kalau ada ratu mie semua mie bisa disulap jadi apa aja"

__ADS_1


Aku tertawa mendengar ucapannya dan seperti biasa dia pun ikut tertawa dengan yang ia katakan sendiri


__ADS_2