
*Aisha prov*
Sembari melihat Max dan adiknya Tara mulai memasuki mobil aku melambaikan tangan dan tak berapa lama kemudian mobil itupun berjalan menjauhi lokasi kedaiku
Aku melihat jam dinding dan ternyata sudah 17.23 WIB, aku belum mandi dan juga salat
"Oh astaghfirullah Aisha, lagi-lagi lupa, untung aja masih ada waktu, solat dulu ah biar mandi malam nanti aja" kataku dan masuk ke dalam kedai mengambil wudhu dan mulai salat
Hampir lima menit aku solat dan ternyata selesai solat sudah ada beberapa pelanggan tetap ku yang berdatangan
"Udah solat neng?" tanya salah satu dari mereka
"Hehehehe.... iya pak, kelupaan lagi, untung aja masih sempat" kataku sambil memasang kaus kaki
"Oh baguslah neng, seperti biasa ya pesanan saya" katanya lagi
Aku mengangguk tanda mengerti dan langsung membuatkan mie ayam pesanan mereka semua dalam waktu singkat
"Nah ini tuan-tuan ibu-ibu, mie-nya sudah jadi" kataku sembari memberikan mangkuk mie satu-persatu
Setelah semua kebagian sesuai pesanan, seperti biasa pula aku selalu kelelahan dan memilih duduk di ujung sembari berselonjor dan bersandar
"Huft.... baru aja kerja udah capek gini" kataku pelan sambil memijat tanganku
*John prov*
Sesekali aku melebarkan mulutku saat rapat klien meminta kerjasamaku, aku sangat merasa bosan berada disini ingin sekali cepat-cepat bertemu Aisha
Baru kali ini aku bisa mengantuk di ruang rapat, biasanya aku yang paling mendengarkan dan konsentrasi apa yang dipersentasikan para klienku
Tak kusadari aku menyandarkan kepala ini di punggung tanganku yang kutopang
"Tuan, tuan John" kata klienku dan sontak aku terbangun
"Bagaimana? apa anda tertarik untuk bekerjasama dengan perusahaan kami?" tanya klienku
Aku terdiam sejenak menelaah dan memperhatikan grafik perusahaan mereka dan bangkit berdiri yang diikuti semua yang ada di ruangan ini
"Besok kita bertemu lagi di pagi hari" kataku dingin dan meninggalkan ruang rapat dan juga kantor mewahku ini
Aku langsung menghampiri mobilku dan pergi ke kedai Aisha sambil membawa kotak dan paperbag ponsel yang rencananya mau aku berikan pada Aisha malam ini
"Malam ini aku akan bersama Aisha berdua di kedainya, tidak ada Max!" gumamku senang dan kegirangan hingga menimbulkan tawa cekikikan
Setelah beberapa lama, sampailah aku di kedai Aisha
Aku mengerutkan dahi melihat tak adanya pelanggan ataupun Aisha dan hanya ada dagangan Aisha
Aisha kemana yah? gumamku
Akupun keluar dari mobil dan menyebrangi jalan ke kedai Aisha
"Aisha!" kataku sembari melihat kesana kemari
__ADS_1
Kulihat jam tangan dan menunjukan pukul 18.21 WIB
"Ini kan masih jam jualan, tidak mungkin Aisha sudah tutup, apa mungkin dia didalam kali yah?" kataku dan kini berada di ambang pintu
Aku condongkan kepalaku ke dalam tapi dengan badan masih diluar mencari sosok Aisha didalam
Kata orang kalau orang seperti Aisha itu tidak boleh ada pria lain yang masuk ke dalam, makanya aku tidak masuk
Mataku tertahan melihat sosok wanita berpakaian putih menghadap ke depan hingga aku hanya melihat belakangnya saja
Kurasa itu adalah Aisha, tapi kenapa dia tidak menyahut seruan ku tadi? kataku bertanya-tanya
Apa mungkin dia beribadah kali yah? 🤔🤔
Merasa Aisha masih sibuk, akupun memutuskan untuk menunggu saja di luar kedainya
Tak berapa lama kemudian, Aisha datang menghampiriku
"Eh John, tumben Maghrib begini sudah datang? biasanya datangnya malam" ujarnya dan mulai mengumpulkan mangkuk-mangkuk
"Iya.... soalnya di kantor tidak ada kerjaan lagi" jawabku bohong, padahal di kantor masih banyak pekerjaan yang ku tahu hanya untuk kesini
"Oh begitu toh, itu kotak siang mu kau bawa lagi buat mie ayam dibawa ke rumah yah?" tanyanya
"Iiiya" jawabku gagap sembari menyerahkannya pada Aisha
Astaga!! kenapa sekarang aku jadi gagap begini yah? padahal dari tadi pagi rasanya pengen ketemu Aisha bawaannya gumamku dan mengelap keringat dingin ku
"Oh ya! kau belum makan kan John?" tanyanya dan aku hanya bisa mengangguk pelan
Tanpa menjawab karena masih gugup, aku hanya bisa memenuhi permintaannya dan duduk di tempat yang ia inginkan
Tak berapa lama kemudian, ia datang sambil membawakan dua mangkuk mie ke arahku
Astaga astaga, kok aku bisa grogi yah dia menghampiriku? huft... jangan sampai ketahuan gumamku dan mengalihkan pandangan
"Nih, punyamu yang tak pedas udah jadi" katanya dan memberikan milikku
Dia duduk di depanku dan mulai menuangkan cabai hijau di mangkuknya
"Padahal sih aku belum lapar John, tapi karena kau lapar dan tak bisa makan sendiri makanya aku ikut makan juga" ujarnya memulai pembicaraan
"Tttumben kau belum lapar jam segini, biasanya udah" jawabku masih gugup
"Kok bicaramu jadi gagap sih? grogi yah sama kecantikan ku?" katanya narsis hingga membuat pipiku sedikit memerah dan ku alihkan pandangan
"Sembarang" kataku kesal
"Hehehehe... maaf yah, tadi sore itu si Max sama adiknya Tara datang kesini, kami makan bersama" jawabnya menjawab pertanyaan ku tadi
Aku terkejut mendengar penuturan Aisha
Ku kepalkan tanganku dan menggertakkan gigi
__ADS_1
Berani-beraninya kau bohong padaku Max, katamu kau ada janji dengan Tara tapi kau malah kesini gumamku kesal
"Woy! kok kek marah sih?" tanyanya
"Eh... enggak apa-apa kok, aku makan yah" jawabku cepat dan mulai makan mie ayam buatannya
Setelah selesai makan, seperti biasanya ia menyandarkan tubuhnya di dinding dan berselonjorkan kaki
"Kecapekan lagi yah?" kataku sambil meminum teh es manis
ia membalas anggukan
"Oh begitu, eng.... Aisha ada yang mau aku berikan" kataku memberanikan diri
Dia menatapku dengan bingung
"Apaan?" tanyanya
Aku mengeluarkan paperbag dari pangkuanku padanya
Ia mengambil paperbag ponsel nya dengan mata kebingungan dan membukanya
"Astaghfirullah, ini ponsel yah?" ucapnya terkejut sembari mengeluarkan isi paperbag itu
"Iya, itu untukmu" jawabku merasa senang melihat ekspresi wajahnya
"Eh... tapi kenapa kau berikan ini padaku?" tanyanya bingung
"Kau kan sering pergi kemana-mana buat belanja bahan-bahan mu, jadi kalau kau butuh sesuatu atau apalah itu kau bisa telepon aku, tenang aja kok udah ada kuota internet sama pulsanya udah ku isikan kok" jawabku
"Tapikan aku enggak pandai main ponsel kek beginian" jawabnya
"Sini, biar aku ajarin cara mainnya" kataku
"Beneran nih, asik!" katanya girang dan kembali duduk di depan ku
Meja panjang menghalanginya kami duduk berdekatan
"Pertama-tama, kau tekan tombol di samping ini kalau mau menyala ponselnya, terus ..............................................................
..........................................................................................................." kataku panjang lebar menjelaskan cara memainkan ponsel, menggesernya, dan menekan tombol kontak dan mencoba menghubungi nomorku yang sudah kumasukkan
"John, ini kok cuman ada satu nomor, namanya kok *Kesayangan*?" tanya Aisha hingga aku bingung menjawabnya
"Engg.... ini nomorku, tapi maksud kesayangan itu artinya sahabat" kataku bohong
"Oh begitu toh, ya sudah tambah namanya yah jadi kek gini *Kesayanganku*" pintanya
*Degg* jantungku berdetak lebih mendengar permintaannya itu, padahal aku memasukan nama kesayangan itu hanya iseng saja tapi ia malah meminta jadi KESAYANGANKU
Dengan senang hati ku ubah nama nomorku jadi KESAYANGANKU
"Nah, udah tuh liat" kataku sembari melihatkan nama nomorku ke Aisha
__ADS_1
"Hmmmm baru bagus, ini kan aku baru tahu cara main ponselnya sama baru bisa nelpon nomor kau, terus tadi sebelumnya kau bilang apa tadi?? kuota kuota, apaan tuh? gimana cara mainnya?"
"Oh itu, gini maksud kuota itu paket internet, gini contohnya kalau kau mau cari apa aja harus punya kuota internet