
*John prov*
Semua pelanggan kini sudah pulang dan aku lihat jam sudah 13.24
Kepalaku bercucuran keringat dan kerah bajuku basah gegara keringat dalam tubuhku, akupun melepaskan rompiku dan kini hanya tinggal kemeja biru saja yang melekat di tubuhku
"Hadeuhhhh.... panas amat sih siang nih" kata Aisha sambil mengibaskan tangannya ke kepalanya
Aku tersenyum miring dan melemparkan rompiku di sisi kursiku dan kududuki
"Iya Aisha, panas amat hari ni, bisa-bisa nanti hujan lagi" kataku dengan nada menggoda
"Mungkin, eh makasih yah John, Tara, tadi bantuannya, hehehehe seharusnya kan yah yang punya kedai ngelayanin bukan kalian, hehehehe" ujar Aisha terkekeh kecil hingga membuatku geleng-geleng kepala
"Aisha, aku kek nya bentar lagi deh pulang, soalnya baru ingat kalau ada tugas sekolah" ujar Tara saat ia masih mencuci piring
"Oh ya udah enggak apa-apa, tapi nanti Max jemput kan?" tanya Aisha hingga membuat wajahku masam mendengar nama Max keluar dari mulutnya
"Iya, tadi udah aku kirim pesan sama kakak, bentar lagi dia kesini" jawab Tara
Aisha hanya berooh kemudian memajukan sedikit kepalanya padaku hingga membuatku terkejut
Apa yang dia lakukan? gumamku terkejut
*Sreet* rompi yang ada di belakangku ia raih cepat hingga membuatku salah tingkah
Aku pikir dia mau ngapa-ngapain aku 😣😣 gumamku malu
"Pinjem yah, hehehehe" katanya menyengir sambil melipat rompiku dan mengibaskannya ke kepalanya
"Pinjam pas udah pakai, pinjam tuh kalau mau pakai" kataku pura-pura kesal
"Cie... kesal nih Kesayanganku?" ujarnya padaku dengan nada menggoda
*Degg* jantungku berdetak lebih kencang dan aku terperangah mendengar dia memanggilku 'Kesayanganku'
*Pranggg* mangkuk pecah hingga membuatku tersadar dari lamunanku dan membuat aku dan juga Aisha menoleh Tara
"Kenapa bisa pecah?" tanya Aisha panik
__ADS_1
Tara langsung menghampiri kami berdua dan duduk di samping Aisha
"Kalian pacaran yah?" tanyanya hingga membuatku terkejut dan juga Aisha
"Hahahaha..... lelucon apa itu Tara, hahahaha" kata Aisha tertawa terbahak-bahak
Kenapa dia tertawa? apanya yang lucu? gumamku
"Ye... aku serius ngomongnya, tadi kau panggil John apa? 'Kesayanganku'?" tanyanya dengan nada tak percaya
"Oh itu, maksud dari Kesayanganku itu sabahat lho" jawab Aisha santai sambil terus mengibaskan rompi mahalku ke kepalanya
"Kao ya betol Aisha, mane ade Kesayanganku itu artinya sahabat, sape yang bilang?" ujar Tara dengan bahasa yang kurang ku pahami
"John yang bilang"
*Tara prov*
Ku lebarkan mataku dan kulirik John yang memasang wajah dingin dan pandangan mata tajam padaku
Kau sangat lugu Aisha sampai-sampai tak tahu tujuan terselubung John, makanya kau mau mau aja manggil dia kek gitu, kek nya bener deh dia suka sama kau Aisha gumamku ketakutan dan ku palingkan lagi wajahku ke Aisha
"Eh tapikan Max belum jemput?" ujar Aisha
"Enggak apa-apa kok, aku bisa jalan sendiri dulu takutnya nanti teman-teman udah pada datangan ke rumah" kataku dan berusaha agar tak melihat tatapan tajam John
Akupun langsung keluar dari kedai dan memilih sedikit jalan kaki ke arah selatan dan menunggu kakakku di bawah rimbunnya pohon
"Ouh astaga! ternyata benar dugaanku, John itu benar-benar suka sama Aisha, gimana yah? kakakku juga keknya suka sama Aisha, kak Max sih dibilangin nembak Aisha cepet-cepet enggak didengerin jadi gini kan akhirnya" kataku kesal sendiri sambil mencubiti tas kainku
Mobil hitam sedan mewah berhenti di dekatku dan ku alihkan wajahku gegara kesal
Dapat kulihat di ekor mataku kalau kak Max keluar dari mobilnya dan duduk di samping ku
"Katanya ada temen nanti datang kerumah buat kerjakan tugas sekolah, tapi kenapa cemberut disini?" katanya sambil mengelus rambutku namun ku tepis tangannya
"Kok kek kesel sih?" ujarnya lagi dengan nada menggoda
"Ya iyalah kesel, dugaanku ternyata bener" jawabku kesal
__ADS_1
"Dugaan? dugaan apa?" tanyanya sambil tersenyum lebar
"Dugaan kalau John itu suka sama Aisha!" kataku dengan setengah berteriak hingga membuat senyum di kakakku perlahan hilang
"Aaaapa maksudmu?" tanyanya dengan nada gagap yang dapat kurasakan
"Tuh kan jadi takut, itulah tuh kalau suka itu langsung ditembak jangan didiemin aja jadi kek gini kan" ujarku merasa tambah kesal
"Darimana kau tahu?" tanyanya dengan mata sedikit berkaca-kaca
"Darimana aku tahu? itu si John sekarang ada di kedai Aisha, apa kakak tahu apa tadi yang dibilang Aisha pada John ha?" ujarku dengan nada semakin geram mengingat semua perkataanku pada kak Max tak dihiraukan olehnya
"Apa yang dibilang Aisha dengan tuan John?"
"Kesayanganku! ya, dia panggil John dengan sebutan itu, dan lebih parahnya lagi kak Max John dengan liciknya bilang kalau maksud dari panggilan itu adalah sahabat, si Aisha nya juga lugu banget sampai tak tahu apa maksud panggilan itu" jawabku kesal hingga membuatnya terdiam lama
"Tuh kan, udah ku tebak pasti jadi kek gini akhirnya kalau kakak tahu si John suka juga sama Aisha" kataku kesal
Kami pun terdiam lama di tempat masing-masing, akupun tak ku hiraukan SMS beberapa kali masuk, pasti itu teman-teman ku yang udah nunggu di rumah
Aku yang kesal tapi kakakku hanya diam seribu bahasa dengan sorot mata teduh menatap ke depannya
"Tara, menurut mu aku harus bagaimana?" ujarnya memecah keheningan yang sudah lama diantara kami
Aku menolehnya dan mengangkat satu alisku dan iapun menolehku dan memegang kedua bahuku
"Tara!kau benar!aku sepertinya sudah jatuh cinta dengan Aisha!" ujarnya tegas hingga membuatku terperangah
"Kakak beneran nih suka sama Aisha?" tanyaku tak percaya
"Ya, kakak sangat mencintainya Tara, cinta yang tak pernah kakak rasakan sebelumnya, yang sebelumnya hati ini tak pernah tersentuh siapapun tapi kini tersentuh dengan kelembutan Aisha, tawanya, kecantikannya, dan juga keimutannya dan juga lainnya yang berhubungan dengannya" jawabnya tegas dengan mata berkaca-kaca
Akupun terbuat hampir menangis dengan pengakuannya itu, memang benar kakakku itu dari dulu sama sekali tak pernah mendekati wanita apalagi hatinya yang dingin dan kaku pada wanita sama seperti John
"Kakak tak bisa membiarkan Aisha dengan John Tara, aaapa yang harus kakak lakukan?" tanyanya dengan pipi mulai basah ditetesi air matanya yang jarang keluar
Aku menggeleng cepat dan kuraih kepala belakangnya dan kutaruh di dekat leherku
"Kakak, tenang dulu, jangan menangis nanti aku juga ikutan nangis" kataku menghiburnya sambil mengusap rambutnya
__ADS_1
"Kakak benar-benar tak tahan Tara kalau Aisha sampai harus bersama dengan tuan John, tuan John bisa mencari wanita lain kan tapi kenapa dia mengambil Aisha? bukankah Aisha bukan tipe orang yang ia sukai" kata kakakku sambil terus menangis